
"Bu.. Agung berangkat ke pabrik dulu ya bu."Kata Agung sambil berjalan setengah berlari turun kelantai satu.
"Gung.. kamu gak sarapan dulu nak?"Teriak Nenek.
"Nanti beli makanan di warung dekat pabrik saja bu!"Teriak Agung dari lantai satu.
Agung membuka pintu gerbang lalu naik kedalam mobilnya dan menjalankan mobilnya untuk keluar gerbang.Setelah berada diluar gerbang, Agung menutup pintu gerbangnya kembali.Tidak lama terdengar suara mobil Agung berjalan meninggalkan rumah.
"Om Agung sudah berangkat ke pabrik ya Nek?Kok buru-buru banget sih om Agung. Tumben, padahal baru jam setengah tujuh lho,biasanya jam sembilan baru sampai pabrik."Kata Rendi yang baru keluar dari kamarnya langsung menghampiri Neneknya yang sedang berada di ruang tengah lantai dua sambil menyiapkan makanan dimeja makan untuk mereka sarapan.
"Berarti om kamu sudah mulai serius ngurus pabrik Ren...! Akhirnya anak itu mau menggantikan bapaknya ngurus pabrik,nenek seneng lihat om kamu yang sekarang Ren, sudah tiga hari ini om kamu terlihat bersemangat berangkat ke pabrik, apa mungkin gara-gara perempuan yang dimaksudkan Agung waktu itu ya Ren?Coba deh kamu selidiki Ren,siapa kira-kira perempuan yang sedang Agung taksir itu!"Kata nenek merasa penasaran dengan perempuan yang dibicarakan oleh anaknya waktu itu.
"Malas ah Nek,kalau ketahuan om Agung bisa dipecat Rendi dari pabrik.Mending nenek Tanya aja sama Joko, yang selalu menemani om Agung kan Joko nek."Kata Agung memberitahu.
"Oh iya... Nenek lupa kalau ada Joko,em....."Ucap Nenek sambil tersenyum seperti sedang merencanakan sesuatu.
"Kamu jadi gak hari ini jemput Rini kesini Ren?Kamu gak kasian sama nenekmu ini Ren? Cepatlah ajak Rini kesini."Kata Nenek penuh harap.
"Iya nek, nanti siang sepulang dari pabrik Rendi ketempat Rini."Kata Rendi sambil makan roti tawar yang sudah dipanggang terlebih dahulu.
Tiap pagi Nenek menyiapkan roti panggang dan teh anget untuk Rendi karena Rendi tidak mau makan nasi kalau pagi hari.
.........
Sementara Agung sedang mengendarai mobilnya menuju suatu tempat yang berlawanan dengan arah menuju pabriknya.
Agung menghentikan mobilnya di depan gang sempit yang ada di depan supermarket.
Agung diam dengan kedua matanya tidak berpindah dari gang sempit yang ada di sampingnya.dia seperti sedang menunggu seseorang keluar dari gang sempit itu.
Tidak lama terlihat sebuah motor keluar dari dalam gang,tampak seorang perempuan memakai helm berboncengan dengan seorang pemuda yang terlihat masih muda yang juga memakai helm.wajah perempuan itu tidak asing lagi bagi Agung,dia adalah Salsabila, perempuan yang bekerja di pabriknya.
__ADS_1
Agung langsung keluar dari mobilnya ketika melihat Salsabila dibonceng laki-laki.
Laki-laki itu adalah tukang ojek langganan Salsabila.
"Sa.... tunggu...!"Panggil Agung berusaha menghentikan motor yang ditumpangi oleh Salsabila.
"Mas... berhenti sebentar."Ucap Salsabila sambil menoleh ke belakang.
"Pak Agung...!"Ucap Salsabila nampak terkejut melihat seorang wakil pemilik pabrik tempatnya bekerja ada dibelakangnya.
"Sa...lo ikut gue aja ya."Kata Agung setelah berada di samping Salsabila.
Ia berbicara dengan bahasa yang biasa ia gunakan ketika bersama teman-temannya yaitu menggunakan lo-gue tidak saya kamu lagi.
"Gak bisa pak,saya sudah diantar sama mas tukang ojek langganan saya."Kata Salsabila menolak.
