
"Mas Fareal jangan gitu ah,aku malu."Ucap Chelsea manja,ia meletakkan handphonenya diatas kasur sudah tidak sanggup lagi mendengar suara kakaknya yang membuat jantungnya berdebar kencang.
"Dek... ayolah... kasih mas kiss buat semangat mas biar bisa belajar dengan baik."Rengek Fareal memohon."Halo dek,lo masih mendengarkan mas kan?Halo...dek...!"Panggil Fareal beberapa kali karena suara Chelsea tidak terdengar lagi.Chelsea hanya tersenyum menatap handphonenya yang sengaja ia letakkan diatas kasur, terdengar suara Fareal terus memanggil namanya,ia sengaja melakukan itu karena tidak sanggup bicara dengan kakaknya yang terdengar lain tidak seperti biasanya, Fareal sudah mulai genit berani menggodanya layaknya sedang menggoda kekasihnya sendiri.Panggilan telpon pun dimatikan oleh Fareal karena tidak ada jawaban dari Chelsea.
"Hah... akhirnya...."Chelsea membuang nafasnya dengan kasar,ia merasa lega akhirnya kakaknya mematikan panggilan telponnya.
Dert....
Baru bernafas lega handphonenya kembali bergetar terlihat dilayar handphone tertulis nama Mas Fareal,ternyata Fareal masih belum mau menyerah,ia masih menghubungi adiknya karena adiknya tadi tidak memberikan apa yang ia mau.
"Ah bodoh amat lah,"ucap Chelsea cuek.
Dert....
"Haduh...Mas Fareal mengganggu saja deh."Ucapannya lagi karena handphone miliknya terus bergetar, terlihat dilayar handphone tertulis nama kakaknya.
"Halo Mas...ada apa lagi sih?Mas Fareal telpon mulu awas lho nanti dimarahin sama dosen."Ucap Chelsea menakut-nakuti.
"Dosennya belum datang dek, pokoknya mas bakal telpon lo terus sebelum mas dikasih kiss."Ucap Fareal terdengar begitu lembut dipanggilan telpon membuat bulu kuduk Chelsea langsung berdiri.
"Dek... Ayok cepetan kasih kiss bisik Fareal lirih terdengar begitu seksi membuat darah Chelsea bergejolak menginginkan sesuatu yang lebih, ia menggigit bibir bawahnya sambil membayangkan saat kakaknya mencium bibirnya dulu,ia masih dapat merasakan sebuah sentuhan lembut dari bibir kakaknya yang membuat darahnya bergejolak.
"Emmmmuach...."Chelsea mencium handphonenya sendiri sudah seperti orang gila mengikuti kemauan kakaknya yang sangat gila.
"Ooo... makasih dek,i love you dek,muach...muach...muach...!"Ucap Rendi mencium handphonenya berkali-kali.
"Ih...Mas Fareal ngilani!"Ucap Chelsea langsung mematikan panggilan telpon dari Fareal sambil tersenyum geli mendengar suara kakaknya yang berlebihan dipanggilan telpon.
"Hehehe...em...."Chelsea terkekeh jadi malu sendiri dengan apa yang sudah ia lakukan.
__ADS_1
dipeluknya erat-erat bantal guling yang ada disampingnya,ia menyembunyikan wajahnya di bantal guling itu sambil tersenyum.
"Ah... aduh...aku sampai lupa harus hafalan puisi."Ucap Chelsea langsung bangun dari rebahannya ketika baru tersadar."Ini semua gara-gara Mas Fareal sudah mengacaukan segalanya."Gerutu Chelsea mengambil kembali bukunya yang ia letakkan diatas kasur.
"Haduh...aku jadi gak bisa konsentrasi kan, otakku jadi kacau gara-gara Mas Fareal,ah sial aku jadi pingin ciuman."Ucap Chelsea mengacak rambutnya sendiri.
Ia kembali merebahkan tubuhnya diatas kasur, terbayang kembali wajah kakaknya sedang tersenyum menatapnya.
"Mas Fareal...aku bisa gila kalau seperti ini terus, sepertinya aku sudah sangat mencintai kamu mas, maaf bunda,ayah,aku tidak bisa membohongi perasaanku sendiri,aku mencintai Mas Fareal."Ucap Chelsea lirih, wajahnya berubah sendu,membayangkan bagaimana kedua orang tuanya yang kecewa saat mengetahui hubungan mereka nanti.
Chelsea memejamkan matanya dan akhirnya ia pun tertidur dengan pulas.
Ceklek....
Pintu kamar Chelsea dibuka oleh seseorang dari luar.Terlihat seorang wanita paruh baya tapi masih terlihat cantik masuk kedalam kamar Chelsea,dia adalah Siska.
