Cinta Yang Menyakitkan

Cinta Yang Menyakitkan
Tawaran kerjasama


__ADS_3

Zaki mencoba untuk tetap tenang, tujuannya datang ke tempat itu bukan untuk membuat keributan, melainkan menyampaikan pesan Veon untuk menawarkan kerjasama dengan perusahaannya. Zaki mengambil nafas dan membuangnya pelan, dia lalu melangkahkan kakinya masuk ke dalam ruangan Alex.


Alex melingkarkan lengannya di pinggang Chelsea, dia lalu mengecup pelipis wanita itu, “ada angin apa Tuan Zaki mendatangi kantor saya.”


“Apa kita bisa bicara sambil duduk?”


Alex berpura-pura menepuk keningnya, “astaga! Maafkan saya, saya terlalu fokus dengan istri saya, jadi saya lupa untuk mempersilahkan anda duduk.” Pria itu lalu menurunkan tangannya dari pinggang istrinya, “mari silahkan duduk.”


Alex dan Zaki melangkahkan kakinya menuju sofa, mereka lalu mendaratkan tubuh mereka di sofa itu, tapi tidak dengan Chelsea, dia masih tetap tidak bergeming dari tempatnya.


“Sayang, kamu jadi pulang atau menunggu aku sampai aku menyelesaikan pekerjaan aku?”


Zaki menatap Chelsea yang masih tetap berdiri di tempatnya, tapi dia langsung memutuskan tatapannya saat Chelsea melangkahkan kakinya menuju tempatnya dan juga Alex duduk. Chelsea mendudukkan tubuhnya di samping Alex.


“Apa yang membawa Tuan Zaki datang ke kantor saya yang kecil ini?” Alex merangkul bahu Chelsea.


Zaki mencoba untuk tetap tenang, dia tidak akan terpengaruh oleh apapun yang dilakukan Alex pada Chelsea, “saya datang kemari atas perintah Tuan Veon.”


Alex mengernyitkan dahinya, “kenapa kakak ipar aku itu menyuruh anda kesini?” tanyanya penasaran.


Zaki mengambil berkas-berkas dari dalam tas kerjanya, “Tuan Veon menawarkan kerja sama dengan perusahaan anda.” Pria itu lalu memberikan berkas-berkas itu kepada Alex.


Alex menerima berkas-berkas itu, dia lalu membuka berkas-berkas itu dan membaca dengan seksama, “apa anda serius?” Alex tidak percaya Veon mengajaknya bekerja sama untuk menangani tender panting.


“Anda silahkan membaca berkas-berkas itu terlebih dahulu, setelah itu anda bisa menghubungi saya atau langsung mendatangi kantor Tuan Veon untuk keputusan anda.” Zaki lalu beranjak dari duduknya, “maaf, saya tidak bisa berlama-lama, kalau begitu saya permisi.” Zaki mengulurkan tangannya, dan Alex langsung menyambut uluran tangan Zaki, “semoga kita bisa bekerja sama dengan baik.”


Zaki melepaskan jabatan tangan itu terlebih dahulu. Pria itu lalu melirik ke arah Chelsea, dia menepiskan senyumannya, dan Chelsea membalas senyuman itu. Setelah itu Zaki keluar dari ruangan Alex.


“Lex, apa itu? kerja sama, maksudnya apa?”


“Kakak kamu menawarkan kerja sama yang sangat menguntungkan untuk perusahaan aku.” Alex membaca lagi dengan seksama berkas-berkas yang diberikan oleh Zaki, dia masih tidak percaya, keberuntungan kini sedang berpihak padanya.


“Kenapa kakak menawarkan kerja sama ini sama kamu?” Chelsea terlihat begitu penasaran, setahu dia, kakaknya sangat membenci Alex. Apalagi mengingat perlakukan Alex pada kakaknya di masa lalu, “bukankah kakak ku sangat membencimu?” tanyanya kemudian.


