Ketulusan Cinta Rini 2

Ketulusan Cinta Rini 2
Bertemu lagi.


__ADS_3

Siang hari yang lumayan panas, terlihat seorang perempuan dengan dandanan seperti anak cowok nampak tenang membawa sepeda motornya.


Ia menjalankan sepeda motornya dengan kecepatan penuh menerobos jalanan kota Jakarta yang dipenuhi debu dan


polusi.


Jika gadis-gadis yang lain sangat takut kulit mereka akan berubah menjadi hitam jika terkena sinar matahari dan wajah mereka menjadi kusam karena terkena polusi udara,tapi lain dengan seorang perempuan yang satu ini yang bernama Adel,ia terlihat begitu cuek tidak terlalu memikirkan soal penampilannya.


"Waduh...lampu merah lagi, kacau-balau...!"Ucap Adel sambil melihat jam yang melingkar di pergelangan tangannya yang sudah menunjukkan pukul satu lebih dua puluh menit.


Saat bersamaan ada sebuah mobil yang juga berhenti tepat disamping Adel.


Si pemilik mobil awalnya terlihat cuek, kedua matanya fokus melihat kedepan,tapi saat ia menoleh kesamping,ia langsung menurunkan kaca pintu mobil disampingnya saat melihat wajah Adel dari samping.


"Hai..lo perempuan yang sudah bikin mobil gue lecet waktu itu kan? Akhirnya kita bertemu lagi."Kata seorang pemuda tampan pemilik mobil.


Adel menoleh ke arah mobil, terlihat seorang pemuda yang terlihat tidak asing bagi Adel.


Ia menyipitkan matanya sambil berfikir.


"O...lo laki-laki sombong itu."Jawab Adel saat sudah mengingat siapa pemuda yang ada disampingnya.


"Lo masih punya urusan sama gue,jadi kita harus bicara."Teriak pemuda tampan itu dengan suara keras karena berisik terdengar suara mesin kendaraan.


"Bodoh amat,we.."Jawab Adel menjulurkan lidahnya dan bergegas menjalankan sepeda motornya kembali karena lampu sudah berubah berwarna hijau.


"Eh..sialan lo,awas kalau sampai ketemu lagi."Teriak pemuda tampan itu menatap kepergian Adel dari dalam mobilnya.


Pemuda tampan itu adalah Julius,teman Agung yang merupakan kakak ipar dari Bowo, Bowo adalah pamannya Rini.


Tiiin..


Terdengar suara klakson mobil dari belakangnya karena mobil didepannya tidak juga jalan padahal lampu sudah berganti warna membuat pengendara mobil yang ada dibelakangnya merasa kesal dan marah,Si pengendara mobil yang ternyata adalah Julius langsung menjalankan mobilnya untuk melanjutkan perjalanannya hendak pulang dari tempat kerjanya.


"Ini semua gara-gara perempuan sialan itu,kenapa sih, setiap ketemu tuh cewek gue selalu sial,awas saja kalau sampai gue ketemu dia lagi.

__ADS_1


Pokoknya dia harus mengganti rugi biaya yang sudah gue keluarin buat perbaiki nih mobil kesayangan gue gara-gara ulahnya."Gumam Julius lirih sambil menyetir mobilnya.


Sementara Adel yang sudah terlambat masuk kelas,ia segera berlari menuju gedung kampus tempat ia mencari ilmu setelah memarkirkan motornya terlebih dahulu ditempat parkiran motor.


Adel, panggil seseorang saat ia sedang terburu-buru hendak masuk kedalam gedung kampus tempat ia mencari ilmu.


"Wahyu... Ngapain lo kesini?"Tanya Adel terkejut saat ia melihat seorang pemuda yang sedang berlari menghampirinya.


"Maaf Del, gue sengaja menemui lo disini karena akhir-akhir ini susah banget ditemui."Jawab Wahyu sambil mengatur nafasnya yang tidak beraturan karena ia terpaksa harus berlari dari tempatnya bekerja sampai ketempat kuliah Adel yang ternyata letaknya ada di seberang jalan tidak jauh dari kantor tempat Wahyu bekerja.


"Lo lari tadi kesini Yu, sampai nafas lo ngos-ngosan seperti itu,lha motor lo mana?"Tanya Adel.


"Gue gak bawa motor,gue tadi ke kantor naik angkutan umum."Jawab Wahyu jujur.


"Ya sudah nanti saja kita bahas masalah itu,gue harus cepat-cepat masuk, kalau gak gue bisa dihukum sama pak Ridwan, sekarang mata pelajaran dia,bisa disuruh bersihin seluruh toilet gedung ini kalau gue telat masuk."Kata Adel hendak masuk kedalam gedung tapi dicegah oleh Wahyu.


