Ketulusan Cinta Rini 2

Ketulusan Cinta Rini 2
Kamu mau diantar Mas apa Ayah?


__ADS_3

"Siapa ya Yah, kira-kira perempuan yang sudah mengatakan bahwa Bunda bukan ibu kandung Chelsea? Apa mau perempuan itu?Kenapa dia mengatakan Bunda jahat sudah memisahkan anak dan ibu kandungnya, padahal Bunda aja gak tau ibu kandungnya Chelsea."Kata Rini saat malam harinya ketika mereka sudah berada didalam kamarnya masing-masing.


"Gak taulah, mending kita tidur aja yok, Ayah lelah banget pingin tidur."Ucap Rendi memeluk tubuh istrinya seperti sedang memeluk bantal guling.


Tuliling... tulililiing....


Terdengar handphone Rini berbunyi.


"Aduh...siapa sih malam-malam telpon,gak tau apa orang mau tidur."Kata Rendi nampak kesal tidurnya terganggu karena suara handphone istrinya yang terdengar begitu nyaring mengagetkan Rendi yang sudah mulai memejamkan matanya.


"Maaf Yah, sebentar Bunda lihat dulu siapa yang telpon,siapa tau penting."Rini langsung bangun dan bergegas turun dari ranjang untuk mengambil handphonenya yang diletakkan di atas meja riasnya.


"Inul,ada apa dia malam-malam telpon gumamnya setelah melihat layar handphone tertulis nama Erna.


Rini keluar, ke teras kamarnya agar tidak menggangu suami yang kelihatannya sangat kelelahan.


"Hallo Nul,ada apa tumben malam-malam telpon."Ucap Rini setelah mengangkat panggilan telpon dari Inul.


"Sorry Rin ganggu waktu istirahat kamu,aku telpon malam-malam soalnya dari tadi mau telpon gak sempet pegang handphone, warung rame pembeli sekarang baru sempat pegang handphone setelah warung tutup,"Jelas Inul.


"Iya lah...gak apa-apa,aku bisa ngertiin kok, syukurlah semoga usaha kalian dikampung lancar,laris manis!"Do'a Rini.


"Amin...."Jawab Inul.


"Oh ya Rin, bagaimana keadaan Chelsea?Tadi sore Chelsea telpon aku menanyakan kejadian 17 tahun yang lalu,maaf ya Rin,aku terpaksa cerita ke Chelsea tentang siapa dia karena anak kamu itu terus bertanya."Jelas Inul merasa tidak enak.


"Oh...jadi tadi pagi Chelsea minta nomor handphone kamu untuk menanyakan soal itu Nul?Iya Nul gak apa-apa, mungkin ini saatnya dia mengetahui kebenarannya.


Terus apa yang dia tanyakan ke kamu Nul?"Rini berusaha bersikap tenang.


Lama Rini diam mendengarkan ucapan Inul melalui panggilan telpon, entah apa yang diucapkan oleh Inul kepada Rini yang jelas itu adalah hal yang sangat penting agar Rini dan suaminya tetap waspada karena mungkin saja ada orang yang berniat buruk ke keluarga Rini dan Rendi.


"Oke Nul, terimakasih infonya ya,aku akan lebih berhati-hati lagi, sabenarnya aku juga mencurigainya,aku coba selidiki masalah ini,jika ternyata memang dia pelakunya,aku tidak akan tinggal diam lagi,dari dulu dia sudah sering berusaha menyingkirkan aku,tapi selalu gagal,aku tidak akan membiarkan dia merusak rumah tanggaku,aku akan lawan dia."Ucap Rini penuh keberanian.


"Maaf ya Rin,aku cuma bisa bilang seperti itu, sabenarnya Adel waktu itu juga mencurigainya,dia mau ngomong sama kamu takut kamu marah jadi dia putuskan untuk tidak memberitahu kamu.Ternyata Adel mempunyai pikiran yang sama dengan aku."Jelas Inul.


"Oke Nul, sekali lagi terimakasih karena kamu masih perduli dengan keluarga aku."Ucap Rini, tidak lama panggilan telpon dimatikan.


Rini diam sebentar sambil berdiri di-teras kamarnya, memandang langit yang terlihat gelap tak berbintang, karena malam terlihat mendung sepertinya bakalan turun hujan, jadi tidak ada bintang yang muncul di langit.


Rini membalikkan badannya dan berjalan masuk kembali kedalam kamarnya, pintu teras kamarnya dikuncinya lagi, lalu ia merebahkan tubuhnya disamping suaminya setelah sebelumnya mencharger handphonenya yang lowbat.

__ADS_1


Ditatapnya wajah suaminya yang terlihat tenang dalam tidurnya,lalu iapun memejamkan matanya.


******


"Selamat pagi anak-anak, bagaimana tidur kalian? Nyenyak?"Sapa Rini ke putra putrinya yang baru keluar dari dalam kamar masing-masing.


"Selamat pagi Bunda."Sapa kedua anak Rini bersama.


"Kalian mau sarapan roti apa nasi goreng?Tadi sudah dimasakin nasi goreng sama Mbak,enak lho...! Bunda sudah nyobain, tumben si Mbak masak nasi gorengnya enak banget."Kata Rini memberitahu.


