
Setelah merencanakan jauh-jauh hari, akhirnya Chelsea dan Alex bisa pergi untuk berbulan madu. Alex menawarkan berbagai tempat di belahan dunia untuk tujuan bulan madu mereka, seperti Paris kota yang terkenal dengan keromantisannya, Eropa, bahkan Hawaii. Tapi tidak ada satupun dari negara-negara itu yang menarik bagi Chelsea.
Alex hanya menggeleng-gelengkan kepalanya, saat ternyata Chelsea memilih untuk pergi berbulan madu di Pulau Bali. Tapi Alex juga tidak bisa menolak keinginan Chelsea itu, jika dia sampai menolak, maka angan-angannya selama ini untuk bisa pergi berbulan madu dengan Chelsea akan gagal total.
Vera dan Dion merasa bahagia saat Chelsea dan Alex memberitahu mereka, jika akan pergi berbulan madu. Karena dulu, Veon dan Kania tidak pernah pergi berbulan madu, mereka bahkan menolak saat Vera dan Dion memberikan tawaran untuk mereka pergi berbulan madu.
Setelah berpamitan dengan seluruh keluarganya, Alex dan Chelsea berangkat menuju bandara. Tapi, sebelum mereka berangkat ke bandara, mereka terlebih dahulu menuju rumah Vika. Chelsea sangat mencemaskan sahabatnya itu, karena sudah dua hari, Vika sama sekali tidak menghubungi Chelsea.
Tapi, sesampainya di rumah Vika, mereka harus menelan kekecewaan, karena sudah tiga hari Vika pergi dari rumah. Chelsea tidak tahu harus mencari Vika kemana, ponselnya pun sulit untuk dia hubungi. Alex tahu Chelsea sangat mencemaskan Vika, tapi dia tidak boleh terlalu memprioritaskan Vika dalam hidupnya, masih ada dirinya yang juga butuh perhatiannya.
Alex meminta Chelsea untuk sejenak melupakan masalah Vika, karena dia ingin bulan madu mereka bisa mereka jalani dengan rasa tenang, dan hanya ada mereka berdua. Alex bahkan untuk sementara melupakan masalah Betrand, karena dia sendiri juga mempunyai kehidupan yang harus dia jalani.
“Sayang, aku ingin bulan madu kita ini jauh dari masalah Vika dan juga Betrand, aku ingin hanya ada kita berdua disini.” Kini mereka berada di dalam taksi, mereka sedang dalam perjalanan menuju hotel. 10 menit yang lalu, mereka baru saja sampai di Bandara Udara Internasional Ngurah Rai.
Setelah melakukan perjalanan kurang lebih satu jam lamanya, Alex dan Chelsea akhirnya tiba di salah satu hotel yang sudah direservasi Alex sebelumnya. Setelah melakukan check in ulang, Alex dan Chelsea diantarkan oleh dua orang pelayan hotel itu yang membantu membawakan tas dan koper mereka hingga ke lantai enam.
Ya...kamar yang mereka tempati berada di lantai enam dengan tipe president suite room—kamar termewah dan termahal yang di hotel itu. Alex tidak peduli dengan berapa jumlah uang yang harus dia keluarkan untuk memesan kamar itu, karena baginya dia ingin membuat Chelsea merasa nyaman saat menjalani bulan madu mereka.
Alex dan Chelsea benar-benar disuguhkan dengan kemewahan kamar yang memiliki fasilitas lengkap, termasuk kolam renang pribadi yang ada di dalamnya. Kedua pelayan yang membawakan barang-barang mereka, berpamitan pergi dari sana setelah tugas mereka selesai.
“Sayang, kamar ini benar-benar indah dan mewah sekali.” Chelsea mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan kamar itu. berkali-kali Chelsea memuja kamar itu dengan begitu takjub melihat keindahan dan kemewahan kamar yang akan dia tempati selama satu minggu mereka berada di Bali.
“Aku sengaja memesan kamar ini spesial untuk kamu sayang, aku ingin bulan madu kita ini sangat berkesan untuk kita, aku juga ingin memberikan rasa nyaman untuk kamu saat kita menjalani bulan madu kita di tempat ini.” Alex lalu meletakkan tas selempangnya ke atas ranjang.
Chelsea membalikkan tubuhnya, dia lalu menatap kedua mata Alex, “aku sebenarnya tidak membutuhkan kamar semewah ini, kamar apapun akan membuatku merasa nyaman, asal ada kamu bersamaku,” ucapnya dengan senyuman di wajahnya.
__ADS_1
Chelsea lalu mencium kilas bibir Alex, “pasti kamu sudah mengeluarkan banyak uang kamu untuk memesan kamar ini.”
Alex memeluk Chelsea, “aku tidak peduli seberapa banyak uang yang sudah aku keluarkan, aku hanya ingin membuat istriku yang cantik ini bahagia.”
Alex merasakan ada getaran dari saku celananya, dia lalu mengambil ponselnya itu. ternyata itu pesan dari Betrand. Sedangkan Chelsea memilih untuk melangkahkan kakinya menuju jendela kamarnya.
