Cinta Yang Menyakitkan

Cinta Yang Menyakitkan
STI


__ADS_3

Betrand mengajak Vika ke restoran, pria itu tidak akan menyia-nyiakan kesempatan itu. Selama ini Betrand terus berusaha untuk menghubungi Vika, untuk mengajaknya bertemu dan menjelaskan semua kesalahpahaman diantara mereka.


Selama ini Vika tidak ingin bertemu dengan Betrand, karena dirinya merasa dikhianati, pengorbanannya selama ini seakan tidak ada artinya untuk pria itu. Bahkan demi membuktikan cintanya kepada pria itu, dia sampai rela memberikan bagian dari dirinya yang sangat berharga.


Empat tahun bersama, tapi semua itu sama sekali tidak ada artinya untuk Betrand. Semua mimpi-mimpi yang dulu pernah dia rajut bersama dengan Betrand, harus hancur dalam sekejap mata. Tanpa ada penjelasan apapun yang keluar dari mulut Betrand, saat pria itu tiba-tiba meminta putus dari Vika.


“Aku mohon, dengerin penjelasan aku dulu.” Betrand menarik tangan Vika saat gadis itu ingin beranjak dari duduknya, “aku mohon, sebentar saja,” pintanya lagi.


“Sudah tidak ada lagi yang harus kita bicarakan. Aku harus pergi, Chelsea sekarang sedang menungguku.” Vika menghempaskan tangan Betrand.


“Chelsea sedang bersama dengan Alex, mungkin sekarang mereka sedang bermesraan.”


Seorang pelayan datang dengan membawa makanan dan minuman yang dipesan Betrand. Setelah menata makanan dan minuman itu ke atas meja, pelayan itu lalu melangkahkan kakinya pergi.


“Aku tahu kamu lapar, jadi sekarang lebih baik kamu makan dulu.” Betrand mengambil satu sendok makanan lalu dia sodorkan di depan mulut Vika, “sekarang buka mulut kamu,” pintanya.


Vika melihat makanan yang ada di depannya, itu adalah makanan kesukaannya. Wanita itu pun menelan ludah, perutnya sejak tadi terus bergemuruh, ‘aku sangat lapar, kenapa tadi aku tidak makan di rumah Chelsea saja kalau tau akan jadi begini,’ gumamnya dalam hati.


“Aku tahu kamu lapar, jadi lebih baik kamu buang dulu gengsi kamu itu,” bujuknya lagi.


Vika menatap Betrand yang sejak tadi menatapnya dengan senyuman di wajahnya. Senyuman yang sangat wanita itu rindukan selama ini, “sebenarnya apa mau kamu? Apa kamu belum puas menyakiti hati aku selama ini?”


Betrand masih tidak bergeming dengan posisinya, tangan kanannya masih tetap menggantung di depan mulut Vika, “nanti aku akan mengatakan semuanya, sekarang kita makan dulu, aku sangat lapar, selain itu aku ingin sekali menyuapimu makan seperti dulu lagi.”


“Apa kamu bersikap seperti ini, istri kamu tahu.”


Betrand tersenyum, “kenapa, apa kamu cemburu?” godanya.


“Aku bukannya cemburu, aku...”


“Aku akan lebih senang kalau kamu mengatakan kamu cemburu,” ucap Betrand dengan senyuman di wajahnya.


“Aku hanya tidak ingin istri kamu menuduhku merayu kamu, atau menggoda kamu. Aku tidak ingin orang-orang menyebutku pelakor, jadi lebih baik kamu pergi dari sini sekarang atau kamu biarkan aku pergi.”


Betrand menurunkan tangan kanannya dan meletakkan sendok itu ke atas piring, dia lalu menggenggam tangan Vika, “apa kamu ingin mendengar penjelasan aku? setelah kamu mendengar semuanya, apapun yang ingin kamu katakan, aku akan menerimanya.”


Vika menghela nafas panjang, “baiklah, aku akan memberi kamu kesempatan untuk menjelaskan semuanya, aku juga tidak ingin masalah ini semakin berlarut-larut.”


“Terima kasih.” Betrand pun mulai menceritakan apa yang sebenarnya terjadi pada dirinya, bagaimana ayahnya mengancamnya dengan cara akan mempermalukan Vika di depan umum. Lalu tentang kehidupan rumah tangganya yang sama sekali tidak membuatnya bahagia.


Vika tidak tahu harus berkata apa, ternyata selama ini dia telah salah menilai Betrand. Dia pikir pria itu meninggalkannya karena lebih memilih wanita yang lebih segalanya darinya. Tapi...ternyata pria itu telah mengorbankan kebahagiaannya hanya untuk menjaga nama baiknya. Tapi justru dirinya selama ini malah membenci pria itu.


“Vik, aku sudah mengatakan semuanya, sekarang terserah padamu. Kamu boleh membenciku, karena aku memang salah karena tidak jujur sama kamu selama ini.”


