Ketulusan Cinta Rini 2

Ketulusan Cinta Rini 2
Usaha Rini untuk melarikan diri bagian 2.


__ADS_3

Setelah lima menit Rini duduk membiarkan nasi yang ia makan turun ke dalam perut dengan sempurna,ia kembali bangkit berdiri kembali.


Rin mencoba menggeser lemari yang sangat berat itu.


"Uuuh...berat sekali."Ucap Rini sambil mendorong lemari besar yang menutupi jendela.


Ceklek...


Tiba-tiba pintu dibuka oleh seseorang dari luar.


Rini dengan cepat duduk di bawah lemari besar itu pura-pura tidur.


Terlihat seorang laki-laki paruh baya yang tadi membawakan makanan untuk Rini kembali masuk ke dalam gudang untuk mengecek keadaan Rini saat mendengar ada suara berisik dari dalam gudang.Laki-laki itu ditugaskan untuk menjaga Rini oleh Siska agar tidak kabur.


Dia kembali menutup pintu gudang dan mengunci pintu itu lagi setelah memastikan didalam tidak ada apa-apa.


Siska setelah dari Bali langsung pergi ke Jakarta bersama kekasihnya yaitu Rizki karena tidak mungkin dia kembali ke Pekalongan tanpa suaminya, Siska tidak sengaja melihat Rini saat ia hendak pergi ke apartemen temannya yang ternyata berada di dekat apartemen Johan.


Timbullah rencana jahat Siska untuk membuat suaminya berhenti memikirkan kekasihnya itu.


Dengan bantuan tante dan omnya Siska yang tinggal di Jakarta, akhirnya Siska nekat menculik Rini untuk membuat hidup Rini menderita dan membuat Rendi,suami Siska merasa jijik dengan Rini ketika dia tau kalau Rini sudah tidak suci lagi.


"Huh.. untung saja."Kata Rini lirih sambil mengusap dadanya merasa lega karena tidak ketahuan kalau dirinya sedang berusaha kabur dari tempat itu melalui jendela yang ada di belakang lemari.


Mungkin laki-laki itu maupun Siska juga tidak tau kalau didalam gudang ada sebuah jendela.


Rini kembali berdiri dan berusaha mendorong lemari itu lagi.


Setelah hampir satu jam Rini mendorong lemari besar itu, akhirnya Rini sudah bisa melewati belakang lemari dengan cara memiringkan tubuhnya.


"Alhamdulillah, terimakasih ya Allah."Ucap Rini bersyukur akhirnya lemari itu berhasil ia jauhkan sedikit dari jendela.


Rini membuka jendela itu berlahan.


Klek...

__ADS_1


Jendela berhasil dibuka oleh Rini,dengan hati-hati Rini mencoba melihat keluar untuk memeriksa keadaan apa aman atau tidak untuk dia keluar dari tempat itu.


"Hem.. sepertinya aman,tapi tinggi sekali mamake....ternyata aku berada dilantai dua....!


Tunggu,ini dimana ya? seperti didaerah pedesaan,tapi kok sepi gak ada tetangga.Duh Gusti maha Agung, lindungi hambamu ini, Amin."Ucap Rini lirih sebelum memutuskan untuk keluar lewat jendela itu.


Rini mengangkat kaki kirinya untuk melangkah ke jendela lalu disusul kaki kanannya.


ia berjalan dengan hati-hati diatas genting.


"Haduh mak... bagaimana cara gue turun,ini tinggi sekali."Kata Rini lirih sambil melihat kebawah.


"Bismillah...ayok Rini,kamu pasti bisa,huh..."Ucap Rini sambil membuang nafasnya kasar.


Rini bergelantungan di kayu papan yang ada di atap rumah dua lantai itu,dan hap...


Rini terjun bebas setelah berada di ketinggian satu meter.


Bug...


Rini jatuh ketanah dengan posisi jongkok seperti kodok.


"Siapa itu..!"Teriak seseorang dari kejauhan.


"Hah..gue harus segera pergi dari tempat ini,kalau gak bisa kacau balau nih."Ucap Rini lirih,ia langsung bergegas lari ke semak-semak meninggalkan rumah seperti sebuah vila yang berada di tengah-tengah kebun.


Karena tempatnya sedikit curam dan terjal, serta licin membuat Rini terpeleset beberapa kali dan jatuh berguling-guling ditanah.baju dan wajahnya sampai kotor terkena tanah.


