
Sudah dua hari Chelsea tinggal di rumah kedua orang tuanya tanpa ditemani oleh Alex. Hari-hari Chelsea terasa begitu sepi, karena sejak Alex pergi dari rumah itu, Chelsea sama sekali tidak pernah mendapat kabar tentang Alex. Alex sama sekali tidak menghubungi Chelsea, bahkan mengirim pesan untuk menanyakan kabar pun tidak, dan itu sungguh membuat Chelsea sangat kesal.
Kania yang saat ini sedang bersama dengan Chelsea pun merasa keheranan melihat tingkah Chelsea dua hari ini. Wanita itu sering melamun, dan tidak bisa fokus saat diajak bicara.
“Chel, sebenarnya apa yang sedang kamu pikirkan?”
Chelsea menggelengkan kepalanya, “tidak ada,” sahutnya singkat.
“Apa ini ada hubungannya dengan Alex?”
Sebenarnya dua hari ini Alex memang tidak menghubungi Chelsea, tapi dia menghubungi Kania untuk menanyakan kabar tentang Chelsea, dia juga meminta tolong kepada Kania untuk mengabarinya jika Zaki datang ke rumah itu untuk menemui Kania. Tapi kecemasan Alex tidak terjadi, karena Chelsea selalu menghindar saat Zaki datang ke rumahnya untuk bertemu dengan kakaknya.
“Jangan bicarakan dia, aku sedang kesal sama dia!”
Kania tersenyum, “kenapa kamu kesal sama suami kamu sendiri? Jangan bilang kamu sangat merindukannya?” sindirnya.
Chelsea berdecak, “rindu padanya?” wanita itu menggelengkan kepalanya, “aku sama sekali tidak merindukannya,” sangkalnya.
“Lalu kenapa kamu bersikap seperti ini sekarang? Dan aku lihat selama dua hari ini kamu juga sering melamun, dan tidak nyambung saat aku ajak bicara.”
“Aku hanya malas saja, aku bosan di rumah terus,” ucapnya berbohong.
“Kalau kamu bosan, kenapa kamu tidak datang ke kantor suami kamu. Buat kejutan untuknya, siapa tahu Alex akan merasa bahagia saat kamu menemuinya di kantornya.”
Kania sengaja ingin membuat Chelsea lebih dekat dengan Alex, dia tahu jika selama ini hubungan Chelsea dan Alex tidak baik-baik saja. Kania melakukan semua itu juga tanpa sepengetahuan Veon, karena jika suaminya itu tahu jika Chelsea dan Alex sedang ada masalah, maka Veon akan langsung membawa Chelsea pergi dari Alex.
Chelsea menggelengkan kepalanya, “aku tidak akan datang ke kantor Alex, untuk apa juga aku ke sana. Mendingan aku tidur.” Wanita itu lalu beranjak dari duduknya dan melangkahkan kakinya meninggalkan Kania.
Kania tersenyum, “aku yakin, Chelsea pasti akan datang ke kantor Alex. Alex pasti terkejut saat melihat Chelsea datang ke kantornya.”
Chelsea masuk ke dalam kamarnya untuk berganti pakaian, dia sebenarnya ingin sekali bertemu dengan Alex. Selama dua bulan ini dia sudah terbiasa dengan segala perhatian Alex, meskipun dia selalu mengacuhkannya. Dan baru dua hari Chelsea di acuhkan oleh Alex, dia sudah merasa sangat kesal. Lalu apa jadinya jika Alex mengacuhkannya selama dua bulan, sama seperti yang Chelsea lakukan selama dua bulan ini?
Setelah selesai bersiap-siap, dia langsung keluar dari kamarnya. Dia meminta supir keluarganya untuk mengantarkannya ke kantor Alex. Chelsea memang sengaja tidak membawa mobil sendiri, karena dia ingin nanti Alex mengantarkannya pulang. Tapi...apakah Alex akan mau mengantarkan Chelsea pulang?
Dalam perjalanan menuju kantor Alex, Chelsea meminta supirnya untuk berhenti di sebuah restoran favoritnya dengan Alex. Chelsea ingin membelikan Alex makanan kesukaan mereka berdua, selain itu dia datang di saat jam makan siang. Chelsea membeli dua porsi makanan, dia berharap Alex akan mau menyuapinya. Entah mengapa dia sangat merindukan suapan dari tangan Alex.
