Ketulusan Cinta Rini 2

Ketulusan Cinta Rini 2
Ternyata.


__ADS_3

Brak....


Siska menutup pintu kamarnya dengan kasar karena kesal dengan sikap suaminya membuat asisten rumah tangga mereka yang sedang mencuci piring didapur terkejut hingga loncat sangking kagetnya.


"Owalah maaak....Duh Gusti... ada apa lagi sih dengan istrinya den Rendi,tiap hari kerjaannya marah-marah terus."Kata seorang perempuan memakai jilbab yang sedang mencuci piring.


Sementara didalam kamar yang lain Rendi juga terlihat sangat kacau,ia merebahkan tubuhnya di atas kasur dengan posisi telentang, kedua tangannya direntangkan dengan kedua mata terpejam.


Dirinya memang sudah menikah dan tinggal satu rumah dengan istrinya dirumah pak Burhan dan bu Citra,tapi mereka tidak pernah tidur bersama.


Rendi lebih memilih tidur dikamar yang biasa dipakai Agung jika ia pulang kerumah kakaknya,ia kekamarnya jika mau mengambil bajunya atau untuk membersihkan diri saja.


Malam semakin larut tapi Rendi belum juga bisa tidur,ia mengambil handphonenya berniat ingin menelpon kekasihnya tapi ia urungkan niatnya,ia hanya melihat foto-foto kekasihnya yang ia simpan di galeri foto dalam handphonenya.


Ia tersenyum melihat wajah kekasihnya yang selalu membuatnya merasa tenang.


Terbayang olehnya saat ia sedang bersama kekasihnya itu, hangat dan kenyal kulitnya masih terasa saat ia mengusap lembut tubuh kekasihnya dan bermain-main disana merasakan kehangatan tubuh kekasihnya yang sempat membuat dia lupa diri dan hampir melakukan hal yang sangat memalukan.


"Ah..."Terdengar suara Rendi lirih sambil memejamkan matanya dan tersenyum membayangkan ketika sedang mengusap lembut tubuh kekasihnya dan mencium bibir mungil kekasihnya yang selalu ia rindukan untuk selalu mengunjunginya.


Hingga akhirnya ia tertidur dengan senyum di bibirnya.


Pagi harinya terlihat bu Citra sudah terlihat rapih berjalan menuruni tangga sambil memapah tubuh suaminya untuk turun ke lantai satu, sesampai di bawah bu Citra membantu suaminya untuk duduk dikursi roda yang sengaja diletakkan di bawah tangga.


Mereka menyediakan dua kursi roda,satu diletakkan di lantai dua dan satunya ada di lantai satu agar mereka tidak capek membawa naik turun kursi roda yang lumayan berat.


Bu Citra mendorong kursi roda suaminya keruang tengah dan membiarkan suaminya disana sambil menonton acara televisi sedang dia pergi kedapur membuat sarapan suaminya.


Ia kembali keruang tengah sambil membawa semangkuk bubur dan segelas teh hangat untuk suaminya.


Dengan telaten ia suapi suaminya makan bubur sampai habis,


"Selamat pagi ma,pa!"Sapa Siska yang baru keluar dari kamarnya.


"Selamat pagi sayang,mana suamimu?Semalam suamimu pulang jam berapa sayang? Tanya bu Citra yang tidak tau semalam anaknya pulang,lain dengan pak Burhan yang tau jika semalam anak dan menantunya bertengkar di halaman rumahnya ketika anaknya baru pulang dari kondangan tapi dia tidak bisa berkata apa-apa karena mulutnya terasa kaku untuk bicara,ia hanya diam sambil menatap tajam ke arah menantunya,gak tsu apa yang sedang ia pikirkan.

__ADS_1


"Sis, nanti tolong jagain papa sebentar ya sayang, mama pingin ikut Rendi ke konveksi sebentar,mau lihat keadaan disana,papa sudah sarapan kok,nanti tolong beri papa makan lagi kalau siang mama belum pulang."Kata bu Citra minta tolong.


"Iya ma gak apa-apa,biar papa sama Siska aja kalau mama mau ke konveksi."Jawab Siska.


"Makasih ya sayang, suamimu kok belum turun sih? Memangnya belum bangun,kan kemarin mama sudah bilang mau ikut ke konveksi,mama suruh berangkat pagi-pagi saja.


