
Rini menggeliat membuka matanya berlahan.
"Aduh, kepalaku."Kata Rini sambil memegangi kepalanya sendiri yang merasa pusing.
"Apa gue sekarang sudah ada didalam surga?Jadi surga itu seperti ini ya tempatnya?"Kata Rini sambil bangun dari rebahannya dan memperhatikan sekelilingnya.
"Ini seperti kamar,oh..jadi surga juga punya kamar seperti di dunia."Kata Rini lagi sambil memegangi keningnya karena kepalanya masih terasa pusing.
"Ha...ha.."Terdengar suara tawa dari belakang Rini membuat Rini sangat terkejut dan langsung membalikkan badannya untuk melihat orang yang sedang tertawa dibelakangnya.
Orang itu sudah dari tadi berada didalam kamar untuk menjaga Rini,ia mencoba menahan tawanya saat mendengar ucapan Rini,tapi akhirnya dia tidak tahan juga saat mendengar ucapan Rini yang begitu polos seperti anak kecil.
"Mas Rendi.."Teriak Rini kaget setelah melihat wajah laki-laki yang sedang duduk dibelakangnya sambil tertawa karena merasa lucu dengan ucapan Rini.
Rini mencoba untuk mendekati Rendi yang sedang duduk dibelakangnya.
"Sudah..kamu sebaiknya tetap duduk disitu."Kata Rendi sambil bangkit dari duduknya dan berjalan mendekati Rini,ia duduk disamping Rini.
"Hua.."Tangis Rini pecah,ia langsung memeluk tubuh Rendi dengan erat.
"Tenanglah sayang,kamu aman sekarang."Kata Rendi sambil membelai lembut rambut Rini.
"Ternyata di surga kita masih bisa bertemu,hiks....aku kangen sama mas Rendi, akhirnya do'aku dikabulkan sama Allah, hiks..."Kata Rini sambil terisak.
"Memang kamu minta apa sama Allah."Kata Rendi sambil tersenyum mendengar ucapan Rini.
"Aku minta jika aku diberi kehidupan kedua aku ingin menikah dengan mas Rendi,aku menyesal sudah meninggalkan mas Rendi waktu itu,aku menyesal sudah menyerahkan mas Rendi sama perempuan jahat itu,hik..."Kata Rini yang belum sadar kalau dirinya masih hidup di dunia,dia mengira kalau dirinya sudah tiada dan sekarang sedang berada di surga.
"Benarkah? Berarti kamu bersedia menikah denganku?sudah tidak perduli mesti aku sudah punya istri?"Kata Rendi memastikan.
"Iya,aku mau menikah dengan mas Rendi mesti harus jadi istri kedua,hiks..."Ucap Rini sambil memeluk tubuh Rendi.
Rini melepas pelukannya pelan, ditatapnya wajah kekasihnya itu.
"Tapi kita sekarang kan sudah berada di surga mas? Berarti aku bukan jadi yang kedua lagi dong, istri pertama mas Rendi kan masih hidup di dunia."Kata Rini masih belum sadar juga kalau dirinya masih hidup.
"Ha..ha..Kamu lucu banget sih yang,kita ini masih hidup sayangku,cintaku."Kata Rendi sambil memegangi kedua pipi Rini.
"Kamu gak percaya?Mas cubit ya,kalau kamu merasa sakit berarti kamu masih hidup,tapi kalau kamu tidak merasa sakit berarti kita udah end."Kata Rendi masih memegang pipi Rini dengan kedua telapak tangannya.
__ADS_1
"Apa mau mas cium aja biar kamu percaya masih hidup."Kata Rendi menggoda kekasihnya itu.
"Ih..mas Rendi jangan asal,enak saja mau cium-cium sembarangan."Kata Rini melepas kedua tangan Rendi yang sedang memegang pipinya.
"Biar kamu tau kalau kita masih hidup di dunia."Jawab Rendi sambil tersenyum.
"Tapi.. beneran kita masih hidup mas? Coba cubit aku!"Kata Rini.
"Oke..."Jawab Rendi,ia langsung mencubit pipi Rini dengan kencang.
"Auw.. sakit..."Teriak Rini.
"Sakit kan? Berarti kita masih hidup yang!"Kata Rendi menjelaskan.
"Oh...."Ucap Rini jadi malu sambil mengusap pipinya yang tadi dicubit Rendi.
Ia menggeser duduknya setelah menyadari kalau dirinya sudah tidak ada hubungan apa-apa lagi dengan Rendi, karena Rendi sudah menjadi suami Siska saat ini.
"Kenapa kamu mundur? Katanya tadi kamu bilang ingin bersamaku!"Kata Rendi sambil menatap wajah Rini dengan tatapan penuh arti.
"A..aku.."Ucap Rini jadi gugup.