"Nanti pulangnya bareng gue ya Del,gue tunggu dikantor ada yang ingin gue bicarakan sama lo,ini penting."Kata Wahyu menggenggam tangan Adel.


"Oke-oke,ya sudah lepasin tangan gue,nanti gue kekantor lo sepulang kuliah."Jawab Adel.


"Beneran ya Del,lo gue tunggu ditempat kerja gue,awas kalau sampai lo bohong."Teriak Wahyu dari depan gedung kampus tapi tidak ada jawaban dari Adel, Adel terus berlari masuk kedalam kelasnya karena sudah sangat terlambat.


Dan benar saja, baru Adel masuk kedalam kelas,pak Ridwan guru ekonomi yang terkenal galak dan suka menghukum mahasiswa-mahasiswi nya jika ada yang terlambat masuk kedalam kelas saat ada mata pelajarannya juga masuk kedalam kelas satu menit setelah Adel duduk di tempat duduknya.


"Selamat siang anak-anak."Sapa pak Ridwan dengan suara beratnya khas pak Ridwan.


"Selamat siang pak."Jawab para mahasiswa-mahasiswi bersamaan.


Mereka kembali diam tidak ada yang berani berbicara saat pak Ridwan yang merupakan dosen atau guru ekonomi sudah mulai menerangkan materi pelajarannya.


Hanya ada keheningan didalam ruangan itu saat dosen itu memberikan soal ujian untuk mereka.


Setelah satu jam mengerjakan soal-soal yang di berikan oleh dosen mereka, akhirnya jam pelajaran pun berakhir, semua terlihat lega saat mendengar suara bel berakhirnya jam mata pelajaran ekonomi.


"Oke... ayok kumpul Jawaban kalian sekarang."Perintah pak Ridwan dengan suara beratnya yang suka ditakuti oleh mahasiswa dan mahasiswinya.

__ADS_1


"Yah.. punya gue belum selesai lagi."Ucap seorang perempuan yang duduk disamping Adel.


"Ya sudah ayok kita kumpulkan saja,aku juga kurang satu nomor 13 susah banget,ah bodoh amat gue jawab asal aja."Ucap Adel mengajak temannya.


"Adel... tunggu,kamu ikut keruangan bapak,ada hal yang ingin bapak bicarakan sama kamu,ini menyangkut nilai-nilai kamu yang belakangan ini sangat buruk."Kata pak Ridwan saat Adel hendak keluar dari kelas.


"Waduh... mampus gue."Gumam Adel lirih.


"Iya pak."Jawab Adel dengan suara tegas.


"Hayo lo del, dihukum bersihin toilet lagi...!"Bisik seorang pemuda tampan sambil berjalan melewati Adel yang sedang diam berdiri.


"Sabar Del, Semangat."Kata seorang perempuan yang tadi bersamanya.


"Oke, thanks."Jawab Adel sambil tersenyum menatap sahabatnya itu.


"Ayok saudari Adel."Ajak pak Ridwan.


Adel berjalan mengikuti langkah kaki pak Ridwan menuju ruangan guru atau dosen ekonomi itu.


"Adel Mahendra....kenapa nilai kamu dalam satu minggu ini seperti ini."Kata pak Ridwan menyodorkan map berwarna biru ke Adel,yang didalamnya berisi nilai dari semua mata kuliah milik Adel setelah mereka sudah berada didalam ruangan pak Ridwan.


"Adel membuka map berwarna biru itu,ia tertawa kecil memamerkan deretan giginya sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal setelah melihat nilai dia yang banyak angka merahnya.


"Maaf pak, sudah satu minggu aku sibuk banget sering diundang buat manggung jadi tidak belajar deh."Jawab Adel menjelaskan sambil menggaruk kepalanya.


"Bapak tidak mau dengar apapun alasan dari kamu Adel,kamu harus mengerjakan ini,dan serahkan ke bapak tiga hari lagi untuk menambah nilai kamu yang kebakaran itu."Kata pak Ridwan menyerahkan beberapa lembar kertas kepada Adel yang berisi soal-soal.


"Buju busyet pak banyak banget...masa cuma tiga hari waktunya pak,mana bisa Adel mengerjakan semua soal ini dalam waktu tiga hari pak."Protes Adel.


"Pokoknya kamu harus serahkan itu ke bapak tiga hari lagi,titik."Kata pak Ridwan tidak mau dibantah.


"Tapi pak .. kejamnya bapak nih,hiks..."Ucap Adel dengan ekspresi wajah sedih.


"Tidak ada kata tapi-tapian, Kalau kamu ingin lulus maka kamu harus menyelesaikan soal-soal itu dalam waktu tiga hari tidak boleh lebih kalau gak, terpaksa kamu tahun ini tidak lulus."Ucap pak Ridwan dengan tegas.

__ADS_1


__ADS_2