Ketulusan Cinta Rini 2

Ketulusan Cinta Rini 2
Bab 9.Akhirnya aku menemukanmu


__ADS_3

"Mau kemana Rin? pagi-pagi Kok sudah rapih?"Tanya Salsabila di pagi hari sambil menatap Rini yang sudah memakai pakaian rapih.


"Rini hari ini mau melamar kerja Mbak,di perusahaan milik temennya temen Rini."Jelas Rini.


"Temennya temen kamu bagaimana maksudnya?"Tanya Salsabila bingung.


"Maksud Rini, yang punya perusahaan itu temennya temen Rini.Temen Rini nya bekerja ditempat temennya.Terus Rini nya mau melamar kerja di perusahaan milik temennya temen Rini."Kata Rini menjelaskan.


"Ah...gak taulah, Jadi tambah bingung Mbak Rin...Kamu yakin mau melamar kerja?Nama perusahaan milik temennya temen kamu apa?"Tanya Salsabila.


"Enggak tau deh... pokoknya tuh perusahaan milik temennya temen Rini suka nerbitin buku gitu deh."Jawab Rini.


"Wih ...keren tuh Rin,tapi kamu kan cuma lulusan SMA,emang bisa bekerja di perusahaan itu?"Yang bekerja di situ orang-orang hebat lho Rin."Ucap Salsabila memberitahu.


"Katanya sih Rini mau dicarikan kerja kalau mau datang kesana, dengan otak yang pas-pasan kayak Rini...tapi paling cuma jadi OB,he...he... tapi gak masalah buat Rini,yang penting dapat kerjaan."Ucap Rini sambil mengecek isi tasnya,ada yang ketinggalan apa tidak.


"Tapi kamu hati-hati ya Rin."Kata Salsabila mengingatkan.


"Siap nyak...!"Seru Rini sambil mengangkat tangannya seperti sedang memberi hormat.


Rini pun pergi dengan naik ojek online yang sudah dipesannya.


Rini memberikan alamat kantor yang diberikan oleh temennya Wahyu waktu bertemu di supermarket kepada si tukang ojek.


Tukang ojek hanya melihat Sebentar lalu menjalankan motornya langsung ke alamat yang ditunjukkan oleh Rini.


Setelah menempuh jarak yang cukup jauh,panas dan berdebu, akhirnya mereka sampai di alamat yang ditunjukkan oleh Rini.


"Sudah sampai Mbak,ini tempatnya."Kata tukang ojek.


"Sudah sampai Pak? yang bener...ini tempatnya?"Tanya Rini tidak percaya.


"Benar Mbak...!"Jawab tukang ojek.


"Ya sudah kalau begitu, terimakasih ya Pak."Kata Rini sambil membayar ongkosnya.


"Iya Mbak, sama-sama."Kata tukang ojek sambil menerima uang dari Rini.


"Wah... ternyata besar sekali tempat kerja Mas Wahyu."Ucap Rini lirih.


Rini berjalan masuk kedalam, karena bingung mau jalan kearah mana Rini bertanya kepada satpam yang sedang ada didepan gedung.


"Maaf Pak gue...em...maksudnya...aku ingin menemui orang ini...."Kata Rini sambil menunjukkan kartu nama yang diberikan kepada Johan Waktu berada di supermarket.


Pak satpam mengambil kartu nama yang diberikan Rini.

__ADS_1


"Oh... Mbak mau bertemu pak Johan ya?Tapi pak Johan hari ini tidak masuk kantor karena pak Johan sedang ada diluar negeri,3 hari lagi baru kembali ke Indonesia.


Mbak nanti datang lagi kesini tiga gari lagi kalau ingin bertemu beliau."Kata pak satpam memberitahu.


"Oh... begitu ya Pak... kalau Mas Wahyu ada?"Tanya Rini.


"Pak Wahyu juga ikut pak Johan keluar negeri."Jawab pak satpam.


"Waduh sayang sekali ya, padahal aku sudah jauh-jauh datang ke sini."Kata Rini sambil cemberut.


"Maaf kalau boleh aku tau... Mbak siapanya Pak Johan sama Pak Wahyu ya?"Tanya pak satpam penasaran.


"Oh iya... kenalin Pak,nama aku Rini... temennya Mas Wahyu ,kemarin kata temannya Mas Wahyu yang namanya Mas Johan...eh maksudnya Pak Johan,aku suruh datang ke kantornya.


Ya sudah nanti kalau mereka sudah kembali ke kantor, tolong sampaikan ya Pak,aku datang kesini.Ya sudah aku pamit pulang ya Pak."Kata Rini.


"Iya Mbak,nanti saya sampaikan."Jawab Pak satpam.


Rini akhirnya kembali ke kontrakan Salsabila dengan naik angkot.


.....


.....


Gubrak....


"Apa itu mbak?"Tanya Rini kaget mendengar seperti ada yang terjatuh dari depan rumah kontrakan mereka.


