Cinta Yang Menyakitkan

Cinta Yang Menyakitkan
Ending season 2


__ADS_3

Kania dan Veon berpamitan kepada Alex dan Chelsea, mereka ingin menjemput Vera, Dion, dan Noel.


“Mama dan Papa pasti bahagia, karena mereka mendapatkan dua cucu laki-laki lagi.” Mereka saat ini sudah berada di dalam mobil.


“Hem...keinginan Papa sudah terwujud semua,” ucap Veon sambil menepiskan senyumannya.


Kania menatap wajah suaminya, “Pa, apa Mama boleh bertanya sesuatu?”


“Hem...”


“Kenapa dulu Papa tidak ingin menikah? Dan aku lihat, sepertinya Papa sangat tidak dekat dengan Papa Dion.”


Veon menghela nafas, “bukannya aku tidak dekat dengan Papa, hanya saja aku merasa tidak bisa menjadi seperti yang Papa inginkan. Selama ini Papa selalu mengatakan jika keras kepala aku sama seperti Ibu kandung aku. Ibu yang tega meninggalkan aku saat aku masih berusia 6 bulan.”


Kania baru tahu cerita tentang siapa jati diri suaminya, “lalu, apa sampai sekarang Papa belum pernah bertemu dengan ibu kandung Papa?”


Veon menggelengkan kepalanya, “aku juga tidak ingin bertemu dengannya.”


“Tapi bagaimanapun...” Kania menghentikan ucapannya saat Veon kembali memperlihatkan sisi dinginnya, “maaf.”


Veon menghela nafas, “aku tidak ingin kamu ikut campur dalam urusan itu. Yang perlu kamu tahu, Mama aku hanya satu, Mama Vera.” Kania menganggukkan kepalanya.


Mereka akhirnya sampai di rumah.


Noel berlari saat melihat kedua orang tuanya sudah pulang. Veon lalu menggendong Noel.


“Papa, apa adik Noel sudah lahir? Kata Nenek, Noel akan punya adik bayi.”


Veon menganggukkan kepalanya, dia lalu mencium kedua pipi gembul Noel, “iya sayang, Noel sekarang mempunyai dua adik bayi.” Pria itu lalu mendekati mamanya, “anak Chelsea, laki-laki, Ma. Mereka sangat tampan.”


Vera tersenyum, dia terlihat begitu bahagia. Dia tidak menyangka, putri kecilnya yang manja dan pembangkang kini sudah menjadi seorang ibu dari dua orang putra kembar, “kapan kamu akan membawa Mama ke sana?”


“Sekarang juga bisa, Ma. Mama bersiap-siap saja dulu sama Papa. Veon dan Kania juga mau mandi dulu.”


“Baiklah, setelah sarapan, kita akan ke rumah sakit.”


“Iya, Ma.” Veon lalu menurunkan Noel dan mengajak Kania ke kamar.


Noel sedang asyik melihat acara TV, sedangkan Kania dan Veon membersihkan diri mereka. Kania merasa kesal, karena Veon yang tiba-tiba masuk ke dalam kamar mandi saat dia belum selesai mandi. Wanita itu tahu, pasti suaminya hanya ingin membuat mandinya lama.


Veon dan Kania keluar dari kamar mandi, mereka sama-sama sedang mengeringkan rambut mereka.


“Papa ini ya, kan semalam sudah, masa pagi-pagi begini minta jatah lagi.” Kania mengerucutkan bibirnya.


Veon lalu merangkul bahu Kania, “ya tidak apa-apa dong sayang, aku ingin kita secepatnya memberi adik untuk Noel.”


“Tapi, Noel kan masih kecil,” protes Kania.

__ADS_1


“Noel sudah mau 4 tahun sayang, jadi tidak apa-apakan.”


“Kita bicarakan itu nanti.”


Setelah mereka selesai bersiap-siap, mereka keluar dari kamar untuk sarapan. Setelah itu mereka bersiap-siap untuk pergi ke rumah sakit. Noel sudah tidak sabar ingin bertemu dengan adik barunya, begitu juga dengan Vera dan Dion, mereka juga sudah tidak sabar ingin bertemu dengan kedua cucu kembarnya.


**


Saat mereka masuk ke dalam ruang rawat inap Chelsea, ternyata disitu sudah ada Betrand, Vika, dan juga anaknya. Alex yang memberitahu Betrand jika Chelsea sudah melahirkan. Mendengar itu Vika bersikeras untuk segera menemui Chelsea di rumah sakit.


Vera memeluk Chelsea, “selamat ya, sayang. Maafkan Mama, karena Mama tidak bisa menemani kamu.”


Chelsea tersenyum, “makasih ya, Ma. Tidak apa-apa kali, Ma, kan sudah ada Alex, Kania dan juga kakak.”


Kania dan Veon menggendong kedua anak Chelsea, “lihatlah, Ma. Cucu-cucu Mama sangat tampan,” ucap Veon sambil menunjukkan anak Chelsea.


Vera mengambil alih bayi mungil yang berada di gendongan Veon, “cucu, Nenek yang tampan,” ucapnya lalu mengecup kedua pipi gembul cucunya.


Dion berjalan mendekat, “mana cucu Papa, Papa ingin menggendongnya.”


Kania memberikan anak Chelsea satunya kepada Dion.


“Sayang, mau diberi nama siapa anak-anak kalian ini?” tanya Vera sambil menimang-nimang cucunya.


