
"Nikah...?"Gumam Salsabila dalam hati sambil menggaruk kepalanya sendiri.
"Sudah bu, jangan bicara seperti itu terus, kasihan nak Salsa."Kata kakek menasehati istrinya yang sepertinya sudah tidak sabar pingin punya mantu.
Sedangkan Salsabila hanya tersenyum malu, menundukkan kepalanya menyembunyikan wajahnya yang sudah berubah merah.
Agung tersenyum bahagia melihat keakraban ibunya dan Salsabila, tidak menyangka kalau ibunya bakal menyukai dan setuju dirinya menikah dengan perempuan yang sekarang sedang duduk di sampingnya,ia jadi semakin gemas pingin cepat-cepat menikahi perempuan cantik yang selalu membuat hari-harinya jadi penuh warna itu.
Setelah selesai makan, Salsabila membantu si embak, asisten rumah tangga kedua orang tuanya Agung mencuci piring bekas mereka makan,lalu Salsabila mengajak Agung malaksanakan kewajibannya sebagai seorang muslim melaksanakan ibadah shalat Maghrib terlebih dahulu sebelum pulang karena waktu sholat Maghrib sudah hampir habis.
Salsabila sholat Maghrib berjamaah dengan Agung sebagai imamnya.
"Pak..anak kita pak."Kata nenek dengan kedua mata berkaca-kaca saat melihat anak bungsunya sedang melaksanakan ibadah shalat Maghrib bersama Salsabila.
"Akhirnya...anak kita mau sholat bu, bapak seneng banget bu,ini semua berkat Bila ya bu."Sambung kakek sambil tersenyum bahagia melihat anak dan kekasihnya sedang sholat berjamaah.
"Ibu sudah tidak sabar pingin jadikan dia mantu kita pak, takut Agung kepincut perempuan lain.
Nenek maunya Agung sama perempuan itu saja, daripada sana si ondel-ondel."Kata nenek.
"Ondel-ondel siapa sih bu?"Tanya kakek bingung.
"Nadia itu lho pak yang pernah diajak kesini sama Agung.
Ibu gak suka sama dia."Kata nenek menjelaskan.
"Oalah bu,kalau ngomong yang bener dong bu,orang cantik kayak gitu dibilang ondel-ondel."Kata kakek.
"Cantik apanya sih pak, bibir monyong dandanan menor,baju adiknya dipakai,pamer paha, bo**kong sama su**su,ih...gak telanjang aja sekalian biar keliatan semua."Kata nenek asal ngomong bikin kakek ketawa ngakak.
"Hahaha...aduh bune...kalau ngomong tuh yang bener ngopo toh bune...!"Kata kakek sambil ketawa terbahak-bahak mendengar ucapan istrinya.
"Ayok bu kita tunggu mereka didepan saja."Ajak kakek menggandeng tangan istrinya.
Setelah beberapa menit Salsabila dan Agung berjalan menemui dua orang tua yang sedang duduk di ruang tengah sambil menonton acara televisi.
"Bu..pak... Agung pergi dulu nganterin Salsa ya bu,pak!"Pamit Agung.
"Kamu menginap lah malam ini disini ndu',sudah malam lho ndu'."Perintah nenek.
"Maaf bu, bukannya Bila gak mau,tapi Bila gak enak bu,em.. maksud Bila...!"Kata Salsabila terlihat takut untuk mengatakan maksudnya.
__ADS_1
"Oalah..iya..ibu tau kok ndu'.
Yasudah kamu hati-hati ya,besok kan libur,kamu kesini ya ndu' temenin ibu belanja."Suruh nenek.
"Iya bu, insya Allah."Jawab Salsabila singkat.
"Gak ada insya Allah, harus."Kata nenek memaksa.
"I..iya bu."Jawab Salsabila gugup sambil menggaruk kepalanya lagi.
"Agung... hati-hati bawa mobilnya,awas jangan sampai calon mantu ibu lecet."Teriak nenek.
"Haduh..iya bu, Agung mau bawa motor saja."Jawab Agung sambil berjalan mengambil kunci motor yang digantung di depan samping pintu kamarnya.
"Ealah bocah gemblung,naik mobil saja jangan naik motor Gung,awas kalau sampai calon mantu ibu kenapa-kenapa,tak habisin kamu nanti."Ancam nenek.
