
"Pak...bapak kenapa?Apa saya melakukan kesalahan?"Tanya Salsabila jadi takut dan waspada ketika Agung tiba-tiba menatap tajam ke arahnya.
"Lo bisa diam gak?Berisik tau!"Kata Agung dengan suara ketus.
"Iya, maaf...!"Kata Salsabila sambil menutup mulutnya sendiri dengan telunjuk jarinya.
Salsabila menundukkan kepalanya tidak berani melihat ke arah Agung.
Agung menoleh ke arah Salsabila dan tersenyum melihat ekspresi wajah Salsabila yang menurutnya sangat lucu dan menggemaskan.Agung memutar mobilnya kebelakang untuk pergi ke suatu tempat.
"Lho...pak... kontrakan saya kesana,bapak lupa ya dimana kontrakan saya?"Tanya Salsabila sambil menunjukkan kearah kontrakannya berada.Tapi Agung tidak menghiraukan ucapan Salsabila.
"Pak,jangan culik saya ya pak,saya gak punya apa-apa,orang tua saya juga jauh, berada di kampung.Kita gak punya uang untuk menebus.
Bapak bakal rugi kalau mau nyulik saya,beneran deh, mending bapak putar balik, saya mau pulang ke kontrakan secepatnya terus istirahat.Badan saya capek banget seharian bekerja di pabrik bapak,bapak gak Kasihan apa lihat kondisi saya."Kata Salsabila kembali nyerocos karena merasa panik tiba-tiba bosnya itu membawanya gak tau entah kemana tidak ke kontrakan.
"Lo diam bisa gak sih!"Bentak Agung dengan suara keras.
Deg ....
Jantung Salsabila terasa berhenti mendadak saking takutnya mendengar ucapan Agung yang mereka kembali terdiam tidak ada yang berbicara.Tiba-tiba Agung meminggirkan mobilnya di sebuah taman yang terlihat begitu indah dimalam hari,tapi suasananya begitu sepi.
Salsabila mengangkat kepalanya dan melihat kearah taman yang terlihat indah, kerlap-kerlip lampu taman menambah keindahan taman itu, Dari kejauhan terlihat beberapa pasang kekasih sedang duduk di taman itu.
"Kenapa kita berhenti disini pak?Sepi banget taman ini, Tempatnya sih bagus,tapi kok sepi gini,ih...jadi ngeri lah.Ayok kita pergi saja dari sini pak, takut ada anak jalanan kesini terus godain kita.Bisa gawat, memangnya bapak tidak takut diperkosa sama anak jalanan itu?"Tanya Salsabila membuat Agung tertawa terbahak-bahak.
"Ha..ha...lo tuh ya Sa...gak salah lo bilang seperti itu ke gue...yang ada gue nanti yang perkosa lo!"Kata Agung sukses membuat Salsabila jadi takut berada di samping Agung.
Salsabila menjauhkan duduknya lebih dekat dengan pintu mobil, dia berusaha membuka pintu mobil tapi ternyata pintu mobil dikunci.
"Lo kenapa?Tenang aja Sa,gue gak mungkin lakuin itu ke lo..!"Kata Johan sambil menahan tawanya melihat ekspresi wajah Salsabila yang terlihat ketakutan.
"Syukurlah..!Kata Salsabila sambil mengusap dadanya sendiri merasa lega.
__ADS_1
"Emangnya lo tadi mikirin apa hayo? Dasar otak mesum."Kata Agung menggoda Salsabila.
"He..he.."Salsabila hanya tertawa,merasa malu dengan ucapannya sendiri.
Agung kembali menatap wajah Salsabila sambil tersenyum sendiri membuat Salsabila kembali jadi salting.
"Aduh pak... jangan liatin saya seperti itu dong pak, please.. saya takut suami saya marah nanti, tolong bawa saya kembali ke kontrakan ya pak, sebelum suami saya marah!"Kata Salsabila memohon.
"Tenanglah Sa,gue yakin suamimu gak bakalan marah,dia pasti senang jika melihat kamu senang."Kata Agung masih menatap wajah Salsabila.
