
Didalam mobil Salsabila hanya diam saja tanpa bersuara.
"Em... Sa...besok hari libur ada acara gak?"Tanya Agung memecahkan suasana.
"Gak ada."Jawab Salsabila singkat.
"Temenin gue ke pesta pernikahan temen gue mau ya...''Ucap Agung tanpa menoleh ke arah Salsabila, kedua matanya tetap fokus ke jalan.
"Kenapa harus saya?Sama kekasihnya bapak saja lah."Ucap Salsabila cuek.
"Pokoknya lo harus nemenin gue,ini perintah, lo gak boleh menolak."Kata Agung memaksa.
"Ha..!"Salsabila menatap Agung dengan tatapan heran.
"Besok gue jemput lo jam empat sore."Ucap Agung.
"Tapi pak?"Kata Salsabila hendak protes tapi Agung langsung memotong ucapan Salsabila.
"Gak ada tapi-tapian, pokoknya besok jam empat sore lo harus sudah siap."Kata Agung tegas.
"Huh... dasar laki-laki aneh,tadi main paksa suruh ikut mobilnya, sekarang main paksa ngajak ke pesta.Memangnya dia siapa gue,seenak wudele dewe bae lah...!"Kata Salsabila bergumam dalam hati.
"Kenapa?Lo ngomong sesuatu?Jangan suka mengumpat,nanti bisulan."Ucap Agung seakan mengetahui apa yang sedang dipikirkan perempuan cantik yang ada di sampingnya.
"Ish ..pak Agung sok tau,siapa juga yang mengumpat.yang benar tuh lagi ngedumel."Jelas Salsabila sambil cemberut.
"Ha ...ha...apa bedanya mengumpat sama ngedumel."Ucap Agung merasa lucu dengan ucapan perempuan yang ada di sebelahnya.
"Sudah..jangan ngambek,besok jam empat sore gue jemput ditempat tadi.Kalau sampai lo gak mau,gue pastikan lo bakal dipecat dari pabrik."Ucap Agung tegas.
Deg...
Jantung Salsabila seakan berhenti mendadak mendengar kata dipecat.
Salsabila menundukkan kepalanya merasa khawatir jika beneran dipecat.Pabrik itu tempat dirinya mencari Rizki untuk kedua orang tua dan adik-adiknya, bagaimana kalau sampai dirinya dipecat, Salsabila tidak bisa membantu kedua orangtuanya mencari uang untuk kebutuhan sehari-hari.
Karena bapaknya Salsabila sudah sering sakit-sakitan,tidak bisa bekerja seperti dulu lagi.Kata ibu Retno, yaitu ibunya Salsabila,pak Karta atau bapaknya Salsabila sudah satu minggu tidak bekerja ditoko mebel lagi karena tenaga pak Karta sudah tidak sanggup jika harus bekerja di toko mebel milik temannya pak Karta itu.
Salsabila harus bekerja keras demi orang tua dan adik-adiknya.
__ADS_1
"Aduh pak,saya jangan dipecat dong.Ya sudah saya besok temani bapak ke pesta tapi saya jangan dipecat ya pak, soalnya saya belum siap kalau harus jadi pengangguran."Ucap Salsabila memohon.
"Makanya besok lo temenin gue ke pesta.Dan satu lagi,jangan panggil gue pak lagi di luar pabrik, gue bukan bapak lo!"Ucap Agung tegas sambil menatap Salsabila singkat.
"Em... terus saya mesti panggil apa pak?"Tanya Salsabila sambil berpikir.
"Apa kek yang penting bukan pak."Jelas Agung.
"Om atau mas.."Kata Salsabila.
"What?emang gue om lo,gak mau..yang lain,mas juga gak mau terlalu pasaran."Ucap Agung ketus.
"Tapi kemarin-kemarin gue panggil pak Agung mas gak protes."
"Itu kemarin, sekarang sudah beda."Jawab Agung.
"Apa bedanya kemarin sama sekarang,pak gak boleh,mas gak boleh,om gak boleh.
Terus mesti bilang apa dong?Masa mesti bilang sayang,my honey, darling....iuh...gak banget deh,itu kan panggilan buat sepasang kekasih."Ucap Salsabila nampak kebingungan mencari panggilan yang pas untuk laki-laki yang ada di sampingnya itu. Sedangkan Agung hanya tersenyum mendengar ucapan Salsabila.
"Aha... bagaimana kalau abang saja ya pak!Em...abang Agung."Ucap Salsabila nampak malu saat mengucapkan kata itu.
"Duh biyung....rasanya gue pingin peluk perempuan yang ada di samping gue ini,hanya dengan dia memanggil gue abang saja,hati gue terasa berbunga-bunga."Ucap Agung didalam hati sambil tersenyum sendiri.