“Aku tidak peduli dengan semua itu, aku tidak akan menyia-nyiakan kesempatan besar ini.” Alex lalu menggenggam tangan Chelsea, “kamu mendukung ku kan, jika aku menerima tawaran kerja sama ini?”

__ADS_1


Chelsea menganggukkan kepalanya, “aku akan selalu mendukungmu,” ucapnya dengan senyuman di wajahnya.


Ini pertama kalinya Alex melihat senyuman tulus Chelsea, “terima kasih sayang,” ucapnya sambil memeluk Chelsea dengan sangat erat. Alex bahkan melupakan misi yang telah dia dan Betrand rencanakan.


Chelsea lalu melepaskan pelukan itu, “kalau begitu aku pulang dulu, aku tidak ingin mengganggu pekerjaan kamu.”


“Mau aku antar pulang?” akhirnya Alex menawarkan diri untuk mengantar Chelsea pulang, tapi Chelsea menolaknya.


“Bukannya tadi kamu bilang ada meeting penting?”


Alex merutuki dirinya yang telah mengucapkan alasan seperti itu, dan itu malah membuatnya gagal untuk bersama dengan Chelsea, dia juga tidak mungkin menjilat ludah nya sendiri, “aku lupa, kalau begitu aku pesan kan taksi? Atau aku suruh Betrand untuk mengantarkan kamu pulang.”


Chelsea menggelengkan kepalanya, “aku lebih baik naik taksi, karena aku sekalian mau mampir ke rumah Vika.”


“Kalau begitu kamu pulangnya hati-hati.”


Chelsea menganggukkan kepalanya, dia lalu melangkahkan kakinya keluar dari ruangan itu. alex sebenarnya tidak rela membiarkan Chelsea pergi dari ruangan itu, tapi dia juga tidak mungkin melarang Chelsea untuk pergi dari tempat itu.


“Sayang, sebenarnya aku masih sangat merindukan kamu, tapi aku harus tetap bertahan sedikit lebih lama lagi.”


Saat Chelsea keluar dari ruangan Alex, dia berpapasan dengan Betrand. Ada sesuatu yang ingin Betrand bicarakan dengan Chelsea, dan dengan terpaksa Chelsea mengikuti kemauan Betrand.


Betrand mengajak Chelsea ke sebuah restoran, restoran itu adalah restoran yang dulu sering mereka kunjungi bersama dengan Alex dan juga Vika.


“Chel, apa kamu masih ingat restoran ini?” Betrand mengedarkan pandangan ke seluruh penjuru restoran itu.


“Kenapa kamu mengajak aku kesini? apa kamu menyesal telah meninggalkan Vika? Ternyata kamu sama dengan Alex, tapi masih mending Alex, dia masih mau bertanggung jawab atas perbuatannya, tidak seperti kamu, mencampakkan Vika begitu saja!”


Betrand menghela nafas, “kamu hanya tahu itu dari Vika, tapi kamu tidak tahu kenapa aku melakukan itu.”


“Memangnya untuk pria seperti kamu masih mempunyai alasan untuk membela diri!”


“Aku akui, keputusan aku meninggalkan Vika itu salah, tapi aku tidak mempunyai pilihan lain. Jika aku tidak meninggalkan Vika saat itu, mungkin sekarang Vika tidak akan bisa tersenyum seperti sekarang ini.”


“Kamu tidak tahu jika senyuman yang Vika tunjukkan itu hanya palsu? Dia mencoba untuk tetap kuat, menghadapi kehancuran hidupnya seorang diri.”

__ADS_1


“Itu lebih baik, daripada dia harus menahan malu seumur hidupnya.”


Chelsea membulatkan kedua matanya, “maksud kamu apa?”


“Papa aku sudah mengetahui semuanya, tentang siapa kedua orang tua Vika. Ternyata Papa adalah temannya teman kencan Mamanya Vika. Papa sudah mengecap Mama Vika sebagai wanita murahan. Jika sampai Papa mengumbar keburukan keluarga Vika, maka hidup Vika akan semakin hancur dari ini. Maka dari itu aku menerima perjodohan itu, meskipun aku sangat berat untuk melepaskan Vika.”


