Ketulusan Cinta Rini 2

Ketulusan Cinta Rini 2
Bab 49.Makan di restoran.


__ADS_3

"Lo mau kemana malam-malam keluyuran sendirian, memangnya lo gak takut di perkosa sama berandalan, Jakarta itu banyak orang jahat,jangan sembarangan kalau berada di Jakarta,ayok aku antar."Kata Johan menatap Rini dengan penuh kecurigaan.


"A .aku tersesat,aku gak tau harus kemana aku bingung."Kata Rini gugup.


"Tapi kalau gue antar ke kontrakan mbak lo terlalu jauh, kecuali kalau gue nanti boleh nginap di kontrakan kalian sih?"Kata Johan sambil tersenyum menggoda Rini.


"Ih.. sembarangan,bisa di marahin pak RT nanti."Kata Rini mendorong pelan tubuh Johan yang ada disampingnya.


"Terus gue mesti antar lo kemana dong?"Tanya Johan jadi bingung.


Kruyuk....


Perut Rini tiba-tiba berbunyi karena dari tadi siang Rini belum sempat makan, makanan yang tadi di belikan oleh Rendi pun belum sempat di buka karena Rini langsung pergi begitu mendengar percakapan nenek dengan Rendi waktu dirumah sakit.


"Lo lapar?"Tanya Johan melihat ke arah Rini saat mendengar bunyi perut Rini.


"He..he..."Rini hanya tertawa kecil sambil memegangi perutnya sendiri karena merasa malu.


"Ya sudah..ayok kita makan dulu, Kebetulan gue juga belum makan malam ini."Kata Johan menggandeng tangan Rini berjalan menuju motornya yang diparkiran di pinggir jalan.


Johan yang sedang mengendarai motor hendak pulang ke apartemen setelah seharian bekerja di perusahaan milik orang tuanya langsung menghentikan motornya saat melihat ada sekelompok pemuda sedang menarik-narik tangan perempuan.


Dia langsung berlari menghampiri para pemuda itu berniat hendak menolong perempuan yang terlihat sedang memberontak minta dilepaskan.


"Ayok naik."Kata Johan sambil memakai helm.


"Mas Johan tadi naik motor toh?"Kata Rini sambil melihat motor ninja warna hitam milik Johan.


"Iya..kenapa?Lo tidak suka naik motor?"Tanya Johan sambil naik diatas motornya.


"Siapa bilang aku gak suka naik motor.Aneh saja, seorang anak dari pak Joni Herlambang,pemilik perusahaan penerbit buku terbesar di Indonesia kok pergi-pergi naik motor."Kata Rini.


"Eh..kok tau kalau gue anaknya pak Joni Herlambang?"Kata Johan kaget.


"He..he...mas Wahyu yang cerita kalau pak Johan itu anaknya pak Joni Herlambang."Kata Rini menjelaskan sambil tertawa kecil.


"Tapi itu kan milik bokap, gue tetep aja gak punya apa-apa."Kata Johan cuek.

__ADS_1


"Ya sama ajalah."Kata Rini masih berdiri di samping motor Johan.


"Ayok cepat naik,Mau makan gak?Atau mau digangguin lagi sama para berandalan tadi."Kata Johan menakut-nakuti Rini yang masih berdiri di sampingnya.


"Ih..amit-amit,jangan sampai deh."Ucap Rini sambil naik motor dibelakang Johan.


Johan langsung menjalankan motornya begitu Rini sudah berada diatas motornya.


Ia menghentikan motornya didepan restoran seafood yang ada di daerah Pluit Jakarta Utara.


(πŸ€”Bener gak sih Pluit ada dijakarta Utara gaes? Maaf authornya kurang paham, maklum orang kampung,kalau salah mohon dikasih tau ya gaes..! πŸ˜πŸ™)


"Ayok kita masuk."Kata Johan setelah memarkirkan motornya di depan restoran seafood itu.


Dengan menegakkan badannya yang tegap dan berisi, Johan melangkah kedalam restoran yang terlihat mewah itu.


Ia menoleh ke belakang, terlihat Rini masih diluar nampak ragu-ragu, berjalan dengan sangat pelan dibelakangnya.


"Ealah..si bocah.."Kata Johan kesal saat melihat Rini yang masih berada diluar.


Ia membalikkan badannya dan berjalan menghampiri Rini.


