Ketulusan Cinta Rini 2

Ketulusan Cinta Rini 2
Bab 62.Bos somplak


__ADS_3

"Ini bocah kemana sih?Jam segini kok belum pulang."Kata Johan sambil melihat jam menunjukkan pukul delapan malam.


Ceklek...


Tiba-tiba pintu apartemen dibuka dari depan.


"Panjang umur...."Kata Johan setelah melihat siapa yang datang.


"Eh..pak bos sudah pulang toh...he..he...!"Kata Rini sambil ketawa kecil memperlihatkan giginya yang kinclong.


"Darimana lo...jam segini baru pulang!Gak sopan,masa majikannya dulu yang pulang duluan."Kata Johan pura-pura marah.


"Sorry bos...tadi ketemu teman lama jadi lupa pulang deh."Kata Rini sambil membuka pintu kamarnya dan meletakkan topi dan sepatunya di balik pintu kamar.


Rini menutup pintu kamarnya lagi,lalu dia berjalan menghampiri Johan yang sedang duduk di sofa depan.


"Mas Johan sudah makan belum?Rini buatkan makanan ya mas?"Kata Rini.


"Lho..tadi ada tamu ya mas?"Tanya Rini saat melihat ada dua cangkir diatas meja.


"Iya,tadi Wahyu datang kesini."Jawab Johan.


"Hah..ma..mas Wahyu datang kesini mas? Terus dia tau gak kalau Rini tinggal disini?Mas Johan gak bilang kan,kalau Rini tinggal di sini? Waduh bisa gawat nih kalau sampai mas Wahyu tau aku tinggal di sini mas."Kata Rini terus nyerocos tanpa memberi kesempatan Johan untuk menjawab pertanyaannya yang sudah seperti kereta api itu panjangnya.


"Kok berhenti...?dah capek?Kata Johan setelah Rini berhenti bicara.


"Sudah sini duduk, gue pingin bicara sama lo."Kata Johan tiba-tiba bicara sopan seperti pertama kali baru ketemu,tidak lo gue lagi.


"Mau bicara apa mas?"Tanya Rini penasaran sambil duduk disamping Johan.


"Gue mau tanya, tolong lo jawab yang jujur ya? Karena gue gak mau lihat teman baik gue menderita karena cintanya bertepuk sebelah tangan."Kata Johan.


"Bertepuk sebelah tangan bagaimana maksudnya?"Kata Rini bingung.


"Sabenarnya bagaimana perasaan lo dengan Wahyu Rin?"Tanya Johan.


"Mas Wahyu?Apa mas Wahyu mengatakan sesuatu mas?"Tanya Rini penasaran.


"Jawab dulu pertanyaan gue. "Kata Johan.


"Perasaan Rini sama mas Wahyu,ya sama seperti perasaan Rini sama mas Johan.

__ADS_1


Kalian berdua sangat baik,aku menyukai mas Wahyu dan mas Johan seperti aku menyayangi kakak-kakak ku sendiri."Kata Rini menjelaskan.


"Jadi lo tidak mencintainya?"Kata Johan memastikan.


"Ya enggaklah..aku memang suka sama mas Wahyu,tapi hanya sebagai teman saja.


Dulu waktu pertama kali bertemu dengan mas Wahyu, aku juga sempat berpikir kalau aku mungkin jatuh cinta dengannya, setiap kali melihat wajah mas Wahyu aku merasa seperti melayang.Tapi ternyata itu hanya perasaan mengagumi saja bukan cinta setelah aku mengenal teman mas Wahyu.


Padahal dulu aku sangat membenci temannya mas Wahyu yang bernama mas Rendi.


Pinginnya marah terus kalau ketemu mas Rendi, habis dia orangnya sombong, cuek beda banget dengan mas Wahyu yang lembut dan perhatian."Kata Rini.


"Memang seperti apa perasaan lo dengan tuh cowok yang bernama Rendi?"Tanya Johan penasaran.


"Campur-Campur.


Ada sedih, bahagia,takut.


Padahal pertama kali bertemu, dia tuh cuek banget, bicaranya ketus,suka marah-marah.


Tapi semakin sering bertemu dengan mas Rendi, hidupku jadi banyak warna.


Kami tetap bersama walau banyak orang yang berusaha memisahkan kami.


