Cinta Yang Menyakitkan

Cinta Yang Menyakitkan
Episode 55


__ADS_3

" Pergilah, kamu hati-hati dijalan" balas paman Frans, paham jika Desi merasa tidak nyaman setelah perdebatan tadi bahkan wanita itu belum sarapan pagi dan langsung pergi begitu saja.


***


" Lihatlah kelakuannya, pergi begitu saja tanpa pamit pada ku dasar menantu tidak tahu diri" ucap Maria kembali setelah Desi tidak terlihat lagi.


Sedang Jessi yang sedari tadi menyaksikan diam-diam tersenyum puas melihat bagaimana ibu mertuanya itu mempermalukan Desi didepan anggota keluarga BRAMANTYO yang lain.


' heh ini baru awal Desi, setelah kamu nanti kembali aku sudah menyiapkan sesuatu yang lebih bagus lagi untuk mu! Dan setelah ini kamu akan benar-benar didepak oleh seluruh anggota keluarga BRAMANTYO' batin Jessi dengan senyum liciknya.


" Ma sudah, mbak Desi juga bekerja kan mungkin karena ia ingin menyibukkan diri, agar tidak terlalu stres memikirkan kondisinya yang belum bisa hamil sampai sekarang" sahut Jessi berusaha terlihat baik dengan membelah Desi.


Tapi yang ditangkap oleh Keenan wanita itu secara tidak langsung juga membenarkan ucapan ibu mertuanya jika Desi itu mandul membuat Keenan mengumpat' dasar wanita licik'


" Kamu tidak perlu membelahnya Jessi, apapun alasannya wanita yang sudah menikah itu tidak baik bekerja diluar rumah! Yang harus ia lakukan adalah menunggu suaminya pulang dan mengurus suaminya dengan baik. Itulah perkejaan seorang wanita" timpal nyonya Maria tidak mau kalah.


Membuat Jessi langsung bungkam


Tapi tidak dengan bibi Lena, baginya pendapat iparnya itu salah.


" Maaf mbak, tapi menurut ku! Pendapat mbak tidak semuanya benar, karena kita wanita pun jika punya kemampuan bukankah lebih baik jika digunakan, apalagi jika suami kita tidak keberatan! hitung-hitung membantu suami kita bukan hanya bisa menghabiskan uang suami saja" balas bibi Lena sarkastik dan secara tidak langsung menyindir Jessi


Sedangkan Maria yang mendengar itu pun tidak tinggal diam hingga perdebatan antara dua wanita paruh baya itu terus berlanjut


***


Sedangkan Desi wanita itu sedang duduk diam didalam mobilnya, ia masih berusaha meredam emosi dalam dirinya mendengar kembali penghinaan ibu mertuanya yang secara terang-terangan didepan anggota keluarga BRAMANTYO yang lain, ia tidak melawan karena disitu ada paman dan bibi suaminya jika hanya ada Jessi maka Desi tidak akan segan-segan membalas ucapan ibu mertuanya itu.


Setelah satu jam perjalanan akhirnya mobil yang ditumpangi oleh Desi memasuki kawasan kantor milik keluarga Dinata.dengan segera Desi turun dari mobil setelah sopir pribadinya membukakan pintu.ia berjalan memasuki kantor dan menuju lift untuk naik kelantai atas tempat dirinya bekerja.


Ting


Bunyi pintu lift terbuka setelah sampai dilantai yang ditujunya, Desi pun berjalan keluar.

__ADS_1


" Selamat pagi Bu Desi" sapa Rani sekretaris Kevin


" Pagi" Sahutnya dan berlalu dari hadapan Rani, karena moodnya masih belum baik saat ini.


Sedang Rani yang baru pertama kali melihat sikap Desi seperti itu, hanya mengangkat bahunya bingung.


***


Sementara itu di negara yang berbeda


" Tuan muda " panggil thom setelah masuk kedalam ruang kamar hotel yang ditempati tuan mudanya


" Ada apa ?" Tanyanya pada thom


" Dokter Zein ingin bertemu dengan anda" Sahutnya cepat


" Suruh dia masuk" perintahnya setelah itu thom pun keluar dan memanggil dokter Zein untuk ikut kedalam ruangan.


" Selamat siang tuan"


" Sudah tuan muda, dan ini saya juga sudah membawakan hasil pemeriksaannya" balas dokter Zein cepat, ia merupakan dokter pribadi Raka.dan ia dibawa ke negara ini untuk merawat seseorang atas perintah tuan mudanya.


Raka mengambil berkas yang disodorkan ke hadapapnya, ia membuka berkas itu dengan jantung yang berdetak kencang ia berharap firasatnya tidak salah sehingga ia bisa dengan muda menghancurkan para siluman itu tanpa ragu sedikitpun.dan setelah berkas itu terbuka dengan sempurna dokter Zein dan asisten Thom dapat melihat raut lega diwajah tuan muda mereka tapi tidak lama tampak wajah geram yang terlihat diwajah tuan muda Raka membuat thom paham apa yang membuat tuannya itu marah, begitupun dengan dokter Zein.


" Bagaimana keadaannya sekarang" tanya pada dokter Zein setelah berhasil mengatur nafasnya yang sudah memburu ingin mengahancurka para penghianat itu dengan tangannya sendiri.


" Keadaan nyonya sudah mulai membaik, ditambah lagi setelah bertemu dengan mu ia semakin banyak berbicara dan mau makan! Padahal sebelumnya ia Selalu berteriak dan takut pada semua orang tapi setelah kedatangan anda keadaan nyonya tiba-tiba berubah drastis, mungkin ini yang dinamakan ikatan batin yang kuat yang membuatnya merasakan rasa aman jika berada didekat anda" terang dokter Zein membuat Raka bernafas lega


" Lakukan apapun aku ingin ia segera sembuh dan pulih, karena aku akan mengajaknya kembali bersamaku" ucapnya tegas


" Baik tuan muda" sahut dokter Zein


" Kalau begitu jika tidak ada kepentingan lain kalian bisa keluar" ucapnya setelah diam beberapa saat, membuat dokter Zein dan asisten Thom pamit undur diri.

__ADS_1


' tunggu aku Des, aku akan segera kembali dan menjelaskan semuanya tapi sebelum itu aku akan memberikan mereka perhitungan' batinnya dengan seringai dibibirnya.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Next Sampai sini dulu ya gays πŸ₯°πŸ˜Œ


Jangan lupa Like dan Votenya β˜ΊοΈπŸ™πŸ˜˜


__ADS_2