"Haduh bu... sabenarnya Agung anak ibu bukan sih? Sadis amat deh."Kata Agung protes.
"Gak tau anak siapa,tanya saja sama bapakmu sana!"Perintah nenek.
"Lha.. kok malah tanya bapak toh bu?"Tanya Agung bingung.
"Em..."Kakek menjawab hanya dengan mengangkat bahunya saja.
"Sudah ayok cepetan antar aku pulang bang!"Kata Salsabila menarik tangan Agung.
"Bila pulang dulu ya bu, assalamu'alaikum."Kata Salsabila pamit setelah mencium punggung tangan kedua orang tua Agung dan langsung menarik tangan Agung untuk segera pergi dari rumah kedua orangtuanya Agung.
"Sabar dong yang!"Kata Agung lirih.
"Iya, hati-hati ndu'."Kata nenek.
"Agung.... jangan ngebut-ngebut bawa motornya,awas pokoknya kalau sampai calon mantu ibu kenapa-kenapa."Nenek mengancam lagi.
"Bil... pegangan sama Agung,kalau Agung ngebut bawa motornya kamu jitak aja kepala Agung ya Bil!"Perintah nenek.
"I..iya bu!"Jawab Salsabila sambil ketawa kecil memamerkan deretan giginya.
"Iya ibuku yang paling cantik...!"Teriak Agung sambil berjalan ke tangga menuju lantai satu diikuti Salsabila dibelakangnya.
"Haduh...punya ibu satu amit-amit cerewetnya,lo yang sabar ya Sa ngadepin ibu gue yang super cerewet."Kata Agung setelah mereka berada di luar rumah.
__ADS_1
"Hayo..kamu ngomong apa Gung...ibu dengar,anak durhaka kamu ya!"Teriak nenek dari teras lantai dua melihat kebawah.
"He..he...ibu."Ucap Agung mengangkat kepalanya melihat keatas ternyata ibunya sedang berdiri di teras lantai dua.
"Lagian bang Agung, ibunya sendiri dikatain."Bisik Salsabila.
"
"Yasudah ayok naik, kita harus cepat-cepat pergi dari sini sebelum ibu gue kembali ngomel-ngomel,duh...tuh orang tua semakin tua semakin cerewet saja."Kata Agung,lalu ia menjalankan motornya dengan kecepatan sedang setelah Salsabila naik diatas motor duduk dibelakangnya.
"Abang...gak boleh ngomong seperti itu.
"Pegangan Sa, gue mau ngebut."Kata Agung sengaja agar Salsabila mau melingkarkan kedua tangan dia ke perut Agung,soalnya dari tadi Salsa hanya berpegangan diujung bajunya saja.
"Jangan ngebut bang,aku takut."Kata Salsabila masih berpegang pada ujung baju Agung saja.
"Makanya pegangan yang benar!"Teriak Agung.
Brum...
Agung sengaja meng-ngegas motor penuh membuat Salsabila mau tidak mau langsung melingkarkan kedua tangannya ke perut Agung.
Sedangkan Agung tersenyum puas akhirnya Salsabila mau berpegang diperutnya,ia dapat merasakan hangatnya tubuh Salsabila di punggungnya.
Bang..jangan ngebut lah,tak aduin nanti sama ibu,biar abang dihajar."Rengek Salsabila sambil melingkarkan kedua tangannya dengan erat diperut Agung.
"Ngadu aja, gue gak takut."Jawab Agung cuek.
Salsabil semakin mengencangkan pegangannya dan menyembunyikan wajahnya dipunggung Agung karena merasa takut.
"Rasanya gue ingin seperti ini terus Sa, lebih baik gue ajak muter-muter dulu lah biar agak lama sampai kontrakan."Gumam Agung dalam hati.
"Perasaan kita kok gak sampai-sampai ya bang?"Kata Salsabila yang baru sadar kalau dari tadi masih muter-muter belum sampai kontrakan.
"Ah..masa sih?Itu mah perasaan lo aja Sa."Kata Agung tersenyum sambil menyetir motornya.
"Ih..iya lho bang, kita tadi sudah lewat jalur ini,kenapa kita kesini lagi."Kata Salsabila memperhatikan jalan dengan kedua tangannya masih melingkar di perut Agung.
***
Ditempat lain terlihat Rini sedang duduk termenung seorang diri di teras rumahnya.
__ADS_1