Rendi menarik tangan Rini, didekapnya tubuh Rini kedalam pelukannya.
"Mas.."Panggil Rini.
"Ada apa?"Tanya Rendi melepas pelukannya, ditatapnya wajah kekasihnya dengan penuh selidik.
"Ngomongnya pakai aku,kamu dong, lebih enak didengar,he..he.. jangan lo gue lagi."Kata Rini.
"Oh.. kirain mau ngomong apa."Ucap Rendi
"Oke,gak masalah yang penting kamu senang.
Tapi kamu janji jangan kabur-kaburan lagi dari aku,kita hadapi bersama semua orang yang berusaha memisahkan kita."Kata Rendi dengan suara lembut,ia kembali memeluk tubuh Rini.
"Oh iya,mas kok bisa nemuin aku sih? Bukannya saat itu aku sedang berada di..."Kata Rini setelah mengingat kejadian yang saat ia melarikan diri dari orang yang menyekapnya.
"Sabenarnya aku tadi sore sedang dalam perjalanan mau pulang ke Jawa, tiba-tiba dijalan aku bertemu dengan perempuan,aku kira dia jatuh gara-gara ketabrak mobilku, saat aku lihat ternyata itu kamu, akhirnya aku cari penginapan ditempat terdekat karena keadaan ku waktu itu sangat mengenaskan,bajumu basah, dan kotor,kalau aku paksakan bawa kamu pulang sampai ke Jawa,nanti kamu malah sakit,karena masih butuh waktu 10 jam lagi untuk sampai ke Jawa."Kata Rendi menjelaskan.
__ADS_1
"Oh iya, bajuku..."Kata Rini membulatkan matanya dan menatap bajunya yang ternyata sudah berubah dengan baju yang lain, Rini menutupi dadanya dengan kedua tangannya sambil menatap tajam ke arah Rendi.
"Tenanglah,yang mengganti bajumu bukan aku,tapi ibu pemilik penginapan ini."Kata Rendi memberitahu.
"Syukurlah..kirain.."Ucap Rini merasa lega karena bukan Rendi yang sudah menggantikan bajunya yang basah dan kotor.
"Kamu sendiri?Kenapa bisa ada ditempat itu? Bagaimana kalau nanti aku tidak menemukanmu."Tanya Rendi.
"I..itu..tadi aku tersesat."Kata Rini gugup, sabenarnya ia ingin bilang kalau Siska sudah menculik dan menyekapnya di dalam gudang sebuah rumah ditengah perkebunan, tapi ia urungkan niatnya, Rini takut Rendi akan berbuat nekat jika tau Siska sudah berbuat jahat kepadanya.
"Kok kamu bisa tersesat?"Bagaimana ceritanya?"Kata Rendi kaget.
"Tadi naik mobil mau pulang ke tempat bos aku malah kebablasan soalnya aku ketiduran,jadi aku diturunkan ditengah jalan."Kata Rini berbohong.
"Oh iya,mas Rendi bawa handphone gak?"Aku harus telpon Adel untuk mengatakan ke bos aku kalau aku baik-baik saja, takut bosku khawatir."Kata Rini saat teringat Johan.
"Mas Johan pasti saat ini sedang kebingungan mencari keberadaan aku."Kata Rini didalam hati.
"Jadi selama ini kamu bersama Adel?"Tanya Rendi.
"I..iya.."Jawab Rini kembali berbohong.
Gak mungkin kan,dia bilang tinggal sama cowok,bisa marah besar Rendi nanti.
"Ya sudah nih, telpon Adel.
Dia pasti sangat mengkhawatirkan kamu."Ucap Rendi sambil menyerahkan hpnya ke Rini.
"Mas Rendi bisa keluar dulu gak,he..he..malu lah mau ngomong sama Adel kalau mas Rendi ada di sini."Kata Rini.
"Kenapa mesti malu, sudah ngomong aja,aku bakal diam."Kata Rendi tidak mau pergi meninggalkan Rini didalam kamar sendirian.
"Mas Rendi, please...!"Kata Rini sambil tersenyum manis memohon.
"Oke..tapi nanti aku mau minta sesuatu dari kamu sebagai bayaran karena kamu sudah meminjam hp kesayanganku."Kata Rendi sambil tersenyum licik.
"Ba...bayaran?Aku gak punya duwit."Kata Rini nampak bingung.
"Pokoknya aku mau minta bayaran."Kata Rendi dengan tegas.
__ADS_1
"Ya sudah nanti gampang aku pikirkan, Sekarang mas Rendi keluar dulu,aku mau telpon Adel."Kata Rini sambil mendorong tubuh Rendi untuk keluar dari dalam kamar.
"Yes..."Kata Rendi kegirangan dengan sebuah rencana.