Cinta Yang Menyakitkan

Cinta Yang Menyakitkan
Bunuh aku sekarang


__ADS_3

“Tapi apa! Cepat katakan!” teriak Zaki yang sudah diliputi oleh amarah. Pria itu tidak terima wanita yang sangat dia cintai dihina bahkan dipermainkan seperti itu. Chelsea yang di perlakukan seperti itu, tapi Zaki yang merasakan sakit hati.


“Aku tidak akan menyebar luaskan video itu, asal kan kamu...” Alex mengarahkan jari telunjuknya ke arah Veon yang duduk tepat di depannya, “melakukan apapun yang aku mau,” imbuhnya.


“Kamu! Berani-beraninya kamu mengancam Tuan Veon!” seru Zaki dengan nada suara yang semakin meninggi.


“Kalau tidak mau juga tidak apa-apa, tapi keluarga Sanjaya akan mulai mengalami kehancurannya.” Alex lalu beranjak dari duduknya, dia hendak melangkah pergi, tapi Veon mencegahnya.


“Apa yang kamu inginkan?” tanya Veon saat Alex ingin melangkahkan kakinya.


Alex kembali mendudukkan tubuhnya, dia merasa ini akan semakin menarik, “aku ingin kamu memberikan perusahaan kamu kepada aku, dengan begitu semua akan impas,” ucapnya sambil melipat kedua lengannya di dada.


“Untuk apa aku harus memberikan perusahaan aku kepada kamu? Bahkan perusahaan aku tidak sebanding dengan perusahaan Papa kamu itu.” Veon lalu memainkan jemari-jemari tangannya, “aku akan memberikan yang lain, tapi kamu serahkan semua video yang kamu punya kepadaku,” imbuhnya.


“Apa yang akan kamu berikan?” tanya Alex penasaran dengan penawaran yang Veon berikan.


“Adik aku, aku akan mengizinkan kamu untuk menikah dengan adik aku dan menjadi anggota keluarga Sanjaya,” ucap Veon.


Alex tertawa sarkas, “apa! Adik kamu!” pria itu lalu menggelengkan kepalanya, “aku sudah tidak membutuhkan dia lagi, karena selama ini dia hanya aku gunakan sebagai alat untuk membalaskan dendamku,” imbuhnya.


Zaki mengepalkan kedua tangannya, dia ingin menghajar Alex habis-habisan, tapi Veon melarangnya. Zaki tidak bisa berbuat apa-apa, dia hanya terus mengepalkan kedua tangannya. Entah kenapa hatinya terasa begitu sakit saat mendengar Alex begitu menghina wanita yang sangat dia cintai.


“Kalau kamu sudah tidak membutuhkan adik aku lagi, apa kamu akan lepas tanggung jawab dengan apa yang sudah kamu lakukan sama dia?” Veon mencoba untuk tetap menahan amarahnya, karena dia tidak ingin masalah semakin kacau jika dia menghadapinya dengan kekerasan.


Alex menganggukkan kepalanya, “karena sejak awal aku tidak berniat untuk menikahinya, kenapa, apa kamu akan membunuhku, seperti kamu membunuh Papaku?” tanyanya sambil menyunggingkan senyumannya.


“Aku bukan hanya akan membunuhmu, tapi aku juga akan menghancurkan keluarga kamu!” ancam Veon dengan nada sedikit meninggi.


“Bunuh aku sekarang, aku bahkan tidak takut, tapi apa kamu tidak takut video itu akan tersebar setelah kematian aku?” Alex tersenyum miring, dia lalu beranjak dari duduknya, “aku akan menunggu keputusanmu, aku ingin tau apa yang akan kamu lakukan untuk melindungi keluarga kamu itu.” Pria itu lalu melangkahkan kakinya menjauh dari meja tempat dimana Zaki dan Veon duduk.


“Tuan, apa yang harus kita lakukan?”


Veon beranjak dari duduknya, “kita pergi sekarang,” ucapnya lalu melangkahkan kakinya keluar dari restoran itu.