Rini dapat tersenyum merasa lega setelah merasakan sudah berada di tempat yang agak jauh dari rumah itu.


"Dimana rumah penduduk ya,persaan gue sudah lari cukup jauh tapi kok belum menemukan satu rumah pun ditempat ini,apa jangan-jangan gue salah jalan,oh tidak..gue tersesat,hiks...ibu..bapak.... Rini takut."Ucap Rini dengan tubuh gemetaran karena sangking takutnya.


Ia merasa tidak ada harapan untuk hidup, kedua kakinya tiba-tiba terasa lemas, pandangannya mulai kabur,tapi Rini paksakan untuk tetap jalan, berharap bisa bertemu dengan seseorang dan meminta pertolongan.


Langit tiba-tiba mendung tidak lama rintik-rintik hujan berjatuhan membasahi tubuh Rini,tapi Rini belum menemui seorangpun dan satu rumah pun untuk tempat berteduh.

__ADS_1


Ia berjalan sambil memeluk tubuhnya sendiri dengan kedua tangannya karena merasa kedinginan yang luar biasa, tubuhnya menggigil antara takut dan kedinginan.


"Ya Allah, apakah ini akhir dari hidup gue?Jika benar, semoga ada yang menemukan jasad gue nanti dan mengantarkannya ke orang tua gue, karena gue ingin dimakamkan di kampung halaman, gue gak mau tubuh gue ini membusuk di tempat ini tanpa di urus dengan baik."Ucap Rini sambil menggigil kedinginan.


"Mas Rendi... seandainya Rini diberi kehidupan lagi, Rini ingin hidup bersama mas Rendi.


Maaf mas, Rini kira mas Rendi beneran yang sudah menghamili Siska, Rini baru tau betapa jahat dan liciknya perempuan itu,dan sekarang Rini menyesal sudah tidak mau mendengarkan penjelasan mas Rendi waktu itu, malah pergi meninggalkan mas Rendi,hiks..."Ucap Rini lirih sambil terisak.


Hari semakin gelap, Rini terlihat sangat ketakutan berada ditempat sepi jauh dari rumah warga.


Saat hendak menyeberang jalan, karena keadaannya yang sudah sangat lemah,ia tidak bisa melihat jalan dengan baik,dari kejauhan samar-samar ia melihat ada sebuah cahaya mendekatinya, tiba-tiba...


"Aaa...."Rini berteriak saat ada sebuah mobil yang melintas didepannya,dan..


Brug...


Rini terjatuh tak sadarkan diri.


Si pemilik mobil langsung mengerem mobilnya sebelum menabrak seorang perempuan yang tiba-tiba melintas di depannya.


terlihat seorang laki-laki keluar dari mobil,ia berlari menghampiri Rini sambil menutup kepalanya sendiri menggunakan telapak tangannya karena gerimis, laki-laki itu langsung jongkok untuk melihat keadaan perempuan yang sudah tergeletak di tanah tidak sadarkan diri.


Laki-laki itu membalikkan badan perempuan itu,Di angkatnya tubuh Rini dan diletakkan di pangkuan laki-laki yang hampir menabraknya.


Ia terlihat sangat kaget saat melihat wajah Rini.


Dengan penuh ke khawatiran ia langsung menggenggam pergelangan tangan Rini untuk memastikan masih ada denyut nadi di pergelangan tangannya.


"Syukurlah.."Ucap laki-laki itu merasa lega saat merasakan masih ada denyut nadi di pergelangan tangan Rini,ia membopong tubuh Rini untuk dimasukkan ke dalam mobilnya,dan dengan kecepatan penuh laki-laki itu melajukan mobilnya kembali.


Sementara di tempat Rini tadi disekap terlihat Siska yang baru datang bersama seorang pemuda yang dibayar untuk mengambil kesucian Rini sedang marah-marah karena ternyata Rini berhasil kabur.


"Dasar bodoh,kenapa dia bisa kabur?"Kata Siska dengan suara tinggi kepada laki-laki paruh baya tapi memiliki badan kekar yang ditugaskan untuk menjaga dan mengawasi Rini.


"Maaf bos, perempuan itu ternyata keluar lewat jendela yang ada di dalam gudang.

__ADS_1


"Hah.. kok bisa? Memangnya gudang itu ada jendelanya?"Tanya Siska kaget.


"Aku aja baru tau bos, soalnya jendela itu ditutupi lemari jadi tidak kelihatan."Kata laki-laki itu menjelaskan.


__ADS_2