"Darimana bapak tau kalau suami saya bakal senang,mana ada suami yang senang lihat istrinya bersama dengan laki-laki lain,bapak nih aneh."Kata Salsabila menatap wajah Agung dengan tatapan yang sulit diartikan.
"Kenapa lo masih belum mau ngaku kalau lo sudah janda si Sa? Sampai kapan lo mau berpura-pura seperti ini."
Kata Agung didalam hati.
"Pak...Kok malah diam si?"Tanya Salsabila sambil melambaikan tangannya ke wajah Agung.
"Eh..."Agung merasa kaget dan malu karena ketahuan sedang melamun.
Lo mau gue pecat apa di hukum?Ayok pilih salah satu karena lo sudah berani panggil gue bapak dari tadi."Kata Agung kembali memasang wajah sangarnya.
"Aduh,maaf pak..eh, maksud saya bang."Kata Salsabila pelan.
"Sekarang lo pilih,mau dihukum apa dipecat."Bentak Agung pura-pura marah.
"Hah.. dihukum apa dipecat?"Kata Salsabila sambil menggaruk kepalanya merasa bingung.
Saya gak mau dipecat, saya juga gak mau dihukum."Jawab Salsabila masih sambil menggaruk kepalanya padahal tidak gatal.
"Ya gak bisa, pokoknya lo mesti pilih salah satu."Kata Agung tegas.
"Gitu ya? Dipecat deh, eh..maksud saya dihukum.Saya pilih dihukum saja deh, jangan dipecat,kalau sampai saya dipecat kasihan keluarga saya nanti,Ya sudah pak saya mending di hukum saja."Jawab Salsabila pasrah.
__ADS_1
"Beneran?"Kata Agung sambil tersenyum licik kearah Salsabila.
"Iya,saya siap dihukum sekarang.
Tapi hukumannya jangan berat-berat ya pak."Kata Salsabila.
"Oke...gue akan kasih hukuman buat lo,tapi pertama-tama lo mesti tutup dulu mata lo, jangan dibuka sebelum gue suruh."Kata Agung dengan sebuah rencana.
"Kenapa mesti tutup mata?Bapak,eh.. maksud saya.. abang gak sedang berniat jahat kan sama saya?"Tanya Salsabila curiga.
"Sudah tutup saja matanya,sudah banget sih disuruh tutup mata doang."Perintah Agung sudah tidak sabar pingin memberikan hukuman untuk Salsabila.
"Oke... Cepetan pak jangan lama-lama,pegel nih!"Kata Salsabila sambil memejamkan matanya.
Agung menggeser duduknya lebih dekat dengan Salsabila.
Dipandangnya wajah perempuan yang sedang duduk di sampingnya.
"Sa...lo bener-bener sudah mengobrak-abrik hidup gue,tiap hari yang gue pikirin cuma lo dan lo terus."Kata Agung didalam hati sambil menatap wajah Salsabila, Pandangan itu berhenti di bibir mungil milik Salsabila yang menggoda Agung dari tadi.
Agung mendekatkan wajahnya lebih dekat lagi ke wajah Salsabila,dan..
Cup....
Sebuah ciuman mendarat di bibir mungil Salsabila membuat Salsabila langsung membulatkan matanya merasa kaget dengan apa yang dilakukan oleh bosnya itu yang sudah berani bersikap kurang ajar terhadapnya.
Salsabila langsung mendorong tubuh Agung dengan kasar dan menampar pipi Agung dengan begitu keras.
"Ah.. maaf sa,gue..."Kata Agung sambil memegang tangan Salsabila.
"Apa yang sudah bapak lakukan? Hiks.. hiks....bukain pintunya.saya mau turun...!"Teriak Salsabila marah sambil terisak.
"Sa..gue..."Agung berusaha menjelaskan tentang perasaannya tapi Salsabila terus memberontak minta dibukakan pintu mobilnya.
__ADS_1
"Jangan pegang-pegang.Bapak ternyata sama seperti laki-laki lain,jahat..suka bersikap kurang ajar sama perempuan,buka pintunya atau saya berteriak agar orang-orang datang menghancurkan mobil bapak ini,hiks..."Ucap Salsabila sambil terisak.