
Tanpa mereka sadari dibalik ruangan itu ada seseorang yang memperhatikan percakapan mereka dan mengepalkan tangannya geram.
***
Raka yang baru sampai di lantai bawah dengan segera menuju ruang makan dimana semua orang telah berkumpul.
Sedangkan Maria yang melihat Raka mulai mendekat menghentikan perbincangan mereka tadi.
" Selamat pagi nak" sapa Maria pada Raka yang baru sampai di diruang makan
" Selamat pagi mas" sapa jessi juga kompak dengan ibu mertuanya.
" Pagi juga ma" balas Raka. Hanya menjawab sapaan ibunya tapi tidak dengan istri keduanya itu.
Membuat Jessi mengepalkan tangannya yang berada dibawah meja, baiklah tidak pa-pa untuk saat ini jika Raka masih berusaha menolaknya tapi tunggu saja nanti pria itu tidak akan ada kesempatan untuk menolaknya lagi.tekadnya kuat.
Sedangkan Raka langsung duduk di kursinya dan mereka pun memulai sarapan pagi bersama sebelum beraktivitas seperti biasa.
***
Selesai sarapan bersama! Desi pun beranjak dari duduknya ingin mengantar Raka sampai depan pintu, dan hal itu juga dilakukan oleh Jessi ia tidak ingin ketinggalan sedikit pun untuk bisa mendapatkan kembali perhatian Raka! karena dengan begitu akan memudahkannya merebut kembali Raka dari Desi.
" Sayang aku berangkat dulu" pamitnya sembari mencium kening istrinya dan Desi pun mencium punggung tangan suaminya.
"Hati-hati dijalan mas" sahut Desi saat melihat Raka sudah masuk kedalam mobilnya.
" Ia"
Sedangkan didepan pintu Jessi hanya bisa menyaksikan semua itu,
membuatnya mengepalkan tangannya geram. saat ia ingin beranjak dari duduknya telpon miliknya berbunyi membuat Jessi harus mengangkatnya terlebih dahulu dan setelah itu ia baru menyusul Raka.dan saat ia tiba didepan pintu Jessi harus menyaksikan hal yang sangat menyakitkan melihat keromantisan yang Raka tunjukkan untuk istri pertamanya, membuat Jessi semakin terbakar api kecemburuan.
Dengan emosi yang masih mengunun Jessi pun memutar badannya kembali masuk kedalam rumah dan menuju Kamarnya.
***
Sedangkan Desi setelah mengantar kepergian Raka ia juga bersiap untuk pergi kekantor, hari ini ia bisa keluar rumah dengan damai karena tidak mendapati keberadaan ibu mertua dan madunya diruang keluarga dan ruang tamu, jadi Desi bisa lolos keluar rumah tanpa harus menghadapi kedua wanita itu yang bisa merusak moodnya saja.
Mana nanti ia harus menyiapkan diri untuk menghadapi atasnya yang super menyebalkan itu.
Dan benar saja, saat sampai dikantor Desi sudah diberondong pertanyaan dari sang atasan. Yang mengetahui kejadian yang menimpnya kemarin bersama sekretaris Rani.
"Desi bagaimana keadaan mu, kenapa kamu tidak menghubungi ku kemarin hah! Seharusnya jika terjadi hal seperti itu kamu harus segera menghubungi aku bukannya malah menghadapinya sendiri bagaimana pun kamu itu seorang wanita,jika terjadi sesuatu hal buruk padamu aku tidak akan memaafkan diriku sendiri" ucapnya memberondong pertanyaan pada Desi
" Alhamdulillah saya baik-baik saja pak ,jadi anda tidak perlu khaw...."
" Bagaimana aku tidak khawatir Rani bilang kamu kemarin sempat berkelahi dengan mandor Rio.Tapi untungnya suamimu itu cepat datang jika tidak mungkin kamu dan Rani sudah.."ucapnnya menyela perkataan Desi
" Apa maksud mu, kamu mendo'a kan yang tidak-tidak terjadi padaku dan Rani ia hah"balas Desi memotong ucapan Kevin.
" Ti..dak bukan begitu, maksud ku bagus deh karena ada pak Raka yang datang menyelamatkan kalian" kilahnya saat mendapatkan tatapan tajam dari putri bosnya itu.
__ADS_1
Desi yang mendengarnya hanya ber"O" saja lalu masuk ke ruangannya sendiri.
***
" Apa kamu sudah memberikan pelajaran pada tua Bangka itu" tanya Raka pada asistennya thom.
" Sudah tuan,tapi .."
Flashback
" Ampuni saya tuan akh" teriak pria paruh baya itu saat mendapatkan cambukan yang kesekian kalinya ditubuhnya yang sudah memerah dan berdarah
" Heh seharusnya kamu sudah tahu konsekuensinya setelah dengan berani menyakiti istri tuan kami" ucap salah satu pria berbadan besar dan bertato menatap tajam pada mandor Rio yang sudah tidak berdaya karena banyaknya siksaan yang dilakukan oleh anggota black devil.
" Ambil air itu" ucap salah satu pria disana pad temannya, air itu terlihat seperti air putih biasa tapi sebenarnya Sudah dicampur dengan garam.
Setelah temannya memberikan air itu dengan segera pria berotot kekar itu menumpahkan air tersebut ketubuh mandor Rio.
Terdengar teriak minta tolong dan ampunan dari pria paruh baya itu yang merasakan kulitnya sangat perih akibat luka sayatan dan cambukan pada tubuhnya yang terkenal siraman air yang sudah bercampur garam itu.