"Sudah..ayok lo ikut gue aja,ini mas ongkos perempuan ini, sekarang biarkan dia ikut gue."Kata Agung sambil menggenggam tangan Salsabila dan menyerahkan uang seratus ribuan kearah tukang ojek itu.
"Ambillah uang ini,gak usah di kembalikan, ini ongkosnya perempuan ini."Kata Agung masih menggenggam tangan Salsabila.
"Ya sudah saya ikut sama orang ini."Kata Salsabila merasa tidak enak sambil turun dari motor.
"Beneran mbak Salsa gak apa-apa,tapi dia siapa?Aku gak mau mbak Salsa kenapa-kenapa."Ucap tukang ojek itu nampak khawatir.
"Enggak apa-apa, lebih baik kamu terima saja uangnya, istrimu kan mau melahirkan, butuh banyak biaya untuk persalinan nanti,dia bos aku mas,dia orang baik kok."Ucap Salsabila sambil tersenyum menatap tukang ojek yang sudah dua tahun dengan setia selalu mengantar jemput dirinya selama bekerja di pabrik tekstil milik orang tua Agung.
Tukang ojek itu menerima uang seratus ribuan dari Agung.
"Ya sudah aku terima uang nya,tapi aku minta tolong sama bapak, tolong mbak Bila nya jangan diapa-apain ya pak, nitip mbak Bila.
Kalau sampai terjadi sesuatu sama mbak Bila,bapak tidak akan pernah aku lepaskan!"Kata tukang ojek mengancam.
__ADS_1
Karena Salsabila sudah mas tukang ojek anggap seperti saudara bagi mas tukang ojek itu.
"Tenang saja pak, insya Allah Salsabila aman sama gue."Ucap Agung meyakinkan tukang ojek.
Tukang ojek itu akhirnya pergi menjalankan motornya kembali ke pangkalan.
Agung menarik tangan Salsabila untuk berjalan menuju mobilnya.
Agung dua hari yang lalu mendapat informasi tentang siapa Salsabila dari Joko, Agung memaksa Joko menceritakan masa lalu Salsabila,dia sudah tau kalau Salsabila adalah seorang janda.Agung tidak perduli dengan status Salsabila, Agung justru merasa senang karena ternyata ketakutannya selama ini salah.Agung kira Salsabila masih berstatus menjadi seorang istri,tapi ternyata dia sudah menjadi janda.Agung jadi semakin bersemangat untuk mendekati Salsabila yang ternyata masih sendiri.
"Maaf pak,kalau saya boleh tau, sabenarnya ada apa ya....kenapa saya harus ikut sama bapak?"Tanya Salsabila sambil berjalan mengikuti langkah kaki Agung.
"Lo kenapa masih panggil gue pak sih Sa?Lo lupa..ini kan lagi diluar tempat kerja,jadi panggil gue yang lain saja dong Sa."Kata Agung protes tidak suka dengan panggilan dari Salsabila setelah mereka sudah berada di dalam mobil.
"Aduh pak, gak berani."Ucap Salsabila lagi.
"Bapak pagi-pagi Kok sudah ada di sini pak?
Sumpah deh, kaget banget saya tadi pak!"Lanjut Salsabila.
"Gue cuma kebetulan lewat sini aja kok,eh tiba-tiba lihat lo lagi berboncengan motor dengan seseorang,ya sudah gue panggil saja."Ucap Agung sedikit berbohong.
padahal Agung pergi pagi-pagi memang sengaja datang untuk menjemputnya.
"Kenapa?Apa lo gak suka pergi ke pabrik sama gue?"
"Bukan begitu pak,saya takut suami saya marah kalau tau saya dijemput sama laki-laki lain."Kata Salsabila mencari alasan yang jitu.
"Suami lo gak mungkin marah lah sa...kenapa sih lo mesti bohong."Ucap Agung dalam hati.
"Pak...kok diam saja?Pasti bapak lagi berpikir takut dimarahi sama suami saya ya?Makanya besok gak usah maksa saya lagi buat ikut sama bapak,kalau bapak gak ingin dimarahin sama suami saya."Ucap Salsabila main nyerocos aja.
__ADS_1
Agung tersenyum mendengar ucapan Salsabila yang sedang berusaha menakutinya.
Salsabila belum tau kalau Agung sudah tau tentang suaminya yang sudah tiada.