"Aduh..mas Johan lepasin tanganku mas,malu dilihatin banyak orang."Kata Rini sambil menundukkan kepalanya karena merasa malu.


"Sudah..cuek saja.Toh kita juga tidak kenal sama mereka."Kata Johan terlihat cuek berjalan sambil menggandeng tangan Rini menuju ke kursi yang terlihat kosong.


Mereka duduk dikursi itu, tidak lama seorang pelayan restoran datang menghampiri mereka.


"Maaf bapak sama ibu mau pesan makanan apa?"Tanya pelayan itu sambil menyerahkan sebuah buku kecil yang berisi menu masakan yang tersedia di restorannya.


"Lo pingin makan sama apa Rin?"Tanya Johan menoleh ke arah Rini.


"Terserah sama mas Johan sajalah,nurut aja."Kata Rini pasrah.


"Ih.. jangan seperti itu,kalau gue pesen tikus goreng berarti kamu juga ikut."Kata Johan asal.


"Hah.. memangnya ada makanan tikus goreng disini mas?"Tanya Rini kaget dengan wajah polosnya.

__ADS_1


"Ha..ha.. nggak.. bercanda."Kata Johan merasa lucu dengan ekspresi wajah Rini.


"Aih...mas Johan bikin kaget saja, kirain ada beneran."Kata Rini dengan polosnya dengan wajah cemberut.


"Ha..ha.. ternyata lo mudah banget dikerjain." Kata Johan menertawakan sikap Rini.


"Ya sudah,aku mau ikan gurame sama udang asem manisnya juga ya mbak untuk dua porsi."Kata Johan sambil menyerahkan buku kecil itu kepada pelayan restoran.


"Baik pak, tunggu sebentar ya pak.


Kita siapkan dulu pesanan bapak sama ibu."Kata pelayan itu ramah,dia bergegas pergi untuk mengambilkan pesanan Johan.


"Buju buneng dah ... restorannya mewah banget yak!"Kata Rini sambil memperhatikan sekeliling restoran.


Dia merasa kagum dengan yang ada didalam restoran.


Johan hanya tersenyum geli melihat tingkah Rini.


"Biasa aja kali lihatnya mbak yu ..! seperti gak pernah masuk restoran aja."Kata Johan sambil tersenyum melihat tingkah Rini.


"Mau dengar suara hatiku yang terdalam gak? Sungguh aku baru pertama kali masuk restoran,dan ini sungguh luar biasa keren."Kata Rini bicara jujur apa adanya membuat siapapun merasa gemas melihat dirinya yang terlihat begitu menggemaskan.


"Ha..ha..lo tuh."Kata Johan sambil tertawa terbahak-bahak mendengar ucapan Rini yang begitu polos.


"Oh ya Rin..lo tadi Memangnya dari mana kok sampai tersesat."Kata Johan penasaran.


"Sabenarnya tadi aku kabur dari tempat cowok aku mas, karena keluarga cowokku gak setuju jika dia dekat denganku, mereka ingin dia menikah dengan perempuan lain.


Tapi nanti kalau mas Johan bertemu dengan mbak Bila jangan bilang-bilang ya mas tentang masalah aku,aku gak mau mbak Bila jadi sedih." Kata Rini dengan wajah yang tiba-tiba berubah sendu.


"Em .. begitu ceritanya!


Oke...dah jangan dipikirkan,kalau keluarga cowok lo gak setuju ya sudah tinggalkan saja dia,lo cari cowok lain,masih banyak kok cowok yang masih jomblo, yang lebih ganteng, keren,tajir keplintir,termasuk gue...,he..he.."Kata Johan sambil menggaruk kepalanya.


"Ceritanya mas Johan mau mandaftarkan diri untuk jadi pacar baruku nih ceritanya..? Apa tuh tajir keplintir?"Kata Rini kembali ceria mendengar ucapan Johan yang terdengar sangat konyol.


"Silahkan pak.. bu... makanannya."Kata seorang pelayan restoran tiba-tiba berada di samping mereka sambil meletakkan makanan pesanan Johan diatas meja.

__ADS_1


"Terimakasih mbak !"Kata Rini tersenyum menatap wajah pelayan restoran yang sangat sopan dan ramah.


"Sama-sama bu."Kata pelayan restoran,ia bergegas pergi meninggalkan mereka setelah selesai mengantarkan makanan pesanan Johan.


__ADS_2