"Beneran Bun?Aku mau dong Bun!"Kata Fareal langsung menyodorkan piring kosong ke Bundanya.


Rini menyendokkan satu centong nasi goreng kedalam piring milik Fareal.


"Kamu mau juga gak sayang?"Tanya Rini ke Chelsea.


"Enggak ah Bun,aku mau roti pakai selai strawberry aja."Jawab Chelsea tidak terlalu suka makan nasi goreng.


"Oke."Ucap Rini mengambil dua lembar roti tawar diletakkan di atas piring kecil,lalu ia olesi roti tawar itu dengan selai strawberry kesukaan Chelsea.


"Ini sayang."Ucap Rini meletakkan piring kecil yang berisi roti tawar didepan Chelsea.


"Terimakasih Bunda."Ucap Chelsea tulus sambil tersenyum manis menatap Bundanya.


"Punya ayah mana Bun?"Tanya Rendi yang baru datang.


"Sudah Bunda siapin dong buat Ayah,roti bakar spesial buatan Bunda untuk Ayah tercinta."Kata Rini meletakkan roti bakar yang baru dikeluarkan dari dalam oven didepan suaminya sedang yang sudah duduk disampingnya.


"Terimakasih bunda."Ucap Rendi mengecup singkat pipi istrinya.


kedua anaknya hanya diam saja, mereka sibuk dengan makanan mereka masing-masing, karena itu hal biasa yang sering mereka lihat.


Rendi sengaja bersikap seperti itu bukan untuk pamer kemesraan didepan anak-anaknya tapi untuk menunjukkan ke mereka kalau kita harus saling menyayangi.


"Chels, nanti kamu pulangnya Bunda yang jemput ya sayang, sekalian Bunda mau ajak kamu ke Mall."


"Iya Bunda."Kata Chelsea.


"Mau nyari apa memangnya Bun?"Tanya Rendi penasaran.


"Ada deh...."Jawab Rini.

__ADS_1


Ayah...bagi duwit...He...."Lanjut Rini sambil memamerkan deretan giginya alias nyengir.


"Wadoh... pagi-pagi sudah ditodong."Ucap Rendi merogoh kantong celananya.


"Berapa?"Tanya Rendi.


Rini membisikkan sesuatu ke telinga suaminya.


"Oh...ya sudah kamu pakai ini saja kalau begitu soalnya Ayah lagi gak pegang uang sebanyak itu."Rendi menyerahkan kartu kreditnya.


Entah apa yang dibisikkan oleh Rini sehingga Rendi memberikan kartu kredit kepadanya.


"Bunda mencurigakan deh,mau beli apa sih Bun? Sampai harus pakai kartu kredit milik Ayah?"Ucap Fareal penasaran.


"Gak usah kepo lah,ini urusan emak-emak,anak kecil diam saja."Jawab Rini santai.


"Ih... dasar emak-emak rempong."Lanjut Fareal sambil mengunyah nasi goreng.


"Kamu gak makan ayam gorengnya Mas? Kok masih utuh ayam gorengnya?Itu kan kesukaan kamu Mas?"Tanya Rini saat melihat ayam goreng diatas piring didepannya yang masih utuh belum ada yang mengambilnya.


"Buat nanti siang aja,aku tadi sudah ambil telor mata sapinya."Jawab Fareal.


"Aku berangkat dulu ya Bun, Ayah."Lanjut Fareal setelah menghabiskan susu buatan Bundanya.


"Kok nasinya gak dihabiskan Nak?"Tanya Rini melihat piring didepan Fareal masih ada nasi gorengnya.


"Sudah kenyang Bun."Jawab Fareal mencium punggung tangan Bunda dan Ayahnya bergantian.


"Ayok Dek,kamu mau diantar Mas apa Ayah?"Tanya Fareal ke Chelsea yang sedang makan roti tawar.


"Emang mas Fareal mau antar aku ke sekolah?" Chelsea balik bertanya,ia nampak terkejut tiba-tiba kakaknya mau mengantar dirinya kesekolah.


"Ini Tawaran terakhir lho ya, mumpung suasana hati mas lagi baik,belum tentu besok bakal baik seperti ini."Ucap Fareal sambil berjalan meninggalkan adik dan kedua orangtuanya yang masih berada diruang makan.


"I...iya... ikut Mas, tungguin."Chelsea langsung meminum susunya yang masih penuh,lalu menghampiri kedua orang tuanya untuk berpamitan.


"Bunda, Ayah, Chelsea berangkat dulu ya."Ucap Chelsea mencium punggung tangan kedua orang tuanya bergantian.


"Hati-hati Nak."Kata Rini.


"Fa...bawa motornya jangan ngebut-ngebut.Antar adik kamu sampai sekolahannya, pastikan adik kamu masuk kedalam sekolahannya baru kamu pergi ke kampus."Teriak Rini ke anak laki-lakinya yang sudah berada didepan.

__ADS_1


"Iya Bunda sayang...."Terdengar suara Fareal yang begitu keras sampai ke ruang makan.


__ADS_2