Ketulusan Cinta Rini 2

Ketulusan Cinta Rini 2
Nadia.


__ADS_3

"Mas, lihat...ada penjual gado-gado disana."Kata Rini menunjuk sebuah gerobak penjual gado-gado dipinggir jalan saat mereka ada dijalan hendak pulang dari rumah sakit.


"Ayok mas,kita beli gado-gado dulu,aku lapar."Rengek Rini yang sudah lapar lagi.


"Haduh yang,jam berapa sekarang,kamu sudah lapar lagi?"Tanya Rendi kaget sambil melihat jam yang melingkar di pergelangan tangannya yang ternyata baru jam sepuluh pagi.


"Orang lapar kok suruh lihat jam,lapar ya makan."Jawab Rini sambil cemberut.


"He..he...iya sayang,ayok kita beli gado-gado."Ucap Rendi meminggirkan mobilnya berhenti didekat penjual gado-gado dipinggir jalan.Mereka keluar dari mobil dan berjalan menuju penjual gado-gado.


"Mas beli gado-gado satu porsi ya mas."Kata Rendi kepada penjual gado-gado.


"Iya mas tunggu sebentar."Jawab bapak penjual.


Sambil menunggu gado-gado pesanan mereka jadi, Rendi tak henti-hentinya menggoda Rini yang sudah terlihat sedikit gendutan membuat Rini jadi kesal,ia terus cemberut sambil memonyongkan bibirnya membuat Rendi jadi semakin gemas melihat tingkah istrinya.


"Hai.... lihat perempuan itu jeng,itu kan perempuan yang ada di toko waktu itu ya,"


"Iya benar jeng, laki-laki itu juga laki-laki yang sama dengan waktu itu, mereka jangan-jangan pasangan selingkuhan, diam-diam mereka selingkuh dari pasangan mereka masing-masing,kan kata perempuan waktu itu dia perempuan penggoda, hihihi..."


Terdengar bisik-bisik dari seseorang dibelakang Rini membuat Rini yang sedang marah gara-gara suaminya terus menggodanya langsung menoleh kebelakang untuk melihat perempuan yang sedang bergosip,ia menatap tajam dua perempuan yang ada dibelakangnya, wajahnya terlihat seperti seekor harimau yang siap menerkam mangsanya membuat dua perempuan yang sedang berada dibelakangnya langsung diam karena merasa takut dengan tatapan Rini yang seperti harimau kelaparan.


Rini langsung bangkit dari duduknya dan berjalan menghampiri dua perempuan yang berpenampilan sok keren.


"Kenapa kalian diam?Siapa perempuan penggoda?Siapa yang sedang selingkuh?"Tanya Rini dengan suara ketus.


"Eh.. enggak mbak,kita tadi sedang ngomongin perempuan yang tadi lewat."Kata salah satu perempuan itu ngeles.


"Kalian pikir aku gak tau siapa yang kalian bicarakan?Jaga mulut kalian kalau gak..., bisa menyon kalian punya mulut gara-gara ditampar orang,urus saja Keluarga kalian dengan baik, jangan suka ikut campur dengan urusan orang lain,mau kita sedang selingkuh atau enggak apa urusannya sama kalian,dia itu suamiku bukan selingkuhan aku, kalian mau saja dibohongi oleh perempuan yang tidak kalian kenal."Kata Rini berbicara dengan suara keras tanpa merasa takut.


Entah kenapa keberaniannya langsung datang saat mendengar ada orang yang membicarakan tentang dirinya.


Rendi yang tadi hendak memarahi dua perempuan yang sedang bergosip dibelakang mereka langsung diam saat melihat istrinya yang tiba-tiba bangkit dari duduknya dan dengan penuh keberanian memarahi dua perempuan paruh baya itu sampai membuat Rendi bengong.


"Sudah sayang,ayok kita duduk lagi, gado-gado kamu sudah jadi."Kata Rendi berusaha menenangkan istrinya yang sudah terlihat sangat marah.

__ADS_1


"Aku jadi gak lapar,ayok kita langsung pulang saja mas."Ucap Rini menarik tangan suaminya.


"Lha terus gado-gado kamu bagaimana sayang?"Tanya Rendi.


"Bungkus saja, nanti buat mbak Er."Jawab Rini.


Ia segera pergi meninggalkan suaminya yang masih diam mematung didepan penjual gado-gado.


"Bagaimana mas gado-gadonya?"Tanya bapak penjual.


"Tolong bungkus saja ya pak!"Jawab Rendi.


Akhirnya gado-gado yang tadi dipesan Rendi untuk istrinya dibungkus gara-gara istrinya marah.


"Bumil memang kadang menyusahkan."Gumam Rendi lirih.