‘Chelsea, apa yang sudah kamu lakukan? Sekarang keluarga kamu sedang berada diambang kehancuran. Kakak kamu yang selama ini aku kenal tidak pantang menyerah, tapi hanya gara-gara masalah ini, dia bahkan membuang jauh-jauh egonya dan hanya diam diperlakukan seperti itu.’ Zaki mengikuti Veon dari belakang.


***


 


Veon dan Zaki masuk ke dalam rumah. Veon menaiki tangga menuju kamar adiknya, pria itu lalu membuka pintu kamar itu. Dia melihat adiknya yang tengah berdiri di depan jendela dengan tatapan kosong.

__ADS_1


Veon lalu masuk ke dalam kamar adiknya, “apa yang kamu lakukan di situ?” tanyanya sambil berjalan mendekat. Pria itu tidak ingin melampiaskan kemarahannya kepada adiknya, karena dia tau jika adiknya itu selama ini pasti juga sangat menderita.


“Kakak, tumben kakak datang ke kamar aku. Apa kakak membutuhkan sesuatu?” tanya Chelsea terkejut.


Veon menggelengkan kepalanya, dia lalu mengajak adiknya itu untuk duduk di sofa, “apa kamu sedang ada masalah? Kenapa wajah kamu jelek seperti itu,” godanya.


“Ada apa dengan kakak sebenarnya? Kakak tidak pernah bersikap seperti ini sama aku selama ini?” tanya Chelsea heran.


“Apa salah jika seorang kakak memperhatikan adiknya?” tanya Veon sambil mencolek hidung mancung Chelsea.


“Apa kakak bersikap seperti ini sama aku, karena ingin meminta bantuan aku untuk membujuk Mama dan Papa agar tidak menuntut kakak untuk memberi mereka cucu?”


Veon menggelengkan kepalanya, “itu adalah masalah kakak, biar kakak yang mengurusnya,” ucapnya.


“Kak, Kania itu gadis yang baik. Dia selama ini juga baik sama aku dan keluarga kita, aku mohon sama kakak, jangan pernah menyakiti hatinya, meskipun kakak tidak mencintainya. Karena aku tau apa yang Kania rasakan saat ini, diperlakukan seperti sampah dan sama sekali tidak diharapkan dan dihargai,” ucap Chelsea dengan kedua sudut mata yang mulai digenangi air mata.


Veon memeluk adiknya, “jika kamu ada masalah, ceritakan sama kakak, kakak akan membantu kamu memberikan solusinya,” ucapnya.


Chelsea melepaskan pelukan kakaknya, “apa kakak ingin mengalihkan pembicaraan?” tanyanya kesal. Aku tidak bisa berbagi masalah aku dengan kakak, karena jika kakak tau yang sebenarnya, kakak pasti akan sangat marah dan akan membunuhku, pikirnya.


Veon menggenggam tangan adiknya, “Chel, kakak hanya ingin membantu kamu untuk memecahkan masalah yang sedang kamu hadapi, apa kamu tidak percaya dengan kakakmu ini?”


“Apa yang kamu pikirkan?”


“Kak...apa Zaki mengatakan sesuatu sama kakak?”


“Zaki! Apa sebenarnya hubungan kamu dengan Zaki, kenapa kamu bisa seakrab itu memanggil namanya?”


Chelsea hanya diam, dia tidak tahu harus memulai cerita dari mana, apa aku harus menceritakan semuanya kepada kakak tentang hubungan aku sama Zaki dulu? pikirnya.


Veon mengguncang kedua pundak Chelsea, hingga membuat wanita itu terkejut, “aku dan Zaki adalah teman, iya...kita hanya teman waktu SMA dulu,” ucapnya.


Untuk sementara Veon mempercayai ucapan Chelsea, karena sekarang ada masalah yang lebih penting dari itu, “apa kamu mengenal Alex?” tanyanya yang membuat kedua mata Chelsea membulat dengan sempurna.


“Apa hubungan kamu dengan Alex?” tanyanya lagi.


Chelsea beranjak dari duduknya, “lebih baik sekarang kakak keluar dari kamar aku, aku ingin sendiri,” usirnya.


Tapi Veon sama sekali tidak bergeming dari posisinya, “kakak tidak akan pergi dari sini sebelum kamu menjawab pertanyaan kakak,” ucapnya.


