Ketulusan Cinta Rini 2

Ketulusan Cinta Rini 2
Di acara peresmian cafe.


__ADS_3


Julius, cowok yang selalu tampil cuek,keras kepala dan agak sombong, bertekad tidak mau menjalin hubungan dengan perempuan manapun karena baginya perempuan hanya membuat hidupnya jadi ribet.



Adel, gadis tomboi yang juga memiliki sifat keras kepala dan kasar tapi memiliki hati baik.


"Ternyata anak ingusan itu."Gumam Julius lirih saat melihat Adel sedang berada diatas panggung bersama teman-teman band-nya menghibur para tamu undangan di acara peresmian cafe.


"Adel....!"Ucap seorang perempuan cantik yang berpenampilan sederhana sambil duduk dikursi roda.


"Siapa Adel sayang?"Tanya laki-laki yang ada disampingnya.


"Itu bang, wanita yang sedang bernyanyi diatas panggung, namanya Adel, dia teman adik aku."Jelas perempuan yang sedang duduk di kursi roda yang ternyata adalah Salsabila sedang laki-laki yang sedang berdiri disampingnya adalah Agung, mereka datang ke sana karena undangan dari pemilik cafe yaitu Julius.


"Hai bro...senangnya, akhirnya lo datang juga."Sapa seorang laki-laki seumuran dengan Agung berjalan menghampiri Agung dan Salsabila,ia mengulurkan tangannya menyambut kedatangan sahabatnya itu.


"Halo bos,kok lo tambah tua aja sih!"Goda Agung mengulurkan tangannya menyambut uluran tangan Julius lalu mereka berpelukan singkat.


"Ah sialan lo Gung."Jawab Juli meninju lengan atas Agung.


"Apa ini calon bini lo?"Tanya Juli melihat kearah perempuan yang sedang duduk di kursi roda.


"Iya bos, kenalin ini calon bini gue namanya Salsabila."Jawab Agung memperkenalkan calon istrinya.


"Ternyata selera lo gak buruk, cantik...!"Bisik Julius lirih ditelinga Agung.


Salsabila tersenyum simpul melihat kedua laki-laki dewasa yang sedang berdiri sampingnya.


"Sayang kenalin ini teman abang namanya Julius pemilik cafe ini."Agung memperkenalkan Juli ke Salsabila.

__ADS_1


"Senang berkenalan dengan anda,aku Salsabila."Jawab Salsabila mengulurkan tangannya ke Julius dan Julius menyambut uluran tangan Salsabila.


"Em.. maaf, anda...."Salsabila seperti sedang berfikir mencoba mengingat laki-laki dewasa yang ada disamping Agung.


"Ada apa yang?"Tanya Agung penasaran melihat ekspresi wajah kekasihnya yang seperti sedang memikirkan sesuatu.


"Wajah anda terlihat tidak asing, seperti kakaknya bibi Nia."Ucap Salsabila masih memperhatikan wajah Julius.


"Nia?Apa jangan-jangan lo ponakan bowo ya?Jadi lo Salsabila ponakan Bowo?"Tanya Julius kaget.


"Iya aku ponakan paman Bowo,jadi benar berarti anda ini om Juli kakaknya mbak Nia?"Tanya Bila memastikan.


"Ternyata dunia ini begitu sempit, lo ternyata mau nikah sama ponakan adik gue, berarti kita mau jadi saudara bro!


Sorry Bil, gue pangling sama lo,dulu waktu gue ke Jawa lo masih kecil, wajah lo beda banget sama yang dulu jadi wajarlah kalau gue gak mengenali lo.Pantas saja bujang yang ada disamping gue ini sudah tua gak mau kawin-kawin ternyata jodohnya masih bocil, ibarat ulat masih kepompong terpaksa menunggu sampai kepompongnya berubah dulu jadi kupu-kupu yang cantik "Ucap Juli menyenggol lengan Agung.


"Hah,heh..."Agung cengar-cengir sambil menggaruk kepalanya sendiri.


"Yupz...dia belum jadi kepompong, masih jadi ulat, sekarang gue lagi biarin dulu ulat kecil gue merayap mencari daun yang ia sukai, setelah dia kenyang menyantap dedaunan dan berganti menjadi kepompong,baru gue tangkap dia saat dia sudah menjadi kupu-kupu yang cantik,gak akan gue biarin dia ditangkap oleh orang lain karena dia hanya milik gue seorang, lihat aja gue pasti mendapatkannya."Ucap Juli bersungguh-sungguh sambil menatap kearah para pemuda yang sedang berada diatas panggung.


Agung memperhatikan kedua mata temannya.


