
Saat Rini sedang berjalan seorang diri ketempat penjual bakso tiba-tiba ada yang menarik tangannya dari belakang.
"A.."Teiak Rini kaget tapi langsung ditutup mulutnya oleh seseorang yang tadi menariknya.
Rini menggigit tangan orang itu dengan kuat karena merasa takut,ia takut diculik lagi seperti waktu itu.
"Aw..."Teriak seseorang yang ada dibelakangnya.
Rini langsung membalikkan badannya setelah orang itu melepas genggamannya.
"Kamu cewek model apa sih Rin?Suka banget gigit aku."Kata orang itu.
"Mas Rendi, ngapain mas Rendi disini?"Tanya Rini merasa terkejut.
"Kondangan."Jawab Rendi ketus sambil memegang tangannya yang berdarah karena gigitan dari Rini yang sangat kuat.
"Sakit ya?"Tanya Rini lagi sambil mendekatkan diri dan memegangi tangan Rendi.
"Sakit lah..gigimu mesti diganti tuh,tajem banget sampai berdarah tanganku."Kata Rendi sambil meniup tangannya sendiri.
"Siapa suruh ngagetin orang, bukan salah Rini dong, Rini lakukan itu karena takut diculik lagi."Protes Rini.
"Mas Rendi mending cepetan pergi dari sini, sebelum bapak Rini lihat,bapak sama ibu ada di sini lho mas,nanti bapak marah kalau lihat mas Rendi menemui Rini,mas Rendi lupa apa yang dikatakan bapak?"Kata Rini mengingatkan.
"Sini...mas gak perduli,harus ikut mas sekarang."Kata Rendi dengan ketus menggenggam tangan Rini dan menarik tangan Rini untuk ikut bersamanya.
"Mas Rendi mau bawa Rini kemana?Aku mau beli bakso, lepasin tangan Rini mas."Teriak Rini sambil berusaha melepas genggaman tangan Rendi yang begitu kuat.
"Kamu harus dikasih pelajaran agar tidak joget sembarangan dilihat banyak orang."Kata Rendi masih menggenggam tangan Rini berjalan menuju mobilnya yang diparkirkan di pinggir jalan karena disepanjang jalan di gang menuju rumah Sekar dipenuhi para penjual jadi Rendi terpaksa memarkirkan mobilnya di pinggir jalan sebelum masuk gang.
"Lho..itu kan kak Rini?Sama siapa dia?"Kata Ana yang melihat kakaknya sedang ditarik oleh seorang laki-laki, Ana tidak bisa melihat wajah laki-laki itu karena malam hari gelap jadi tidak terlalu jelas melihat wajahnya.
Saat Ana mau mengejar kakaknya tiba-tiba temannya meminta tolong Ana memilihkan liontin perak untuknya.
"Kamu mau bawa Rini kemana?Mas... lepasin tangan Rini dong.. nanti teman-teman Rini nyariin."Teriak Rini sambil menggoyangkan tangannya berusaha melepas genggaman tangan Rendi, setelah berjalan cukup jauh akhirnya mereka sampai di mobil Rendi.
"Masuk..!"Perintah Rendi membuka pintu mobil tanpa melepaskan tangan Rini.
__ADS_1
"Enggak.."Jawab Rini sambil memalingkan wajahnya.
"Masuk Atau...."Bentak Rendi mengancam sambil menatap tajam ke arah Rini.
"Huh.. kebiasaan..mas Rendi kenapa sih?bisa gak sih bersikap manis, Rini harus balik ketempat Sekar,mas.. Rini lapar pingin makan bakso!"Rengek Rini langsung masuk kedalam mobil karena takut melihat Rendi yang sepertinya sedang marah.
"Rendi menutup pintu mobil dengan kasar,lalu ia berlari menuju pintu sebelahnya, Rendi membukanya dan duduk di kursi kemudi,lalu ia jalankan mobilnya tanpa menoleh ke arah Rini yang sedang cemberut merasa kesal dengan sikap kekasihnya itu.
disepanjang jalan mereka saling diam, sampai akhirnya Rendi menghentikan mobilnya ditempat yang sepi
"Aku gak suka kamu berjoget didepan orang banyak, mereka terus menatapmu, memperhatikan goyangan-mu yang membuat mata mereka tidak mau berkedip. aku gak suka tubuhmu dilihatin laki-laki lain."Kata Rendi sambil memukul setir mobil.
"Haduh mas.. jadi kamu marah karena itu?Aku kan cuma joget doang mas, untuk sahabat gue karena dia yang minta sebagai hadiah pernikahannya."Kata Rini menjelaskan.