Alex menggenggam tangan Chelsea, “yang Mama gendong itu anak pertama Alex dan Chelsea, dan kami sepakat akan memberinya nama Kenzo Melviano Fernando.”


“Kenzie Melviano Fernando,” ucap Chelsea dengan senyuman di wajahnya.


“Lalu panggilan itu mereka, apa sama-sama, Ken?” tanya Kania.


Chelsea menggelengkan kepalanya, “Ken dan Melvi, itu panggilan mereka.”


“Papa, Noel ingin melihat dedek bayi,” rengek Noel sambil menarik-narik tangan papanya.


Veon menggendong Noel dan mendekatkannya kepada bayi mungil yang di gendong Vera, “apa Nole ingin mencium adik bayi?”


Noel menganggukkan kepalanya, “apa boleh, Pa?”


“Tentu boleh dong sayang.” Vera lalu mendekatkan bayi mungil itu pada Noel, “ciumlah.”


Noel mengecup kening bayi mungil itu, “ih...dedek bayi lucu banget, Pa. Tangannya kecil banget,” ucapnya gemas sambil menyentuhkan jari telunjuknya ke tangan Ken.


“Dulu kamu juga sekecil itu sayang,” ucap Veon sambil mengecup pipi Noel.


“Benarkah?” Veon menganggukkan kepalanya, “jadi Noel dulu juga berada di perut Mama, sama seperti dedek bayi yang berada di perut Tante Chelsea.”


Kania mengusap puncak kepala Noel, “iya sayang, Noel dulu sering sekali menendang-nendang perut Mama.”

__ADS_1


Noel menundukkan wajahnya, “maafin, Noel ya Ma.”


Kania mengernyitkan dahinya, “kenapa kamu minta maaf sama Mama sayang?” tanya bingung.


Noel lalu memeluk Kania, “karena dulu waktu di perut Mama, Noel nakal. Noel pasti sudah menyakiti Mama.”


Kania mengambil Noel dari gendongan Veon, “sayang, Noel itu tidak nakal kok. Noel juga tidak menyakiti Mama.”


“Tapi, kata Mama, Noel sering menendang-nendang perut Mama.”


Kania mengusap punggung Noel, “Noel sayang, kalau saat dalam kandungan dedek bayi memang sering melakukan itu sayang, tapi itu membuat Mama bahagia, karena dengan begitu Mama bisa berkomunikasi dengan Noel di perut Mama.”


Noel menegakkan tubuhnya, “benarkah, Ma. Apa dedek bayi juga menendang-nendang perut Tante Chelsea?”


Kania menganggukkan kepalanya, “kalau Noel tidak percaya, Noel bisa bertanya sama Tante Chelsea langsung.”


Noel menatap Chelsea, “benarkah, Tante?”


Chelsea tersenyum, lalu menganggukkan kepalanya, “iya sayang, tapi itu membuat Tante bahagia.”


Suasana ruangan itu menjadi ramai karena tingkah Noel. Veon dan Kania memeluk Noel, mereka bangga mempunyai anak setampan dan se-pintar Noel.


Dion menatap wajah-wajah yang berada di ruangan itu, mereka semua tampak tengah tertawa melihat tingkah cucunya, ‘terima kasih, Tuhan. Engkau telah memberikan kebahagiaan kepada keluarga hamba. Terima kasih, karena Engkau masih memberikan hamba umur panjang, sehingga hamba bisa melihat anak-anak hamba memiliki keluarga kecil yang bahagia. Jika Engkau ingin segera mengambil nyawa hamba, hamba sudah siap,’ gumamnya dalam hati.


Vera melingkarkan lengannya di pinggang Dion, dia lalu menyandarkan kepalanya di bahu suaminya itu, “Pa, Mama sangat bahagia, akhirnya anak-anak kita sudah mendapatkan kebahagiaan mereka.”


Dion mengecup puncak kepala Vera, “terima kasih ya, Ma. Karena selama ini Mama sudah mau menemani Papa menjalani semua ini.”


Vera memiringkan wajahnya, dia lalu mengecup bibir Dion, “I love you, Pa,” ucapnya dengan senyuman di wajahnya.


“I love you too, Ma.”


~oOo~


Hai teman-teman semua, kita sudah di penghujung cerita nie. Maaf ya, jika aku telat update nya, sekali update malah sudah ending. Aku mengucapkan banyak terima kasih atas support kalian semua selama ini, meskipun komentar di setiap bab cuma sedikit, padahal aku ingin ada banyak komentar di setiap babnya. Meskipun like nya juga cuma sedikit, tapi aku tetap berterima kasih.


Oya...aku juga ingin mengingatkan kembali, buku Novel CINTA YANG MENYAKITKAN season 1 sudah terbit ya, tapi ini sudah lewat dari masa PO. Aku juga punya kabar gembira lainnya, sekarang buku novel CINTA YANG MENYAKITKAN sudah ada di shopee ya teman-teman.



Kalian bisa memesan sekarang juga 😁😁, murah meriah...hanya dengan uang Rp 55.000,00, kalian bisa memeluk buku novel CINTA YANG MENYAKITKAN season 1 ini. Bagi yang mempunyai voucher gratis ongkir, bisa dipakai nie 😁😁


Sekali lagi aku ingin mengucapkan banyak terima kasih, dukungan kalian selama ini yang membuatku semangat untuk tetap menulis cerita ini.


Salam sayang,


😘😘😘

__ADS_1


Rosshie 


__ADS_2