“Kenapa kamu menyembunyikan hal sebesar ini dari aku? kenapa?” Vika sudah tidak sanggup lagi menahan air mata yang sejak tadi sudah memenuhi kedua sudut matanya.


“Karena aku tidak pernah mempunyai kesempatan untuk menjelaskan ini sama kamu. Kamu selalu menghindar dariku, kamu juga tidak mengangkat telepon dariku, tidak mau membalas chat yang aku kirim.”


“Itu aku lakukan karena aku tidak ingin bertemu denganmu, hatiku sakit, kamu lebih memilih wanita itu ketimbang aku. kita sudah berhubungan selama 4 tahun, tapi kamu tidak peduli dengan semua itu.”

__ADS_1


“Vik, sudah satu bulan ini aku tidak tinggal dengan wanita itu lagi.”


Vika mengernyitkan dahinya, “siapa maksud kamu?”


“Siapa lagi, istri aku lah.” Betrand lalu memasuk kan satu suapan ke mulutnya.


“Kenapa? apa kamu ada masalah dengan istrimu itu?”


Betrand menganggukkan kepalanya, “aku tidak sanggup menjalani pernikahan ini lagi, aku muak dengan semua sikap dia yang selalu mengaturku.”


Vika tertawa, “jadi Betrand yang selalu di takuti waktu kuliah dulu, sekarang menjadi anggota STI,” ledeknya.


Betrand mengernyitkan dahinya, “STI? Apa itu?” tanyanya penasaran.


“Suami Takut Istri, masa kayak gitu saja tidak tahu.”


Betrand tertawa, “mana mungkin aku takut sama dia,” elak nya.


Vika tersenyum, dia lalu menopangkan dagunya pada tangannya yang dia tumpu di atas meja, “yakin? Lalu apa sebutan untuk suami yang diam saja di atur sama istrinya? Apa kamu diam saja, karena kamu sudah mulai mencintainya?”


Betrand menatap kedua mata Vika, “kamu tahu, hanya kamu wanita yang aku cintai selama ini, dan itu tidak akan pernah berubah.”


Vika memilih untuk memutuskan tatapan mata itu, dia beralih untuk menyantap makanan yang ada di depannya saat ini, “setelah ini aku ingin kembali ke kantor Alex, Chelsea pasti sedang menungguku.”


“Kamu tidak perlu ke kantor Alex, mereka sendiri yang mendatangi kamu.” Betrand menatap ke arah pintu masuk, dimana Alex dan Chelsea baru saja masuk ke dalam restoran itu.


“Apa? Chelsea dan Alex ada di restoran ini juga?”


Vika menatap tangan Chelsea yang saat ini tengah di genggam oleh Alex, “kalian sudah baikkan sekarang?”


Alex tidak menyadari jika sejak tadi dia menggenggam tangan Chelsea, “memangnya siapa yang sedang musuhan? Aku dan Chelsea selama ini baik-baik saja.”


“Bukankah kamu meng...”


Chelsea menutup mulut Vika dengan telapak tangannya, “em...jangan dengerin apa yang dikatakan Vika, sepertinya dia salah paham,” ucapnya sambil menatap tajam ke arah Vika.


Betrand hanya menggeleng-gelengkan kepalanya melihat tingkah Chelsea dan juga Vika, “apa kalian berdua saat sedang bersama selalu membicarakan aku dan Alex?” sindirnya.


Alex mendudukkan tubuhnya di samping Betrand, “benarkah itu sayang? Apa kamu selalu menjelekkan aku di depan Vika?”


Chelsea menggelengkan kepalanya, “aku tidak pernah menjelek-jelekan kamu di depan Vika, kalau tidak percaya kamu tanya saja sama Vika, ya kan Vik?” tanyanya sambil menatap Vika.


Vika tersenyum, “memangnya kenapa kalau Chelsea selalu membicarakan kamu, apa kamu akan marah?”


Alex tersenyum, “untuk apa aku marah, aku tahu Chelsea tidak akan membicarakan hal-hal buruk tentangku.”


Vika menyuruh Chelsea untuk duduk di sampingnya, Chelsea pun mendudukkan tubuhnya di samping Vika.


“Bagaimana kalian bisa tahu aku dan Vika ada di restoran ini?”

__ADS_1


“Alex yang tahu, katanya ini restoran tempat kalian sering menghabiskan waktu berdua dulu.” Chelsea menatap ke arah Vika, “apa Betrand menyakiti kamu lagi?” tanyanya kemudian.


“Mana mungkin aku menyakiti Vika, kami hanya berbicara dari hati ke hati, itu saja.”


“Apa kalian sudah berbaikan? Apa kalian menjalin hubungan lagi?” tanya Alex penasaran.


Betrand dan Vika saling menatap, “jika Vika bersedia untuk menunggu.”


