Cinta Yang Menyakitkan

Cinta Yang Menyakitkan
Merasa diabaikan


__ADS_3

Chelsea membuka kedua matanya, saat cahaya matahari memasuki kamarnya melalui celah-celah jendela kamarnya. Wanita melihat wajah tampan suaminya yang masih tertidur lelap sambil memeluknya.


Chelsea memperhatikan wajah Alex dengan seksama, dengan perlahan dia memberanikan diri untuk menyentuh pipi Alex, “andai waktu itu kamu tidak memperlakukan aku sehina itu, mungkin sekarang kita sudah bahagia. Dulu aku begitu sangat mencintaimu, tapi kamu ternyata hanya memanfaatkan aku untuk membalaskan dendammu kepada kakakku. Lex...apa kamu benar-benar sudah berubah? Apa aku bisa mempercayai itu,” ucapnya lirih.


Kedua mata Chelsea membulat dengan sempurna saat melihat kedua mata itu mulai terbuka. Kini mereka saling menatap satu sama lain.


“Maafkan aku.” Alex mengeratkan pelukannya, “aku menyesali semua itu, mungkin ini sudah terlambat, tapi aku benar-benar minta maaf.”


Chelsea mendongakkan wajahnya, “apa aku bisa mempercayai itu?”


Alex menganggukkan kepalanya, “mulai sekarang aku tidak akan memaksamu untuk tetap berada disisiku. Kamu bebas memilih dengan siapa kamu akan menjalani hidup kamu.”


Chelsea mengernyitkan dahinya, “maksud kamu apa?”


“Jika kamu masih ingin bersamaku, pintu rumah ini akan selalu terbuka untuk kamu, tapi jika kamu ingin pergi meninggalkan aku dan kembali lagi sama Zaki, aku akan melepaskan kamu.”


Chelsea mencoba melepaskan diri dari pelukan Alex, dia lalu bangun dari tidurnya, “pagi-pagi bicara kamu sudah ngaco, aku tidak mau membahas ini lagi,” dengusnya.


Chelsea lalu beranjak dari ranjang dan melangkahkan kakinya menuju kamar mandi. Sedangkan Alex mengubah posisinya menjadi duduk, dia pun tersenyum melihat tingkah Chelsea. Dia semakin yakin, kalau Chelsea sudah mulai menerima dirinya lagi.


‘Alex, bagus. Lanjutkan rencana kamu, sebentar lagi Chelsea sepenuhnya akan menjadi milikmu dan mau menerima kamu sebagai suaminya sepenuhnya.’ Alex mencoba menyemangati dirinya sendiri.


Setelah beberapa menit Chelsea keluar dari kamar mandi dengan handuk yang melilit tubuhnya. Wanita itu berjalan sambil mengeringkan rambut basahnya dengan handuk kecil yang berada di tangannya, dia lalu menatap ke arah Alex yang tampak acuh dan sibuk dengan ponselnya.


‘Kenapa dia mengabaikan aku sekarang, biasanya kalau melihatku seperti ini, dia selalu memelototkan kedua matanya, tapi sekarang...menatapku pun dia enggan, dia malah sibuk dengan ponsel bodohnya itu,’ gerutunya dalam hati.


“Apa kamu tidak pergi ke kantor.” Chelsea meletakkan handuk kecil basah itu di kursi meja riasnya, dia lalu melangkahkan kakinya menuju lemari pakaian untuk mengambil pakaian yang akan dipakai hari itu.


“Em...ke kantor, aku sekarang sedang memberitahu Betrand untuk datang ke kantor aku, ada yang ingin aku bahas dengannya.” Alex bahkan tidak menatap Chelsea, dia masih fokus dengan benda pipih di tangannya.


Chelsea merasa sangat kesal, dia pun langsung membanting pintu lemari pakaian itu, dan itu membuat Alex terkejut dan langsung mengalihkan tatapannya, “Chel, kamu kenapa?” Alex langsung beranjak dari ranjang, “kamu tidak apa-apakan?” tanyanya cemas.