Sesampainya di kantor Alex, Chelsea menyuruh supir keluarganya untuk pulang. Setelah mobil itu menghilang dari pandangan kedua matanya, Chelsea lalu melangkahkan kakinya masuk ke dalam kantor Alex. Ini pertama kalinya Chelsea menginjakkan kakinya di kantor Alex.
__ADS_1
Chelsea berjalan menuju meja receptionist, “apa Bapak Alexnya ada?” tanyanya pada wanita yang duduk di belakang meja receptionist.
“Maaf, apa anda sudah mempunyai janji dengan Bapak Alex?”
Chelsea menggelengkan kepalanya, “saya harus bertemu dengan Pak Alex sekarang juga.”
“Maaf, Nona, anda tidak bisa menemui Bapak Alex kalau belum mempunyai janji.”
Ya...tidak ada satupun karyawan di kantor itu yang mengetahui jika Chelsea adalah istri Alex, karena mereka memang menikah secara sederhana, dan hanya dihadiri keluarga Chelsea dan teman-teman Alex.
“Kamu berani melarangku untuk bertemu dengan Bos kamu itu!” Chelsea tidak terima diperlakukan seperti itu, siapa yang berani melarangnya untuk bertemu dengan suaminya sendiri?
“Maaf, Nona, anda jangan membuat keributan di kantor ini, jika tidak saya akan memanggil security untuk membawa anda keluar.”
Chelsea mengeratkan giginya, dia mengepalkan tangannya, “kamu berani mengusirku! Sekarang kamu telpon Bos kamu itu, dan katakan Chelsea sedang ada di kantornya sekarang!”
“Baiklah, sekarang saya minta anda untuk duduk dulu, saya akan segera menghubungi sekretaris Pak Alex.” Wanita itu lalu menghubungi sekretaris Alex, “halo,” sahutnya saat panggilan itu mulai tersambung.
“Ada apa?”
“Maaf, Bu Siska, disini ada seorang wanita yang ngotot ingin bertemu dengan Bapak Alex.”
Padahal tamu yang di maksud sekretaris Alex adalah Betrand. Alex memang sengaja menyuruh Betrand untuk datang ke kantornya. Pria itu tidak bisa memendam masalahnya sendirian, dia butuh tempat untuk membagi beban dalam hidupnya.
“Baik, saya akan sampaikan padanya.” Wanita itu lalu meletakkan gagang telepon ke tempatnya, “maaf, Nona. Bapak Alex sedang tidak bisa diganggu, beliau sedang ada tamu penting.”
Chelsea beranjak dari duduknya, dia merasa sangat geram. Dia sudah susah payah mengumpulkan keberaniannya untuk datang ke kantor Alex, dan membuang jauh-jauh egonya, tapi dia malah diperlakukan seperti itu.
“Apa kamu tahu siapa aku?” tanyanya dengan nada meninggi.
“Saya tidak perlu tahu siapa anda, saya hanya menyampaikan pesan dari sekretaris Bapak Alex.”
Chelsea tersenyum sinis, “kamu akan menyesal karena telah memperlakukan aku seperti ini.” Wanita itu lalu mengambil ponselnya, dia langsung menghubungi Alex, dia tidak peduli dengan harga dirinya lagi di depan Alex, karena sekarang harga dirinya sedang dipertaruhkan di depan receptionist itu.
“Halo,” sahutnya saat panggilan itu tersambung.
“Tumben kamu menelponku? Jangan bilang kamu merindukan aku karena selama dua hari ini aku tidak menghubungimu?”
__ADS_1
“Ya...aku sangat merindukan kamu, sekarang apa kamu bisa keluar dari ruangan kamu? Sekarang aku ada di kantor kamu, tapi karyawan kamu melarangku untuk masuk ke dalam ruangan kamu.”
Alex mengernyitkan keningnya, “apa? kamu ada di kantor aku?”
Betrand yang duduk di depan meja kerja Alex pun ikut membulatkan kedua matanya, dia juga sangat terkejut saat mendengar Chelsea sedang ada di kantor itu sekarang.