“Memangnya kamu serius dengan ucapan kamu waktu itu?” tanya Alex terkejut.


Betrand menganggukkan kepalanya, “aku sudah tidak kuat menjalani pernikahan ini, aku tidak peduli jika Papa aku akan mencoret nama aku dari daftar keluarga. Aku hanya ingin bersama dengan wanita yang aku cintai selama ini.”


“Vik, apa kamu akan memberi Betrand kesempatan kedua?” tanya Chelsea sambil menatap ke arah Vika yang saat ini sedang menatap Betrand.


“Aku tidak tahu, tapi aku tidak ingin dituduh menjadi perusak rumah tangga orang. Aku tidak ingin menjadi seperti Mamaku, aku benci menjadi seperti Mamaku,” ucap Vika sambil menundukkan wajahnya.


“Tidak akan ada orang yang menghina kamu seperti itu, karena sejak awal pernikahan aku sudah bermasalah.”


Vika beranjak dari duduknya, “kita sudahi saja pembicaraan ini, aku sudah tidak ingin terlibat denganmu lagi, apalagi kamu sangkut pautkan dengan masalah rumah tangga kamu. Mulai sekarang, kita benar-benar sudah tidak ada hubungan lagi. Terima kasih, karena kamu telah banyak berkorban untukku.”


Betrand berdiri, dia lalu menggenggam tangan Vika, “apa kamu tidak ingin menungguku? Apa kamu tidak bisa memberikan aku kesempatan kedua? Chelsea saja bisa memberikan Alex kesempatan kedua, kenapa kamu tidak bisa?”


“Dari pada kamu memikirkan itu, lebih baik kamu pikirin masalah dalam rumah tangga kamu. Istri kamu itu seorang wanita, aku juga wanita, jadi aku bisa mengerti perasaannya.”


“Kamu salah, dia itu iblis, aku sudah tidak sanggup hidup dengannya.”


Vika menghempaskan tangan Betrand, “terima kasih untuk makan siangnya. Chel...kamu ikut aku atau Alex?”


“Memangnya kamu kesini bawa mobil? Bukankah mobil kamu ada di kantor Alex?”


Vika menepuk keningnya sendiri, “kalau begitu, kita pulang memakai mobil suami kamu, biar Alex nanti pulangnya bawa mobil aku.”


Chelsea menganggukkan kepalanya, dia lalu meminta kunci mobil dari Alex, dia juga memberikan kunci mobil Vika kepada Alex, “aku pulang dulu,” pamitnya lalu beranjak dari duduknya.


“Vik, apa kamu sudah tidak mencintai aku lagi? Apa pengorbanan aku selama ini sama sekali tidak ada artinya?”


‘Betrand, selama ini aku sama sekali tidak bisa melupakan kamu. Hanya kamu yang aku cintai, tapi aku tidak mau istri kamu mendatangiku dan menghinaku. Aku ini juga seorang wanita, jadi aku bisa merasakan apa yang dia rasakan saat ini,’ gumam Vika dalam hati.


“Vik...” Betrand menatap kedua mata Vika dengan wajah memelasnya, “izinkan aku untuk menebus semua kesalahan aku. beri aku kesempatan kedua, aku mohon,” pintanya.


“Aku ingin kamu menyelesaikan masalah kamu dengan istri kamu, aku harap kamu bisa mempertimbangkan keputusan kamu.” Vika lalu melangkahkan kakinya meninggalkan ketiga sahabatnya.


“Betrand, beri Vika waktu untuk berfikir, selama ini dia sudah sangat menderita, jika kamu memang masih mencintainya, buktikan padanya, kalau hanya dia yang kamu cintai. Selesaikan masalah kamu dengan istri kamu itu, setelah itu baru kamu temui Vika.” Chelsea lalu melangkahkan kakinya menyusul Vika yang sudah jauh di depan.


Alex menepuk bahu Betrand, “apa yang dikatakan Chelsea benar, biarkan Vika sendiri dulu, dia membutuhkan waktu untuk berpikir. Lebih baik kamu selesaikan dulu masalah rumah tangga kamu. Jika setelah kamu berpisah dengan istri kamu, Vika tetap tidak mau kembali lagi sama kamu, mungkin Vika memang bukan jodoh kamu.”


“Aku tidak akan pernah melepaskan Vika, aku sudah menghancurkan hidupnya, jadi aku harus bertanggung jawab. Sama seperti kamu, kamu juga tidak peduli dengan apa yang Chelsea rasakan, yang terpenting kamu bisa selalu bersamanya. Itu juga yang akan aku lakukan.”


“Kalau begitu aku akan selalu mendukungmu,” ucap Alex dengan senyuman di wajahnya.

__ADS_1


“Harus dong, anggap saja itu sebagai imbalan karena aku telah membantumu selama ini.”


~oOo~


__ADS_2