"Pak...bapak kenapa senyum-senyum sendiri?Apa bapak baik-baik saja?"Ucap Salsabila saat melihat Agung sedang senyum sendiri sambil mengemudikan mobilnya.
"Eh.. enggak apa-apa,gue cuma lagi merasa bahagia saja, akhirnya besok gue bisa datang ke pesta pernikahan temen gue."Ucap Agung sedikit gugup karena ketahuan sedang senyum sendiri.
"Eh tadi lo bilang apa?lo mau gue pecat panggil gue pak ." Kata Agung yang baru sadar kalau Salsabila memanggil dirinya dengan panggilan pak lagi.
"Iya maaf pak..eh ma...maksud saya abang."Kata Salsabila gugup.
"Nah..gitu dong,awas jangan sampai salah lagi."Ucap Agung sambil memarkirkan mobilnya di tempat parkir setelah mereka sudah sampai di depan pabrik garmen milik orang tua Agung.
Salsabila dan Agung turun dari mobil setelah mobil sudah terparkir dengan sempurna.
Banyak pasang mata yang menatap mereka dengan tatapan curiga.
Karena anak dari pemilik babrik datang satu mobil dengan karyawannya.Terdengar bisik-bisik dari para karyawan yang lain.
__ADS_1
Ada yang menatap kagum dengan Salsabila,ada juga yang menatap jijik, tidak suka dengan Salsabila.Mereka yang tidak suka dengan Salsabila menuduh Salsa sudah merayu anak pemilik perusahaan tekstil itu sehingga Salsa bisa satu mobil dengan Agung, anak dari pemilik perusahaan tekstil tempat mereka bekerja.
Salsa hanya menundukkan kepalanya merasa tidak enak, wajahnya berubah sendu.
Agung yang menyadari itu langsung menoleh ke belakang dan menatap tajam para karyawan yang sudah berbicara asal tentang Salsabila.
"Kalian memang tidak ada pekerjaan lain,jangan suka gosip di pagi hari kalau tidak ingin dipecat dari pabrik."Ucap Agung tegas sambil menatap tajam ke arah para karyawan yang sedang berjalan di belakangnya itu.Para karyawan itu langsung berhenti dan ketakutan melihat kemarahan anak dari pemilik perusahaan tekstil yang sebentar lagi akan menggantikan bapaknya untuk mengurus perusahaan.
Salsabila langsung berjalan menuju ruang kerjanya karena waktu sudah menunjukkan waktu untuk masuk kerja.Sedangkan Agung keruangannya sendiri.
"Om Agung...!"Panggil seseorang saat Agung sedang berjalan seorang diri menuju ruang kerjanya.
Agung menoleh ke belakang, terlihat Rendi sedang berjalan menghampirinya.
"Om Agung....maksud saya pak Agung baru sampai?Kok sampainya bisa barengan pak,hayo...bapak tadi habis ketemu siapa?"Kata Rendi menggoda om nya itu.
"Rendi...!Kamu mau gue pecat,kembali ke tempat kamu,awas kalau kamu berani macam-macam aku pecat kamu!"Bentak Agung mengancam sambil menahan tawa.
Agung pura-pura marah dangan ponakannya, walau yang sabenarnya Agung sedang bahagia karena pagi ini bisa berangkat ke pabrik dengan wanita pujaannya.
"Aduh maaf pak...saya tidak berani,ya sudah saya permisi pak."Ucap Rendi Langsung pergi meninggalkan Agung.
"Pak.... jangan lama-lama bawa calon mantu kerumah."Teriak Rendi sambil berjalan menjauhi om nya yang masih berdiri hendak jalan menuju ke ruangannya.
Agung langsung menoleh kebelakang melihat ponakannya yang sudah menjauh.
"Rendi..."Awas ya.. gue pecat lo nanti."Teriak Agung merasa kesal dengan sikap ponakannya itu.
Setelah berteriak mengancam ponakannya,Agung lalu tersenyum menatap punggung Rendi yang sudah menjauh.
Teringat olehnya pembicaraan antara dirinya dan Salsabila tadi pagi didalam mobil miliknya.
Andrew membalikan badannya untuk kembali berjalan menuju ruang kerjanya dengan bibir yang masih mengembang.
........
........
Yok ayo yok... jangan lupa kasih like dan komennya ya semuanya...kalau suka sama cerita ini,agar authornya bisa memperbaiki kesalahannya dan bisa kembali menulis dengan lebih baik lagi, maaf ya buat para pembaca kalau tulisannya banyak yang salah,soalnya masih baru belajar, terimakasih...!🥰🙏
__ADS_1