Chelsea menggelengkan kepalanya, “jangan sok peduli sama aku!” ucapnya dengan nada ketus.


Alex memegang kedua bahu Chelsea yang polos, “kamu ini kenapa? kenapa tiba-tiba marah tidak jelas seperti ini?”


Chelsea menepis kedua tangan Alex dari bahunya, “aku bilang tidak apa-apa, lebih baik kamu sekarang mandi, jangan pedulikan aku.”

__ADS_1


“Ya sudah, kalau begitu aku mandi dulu, hari ini aku akan berangkat ke kantor lebih awal.” Alex lalu melangkahkan kakinya menuju kamar mandi.


Chelsea pun mendengus kesal dengan sikap acuh Alex, “sebel...sebel...sebel. kenapa dia malah pergi begitu saja, di bujuk kek, apa kek, bukan malah pasrah dan pergi begitu saja, dasar! Tidak peka!” serunya.


Alex yang berada di dalam kamar mandi masih bisa mendengar makian yang ditujukan untuknya. Pria itu hanya menahan tawa saat mendengar Chelsea yang terus mengumpat karena sikap yang ditunjukkan Alex padanya.


**


Chelsea mulai membantu asisten rumah tangganya untuk menyiapkan sarapan untuk Alex. Hidangan pagi itu adalah makanan kesukaan Alex dan juga dirinya. Ya...Alex dan Chelsea menyukai makanan yang sama.


Alex yang sudah selesai mandi segera memakai pakaian kerja yang disiapkan oleh Chelsea, setelah itu dia keluar dari kamarnya. Dia senang melihat Chelsea sudah menunggunya di meja makan, “pagi sayang,” sapanya lalu menarik salah satu kursi di depan Chelsea.


Chelsea hanya diam, dia tidak menyahut sapaan Alex, dia hanya mengambilkan sarapan untuk Alex dan meletakkan di depannya.


“Terima kasih, sayang,” ucap Alex dengan senyuman di wajahnya, Chelsea hanya membalasnya dengan anggukkan kepalanya.


Alex pun mulai menyantap makanan yang ada di depannya, setelah selesai makan dia lalu berpamitan kepada Chelsea, “aku berangkat ke kantor dulu ya, nanti kalau kamu merasa bosan di rumah, kamu bisa ke rumah Mama dan Papa atau ke rumah Vika, nanti sepulang dari kantor, aku akan menjemputmu.” Chelsea hanya menganggukkan kepalanya, “aku pergi dulu,” pamitnya sambil mengecup kening Chelsea.


Chelsea menarik lengan Alex saat pria itu mau melangkahkan kakinya, “hati-hati di jalan,” ucapnya lalu mengecup punggung tangan Alex.


Alex tersenyum, dia lalu menganggukkan kepalanya. Jika saat ini Alex tidak sedang menjalankan rencananya untuk bisa meluluhkan hati Chelsea sepenuhnya, mungkin saat ini dia rela mengabaikan semuanya dan memilih untuk tetap tinggal di rumah dan menghabiskan waktu bersama dengan istri yang sangat dia cintai.


Chelsea sendiri bingung harus melakukan apa, “em...apa aku suruh Vika kesini ya, dengan begitu aku tidak akan merasa kesepian dan bosan.” Wanita itu pun lalu melangkahkan kakinya menaiki tangga menuju kamarnya, dia ingin mengambilnya ponselnya yang tergeletak di meja kamarnya.


Chelsea lalu menghubungi Vika, dan tak berselang lama, panggilan itu pun mulai tersambung, “halo,” sahutnya.


“Tumben pagi-pagi kamu menelponku, ada apa?”


“Aku bosan di rumah, kamu mau tidak datang ke rumah aku?”


“Bukannya di rumah kamu banyak orang ya, kok kamu bisa bosan?”


“Aku sekarang ada di rumah Alex, aku sudah tidak tinggal di rumah aku lagi. Nanti aku ceritakan semuanya, sekarang kamu cepetan datang kesini.”


“Iya-iya, tapi aku mandi dulu.”


