
Disebuah apartemen, tampak seorang perempuan terlihat sibuk membuat makanan di dapur.
Dia adalah Rini,yang bekerja di apartemen Johan.
Ceklek...
Pintu apartemen dibuka oleh seseorang dari luar.
Terdengar suara langkah kaki seseorang mendekati Rini yang sedang berada di dapur.
Karena terlalu asyik memasak sambil mendengarkan musik, Rini tidak menyadari kalau ada seseorang yang masuk kedalam apartemen.
"Em....bau masakan."Kata laki-laki itu,dia berjalan menuju dapur, dilihatnya seorang perempuan tengah asyik memasak sambil berjoget-joget.
Sedang apa lo Rin?"Kata seorang laki-laki yang sudah berada di belakang Rini.
Rini terlihat sangat kaget langsung menoleh kebelakang.
"Eh..haduh...hampir saja jantungku mau copot.
Mas johan ngagetin aja ih.
mas Johan pulang kokgak ada suaranya sih? Tau-tau nongol aja di dapur, untuk jantungku masih setia di tempatnya!"Kata Rini kepada seorang laki-laki yang baru datang,dia adalah Johan,si pemilik apartemen.
"Memangnya jantung lo mau kemana?Sedang membuat apa lo malam-malam begini?"Tanya Johan penasaran.
"Aku lapar mas, dari tadi perutku keroncongan minta diisi,jadi aku bikin nasgor aja deh,he..he..
Mas Johan mau?"Tapi aku cuma bikin nasgor sepiring saja,aku bikinin lagi ya kalau mas Johan mau.Kata Rini sambil memperlihatkan piring berisi nasgor yang sudah matang.
"Em..gak usahlah,tapi... sepertinya enak tuh.. boleh minta gak?"Kata Johan.
"Boleh dong..ya sudah ayok kita makan bareng."Kata Rini sambil meletakkan piring di atas meja.
Ia menarik kursi agar berdekatan dengan tempat duduk dirinya.
"Sini mas,duduk sini kalau mau minta nasgor buatan Rini yang super lezat."Kata Rini dengan penuh percaya diri.
"Ah Tenane....!Mencurigakan deh."Kata Johan sambil duduk di sebelah Rini.
"Ya elah,mas Johan meremehkan kemampuanku.Aku Rini, seorang calon koki hebat di dunia."Kata Rini dengan sombongnya.
"Ehem....koki hebat apaan, kemarin aja masakannya keasinan."Ledek Johan.
"He..he...kalau soal yang kemarin,itu mah kesalahan teknis mas,salah kasih garam.
__ADS_1
Rini mau nambahin gula putih malah yang Rini ambil garam, berarti yang salah bukan Rini,tapi tangan Rini."Kata Rini membela diri.
"Ya sama saja lah,makanya kalau sedang masak jangan sambil melamun,jadi salah kasih bumbu kan."Kata Johan menasehati.
Ia menyendok nasi goreng buatan Rini dan langsung melahapnya.
"Em... asin...!"Kata Johan dengan ekspresi wajah seperti seseorang yang sedang merasakan masakan yang tidak enak.
"Ah..masa sih?"Kata Rini kaget,ia langsung menyendok nasi goreng dan menyuapkan nasi ke mulutnya sendiri.
"Enggak kok."Kata Rini setelah makan nasgor buatan sendiri.
"Menurutku ini sangat lezat."Kata Rini memuji masakannya sendiri.
"Ah.. bebek silem,ya iyalah...orang lo yang masak,ya lo bilang enak lah!"Kata Johan.
"Tapi ini beneran enak lho mas, mulut mas Johan paling yang bermasalah, mesti di bawa ke dokter spesialis itu mas.kalau gak diperiksa bisa bahaya."Kata Rini malah menakut-nakuti Johan.
"Eladalah..bocah..."Kata Johan lirih sambil menepuk keningnya sendiri.
"Ayok mas Johan mesti nyobain sekali lagi nasgornya."Perintah Rini.
"Ya lah.. nurut aja."Kata Johan kembali menyendok nasi goreng,lalu menyuapkan nasgor ke mulutnya sendiri.
"Ih..masa sih mas?Tapi tadi aku makan kok enggak ya."Kata Rini jadi penasaran,dia kembali menyendok nasi goreng dan langsung memakannya.
"Tuh kan.....gak asin!"Kata Rini sambil mengunyah nasi goreng.
"Ha..ha..kena tipu lagi."Kata Johan sambil tertawa terbahak-bahak merasa senang bisa ngerjain Rini lagi.