" ampuni saya tuan"
" Sungguh saya tidak tahu apapun saya hanya disuruh"
" Tolong lepaskan saya tuan"
Teriak pria itu menggema membuat thom Yang dari tadi melihat pun melangkah maju, menuju pria paruh baya itu yang keadaannya tidak dapat dikatakan baik-baik saja.
Sambil mencengkram kuat kerah baju Mandor Rio yang sudah tidak berbentuk itu.
Mandor Rio yang mendengar perkataan pria muda dihadapannya itu sedikit merasa mendapatkan kesempatan untuk keluar dari tempat terkutuk ini dengan menukar informasi penting itu dengan nyawanya, pikir pria itu
" A..ku akan memberi ta..hu mu asal kamu menga...bulkan permin...taan ku" sahutnya terbata-bata berusaha memberanikan diri.sedangkan thom yang mendengar perkataan pria paruh baya itu seperti sebuah lelucon saja.
" Heh jadi kamu ingin melakukan negosiasi dengan ku" ucapnya yang langsung diangguki oleh mandor Rio" tapi sayang kamu sedang tidak berada dalam situasi untuk bernegosiasi dengan ku, jika kamu tidak mau membuka mulut Maka dengan senang hati aku akan membantumu" lanjut thom penuh penekanan di setiap kalimatnya.
Membuat Rio yang mendengar perkataannya, membelalakkan matanya tidak percaya dan sedetik kemudian kembali terdengar suara jeritan kesakitan dari pria paruh baya itu.
" Akh ampun tuan" jeritnya saat sebuah besi panas ditempelkan dikakinya sementara kedua tangannya dirantai dengan sangat kuat.
" Akh bunuh saja aku brengsek" teriak Rio karena rasa sakit yang sangat
" Mati terlalu muda bagimu, kau akan merasakan bagaimana rasanya hidup segan mati pun tidak bisa" sarkas thom
" akh ,A...ku a..ku menyerah, aku akan mengatakan yang sebenarnya" ucap pria itu lagi pasrah karena sudah tidak tahan dengan penderita yang dialaminya.
" Heh bagus" Sahutnya"kalian berhenti" perintahnya pada beberapa anak buahnya
" Katakan siapa yang menyuruhmu melukai nyonya Desi" ucap thom
" Saya disuruh oleh seorang wanita cantik, ia menjanjikan akan memberikan apapun kepada saya jika saya berhasil melukai nyonya Desi, baik itu uang atau kekuasaan" balasnya terbata-bata.
__ADS_1
" Seperti apa sosok wanita itu" sahut thom merasa tidak puas
" Wanita itu sangat cantik, seksi dan memiliki tinggi badan bak seorang model papan atas dan yg terakhir ia memiliki tahi lalat disudut bawah bibirnya. Dan memiliki rambut yang panjang" terang Rio.
Membuat thom yang mendengarnya tiba-tiba bangkit dari duduknya.
" Kalian berikan dia pada kucing kesayangan tuan, pasti ia akan senang mendapatkan makan yang lezat malam ini" serunya sebelum keluar dari ruangan itu.
Ya itulah thom pria kedua yang sangat kejam setelah Raka tidak mengenal belas kasih, sekali salah tetap salah dan bagi orang-orang itu kematian adalah yang tepat.
Flashback off
" Heh menarik" sahut Raka setelah mendengarkan semua penjelasan dari asisten pribadinya.
" Dan menurut info ciri-ciri wanita yang disebutkan pria paruh baya itu semua menjurus pada nyonya Jessi" ucap thom lagi." Apa tidak sebaiknya anda segera membongkar kejahatan nyonya Jessi pada nyonya besar" lanjutnya lagi mengusulkan.
" Tidak sekarang, kau tahu thom terkadang jika kita ingin menangkap ikan yang lebih besar, kita harus membiarkan ikan-ikan kecil itu dulu memakan umpan kita! karena setelah mereka kenyang dengan sendirinya ikan besar akan keluar dari persembunyiannya setelah melihat mangsanya yang lengah dan saat itu kita bisa menangkapnya" sahutnya menjadikan sebuah ikan sebagai kiasan.
"Dan seperti itulah yang akan aku lakukan, membiarkannya diatas awan menganggap jika aku adalah pria yang sama seperti beberapa tahun yang lalu yang gila karena mencintainya dan mudah dibodohi, dia tidak tahu saja jika tahun-tahun yang penuh dengan penderita telah mengubah seseorang menjadi hal yang tidak akan dapat kita duga.dan setelah itu aku menghempas kannya kebawah biar dia tahu bagaimana rasanya dibodohi dan dikhianati" Lanjutnya dengan tawa yang terdengar menyakitkan jika didengar oleh orang lain.
" Tapi tuan bagaimana jika Nyonya Jessi hamil apa anda masih akan meneruskan rencana ini" sahut thom masih berusaha membuat tuan mudanya itu segera membuang jauh WANITA licik seperti Jessica, dan thom sangat paham jika rencana ini dijalankan terus akan ada banyak hati yang terluka termasuk nyonya Desi.
Sedangkan Raka yang mendengar ucapan dari thom sempat terdiam sejenak,ia tidak kepikiran akan hal itu bagaimana jika wanita itu hamil.tapi sedetik kemudian Raka kembali bersuara.
" Aku akan tetap melanjutkan rencana ini, jika ia nanti hamil aku bisa mengambil anak itu aku bisa merawatnya bersama Desi" balas Raka dengan nada. Suara berat.membuat thom hanya bisa pasrah dan menghela nafas panjang semoga keputusan tuannya itu adalah yang terbaik.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Next Sampai sini dulu ya gays š„°š
__ADS_1
Jangan lupa Like dan Votenya š„°šš