Ketulusan Cinta Rini 2

Ketulusan Cinta Rini 2
Rencananya gagal total.


__ADS_3

Rendi membuka pintu kamar dan langsung menarik tangan dokter Lambang,ia langsung mengunci pintu kamarnya lagi setelah dokter Lambang masuk kedalam kamar.


"Bang, tolongin gue,ada apa dengan tubuh gue, rasanya panas sekali."Kata Rendi yang sudah bertelanjang dada.


"Lo habis makan apa tadi?"Tanya dokter Lambang.


"Aduh bang...ada apa dengan gue, rasanya panas sekali,ah..."Kata Rendi merasakan panas di sekujur tubuhnya tidak menjawab pertanyaan dari sahabatnya itu.


"Cepetan bang,kasih obat buat gue,aduh...gue sudah gak kuat lagi.


"Sabenarnya obatnya gampang,lo tinggal minta aja sama istri lo pasti sakit lo langsung sembuh.


"Maksud lo apa?"Tanya Rendi bingung.


"Rupanya lo habis mengonsumsi obat perangsang, makanya badan lo terasa panas dan tidak terkendali.


Lebih baik gue keluar saja, karena obatnya ada sama istri lo Ren,ya sudah gue keluar saja,lo bersenang-senanglah bersama istri lo Ren, salurkan hasrat lo ke istri maka semua akan kembali normal."Kata Lambang membalikkan badannya untuk keluar dari kamar tapi Rendi langsung menarik tangan dokter Lambang membuat Lambang menghentikan langkahnya.


"Sial.....Jangan keluar bang, please."Kata Rendi dengan keringat bercucuran berusaha mengontrol dirinya agar tetap sadar tidak terpengaruh oleh obat perangsang,bayangan di otaknya cuma hal porno.


"Kenapa? Keadaan lo bakal semakin parah jika tidak segera diobati."Kata dokter Lambang memberitahu.


"Carikan cara lain untuk menghilangkan rasa panas gue ini Bang, please Lambang..pasti ada cara lain, ayolah Bang,bantu gue,gue gak mau melakukannya bersama istri gue."Kata Rendi memohon dengan keringat bercucuran.


"Sabenarnya ada apa dengan lo Ren? Sungguh aneh, padahal obatnya gampang tinggal lakukan itu dengan istrinya tapi malah lebih memilih menyiksa diri."Gumam dokter Lambang didalam hati.


"Bang.... tolongin gue,jangan diam saja."Bentak Rendi yang sudah mulai tidak terkendali.


"Oke..lo tunggu sebentar."dokter Lambang bergegas keluar dari kamar Rendi.


"Bang.. jangan panggil istri gue,gue gak mau,gue bakal membenci lo seumur hidup gue kalau sampai lo lakukan itu."Ancam Rendi.


"Lo tenang saja,gue gak panggil istri lo."Jawab dokter Lambang yang sudah berada dipintu.


Ceklek...


Dokter Lambang membuka pintu kamar.

__ADS_1


"Bagaimana keadaan Rendi?Gue pingin masuk."Kata Siska yang dari tadi berada di depan pintu kamar berusaha untuk masuk kedalam kamar tapi dihalangi oleh dokter Lambang.


"Maaf Siska, Rendi tidak mau bertemu denganmu."Kata dokter Lambang melarang Siska masu kedalam kamar.


"Kenapa?Gue istrinya,gue harus melihat keadaan suami gue."Kata Siska.


"Bagaimana keadaan Rendi dok?"Tanya bu Citra ikut menghampiri dokter Lambang.


"Tante,apa ada susu sama madu? Tolong ambilkan saya segelas susu dicampur madu segera."Kata dokter Lambang.


"Ada,iya sebentar dok."Ucap bu Citra.


"Mbak Er.."Teriak bu Citra memanggil asisten rumah tangganya.


"Dalem nyonya!"Jawab seorang perempuan memakai jilbab berlari menghampiri bu Citra.


"Tolong ambilkan susu campur madu."Perintah bu Citra.


"enggih nya."Jawab perempuan memakai jilbab langsung bergegas pergi ke dapur untuk mengambilkan satu gelas susu yang sudah dicampur madu.