"Ih..mas Johan bohong."Kata Rini sambil mencubit lengan Johan.
"Awas ya.."Kata Rini sambil menatap tajam ke arah Johan yang sudah berdiri hendak pergi.
Tapi wajah Rini Tiba-tiba berubah sendu.
"Hai..kok lo diam?lo marah ya? Maaf,tadi gue cuma bercanda."Kata Johan jadi merasa bersalah kembali duduk di sebelah Rini.
"Gak apa-apa kok mas, Rini jadi ingat sama mas Rendi.
Dulu mas Rendi juga suja ngerjain aku seperti ini,kita dulu juga sering makan sepiring berdua seperti ini."Kata Rini dengan mata yang sudah terlihat berkaca-kaca mengingat kenangan saat bersama kekasihnya.
"Sudahlah Rin,lo jangan ingat-ingat kenangan bersama laki-laki yang sudah menyakiti hati lo itu.
Pokoknya lo harus bisa melupakan dia.
__ADS_1
Ayok tunjukkan kalau lo bisa melupakan dia."Kata Johan tidak mau melihat Rini bersedih lagi.
"Maaf Rin, sabenarnya Rendi cowok lo itu,malam ini mungkin sudah menikah dengan perempuan lain, kemarin Wahyu bilang sama gue,kalau dia mau pulang kampung menghadiri acara pernikahan sahabatnya yang bernama Rendi.Apakah Rendi yang dimaksud Wahyu itu adalah Rendi pacar lo? Harus kah gue bilang ke Rini soal Rendi?"Kata Johan didalam hati sambil menatap wajah Rini.
"Ah.. Rini gak boleh tau soal ini, nanti dia akan semakin terluka hatinya kalau mengetahui bahwa pacarnya sudah menikah dengan perempuan lain."Johan kembali berbicara didalam hati.
"Hayo....kok mas Johan malah bengong...!"Kata Rini sambil menatap wajah Johan.
"He..he... habisnya lo sedih, gue nya jadi gak enak lah."Kata Johan asal.
"Ayok mas suapin biar gak sedih lagi,sini...ayok a..."Kata Johan sambil menyendokkan nasi ke mulut Rini.
"Ih..ogah lah disuapin, seperti anak kecil saja."Kata Rini langsung menutup mulutnya sendiri.
"Ayok buka mulutnya.. Katanya lapar."Kata Johan sambil menarik paksa tangan Rini dan memaksa Rini untuk membuka mulutnya.
"Em.... "Rini masih belum mau membuka mulutnya sambil menggelengkan kepalanya.
Tapi Johan tidak mau menyerah begitu saja,dia malah menggenggam erat tangan Rini.
"Ya sudah.. gue kelitikin nih!"Kata Johan menggelitiki tubuh Rini.
"Ha..ha..mas Johan pemaksaan."Kata Rini sambil tertawa merasa geli dengan sikap Johan yang sangat berlebihan.
Ampun mas..ha..ha.."Kata Rini sambil tertawa terbahak-bahak.
"Makanya jangan sedih.Gue gak suka lihat lo sedih seperti itu."Kata Johan sambil tersenyum melihat wajah Rini yang sudah kembali ceria.
Johan sangat menyayangi Rini,dia sudah menganggap Rini sebagai adiknya sendiri.
"Ih..sadis banget mas Johan lah."Kata Rini sambil membersihkan nasi goreng yang tadi sempat jatuh di bajunya karena ulah Johan.
"Ayok habiskan nasgornya, sudah itu cepatlah tidur, sekarang sudah larut malam.
gue masuk kamar dulu ya."Kata Johan sambil berdiri dari duduknya dan berjalan menuju kamarnya.
Apartemen milik Johan terdapat dua kamar tidur,satu untuk dirinya dan satu lagi kamar untuk tamu yang sekarang ditempati Rini.
"Lho.. katanya mas Johan mau makan nasgor buatan Rini."Kata Rini sambil menatap punggung Johan.
"Buat lo sajalah,tadi gue sudah makan, Tapi besok pagi lo harus buatkan untuk gue ya, yang enak seperti itu,awas jangan sampai keasinan."Kata Johan sambil berjalan.
"Siap bos."Kata Rini dengan tegas seperti seorang polisi yang sedang mendapatkan perintah dari komandannya.
Sementara di Pekalongan, Rendi memilih tidur di atas sofa daripada dengan istrinya sendiri.
__ADS_1