“Kak, aku mohon, jangan paksa aku, Kak!”

__ADS_1


Veon menghela nafas panjang, dia lalu beranjak dari duduknya, “mau sampai kapan kamu akan merahasiakan semua ini dari kakak?” tanyanya.


“Maksud kakak apa?” tanya Chelsea terkejut.


“Kakak sudah tau semuanya, bahkan kakak sudah bertemu dengan Alex,” aku Veon dan seketika langsung membuat kedua mata Chelsea membulat dengan sempurna.


“Apa yang dikatakan si brengsek itu! Apa, Kak?” Chelsea sudah tidak sanggup lagi menahan air matanya yang sejak tadi dia tahan agar tidak mengalir membasahi kedua pipinya.


“Semuanya, kenapa kamu merahasiakan semua ini sama kakak?”


Chelsea mendudukkan tubuhnya di sofa, “aku takut kakak akan marah sama aku, aku takut kakak akan membenciku. Maafkan aku, Kak. aku sudah mempermalukan keluarga ini,” ucapnya di sela isak tangisnya.


Veon memeluk Chelsea, dia mencoba untuk menenangkan adiknya itu, “kakak akan melakukan segala cara agar Alex mau bertanggung jawab atas perbuatannya,” ucapnya.


Chelsea menggelengkan kepalanya, “aku tidak mau menikah dengan si brengsek itu, aku tidak mau!” teriaknya.


“Jika kamu tidak menikah dengannya, lalu apa yang akan kamu lakukan? Apa kamu selamanya akan hidup seperti ini?”


“Kak, Alex itu brengsek, Kak. Dia menganggap wanita hanya sebagai pelampiasan nafsunya. Aku tidak mau hidup dengan pria seperti itu, aku tidak mau,” tolak Chelsea lagi.


“Lalu apa yang akan kamu lakukan?”


“Aku akan menanggung semua kesalahan aku, Kak. Kakak tidak perlu mengkhawatirkan aku,” ucap Chelsea sambil menepiskan senyumannya.


“Tidak, kamu harus tetap menikah dengan Alex, dia harus mempertanggungjawabkan perbuatannya.”


Chelsea menggelengkan kepalanya, “aku tidak mau, Kak. Jika kakak tetap memaksa aku, lebih baik aku mati, daripada aku harus hidup dengan pria brengsek seperti Alex!” teriaknya keras.


Zaki yang sejak tadi berdiri di depan pintu kamar Chelsea tidak sanggup menahan air matanya. Hatinya begitu sakit saat melihat wanita yang sangat dia cintai begitu terpuruk keadaannya, tapi dia juga tidak bisa berbuat apa-apa untuk melindungi wanita itu.


Veon beranjak dari duduknya, “kamu pikirkanlah lagi keputusan kamu itu, nanti kita bicarakan ini lagi setelah pikiran kamu lebih tenang,” ucapnya.


“Keputusan aku sudah bulat, Kak. aku tidak akan pernah menikah dengan Alex, aku juga tidak butuh pertanggungjawaban Alex.” Chelsea lalu menghapus sisa-sisa air matanya, “jika kakak tetap memaksa aku untuk menikah dengannya, kakak akan melihat mayat aku,” ancamnya.


“Apa kamu sadar dengan apa yang baru saja kamu katakan!” seru Veon dengan nada tinggi.


“Aku sadar, Kak. Aku seratus persen sadar, sampai kapanpun aku tidak akan menikah dengan Alex.” Keputusan Chelsea sudah bulat, dia lebih memilih mati jika dia tetap dipaksa untuk menikah dengan Alex.


Veon tidak tau harus berbuat apa jika adiknya sudah mengambil keputusan seperti itu. Jika dia tetap memaksa adiknya untuk menikah dengan Alex, dia akan semakin menghancurkan hidup adiknya itu. Tapi jika adiknya itu tidak menikah dengan Alex, lalu apa yang akan terjadi dengan masa depan adiknya nanti. Tidak akan ada laki-laki yang akan mau menikahinya setelah mengetahui masa lalu kelam adiknya itu.


~oOo~

__ADS_1


__ADS_2