Kedua mata Chelsea membulat dengan sempurna, “what! Kamu baru bangun! Ini sudah jam berapa woy!” teriaknya.

__ADS_1


“Semalam aku baru bisa tidur jam 02.00 dini hari, aku habis bertengkar dengan Mama aku, nanti aku ceritakan, sekarang aku mau mandi dulu.” Vika lalu mengakhiri panggilan itu.


Chelsea terlihat sangat terkejut saat mendengar apa yang dikatakan Vika sebelum dia mengakhiri panggilan itu, “Vika bertengkar lagi dengan Mamanya? Apa Mama Vika sudah kembali ke rumah itu lagi?”


**


Chelsea membuka pintu rumahnya setelah mendengar suara bel berbunyi, dia yakin itu adalah Vika, dan ternyata tebakannya benar. Chelsea menyuruh Vika untuk masuk, mereka memilih untuk mengobrol di teras belakang. Sebelum menuju teras belakang, Chelsea menyuruh asisten rumah tangganya untuk membuatkan minuman untuk dirinya dan juga Vika.


“Sekarang ceritakan sama aku, kenapa kamu kembali lagi ke rumah ini?”


“Sekarang aku sudah sadar, selama ini sikap aku ke Alex sudah keterlaluan. Dia selama ini diam saja saat aku memperlakukannya dengan buruk, dia bahkan tidak marah saat melihat ada tanda merah di tengkuk leherku.”


Vika membulatkan kedua matanya, “apa kamu selingkuh?”


Chelsea menggelengkan kepalanya, “itu terjadi begitu cepat, aku juga tidak bisa mencegahnya.”


“Siapa yang melakukan itu?”


“Zaki, dia pria yang aku cintai selama ini.”


“Apa sampai sekarang kamu masih mencintainya?”


“Aku tidak tahu, tapi yang jelas saat ini aku hanya ingin menjadi istri yang baik untuk Alex. Selama ini Alex sudah banyak berubah, dia selalu memperlakukan aku dengan baik, jadi tidak adil kalau aku tidak memberinya kesempatan.”


Vika tertawa, “apa yang sudah membuat kamu berubah pikiran? Bukankah selama ini kamu sangat membenci Alex?” tanyanya tidak percaya.


Chelsea menghela nafas, “aku juga tidak tahu, selama dua bulan aku tinggal dengan Alex, dia sama sekali tidak pernah memperlakukan aku dengan buruk. Dia bahkan selalu menerima semua perlakuan buruk ku. Apa kamu ingat saat kita pergi jalan-jalan dan kita pulang malam waktu itu?” Vika menganggukkan kepalanya, “waktu itu ternyata Alex sudah berada di rumah, aku kira Alex akan memarahiku karena aku pulang malam, tapi...dia sama sekali tidak marah, dia malah mengkhawatirkan aku. Jika yang menjadi suami aku saat ini bukan Alex, mungkin suami aku itu akan memaki ku dan mengatai aku wanita yang suka keluyuran malam-malam, tapi Alex tidak seperti itu.”


“Chel, apa kamu sudah mulai jatuh cinta sama Alex lagi?”


“Aku tidak tahu, tapi saat dia mulai mengacuhkan aku seperti tadi pagi. Aku merasa sangat kesal, aku tidak suka, aku tidak terima. Biasanya dia selalu peduli dan memperhatikan aku, tapi pagi ini, dia malah lebih memperhatikan pekerjaannya dari pada aku istrinya.”


Vika tersenyum, dia semakin yakin jika sahabatnya itu sudah jatuh cinta kepada Alex, tapi Chelsea belum menyadari itu. wanita itu berharap agar sahabatnya itu bisa mendapatkan kembali kebahagiaannya.


“Vik, lupakan soal masalah aku, sekarang aku mau kamu menceritakan masalah kamu sama aku.” Chelsea mengubah posisinya menjadi menghadap Vika, dia melipat kedua kakinya di atas sofa, “kenapa kamu bisa bertengkar dengan Mama kamu?”


~oOo~

__ADS_1


 


__ADS_2