Tapi sekarang..."Rini tidak melanjutkan ucapannya,ia menundukkan kepalanya karena merasa sedih karena pada akhirnya mereka harus berpisah karena Rendi dipaksa menikah dengan perempuan pilihan kedua orang tuanya.


"Berarti dia bukan jodoh lo Rin.


Seperti kata pepatah, cinta tidak harus memilik.


Ya begitulah,kita boleh mencintai seseorang,tapi bukan berarti kita harus miliki dia.


Lo harus bisa melupakan orang yang bernama Rendi itu Rin, mulailah membuka hati lo untuk laki-laki lain yang beneran sayang dengan lo,mau menerima diri lo apa adanya.


Laki-laki yang bisa memberi lo kebahagiaan dan kenyamanan,yang bisa melindungi lo dari orang jahat.


Yah.... contohnya seperti gue inilah ya...sudah kaya,baik hati,suka menolong,jago beladiri,dan yang penting bisa kasih segalanya termasuk... urusan di ranjang nanti."Kata Johan mulai menggoda Rini lagi yang terlihat murung setelah menceritakan tentang kekasihnya itu.


"Ih....mulai deh mas Johan, sombongnya keluar tuh! Ih amit-amit deh jangan sampai aku suka sama pak bos yang satu ini,hi...."Kata Rini langsung bangun dari duduknya dan berlari menjauh dari Johan karena merasa merinding mendengar ucapan Johan yang terdengar menggelikan.


"Hey.....awas hati-hati kalau ngomong,gue sumpahin lo biar jatuh cinta beneran sama gue baru tau rasa lo!"Kata Johan menyumpahi.

__ADS_1


"Bodoh amat."Jawab Rini terlihat cuek.


"Wah... berarti lo ngarep kalau nanti kita bakalan jadian, terus nikah."Kata Johan sambil tersenyum menatap wajah Rini yang sudah mulai merah.


"Ih..mas Johan ngeselin banget sih...mau makan gak?Tak buatin makanan kalau mas Johan mau makan."Kata Rini sambil berjalan ke dapur.


"Mau makan lo saja boleh tidak?"Kata Johan masih menggoda Rini.


Johan paling suka bikin Rini jadi salting, karena wajah Rini jadi terlihat menggemaskan kalau sudah mulai salting gara-gara ucapannya yang menuju ke urusan orang dewasa.


Ucapan Johan kadang memang terlalu berlebihan dalam bercanda membuat Rini jadi kesal campur malu sendiri.


"Huh..makan tuh kaca."Kata Rini asal.


"Memangnya ane kuda lumping...suruh makan kaca.


Yang benar aja ye...ane disuruh makan kaca,


Alah nyak, babe tolongin ane...!Tapi kalau kaca ditambahin dua huruf lagi seneng banget ane tuh,ditambah huruf n sama g jadinya kaca+ng jadi kacang.


Em...kriyuk-kriyuk gurih."Kata Johan sambil tersenyum melihat Rini yang sedang menyiapkan bahan-bahan untuk membuat makanan.


"Alah mboh lah,karepmu dewe ngomong opo bos."Kat Rini dengan bahasa Jawa yang tentu saja tidak dimengerti sama Johan karena Johan orang Betawi asli,gak bisa ngomong Jawa.


"Apa?mboh dewe karep....,apa sih artinya...? Mohon berbicara dengan bahasa nasional ya, dilarang berbicara dengan menggunakan bahasa planet lain."Kata Johan yang tidak mengerti arti dari ucapan Rini.


"Yo wes ben duwe bos sing somplak


Yo wes ben omongane sing soak.


Seneng gawe aku dadi salting


Nanging aku moh melu sinting."Rini malah bernyanyi sendiri mengikuti nada dari lagu bojo galak,yang dinyanyikan oleh Via Vallen.


Tapi diubah jadi bos galak oleh Rini.


Johan yang mendengar nyanyian Rini jadi semakin bingung karena memang gak bisa bahaya Jawa.


(Maaf ya buat penyanyi dan pencipta lagu bojo galak, Rini gak bermaksud merubah atau bermaksud menghina lagu itu, Rini sangat menyukai lagu bojo galak,disini Rini cuma mau menghibur para pembaca aja.


Jangan marah ya kk🙏)

__ADS_1


__ADS_2