
"Halo pak... posisi bapak sama ibu sekarang sudah ada dimana?"Tanya Agung menelpon bapaknya Salsabila.
"Bapak sama ibu sudah ada didalam terminal nak Agung."Jawab pak Karta di panggilan telpon.
"Maaf pak,bapak sama ibu memakai baju warna apa?Biar nanti aku bisa langsung tau dimana posisi bapak sama ibu.
"Oh iya nak Agung,ini bapak memakai celana panjang warna hitam dan jaket warna biru tua, sedangkan ibu memakai gamis warna coklat dan jilbab warna merah bermotif bunga kecil-kecil."Kata pak Karta memberitahu.
"Oke pak...Ya sudah,aku sebentar lagi sampai terminal, tunggu ya pak."Ucap Agung.
"Iya nak."Jawab pak Karta singkat.
Agung langsung mematikan panggilan telponnya setelah mendapat jawaban dari bapaknya Salsabila.
Saat sedang menunggu jemputan dari Agung, tiba-tiba ada dua pemuda dengan mengendarai sepeda motor menghampiri pak Karta dan bu Retno yang sedang berdiri.
"Bapak sama ibu mau kemana?"Tanya salah satu dari pemuda itu yang memakai baju seperti seorang preman turun dari sepeda motornya dan berjalan menghampiri kedua pasangan suami-istri yang sedang berdiri sambil menenteng tas ukuran besar berisi pakaian ditangan pak Karta sedang bu Retno menentang tas tenteng wanita berukuran sedang.
"Mari pak,kami antar."Katanya lagi sambil menarik tas yang digenggam pak Karta.
"Maaf nak,kami sudah ada yang menjemput,dia sedang dalam perjalanan ke sini."Kata pak Karta sopan menarik tasnya dari tangan pemuda itu.
"Sudah...biar kami yang antar kalian saja,ayok bu!"Kata pemuda yang satunya lagi menarik tas yang dipegang bu Retno.
"Eh...iki bocah piye toh..!Kamu kok maksa lho, kan suami ibu tadi sudah bilang kalau kita sudah ada yang jemput,malah narik tas ibu."Kata bu Retno langsung mendekap tasnya dengan erat.
"Hai.. jangan macam-macam sama kami ya anak muda, kalian pikir bapak gak berani sama kalian,kalau mau berniat baik jangan memaksa seperti itu dong."Bentak pak Karta sambil melotot kearah dua pemuda yang ada didepannya.
"Sudah jangan sok menasehati,sini tas kalian."Bentak salah satu pemuda itu langsung menarik tas yang sedang dipeluk oleh bu Retno.
Terjadilah tarik menarik antara bu Retno dan pemuda yang ternyata adalah seorang preman yang biasa datang di terminal itu ketika pagi hari masih sepi belum banyak orang yang datang di terminal itu.
"Ealah pak...tolong..."Teriak bu Retno sambil menarik tasnya dari tangan pemuda tadi.
__ADS_1
Dan saat bersamaan Agung datang.
Ia melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh saat melihat dua orang tua yang terlihat sedang diganggu oleh dua pemuda berpenampilan seperti seorang preman.
"Apa mereka kedua orang tua Salsa ya? Kurang ajar..siapa dua pemuda itu, beraninya dia sama calon mertua gue."Batin Agung sambil mengemudi mobil.
Siit...
Agung langsung menghentikan mobilnya pas didepan empat orang yang terlihat sedang tarik-menarik tas.
"Hai..."Teriak Agung langsung keluar dari mobil dan bergegas berlari kearah dua pemuda yang sedang mengganggu kedua pasangan suami-istri paruh baya.
Agung langsung memukul kedua pemuda yang sedang menarik tas pak karta dan bu Retno hingga membuat kedua pemuda itu sangat marah dan bersama-sama menyerang Agung.
Terjadilah perkelahian antara satu lawan dua.
Berkali-kali kedua pemuda itu mencoba memukul Agung dengan tinjunya,tapi dengan mudah Agung menangkis tinju mereka.