"Em... ternyata sudah tidur."Gumam Siska lirih sambil menatap putrinya yang sudah terlelap tidur diatas kasur.Siska berjalan mendekati Chelsea,lalu ia duduk dipinggir ranjang, diusapnya dengan lembut rambut putrinya.
Dert...
handphone Chelsea kembali bergetar saat Chelsea sedang tertidur pulas,ia menggeliat pelan ketika mendengar suara handphonenya bergetar.
"Em...siapa sih malam-malam telpon."Ucap Chelsea dengan suara seraknya khas bangun tidur.Ia meraba mencari handphone miliknya yang ia letakkan diatas kasur dengan kedua mata terpejam.
"Haaalo...."Ucap Chelsea dengan suara lemas dan serak setelah mengangkat panggilan telpon dari seseorang yang ia sendiri tidak tahu siapa karena mengangkat panggilan telpon dengan mata terpejam jadi tidak melihat siapa yang menelpon.
"Halo dek, maaf mas ganggu tidur lo."Kata orang yang menelpon Chelsea.
"Hah...Mas Fareal toh."Jawab Chelsea dengan suara lemah setengah berdesah karena masih belum sadar sepenuhnya dari mimpi indahnya alias masih ngantuk.
__ADS_1
"Jam berapa memangnya sekarang mas."Lanjutnya.
"Ditempat mas masih jam dua siang dek,mas baru pulang kuliah."Kalau ditempat lo paling sudah larut malam, hehehe... sorry dek,mas sengaja pingin ganggu lo tidur."Ucap Fareal sambil cengengesan tanpa merasa berdosa.
"Ih...mas nyebelin banget sih,pantas aku masih ngantuk banget,dah ah aku mau tidur lagi."Jawab Chelsea, suaranya terdengar sangat lemah seperti sedang mendesah dan terdengar seksi membuat Fareal jadi semakin gemas dan malah membangunkan junior miliknya dibawah sana. Sedangkan Chelsea masih memejamkan matanya.
"Aduh dek, suara lo bikin dedeknya mas bangun lho dek!"Bisik Fareal dengan suara lembut.
"Apa sih mas?Ya sudah sana dedeknya disuruh tidur lagi,aku juga mau tidur lagi."Jawab Chelsea dengan polosnya tidak mengerti dengan maksud ucapan Fareal.
"Gak bisa lah dek,dia bisa tidur kalau lo mau bantu tidurin."Ucap Fareal nakal.
"Ya mana bisa,ih...mas ada-ada saja,aku kan jauh,eh... tunggu,mas Fareal memangnya tinggal sama siapa?Itu tadi dedeknya mas Fareal yang mana?Mas Fareal memangnya punya dedek lagi disana?"Tanya Chelsea langsung membuka kedua matanya dengan sempurna setelah menyadari sesuatu.
"Ya dedek mas sendiri lah."Jawab Fareal dengan santainya.
"Hah... gak mungkin,mas Fareal bukannya tinggal sama Mas Agus? Hayo... jangan-jangan diam-diam mas lagi sama cewek lain ya?Tuh kan mas mah gitu, katanya gak bakal genit disana tapi kok malah tidur bareng cewek lain sih...."Ucap Chelsea terdengar kesal.
"Ehem...apa lo cemburu?"Tanya Fareal sambil tersenyum merasa senang dengan ucapan Chelsea yang terdengar seperti seseorang yang sedang cemburu.
"Hah...heh...a..aku...ehem."Chelsea kelabakan."Mana mungkin aku cemburu, hehehe...mas jangan ngarang deh,aku kan cuma...!"Ucap Chelsea menggantung.
"Cuma apa dek?Cuma cemburu ya?"Fareal malah semakin menggoda adiknya.
"Ih... malas lah bicara sama Mas Fareal,aku mau tidur lagi ajalah, terserah kalau mas mau sama cewek lain, bodoh amat."Jawab Chelsea langsung mematikan panggilan telpon dari kakaknya, handphonenya langsung di modus penerbangan agar tidak bisa dihubungi oleh kakaknya lagi.
Sementara di Amerika Fareal terlihat sangat kesal saat berusaha menghubungi nomor handphone adiknya ternyata tidak aktif.
"Sial... berani matiin handphone? Lihat aja besok gue bakal sering telpon lo."Ucap Fareal sambil tersenyum licik.
__ADS_1
"Chelsea...gue sangat mencintai lo, gue bakal sering menelpon agar lo tidak memikirkan laki-laki lain selain gue."Ucap Fareal merasa bahagia karena ternyata adiknya begitu cemburu, berarti tandanya ia juga memiliki perasaan yang sama dengannya.