“Jika dalam waktu 5 menit kamu tidak turun, aku akan pulang.” Chelsea lalu mengakhiri panggilannya.
Wanita penjaga receptionist itu begitu penasaran dengan Chelsea, selain itu dia juga penasaran dengan siapa dia tadi bicara.
Setelah mendapat telepon dari Chelsea, dia segera keluar dari ruangannya, dia tidak peduli dengan teriakan Betrand yang melarangnya untuk menemui Chelsea, karena saat ini dia sedang menjalankan misi untuk membuat Chelsea merasa diabaikan. Tapi rasa rindu Alex kepada Chelsea seakan melupakan semua rencananya itu.
Alex melihat Chelsea sedang berdiri di depan meja receptionist, dia langsung menghampiri wanita itu, “sayang, sedang apa kamu disini?”
Wanita penjaga meja receptionist itu langsung membulatkan kedua matanya saat Alex memanggil Chelsea dengan sebutan sayang, ‘siapa wanita ini sebenarnya, kenapa Pak Alex memanggilnya sayang?’ tanyanya dalam hati.
“Karyawan kamu itu melarangku untuk bertemu denganmu, memangnya kamu meminta karyawan mu untuk melarangku untuk menemuimu?” tanyanya dengan nada kesal sambil melirik ke arah wanita yang saat ini tengah menundukkan wajahnya.
“Sayang, bukannya aku memintanya untuk melarang kamu untuk menemuiku, tapi itu memang tugas mereka untuk bertanya kepada siapa saja yang ingin bertemu denganku. Apalagi jika mereka tidak mempunyai janji denganku.”
“Termasuk aku istrimu sendiri!”
Wanita itu membulatkan kedua matanya saat Chelsea menekankan kata istrimu. Tubuh wanita itu seakan lemas, dia telah melakukan kesalahan besar. Bagaimana dia bisa bersikap seperti itu dengan Nyonya Bos perusahaan itu.
“Aku ingin kamu memecat karyawan kamu itu!” Chelsea berbicara sambil melirik wanita itu.
Alex menggenggam tangan Chelsea, dia tahu jika saat ini istrinya itu sangat marah, “sayang, aku tidak bisa memecat dia begitu saja. Itu juga bukan salah dia, karena dia tidak tahu kalau kamu itu istri aku. bukankah kamu sendiri yang memintaku untuk tidak memberitahu siapapun tentang pernikahan kita? Maka dari itu aku tidak memberitahu semua pegawai aku kalau kamu itu istriku.”
Chelsea menelan ludah, dia lupa jika selama ini dia sendirilah yang melarang Alex untuk mempublikasikan soal pernikahan mereka.
“Tapi sekarang aku akan memberitahu semua karyawan aku kalau kamu itu istriku, Nyonya Bos di kantor ini. Jadi mereka tidak akan memperlakukanmu seperti ini lagi, kamu bisa masuk ke dalam ruangan aku kapan saja.”
“Maafkan saya, Nyonya, saya tidak tahu kalau anda adalah istri Bapak Alex.” Wanita itu menundukkan wajahnya.
“Lain kali kamu harus bertanya apa apa hubungan orang itu dengan saya. Untuk kali ini saya akan memaafkan kamu, tapi lain kali, saya tidak akan mentolerir kesalahan kamu.” Wanita itu menganggukkan kepalanya, ketegasan Alex kali ini sungguh bisa membuatnya kehilangan pekerjaan.
Alex lalu menggandeng tangan Chelsea dan membawanya menuju ruang kerjanya. Sepanjang perjalanan menuju ruangan Alex, semua mata menatap ke arah mereka berdua. Semua karyawan di kantor itu tidak tahu jika Alex sudah menikah. Bahkan mereka semua tidak pernah melihat Alex membawa seorang wanita ke kantornya.
__ADS_1
Alex tidak memperdulikan karyawan-karyawan yang sedang membicarakannya, Alex menganggap itu sebagai pujian, karena yang mereka katakan adalah tentang kecocokan dirinya dengan Chelsea, dan juga memuji ketampanannya dan juga kecantikan Chelsea.
~oOo~