Betrand menghentikan ucapannya saat pelayan datang untuk meletakkan makanan dan minuman pesanan mereka. Setelah itu pelayan itu pamit undur diri.


“Jika kamu memang mencintai Vika, kamu harus melindunginya, bukan malah mencampakkannya dan meninggal kan dia dengan luka di hatinya.”


“Aku tau, dan aku sangat menyesali itu. maka dari itu aku membutuhkan pertolongan kamu.”


“Pertolongan apa maksud kamu?” tanyanya bingung.


“Aku sudah beberapa kali menghubungi Vika, tapi dia sama sekali tidak mau mengangkat telepon dari aku, dia juga tidak membalas chat yang aku kirim. Aku ingin kamu membantuku untuk bertemu dengan Vika.”


Chelsea tertawa, “apa kamu gila? Apa kamu ingin menyakiti Vika lagi?” tanyanya geram.


“Bukan seperti itu, aku hanya ingin meminta maaf sama Vika atas perbuatan aku selama ini. Kamu saja mau memberikan Alex kesempatan kedua, aku yakin Vika pasti juga akan memberikan aku kesempatan kedua.”


“Jangan bandingkan kamu dengan Alex! Kamu sudah menikah, sedangkan Alex mau berubah dan ingin menjadi lebih baik.”


Betrand tertawa, “tapi apa kamu tulus memberikan Alex kesempatan kedua? Apa kamu selama ini menghargai semua yang Alex lakukan buat kamu? Apa kamu mau menerima Alex dengan tulus sebagai suami kamu?” pria itu lalu melipat kedua lengannya di dada, “lalu sekarang apa bedanya kamu sama aku? aku ingin mendapatkan Vika lagi, dan aku mengakui kesalahanku, tapi kamu mau menerima Alex tapi kamu sama sekali tidak menghargainya sebagai suami kamu.”


Chelsea merasa suaranya tercekat di tenggorokan nya, dia sama sekali tidak bisa membantah apa yang Betrand katakan, dia tidak bisa menyangkalnya, karena semua yang pria itu katakan semuanya benar. Bahkan sampai sekarang dia belum bisa menerima Alex sebagai suaminya sepenuhnya.


“Kenapa kamu diam? Apa yang aku katakan semuanya benar?” tebaknya.


“Kamu tidak usah ikut campur dengan urusan rumah tangga aku dengan Alex, itu urusan pribadi aku!” tegasnya.


Betrand tersenyum sinis, “Alex adalah sahabat aku, jadi aku tidak akan membiarkan dia tersakiti. Dan kamu harus ingat satu hal ini. Semua orang itu mempunyai batas kesabaran, dan termasuk juga Alex. Mungkin sampai sekarang Alex masih bisa bersabar, tapi jika kesabaran Alex sudah sampai batasnya, maka kamu akan mulai menyesali semuanya. Aku tahu apa yang Alex lakukan selama ini ke kamu tidak mudah untuk kamu maafkan, tapi kamu sudah berjanji untuk memberinya kesempatan kedua, dan itu membuat Alex kembali mempunyai harapan yang tinggi untuk bisa bersama denganmu lagi, tapi ternyata kamu hanya mempermainkannya.”


Chelsea beranjak dari duduknya, “aku tidak ingin mendengar omong kosong kamu lagi, lebih baik aku pergi dari tempat ini sebelum emosiku semakin meluap.” Wanita itu lalu melangkahkan kakinya meninggalkan Betrand, dia bahkan tidak menyentuh makanan dan minuman yang telah di pesannya.


“Lex, aku sudah melakukan bagianku, sekarang giliran kamu untuk melakukan bagian kamu. Jika kamu sampai luluh di depan Chelsea, maka selamanya dia akan menginjak-injak harga diri kamu. Selamanya Chelsea tidak akan pernah menghargai kamu sebagai suaminya.”

__ADS_1


~oOo~


__ADS_2