"Jadi istrinya sedang hamil mas?"Tanya bapak penjual gado-gado yang tidak sengaja mendengar gumaman Rendi sambil memberikan kantong plastik yang berisi satu bungkus gado-gado.


"Iya pak."Jawab Rendi singkat.


******


Ditempat lain keesokan paginya.


Brak...


Terdengar suara pintu mobil ditutup dengan kasar oleh seseorang didepan pabrik tekstil milik kedua orang tua Agung.


Agung yang sedang berjalan langsung menoleh kebelakang saat mendengar suara keras dari pintu mobil.


"my honey...."Panggil seorang wanita dari belakang Agung sambil berlari menghampirinya.


"Ngapain lo datang kesini lagi?Dan satu lagi, jangan pernah panggil gue dengan sebutan itu karena kita sudah tidak ada hubungan apa-apa lagi.


Joko... Joko...!"Panggil Agung saat melihat orang kepercayaannya yang baru datang hendak masuk kedalam gedung tekstil itu.

__ADS_1


"Iya bos."Jawab Joko yang sedang berjalan masuk gedung langsung menoleh dan berlari menghampiri bosnya.


"Ko.. Tolong kamu urus perempuan ini, jangan biarkan dia masuk kedalam."Kata Agung sudah tidak mau berurusan dengan perempuan yang ada dihadapannya.


"Maaf nona,tolong jangan ganggu pak bos."Ucap Joko menghalangi perempuan yang nekat mau menemui Agung.


"Awas kamu."Kata perempuan itu menyingkirkan tubuh Joko dengan kasar.


"Sayang..kamu jangan seperti itu,aku ingin bicara denganmu."Ucap perempuan masih belum mau menyerah terus mengejar Agung yang sudah menjauhinya.


"Maaf nona Nadia,pak Agung tidak ingin bertemu dengan anda, beliau akan segera menikah tiga hari lagi jadi tolong jangan ganggu mereka."Kata Joko sambil menarik tangan perempuan itu yang ternyata adalah Nadia mantan pacar Agung.


"Hah..mau menikah?Tiga hari lagi?"Tanya Nadia kaget.


"Iya non."Jawab Joko singkat.


"Tidak bisa,dia tidak boleh menikah dengan perempuan lain selain aku."Kata Nadia tidak terima.


"Gung...kamu gak boleh menikah dengan perempuan lain selain aku sayang...!"Teriak Nadia berusaha menghentikan langkah kaki Agung tapi yang dipanggil terlihat cuek tidak perduli.


"Nona Nadia... jangan paksa saya bersikap kasar sama anda ya,"Bentak Joko dengan suara keras sambil menarik kasar tangan Nadia karena Nadia masih berusaha mengejar Agung.


"Awas... jangan pernah sentuh aku dengan tangan kotormu!"Nadia berganti membentak Joko dengan suara keras sambil menyingkirkan dan menghempaskan tangan Joko dengan kasar dari tangannya.


"What... tangan saya bersih kok non,gak kotor,tuh..."Ucap Joko malah bercanda sambil menunjukkan kedua telapak tangannya yang bersih.


"Huh..."Nadila menghentakkan kakinya dan bergegas pergi meninggalkan Joko yang masih berdiri.


"Hai Joko,bilang sama bos kamu itu, sampai kapanpun aku tidak bisa terima diperlakukan seperti ini,aku akan buat dia menyesal sudah meninggalkan aku, karena cuma aku yang benar-benar menyukai dia."Kata Nadia penuh percaya diri.


"Heh...tapi sepertinya pak Agung gak bakal balik sama nona,apalagi saat non Salsabila calon istrinya pak Agung tertabrak hingga lumpuh gara-gara nona,pak Agung tidak akan pernah kembali sama nona lagi,dia benar-benar sudah membenci nona."Kata Joko menjelaskan sambil tersenyum sinis kearah Nadia.


"A..apa?Lu..lumpuh, gara-gara aku?"Ucap Nadia yang baru tau kalau kekasih Agung yang baru ternyata lumpuh, yang dia tau waktu itu saat dia menemui Agung dan menciumnya secara tiba-tiba,hingga membuat perempuan yang bernama Salsabila masuk keruang kerja Agung. Perempuan itu terlihat sangat marah dan langsung pergi diikuti Agung yang juga ikut pergi mengejar Salsabila, akhirnya Nadia juga pergi keluar dari ruang kerja Agung karena Agung tidak juga kembali keruang kerjanya.


Setelah menemui Agung, Nadia pergi keluar kota bersama kedua orang tuanya.

__ADS_1


Ia tidak mengetahui sama sekali kalau ternyata pada hari itu Salsabila mengalami kecelakaan hingga membuat ia dirawat dan lumpuh.


__ADS_2