"Kamu kan bisa memberi hadiah yang lain,gak harus joget juga kan? Pokoknya aku gak suka orang lain memperhatikan tubuh kami."Bentak Rendi dengan suara keras dan kasar.
Rini menelan ludahnya sendiri jadi takut melihat Rendi.
"Tubuh kamu hanya milik aku seorang,hanya aku yang boleh melihat dan menyentuhnya."Kata Rendi terlihat sangat marah sambil mendekatkan wajahnya ke wajah Rini.
Rini merasa tegang, sambil menggigit bibir bawahnya, jantungnya berdetak kencang menatap wajah Rendi yang begitu dekat didepannya.
Rendi yang sudah dikuasai oleh amarah karena cemburu malah mencium bibir Rini dengan kasar, tangan kanannya masuk kedalam gaun yang dipakai Rini dan mengusap dengan lembut paha kekasihnya itu.
Terdengar suara lirih keluar dari mulut Rini tanpa sadar karena merasa geli dengan sentuhan lembut tangan Rendi di pahanya.
Rini langsung menarik tangan kekasihnya itu saat ia menyentuh miliknya.
"Ah... jangan mas."Ucap Rini lirih berusaha menghentikan aksi kekasihnya yang sudah mulai tidak terkendali.
"Mas..."Panggil Rini lirih karena tangan kekasihnya itu malah semakin masuk kedalam.
Sementara didalam sebuah kamar terlihat seorang perempuan sedang menerima telepon dari seseorang.
"Breng**sek..Aaa..!"Teriak perempuan itu langsung melempar handphonenya diatas kasur setelah menerima telepon dari seseorang.
"Kalian sungguh keterlaluan.. awas ya kalian berdua.
__ADS_1
Lihat saja, gue akan buat kalian berpisah untuk selamanya."Ucap perempuan itu sambil tersenyum licik.
Perempuan itu adalah Siska, diam-diam Siska menyuruh seseorang untuk mengikuti suaminya.
***
Tit-tulittuttit....
Terdengar bunyi handphone Rini terus berbunyi tapi tidak dihiraukan oleh sepasang kekasih yang sudah terlihat sangat kacau didalam mobil.
"Handphone aku bunyi mas,awas!"Kata Rini sambil mendorong tubuh Rendi yang sudah berada diatas tubuhnya.
"Biarkan."Kata Rendi masih belum menyingkir dari tubuh Rini sambil menciumi seluruh tubuh kekasihnya itu.
Tit-tulittuttit....
Terdengar bunyi handphone Rini lagi membuat Rendi terpaksa menghentikan aksinya karena merasa terganggu dengan bunyi handphone kekasihnya itu.
"Hah..."Rini langsung membetulkan duduknya dan mengatur nafasnya yang tidak beraturan lalu mengangkat panggilan telpon yang ternyata dari Adel.
"Halo Rin..lo beli bakso dimana sih?Lama banget."Kata Adel setelah panggilan telponnya diangkat oleh Rini.
"Em...gu..gue..."Rini berbicara gugup sambil menoleh kearah Rendi.
"Gue beli bakso dipinggir jalan dekat gang kerajan."Kata Rini asal.
"Gang kerajan?"Jauh amat."Kata Adel.
"I..iya Del, soalnya disini baksonya enak."Jelas Rini berbohong.
"Ya sudah cepetan, ditunggu teman-teman SMA kita dulu pada datang nih."Ucap Adel lalu dia mematikan panggilan telponnya.
"Hufh..."Rini membuang nafasnya kasar sambil memegang dadanya sendiri merasa lega.
"Jadi beli bakso gak?"Tanya Rendi yang sudah rapih kembali.Ia menggeser duduknya untuk membetulkan gaun Rini yang terbuka bagian atasnya akibat ulahnya tadi.
"Sorry...mas tidak bisa mengontrol naf**su mas gara-gara kamu tadi joget goyang ngebor diatas panggung,mas sangat marah saat banyak laki-laki yang terus melihat kearahmu, mereka terlihat begitu senang melihat goyanganmu yang bikin gemes."Ucap Rendi sambil merapikan rambut Rini yang berantakan.
__ADS_1
"Syukurlah Adel menelpon jadi kita gak sampai melakukan dosa lebih jauh lagi,aku gak mau hamil diluar nikah, aku gak mau mempermalukan kedua orang tuaku,kasihan ibu sama bapak, mereka pasti akan sangat malu saat mengetahui anak gadis mereka sudah tidak perawan lagi,kalau memang mas Rendi beneran sayang sama Rini, mas Rendi harus bisa menjaga kesucian Rini, tidak mengambilnya sebelum waktunya,sampai saatnya nanti kita sudah sah menjadi suami-istri."Kata Rini dengan wajah sendu.