Apa jangan-jangan dia lupa ya?"Tanya bu Citra.


"Paling sebentar lagi juga turun ma."Jawab Siska.


"Nah..itu mas Rendi sudah turun ma."Lanjut Siska sambil menunjuk ke arah suaminya yang sedang berjalan dengan memakai baju rapih siap untuk pergi.


"Pagi ma,pa..!"Sapa Rendi menghampiri kedua orang tuanya.


"Ayok kita berangkat ke konveksi sekarang Ren!"Ajak bu Citra.


"Sebentar dong ma, Rendi sarapan dulu."Protes Rendi.


"Nanti gampang beli makanan di warteg bu Sumi sajalah Ren."Kata bu Citra sudah tidak sabar ingin cepat-cepat ke konveksi karena ada hal penting yang ingin dia ketahui.


bu Citra ingin menyelidikinya sendiri karena Rendi sudah cukup kuwalahan mengurusi masalah dari kedua konveksi miliknya yang lain.


Pak Burhan dan bu Citra memiliki tiga konveksi di daerah Pekalongan tapi berbeda tempat.


Satu masih ditempat yang lumayan dekat dengan rumah mereka dan yang dua lagi berada di desa yang lain tapi masih diwilayah Pekalongan.


"Mbak,tolong mangkuk sama gelas ini dibawa ke belakang ya mbak, nanti tolong buatkan bubur lagi untuk tuan ya mbak,saya mau keluar sebentar."Pesan bu Citra kepada asisten rumah tangganya.


"Baik nyonya."Jawab asisten rumah tangganya itu singkat sambil menundukkan kepalanya mengambil mangkuk dan gelas kotor yang ada diatas meja.


"Ya sudah saya tinggal,nitip tuan ya mbak,kalau ada apa-apa cepat hubungi saya atau Rendi ya mbak.."Lanjut bu Citra


"Sis..mama pergi dulu ya nak,nitip papa.


Kalau ada apa-apa cepat telpon mama atau suamimu ya sayang!"Kata bu Citra kepada menantunya.

__ADS_1


"Iya ma."Jawab Siska.


Setelah ibu mertua dan suaminya pergi, Siska mendorong kursi roda pak Burhan ke ruang tengah.


Sebentar ya pa, Siska mau sarapan dulu,papa sama mbak dulu ya pa."Kata Siska dengan suara lembut lalu ia berjalan mencari asisten rumah tangga mertuanya.


"Mbak..mbak...!"Panggil Siska dengan suara keras memanggil asisten rumah tangganya.


"Iya non."Jawab mbak sambil berlari menghampiri Siska.


"Mbak,tolong jagain tuan,aku mau sarapan."Kata Siska dengan angkuhnya.


"Iya non."Jawab si mbak


"Merepotkan saja."Kata Siska lirih sambil berjalan ke ruang makan.


Seharian Siska malah asyik telponan dengan temannya sedang pak Burhan si mbak yang mengurusnya, mengantar ke kamar mandi, membuatkan bubur dan menyuapinya, Siska sama sekali tidak mau mengurus mertuanya itu,ia serahkan semuanya kepada asisten rumah tangga mertuanya.


Pukul 13.30 WIB.bu Citra pulang diantar oleh orang kepercayaan pak Burhan yang ditugaskan untuk mengawasi konveksi.


"Hay Sis... maaf ya sayang,mama lama."Ucap bu Citra setelah masuk kedalam rumah melihat menantunya sedang berada diruang tengah bersama suaminya menonton acara televisi.


"Iya ma,gak apa-apa kok ma, Siska seneng kok ngurus papa."Kata Siska sambil tersenyum manis sok baik dan perhatian padahal seharian pak Burhan si mbak yang menjaga dan mengurusnya.


Pak Burhan hanya diam saja dengan wajah sendu menatap menantunya yang ternyata pintar berbohong.


****


Brak....


Siska membanting barang-barang yang ada didalam kamarnya membuat isi kamarnya seperti kapal pecah.


"Sayang..kamu kenapa nak?"Tanya bunda Karmila.


Pagi-pagi Siska pulang kerumah kedua orangtuanya karena merasa kesal dengan suami dan kedua mertuanya yang membuat dia pusing.

__ADS_1


__ADS_2