"Enggak tau...coba sana lihat."Kata Salsabila yang sedang rebahan di atas kasur sambil memainkan handphone miliknya.


"Ih...gak mau ah... takut,kalau ternyata maling bagaimana? terus malingnya bawa pistol atau bawa pisau, celurit,parang...ih...."Kata Rini malah mendekat ke samping mbaknya yang masih rebahan di atas kasur.


"ish...kamu tuh kebanyakan nonton drama,jadi begitu tuh...."Ucap Salsabila langsung mematikan handphone miliknya, Salsabila bangun dari rebahannya, dengan berjalan malas ke pintu kontrakannya, Rini mengikuti langkah kaki mbaknya sambil memegangi tangan Salsabila dari samping.


Mereka mengintip keadaan di luar kontrakan dari jendela.


Tampak seseorang memakai celana panjang dan jaket warna hitam, wajahnya tidak terlihat karena pakai masker.Orang itu terlihat sedang mengangkat motornya karena terjatuh, setelah motornya sudah berhasil diangkat, orang itu malah menoleh ke kanan ke kiri seperti sedang mencari sesuatu.


"Siapa itu Mbak? Tampangnya mencurigakan, jangan-jangan maling mbak...."Ucap Rini curiga.


"Hus...kamu tuh, yang ada di pikirannya cuma maling aja."Kata Salsabila sambil mengacak rambut Rini.


"Lihat aja tuh mbak... celingukan kesana-kemari mau ngapain coba kalau gak mau nyuri...."Ucap Rini lirih.


"Udah jangan berpikiran negatif mulu ah, mbak mau lihat dulu siapa tau dia membutuhkan bantuan."Kata Salsabila sambil berjalan hendak membuka pintu.

__ADS_1


"Jangan mbak... udah biarkan saja,bahaya lho mbak... Kalau ternyata dia orang jahat gimana coba?Ah.... Aku gak mau mati muda Mbak,aku masih pingin hidup."Ucap Rini sambil menghalangi Mbaknya untuk membuka pintu.


"Aduh...nih bocah terlalu berhalu,awas...."Kata Salsabila sambil menyingkirkan tubuh Rini dengan kasar dari pintu.


Ceklek....


Salsabila membuka pintu kontrakannya setelah berhasil menyingkirkan tubuh Rini dari pintu.


"Maaf... sedang mencari siap...?"Tanya Salsabila kepada orang yang ada di depan kontrakannya.


Sedangkan Rini tampak waspada sambil berdiri di belakang Salsabila sambil memegangi tangan kakaknya itu.


orang itu menoleh ke arah Salsabila,lalu membuka topi jaket yang menutupi kepalanya,dan membuka masker yang menutupi wajahnya.


Deg....


Jantung Rini seakan berhenti mendadak saat melihat wajah orang yang ada di depan kontrakan Mbaknya yang berjarak sekitar empat meter dari tempat Rini dan Salsabila berdiri.


Ternyata orang itu adalah seorang pemuda yang tidak asing lagi untuk Rini, Rini langsung berlari masuk ke dalam kontrakan.


"Rini... panggil pemuda itu sambil berlari menghampiri Salsabila yang masih berdiri di depan pintu kontrakannya.


"Akhirnya gue menemukan lo...!"Ucap pemuda itu lirih.


Sedangkan Salsabila mengerutkan keningnya merasa bingung dengan sikap adiknya yang langsung berlari masuk ke dalam.


"Kamu mengenal adikku?"Tanya Salsabila kepada pemuda yang sudah berada di depannya.


"Maaf...apa Mbak yang bernama Mbak Salsabila?"Tanya pemuda itu.


"Iya benar..anda siapa? Kok bisa tau namaku?"Tanya Salsabila penasaran.


"Kenalkan Mbak, namaku Rendi...aku temannya Rini."Ucap pemuda itu yang ternyata adalah Rendi.


Rendi ke Jakarta bareng Agung dan Julius dengan naik mobil milik Julius 3 hari yang lalu.


Rendi meminta alamat Salsabila dari Pak Karta, tadinya Pak Karta tidak mau memberikan alamat Salsabila,tapi karena Rendi terus memaksa akhirnya Pak Karta pun memberitahu alamat Salsabila.


Setelah tiga hari berada di Jakarta Rendi langsung mencari alamat Salsabila yang diberikan oleh Pak Karta.


"Mbak... tolongin aku Mbak, aku harus bertemu dengan Rini,aku harus menjelaskan masalah yang sabenarnya kepada Rini."Ucap Rendi memohon.


"Tapi sekarang sudah malam Ren... sebaiknya besok kamu datang lagi,gak enak sama tetangga disini, takut terjadi fitnah."Ucap Salsabila.


"Baiklah Mbak, salam buat Rini,besok aku datang ke sini lagi,Ya sudah kalau begitu aku pamit dulu Mbak, Assalamu'alaikum."Ucap Rendi.

__ADS_1


"Wa'alaikum salam."Jawab Salsabila.


__ADS_2