"Em...."Agung tersenyum setelah tau kemana arah tatapan kedua mata temannya itu yang ternyata menuju ke para anggota band yang sedang tampil menunjukkan bakatnya untuk menghibur banyak tamu undangan.


"Yang mana? Yang sedang nyanyi apa yang sedang main piano?"Tanya Agung berbisik lirih ketelinga Juli menyadarkan lamunan Julius.


"Eh..apa sih lo Gung,ngacok deh,ayok kita gabung sama teman-teman yang lain, mereka sudah pada datang."Ucap Juli mengalihkan pembicaraan.


"Ternyata suara Adel begitu merdu,kok aku baru tau kalau ternyata Adel anak band."Ucap Salsabila menikmati sebuah lagu yang terdengar begitu merdu dinyanyikan oleh Adel berduet dengan teman laki-lakinya yang seorang gitaris, mereka menyanyikan lagu tentang persahabatan.


"Ayok kita kumpul bareng yang lain,tuh si Firman sama Burik sudah hadir mari kita sambut mereka."Ajak Juli kepada Agung.

__ADS_1


"Oke!"Jawab Agung.


"Ayok Sa."Ajak Agung ke Salsabila.


"Aku disini aja ya bang, aku mau nunggu Adel nyanyi."Salsabila menolak ajakan Agung.


"Beneran gak mau ikut abang?"Tanya Agung memastikan.


"Enggak abang....!Ya sudah sana kalo abang mau ketemu temen-temen abang."Salsabila mendorong pelan Agung untuk pergi menemui teman-temannya.


"Enggaklah abang disini dulu, nunggu tuh anak band turun dulu dari panggung."Jawab Agung masih diam saja berdiri disamping Salsabila.


"Jul.... sorry lo duluan aja nemuin temen-temen, gue mau nungguin bidadari surga gue dulu,dia ingin melihat anak-anak band itu nyanyi."Teriak Agung ke Julius yang sudah berjalan duluan.


"Oke, jangan lama-lama ya."Seru Julius yang sudah menjauh.


"Lho..si abang bandel,di bilangin aku gak apa-apa,tenang saja aku gak bakal kemana-mana bang,abang gak usah khawatir,gak enak kan sama teman-temannya abang tuh."Ucap Salsabila menunjuk kearah para laki-laki yang terlihat sudah dewasa, kebanyakan para laki-laki itu sudah berkeluarga hanya Agung dan Julius yang masih betah membujang belum mau berkeluarga, menurut dua bujang tua itu pernikahan hanya akan membuat hidup mereka jadi semakin kacau, tidak bisa bebas melakukan apa yang mereka mau, makanya sampai sekarang Julius maupun Agung masih betah membujang,tapi sebentar lagi satu bujang tua akhirnya menyerah dengan ucapannya tidak mau menikah, hatinya yang keras jadi lumer dan meleleh setelah bertemu dengan wanita cantik berpenampilan sederhana bernama Salsabila.


"Abang takut ada yang jahat lagi sama kamu yang, seperti waktu itu."Ucap Agung tidak mau meninggalkan calon istrinya sendirian.


"Pokoknya abang gak mau ninggalin kamu sendirian,kalau kamu mau toilet pun harus sama abang titik."Ucap Agung tidak mau dibantah.


"Ah.. terserah abang aja lah."Jawab Salsabila malas berdebat.


Acara peresmian cafe milik Julius berjalan dengan mulus, karena sudah sore para tamu undangan juga teman-teman Juli termasuk Agung dan Salsabila pamit untuk kembali kerumah mereka masing-masing.Adel nampak terkejut saat Juli naik keatas panggung, ternyata yang mengundang mereka adalah seseorang yang ia kenal , ketika ia hendak pulang diantar oleh temannya dengan naik sepeda motor, Julius langsung menarik tangannya untuk ikut pulang bersamanya.


Sedangkan Wahyu yang sedang berada ditempat neneknya Rendi nampak sedang berbincang-bincang dengan kedua orangtuanya Agung dan juga kedua orang tua Rendi yang baru datang lima menit yang lalu.


"Ya sudah kalau begitu aku pamit pulang dulu nek, besok aku ambil cuti dua hari tidak masuk kantor,besok aku kegedung untuk mengecek persiapan buat acara pernikahan om Agung, berarti mulai besok gedungnya harus sudah di dekor ya nek, nanti aku hubungi teman aku untuk mulai mendekor gedung pernikahannya."Ucap Wahyu.


Acara resepsi pernikahan Agung dan Salsabila diadakan disebuah gedung yang cukup megah yang ada di daerah Pluit.

__ADS_1


Kedua orang tua Agung ingin memberikan yang terbaik untuk anak bungsu mereka, untuk urusan persiapan pernikahan anak mereka diserahkan kepada Wahyu.


__ADS_2