Alex, nikmatilah bulan madu kalian, jangan memikirkan masalah aku dan Vika, aku berharap selama kamu di Bali, kamu dan Chelsea bisa saling berbagi kebahagiaan satu sama lain. Untuk masalah aku dan Vika, aku akan mencoba untuk menyelesaikannya sendiri, tolong sampaikan kepada Chelsea, terima kasih karena dia sudah bersedia untuk membantuku. Betrand.
Alex tersenyum, dia lalu melihat ke arah Chelsea yang berdiri memunggunginya di ujung sana. Chelsea membuka gorden jendela hingga menampakan pemandangan indah yang tersuguh di balik kaca transparan kala semburat jingga sudah menampakkan warnanya. Melihat matahari tenggelam dari gedung setinggi itu, tidak pernah Chelsea bayangkan, bahkan dia bisa melihatnya bersama dengan Alex, lelaki yang sangat dia cintai saat ini.
“Sayang, lihatnya, SUN SET itu terlihat sangat indah.” Chelsea membalikkan tubuhnya, menghadap ke arah Alex yang tengah berdiri tak jauh di belakangnya, “sayang, kemarilah,” panggilnya dengan senyuman di wajahnya.
“Iya.” Alex menyahut, dengan menarik kedua sudut bibirnya membentuk sebuah senyuman.
Alex melangkahkan kakinya mendekati Chelsea yang kembali memunggunginya dengan mata yang tak henti mengedarkan di luar hotel di balik jendela kaca tersebut.
Alex lalu memeluk Chelsea dari belakang, dan menopangkan dagunya di bahu wanita itu, “pemandangannya memang sangat indah, tapi lebih indah kamu, karena bagiku tidak ada yang lebih indah dari istriku yang cantik ini,” godanya.
Wajah Chelsea seketika merona, Alex memang sering kali memujinya, tapi entah mengapa setiap kali Alex memujinya, wajahnya selalu merona.
Alex mengecup bahu Chelsea yang sedikit terbuka, “apa kamu malu sayang? Kenapa kamu harus merasa malu, seharusnya kamu merasa bangga, karena kamu tercipta dengan begitu cantik dan mempesona. Aku tidak akan siapapun melirikmu, hanya aku yang boleh menikmati wajah cantik istriku ini.”
Chelsea tersenyum, dia lalu membalikkan tubuhnya, menghadap ke arah Alex, dia lalu melingkarkan kedua lengannya di leher pria itu, “kenapa kamu sering sekali memujiku, apa untuk menyenangkan aku?”
Alex menggelengkan kepalanya, “aku memujimu karena kamu memang pantas untuk dipuji, karena kamu memang cantik,” ucapnya sambil mencolek hidung mancung Chelsea.
__ADS_1
Alex lalu mencium kilas bibir Chelsea, lalu dia mengangkat tangannya untuk melihat jam di pergelangan tangannya, “sudah sore, aku tahu kamu pasti lapar.”
Chelsea tersenyum sambil menganggukkan kepalanya, “kita mau makan dimana?”
“Kita makan di kamar saja, aku akan memesan makanan kepada pelayan. Sekarang lebih baik kamu mandi dulu.”
Chelsea menganggukkan kepalanya, dia pun langsung melangkahkan kakinya menuju kamar mandi. Sedangkan Alex menghubungi room service untuk memesan makanan, Alex memesan makanan yang romantis.
***
Saat ini Alex dan Chelsea sedang menikmati makan malam romantis mereka, Alex bahkan mempersiapkan sekuntum mawar merah untuk Chelsea dan juga sebuah liontin yang saat ini sudah melingkar di leher jenjang Chelsea.
Chelsea merasa sangat terharu, dia tidak menyangka Alex akan mempersiapkan semua ini untuknya, “terima kasih,” ucapnya dengan air mata yang mulai mengalir dari kedua sudut matanya.
“Sayang, kenapa kamu malah menangis?” Alex duduk berjongkok di samping Chelsea, “ini adalah hari bahagia kita, aku tidak ingin melihat air mata keluar dari kedua mata indahmu.” Pria itu lalu menghapus air mata yang mengalir dari kedua sudut mata Chelsea.
Setelah itu Alex berdiri, “sekarang gantilah bajumu, setelah itu tidurlah, aku tahu kamu sangat lelah.”
Chelsea menganggukkan kepalanya, dia memang merasa sangat lelah, tapi dia sama sekali belum merasa mengantuk. Tapi dia tetap berdiri dan melangkahkan kakinya menuju koper. Dia lalu membuka koper itu, Chelsea mengambil gaun tidur pemberian Kania.
Chelsea melirik ke arah Alex yang sedang menelpon room service untuk membersihkan sisa-sisa makan malam mereka, “jika aku memakai gaun ini, apa Alex akan berpikir aku sedang menggodanya?” wanita itu lalu kembali melihat gaun yang saat ini dipegangnya, “ah...terserah, mau dia menganggapku sebagai wanita penggoda, aku juga tidak peduli, aku ini kan istrinya, aku berhak untuk menggoda suamiku.”
Chelsea pun bergegas menuju kamar mandi untuk berganti pakaian. Tak berselang lama, pelayan room service datang untuk membersihkan sisa makan malam mereka berdua. Setelah itu, sambil menunggu Chelsea berganti pakaian, Alex memilih untuk menuju balkon kamarnya, untuk melihat pemandangan di malam hari, dan menghirup udara segar.
~oOo~
__ADS_1