Ketulusan Cinta Rini 2

Ketulusan Cinta Rini 2
Calon mantu.


__ADS_3

Tin..tin...


Terdengar klakson motor dari depan kontrakan Salsabila saat mereka sedang sarapan bubur.


"Apa itu ojek langganan lo Sa?"Tanya Agung.


"Sepertinya..."Jawab Salsabila singkat sambil bangun dari duduknya untuk menemui ojek langganannya yang sudah ada di depan kontrakannya.


"Tunggu Sa,lo habisin dulu buburnya,biar gue yang menemui ojek langganan lo itu."Kata Agung.


"Untuk apa bapak menemui ojek langganan saya?Apa bapak berniat mau meminta diantar juga?"Tanya Salsabila dengan polosnya.


"Em.."Agung hanya tersenyum mendengar ucapan Salsabila,ia berjalan cepat keluar kontrakan.


Setelah beberapa menit Agung masuk kembali kedalam kontrakan,tapi ia tidak melihat Salsabila dimeja makan.


"Lho...Dimana Salsa?"Gumam Agung lirih sambil duduk kembali ditempat semula untuk menghabiskan buburnya yang tadi masih belum dihabiskan.


Tidak lama Salsabila keluar dari kamarnya,ia terlihat sudah rapih dengan makeup tipis memakai celana kain panjang warna hitam dan kemeja pendek bermotif batik, rambut panjangnya disanggul menambah kecantikannya.


"Apa bapak sudah selesai sarapannya? Saya harus berangkat ke pabrik sekarang pak, takut terlambat.


Maaf lho pak, bukannya mau ngusir tapi ojek langganan saya sudah datang menjemput,gak enak."Kata Salsabila sambil mengambil sepatunya yang diletakkan di rak sepatu dekat pintu depan.


"Ojeknya sudah pulang, nanti lo pergi ke pabrik sama gue."Kata Agung dengan santainya.


"Hah... sudah pulang?Kok bisa."Kata Salsabila kaget melihat kedepan mencari keberadaan tukang ojek langganannya yang ternyata sudah tidak ada didepan.


"Sudah...lo gak usah khawatir, nanti gue yang antar."Kata Agung setelah minum teh manis buatan Salsabila.


"Ya sudah tapi bapak cepetan dong, nanti saya terlambat."Kata Salsabila sambil melihat jam yang melingkar di pergelangan tangannya.


"Gak ada yang marah sama lo,tenang saja."Jawab Agung santai.


"Ya sudah ayok gue antar lo ke pabrik,tapi sebelumnya lo ikut gue dulu kerumah."Kata Agung berjalan mendekati Salsabila.


"Kalau saya ikut bapak kerumah bapak dulu bakal lama dong sampai ke pabriknya? Enggaklah,mending saya naik ojek saja."Protes Salsabila.

__ADS_1


"Sudah gak usah protes,ini perintah,ayok.


Lo gak punya pilihan lagi, nanti kita ke pabrik bareng setelah gue ganti baju."Kata Agung berjalan keluar kontrakan.


"Huh....selalu saja."Ucap Salsabila kesal.


"He..he...ini kesempatan gue ajak lo kerumah buat ketemu sama ibu yang pingin banget ketemu sama calon mantu."


Kata Agung dalam hati sambil tersenyum.


Setelah menempuh perjalanan hampir satu jam akhirnya mereka sampai dirumah kedua orang tua Agung.


Agung menghentikan mobilnya,ia keluar untuk membuka pintu gerbang, setelah pintu gerbang terbuka Agung kembali masuk kedalam mobil dan menjalankan mobilnya untuk masuk kedalam halaman rumah.


Terlihat seorang perempuan muda membuka pintu rumah,dia adalah asisten rumah tangga kedua orang tua Agung yang baru sebulan bekerja dirumah nenek.


"Ayok kita masuk dulu Sa, gue ganti pakaian dulu."Ajak Agung sambil melepas sabuk pengamannya lalu ia membuka pintu mobil diikuti Salsabila.


"Pak.."Panggil Salsabila terlihat takut ketika mereka sudah berada di depan pintu rumah.


"Gak usah takut,ayok!"Ajak Agung menggandeng tangan Salsabila untuk masuk kedalam rumah.


"Iya den."Jawab asisten rumah tangga itu singkat.


"Aduh pak,saya deg-degan nih, mending saya tunggu disini saja deh pak."Kata Salsabila tegang.