Tangan pemuda itu mungkin patah akibat dipelintir oleh Agung yang begitu kuat.
Setelah cukup lama berduel akhirnya kedua pemuda itu lari terbirit-birit karena ternyata lawan mereka bukan orang sembarangan,
Agung yang ternyata sangat pandai beladiri mampu membuat dua preman terminal Senen itu langsung kabur.
Agung langsung menghampiri kedua orang tua yang dari tadi hanya diam saja menonton aksi tiga laki-laki muda sedang berduel.
"Haduh nak... terimakasih sudah menolong kami,kamu tidak apa-apa nak?"Tanya bu Retno terlihat sangat khawatir melihat Agung yang berkelahi melawan dua pemuda yang terlihat kuat tapi ternyata tidak ada apa-apanya bagi seorang Agung.
"Aku baik-baik saja bu,bagaimana keadaan bapak sama ibu? Kalian baik-baik saja kan?"Tanya Agung dengan sopan.
"Terimakasih anak muda,kalau tadi kamu gak datang,gak tau deh apa yang bakal terjadi sama bapak dan istri bapak."Kata pak Karta.
"Ia pak sama-sama."Jawab Agung sambil tersenyum.
__ADS_1
"Em... maaf,apa bapak sama ibu ini kedua orang tuanya Salsabila?"Tanya Agung.
"Oalah....iya nak, kami orang tuanya Salsabila."Jawab bu Retno.
"Apa kamu nak Agung yang menelpon bapak, yang memberi kabar soal anak kami Salsabila?"
Lanjut pak Karta.
"Iya pak,aku Agung yang menelpon bapak sama ibu."Jawab Agung.
"Mari pak aku antar kalian ke tempat Salsabila saat ini sedang dirawat."Lanjut Agung mengajak kedua orang tua Salsabila untuk masuk kedalam mobilnya.
"Haduh.. maaf ya nak Agung,kami sudah sangat merepotkan kamu nak."Ucap bu Retno merasa tidak enak.
"Biasa saja bu,aku seneng malah bisa membantu kedua orang tuanya Salsa."Agung langsung menjalankan mobil begitu kedua orang tua Salsabila sudah berada didalam mobilnya.
"Maaf kalau boleh tanya,nak Agung kok baik banget sama anak ibu?Apa nak Agung itu adalah Agung yang sama dengan Bila ceritakan?"Tanya bu Retno ketika mereka sudah berada didalam mobil melakukan perjalanan kerumah sakit.
"Memangnya Salsabila cerita apa tentang Agung bu?"Tanya Agung sambil menyetir mobil.
"Bila bilang,kalau dia sedang dekat sama cowok yang bernama Agung,dan kedua orangtuanya dari cowoknya Bila ingin agar mereka cepat menikah."Bu Retno memberitahu apa yang Salsabila ceritakan waktu itu dipanggilan telpon.
"Iya bu,aku Agung pacarnya Salsabila.Rencananya kemarin sore pas malam tahun baru aku sama Salsabila mau pulang ke Jawa, kami mau ke Pekalongan tempat kakak pertama Agung sekalian mau ke tempat bapak sama ibu mau melamar Salsabila mumpung bapak sama ibunya Agung juga sedang ada disana,tapi siangnya Salsabila malah mengalami kecelakaan.
Maaf bu, Agung tidak bisa menjaga Salsabila dengan baik."Ucap Agung dengan wajah sendu.
"Gak apa nak Agung, justru kami yang berterimakasih karena nak Agung sudah menjaga dan terus menemani anak kami dengan keadaan seperti sekarang ini."Kata pak Karta.
"Kami sungguh bersyukur jika benar nak Agung mau menikah dengan anak kami, karena sesungguhnya kami sempat khawatir dengan Salsabila ketika dia bilang tidak mau menikah lagi.
Maaf,apa nak Agung sudah tau tentang anak kami Salsabila?Kalau dia sabenarnya sudah...."
"Aku sudah tau bu,itu bukan masalah buat aku karena aku tulus mencintainya tidak perduli dengan statusnya."Jawab Agung memotong pembicaraan bu Retno.
__ADS_1