
Baiklah aku akan mengabulkan keinginanmu" sahut Raka akhirnya membuat Desi benar-benar geram apa selama ini semua barang yang ia miliki belum cukup diambil oleh wanita licik ini, dan sekarang suaminya itu juga akan mengusirnya dari kamarnya sendiri. Tidak Desi tidak akan biarkan itu terjadi.
" Aku tidak akan mem...."
" Benarkah mas" selah Jessi cepat
Ia tidak menyangka Raka akan benar-benar mengabulkan keinginannya hanya karena alasan keinginan anak mereka dengan senyum licik ia menatap kearah Desi yang sudah menatapnya berapi-api.
" Ia "
" Mas kamu tidak bisa melaku...."
" Besok aku akan menyuruh thom memanggil tukang untuk membuat kamar yang lebih luas lagi untukmu" ucap Raka lagi mampu menghentikan kalimat Desi, jadi Raka tidak berpikir mengusirnya dari kamarnya sendiri.
Tapi hal itu berbanding terbalik dengan Jessi yang langsung skatma ditempatnya karena apa yang sudah ia rencanakan tidak sesuai dengan kenyataan, ia membahas masalah kamar yang lebih luas karena hanya ada satu kamar dirumah ini yang luas yaitu kamar utama Jessi pikir Raka akan mengusir Desi dari kamar itu dan memberikan kamar itu padanya tapi yang terjadi pria itu akan menyuruh asistennya untuk membuatkan kamar lain untuknya sungguh hal itu membuat Jessi hanya bisa mengumpat dalam hati.
" Apa kamu mau" tanya Raka pada Jessi
Membuat wanita itu hanya bisa tersenyum paksa dan mengangguk,jika ia menolak maka Raka akan mencurigainya jika itu bukan karena ngidamnya melainkan ia ingin merebut kamar yang menjadi milik Desi .
sementara Desi yang mendengar perkataan Raka pun balik menatap tajam kearah Jessi dengan senyum mengejek diwajahnya,Lalu ia melangkah pergi dari ruang makan menuju kamarnya dilantai atas. Ia lebih baik tidur dari pada menyaksikan drama lagi dari madunya itu.
Semenjak wanita itu hamil ia mulai menunjukkan sifat aslinya, selalu membuat masalah dengannya saat tak ada Raka dirumah tapi saat Raka berada dirumah wanita itu sangat bersikap manis dan bahkan selalu mengatakan pada Raka kalau mereka sudah saling akrab. Sungguh hal itu membuat Desi ingin mual saja.
***
Setelah sampai di pintu kamarnya Desi lalu membukanya dan masuk kedalam tidak lupa ia menutup pintu kamar dan masuk ke ruang ganti untuk menganti bajunya dengan pakaian tidur, setelah itu menggunakan skincare malam untuk membuat wajahnya tetap lembab dan hangat.
Setelah semuanya selesai Desi menujuh kasur yang satu bulan ini menemaninya sendiri dan menjadi saksi bisu saat ia berusaha menahan tangisannya ketika mengingat sikap Raka yang sekarang benar-benar berubah padanya! Desi kemudian memposisikan tubuhnya dengan benar lalu menarik selimut untuk menutupi seluruh tubuhnya dan berusaha memejamkan mata.
__ADS_1
Ia harus mengistirahatkan tubuh dan pikirannya karena mulai besok ia akan memulai rencananya.
***
Sedangkan ditempat lain
" Bagaimana yah, apa Desi menjawabnya" tanyanya pada sang suami dengan mimik wajah berbinar penuh harap
Membuat Arman yang melihatnya hanya bisa menghela nafas, tidak tega rasanya mengatakan hal ini tapi mau bagaimana lagi ia juga tidak bisa berbohong pada sang istri terus-menerus.
" Seperti biasa ma, Desi menolak telpon ayah! Bahkan ketika ayah kembali mencoba menelponnya! no ponselnya sudah tidak aktif" balas Arman
Dewi yang mendengar itu seketika kembali murung, ini semua adalah salahnya yang tidak memberi tahu sedari awal tetang dirinya pada anak-anaknya tapi Dewi melakukan itu juga karena punya alasan tersendiri, ia tidak ingin anak-anaknya sampai membenci dirinya karena masa lalunya yang begitu kelam membuatnya Malu untuk berterus terang.itulah mengapa ia merahasiakan hal itu pada kedua buah hatinya.
" Ini semua salahku, seharusnya aku memberi tahu mereka dari awal sehingga jika mereka mengetahui dari orang lain, mereka tidak akan malu" ucapnya dengan air mata yang mengalir dikedua pipinya
" Hei, apa yang kamu katakan, ini bukan salah mu! Mungkin ini sudah jalan takdir yang Allah berikan kepada anak-anak kita, walaupun mereka mengetahuinya dari mu atau dari orang lain sekalipun kita tidak tahu bagaimana reaksi mereka. Yang kamu lakukan selama ini adalah pilihan yang terbaik untuk anak-anak kita" Sahutnya tidak setuju dengan perkataan istirnya yang terus menyalahkan dirinya sendiri.
" sudah berhenti menyalakan dirimu sendiri, dan ingat Desi tidak mungkin membenci kita apa lagi kamu!ayah yakin Desi pasti hanya masih kecewa mengetahui hal ini tapi ayah percaya cepat atau lambat ia akan kembali seperti semula"balas Arman lagi berusaha meyakinkan
Tanpa keduanya sadari didepan pintu kamar ada Radit yang berdiri sejak tadi mendengar perbincangan ayah dan ibunya! Ia yang tadi ingin pamit keluar sebentar jadi urung dilakukan karena mendengar kedua orang tuanya sedang berbincang masalah serius.
" Jadi ibu benar-benar pernah menjadi.." Radit tidak sanggup meneruskan kalimatnya apa yang ia dengar sungguh hal itu membuatnya sangat syok,tapi Radit berusaha untuk mengembalikan kesadarannya ia harus bisa bersikap dewasa dalam menanggapi hal ini.karena Radit paham betul ibunya adalah seorang wanita yang sangat baik yang begitu menyayangi mereka dan apa yang terjadi di masa lalu itu juga bukan keinginan ibunya tapi inilah takdir kita tidak dapat mengubahnya! Radit kemudian memutuskan masuk kedalam kamarnya ia tidak jadi pergi.
☘️☘️☘️
Note
Maaf ya kalau cerita author membosankan atau berbelit-belit, jika menulisnya cerita yang bahagia yang ada judul novelnya cinta yang bahagia doank, jadi sebelum kalian membaca cerita author lihat juga judulnya karena sebuah cerita akan tetap bersangkut paut dengan tema/ judul yang novel itu gunakan.
__ADS_1
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Next Sampai sini dulu ya gays 🥰 😌
Jangan lupa Like dan Votenya 🥰😌😍