"Ini nya.susunya."Kata mbak Er sambil menyerahkan satu gelas susu yang sudah dicampur dengan madu kepada bu Citra.


Dokter Lambang langsung masuk kedalam kamar lagi sambil membawa satu gelas susu yang sudah dicampur dengan madu.


Sesampai didalam kamar dokter Lambang sangat terkejut karena tidak melihat keberadaan Rendi.


"Ren.. lo dimana?"Kata dokter Lambang sambil berjalan mencari keberadaan Rendi.kedalam kamar mandi karena didalam kamar tidak ada Rendi.


"Gue disini."Terdengar suara dari dalam kamar mandi.


Lambang langsung berlari masuk kedalam kamar mandi.


Brak...


Dokter Lambang membuka pintu kamar mandi dengan kasar.


Terlihat Rendi sedang berendam di bak mandi atau bathtub.

__ADS_1


"Apa yang lo lakukan?"Tanya dokter Lambang kaget.


"Berendam lah dodol, tubuh gue panas banget gak tahan."Jawab Rendi santai.


"Hah..."Dokter Lambang membuang nafasnya dengan kasar.


"Ya sudah gak apa tapi jangan lama-lama,nih minum ini, terus tidurlah ditempat tidur yang paling nyaman nanti lo bakal normal kembali tanpa harus melakukan se**k*sual dengan istri lo, lagian lo tuh aneh, disuruh lakukan hal enak sama bini lo sendiri gak mau."Kata dokter Lambang sambil menyerahkan segelas susu hangat yang dicampur madu kepada Rendi.


"Thanks bro."Ucap Rendi menerima segelas susu hangat dari dokter Lambang atau sahabatnya itu.


"Ah... sekarang gue merasa jauh lebih baik."Kata Rendi merasa lega sambil tersenyum.


"Sekarang keluarlah dari bathtub dan segeralah tidur biar keadaan lo kembali normal."Kata dokter Lambang mengambil lagi gelas yang sudah kosong ditangan Rendi.


"Sial... jangan. Siska sudah memasukkan obat perangsang kedalam minuman gue,cih..dasar perempuan ja**lang."Ucap Rendi kesal.


"Kenapa dia harus ngasih obat itu ke minuman lo?Lo benar-benar aneh Ren, jangan-jangan lo.....!"Dokter Lambang tidak meneruskan ucapannya karena Rendi menatapnya dengan tatapan membunuh.


"He.he..sorry bro..gue gak ikut campur urusan rumah tangga lo."Kata dokter Lambang sambil mengangkat tangannya.


Setelah merasa lebih baik, Rendi turun dari buthtub dengan tubuh polosnya tanpa mengenakan sehelai benang,ia mengambil handuk yang sudah ada di dalam kamar mandi, dililitkan handuk itu di pinggangnya lalu ia keluar dari kamar mandi. Didalam hati, Rendi merasa senang karena tidak sampai melakukan itu ke Siska.


"Hem...rencana lo gagal total."Batin Rendi setelah keluar dari kamar mandi.


***


Seminggu kemudian.


"Karyo... ngapain lo kesini?Besok hari H,kok lo malah keluyuran ke sini sih? Woy...lo sedang dipingit malah kesini,lo sama siapa?"Kata Rini merasa terkejut sahabatnya tiba-tiba masuk kedalam kamarnya padahal besok adalah hari pernikahan sahabatnya itu.


"Gue deg-degan nih Rin,gue bosen banget dirumah terus,gue datang kesini diam-diam ditemani adik gue."Jawab Sekar sambil rebahan di kasur Rini.


"Hus..pamali lho Kar,lagi dipingit malah kabur,ayok gue antar lo pulang sekarang."Ajak Rini menarik tangan Sekar yang sedang tiduran di kasurnya.


"Aduh Rin, izinkan gue disini dulu sebentar buat nenangin diri,sumpah gue deg-degan banget nih dari kemarin, please.."Ucap Sekar dengan wajah memelas.


"Duh...yang mau nikah...Ya sudah lah terserah lo aja."Jawab Rini nyerah.

__ADS_1


Tapi kalau orang tua lo tau lo tidak ada didalam kamar gimana coba? Pasti mereka bingung banget deh nyariin lo,calon pengantin kabur."Kata Rini sambil duduk dipinggir ranjang.


__ADS_2