"Sudah..jangan takut,ayok tunggu gue didalam, kedua orang tua gue gak galak kok tapi cerewet,he..he..."Kata Agung.


"Oh iya,gue ingetin sama lo, jangan panggil gue bapak didepan kedua orang tua gue nanti.


Lo dari kemarin panggil gue pak terus,lo lupa kalau lo gak boleh panggil gue bapak jika sudah diluar pabrik?"Kata Agung mengingatkan.


"Iya pak."Jawab Salsabila singkat.


Agung menatap tajam ke arah Salsabila karena Salsabila kembali memanggil dia bapak.


"Eh.. maaf lupa bang."Kata Salsabila pelan.

__ADS_1


"Good."Kata Agung sambil tersenyum.


"Huh.. menyebalkan."Kata Salsabila lirih dibelakang Agung


"Lo bicara apa?"Tanya Agung.


"Enggak bang,lagi menenangkan hati gue yang dari tadi deg-degan."Jawab Salsabila asal.


Agung kembali menggandeng tangan Salsabila menuju lantai dua.


Sesampai di lantai dua ternyata sudah ada kedua orang tua Agung sedang duduk di kursi meja makan untuk sarapan.


"Pagi pak,bu!"Sapa Agung sambil menggenggam tangan Salsabila menghampiri kedua orang tuanya yang sedang berada di ruang makan.


"Semalam kamu darimana? Kenapa gak pulang?"Kata nenek yang sedang duduk membelakangi Agung dan Salsabila,nenek berbicara tanpa menoleh ke arah anaknya.


Ketika nenek menoleh ke arah Agung, beliau terkejut ketika menoleh ke arah Agung ternyata ada perempuan cantik berdiri di samping anaknya itu begitu juga dengan bapaknya Agung.


"Siapa perempuan ini Gung?"Tanya nenek sambil tersenyum menatap wajah Salsabila.


Nenek memperhatikan perempuan yang sedang berdiri di samping anaknya dari atas sampai bawah membuat Salsabila jadi gak enak.


"Katanya ibu sama bapak ingin dibawakan calon mantu,ini Agung sudah bawakan."Jawab Agung dengan santainya membuat Salsabila menoleh ke arah Agung sambil membulatkan matanya,tapi Agung membalasnya dengan senyuman.


"Beneran ini Gung?Aduh.. cantiknya ya pak calon mantu kita,sini ndu' kita sarapan bareng."Kata nenek sambil tersenyum bahagia langsung berdiri dan menghampiri Salsabila,nenek menggandeng tangan Salsabila untuk duduk di kursi yang ada di sebelahnya.


"Maaf bu, saya."Kata Salsabila ingin bicara tapi tidak jadi karena Agung menatap tajam kearahnya.


"Apa-apaan sih pak Agung bilang sama orang tuanya kalau gue calon mantu mereka,ih.. sungguh menyebalkan orang satu ini."


Kata Salsabila dalam hati sambil menatap wajah Agung yang malah tersenyum menatapnya.


"Agung mau ganti pakaian dulu ya pak,bu, kalian ngobrol lah dulu sama calon mantu kalian,tapi jangan ditanya macam-macam ya bu,kasihan calon mantu ibu nanti takut."Kata Agung sambil berjalan kekamarnya.


Nenek tidak menghiraukan ucapan Agung, beliau fokus dengan perempuan cantik yang sedang duduk disebelahnya.


"Kamu sudah lama kenal dengan anak ibu ndu'?Kamu jangan takut sama dia ya,kalau dia berani macam-macam kamu marahin saja dia kalau gak kamu bilang sama ibu biar ibu yang jewer kupingnya kalau dia sampai berani menyakitimu ya ndu'!Jadi semalam Agung pergi sama kamu? Kalian pergi kemana?Kamu sering-seringlah datang kesini."Nenek terus bertanya membuat Salsa jadi bingung mesti jawab apa.

__ADS_1


"Bu..kalau mau tanya satu-satu dong, kasihan dia jadi bingung mau jawab apa."Kata kakek sambil menggelengkan kepalanya melihat kearah istrinya yang sangat berlebihan.


"Aduh pak..ibu seneng banget pak, akhirnya kita sebentar lagi mau dapat mantu."Jawab nenek tanpa menoleh ke arah suaminya, kedua matanya masih menatap wajah Salsabila.


__ADS_2