
Adegan 21+ nya satu kali lagi ya🤭
******
"Sayang...kamu sungguh luar biasa, terimakasih sayang."Ucap Rendi mencium kening istrinya dengan lembut.
"Satu ronde lagi ya."Pinta Rendi.
"Hah... sudahlah besok lagi saja ya,capek lho mas, punyaku sudah perih."Rengek Rini manja sambil menyembunyikan wajahnya di dada Rendi.
"Aku mau mandi dulu lah,"Lanjut Rini melepas pelukannya, disingkirkan selimut yang menutupi tubuhnya.
"Aduh.."Ucap Rini kesakitan dibagian bawahnya saat mau bangun dari tidurannya.
"Kenapa yang?"Tanya Rendi.
"Perih..."Jawab Rini manja.
"Apanya yang sakit?"Tanya Rendi lagi merasa khawatir.
"Disini.."Jawab Rini lirih menunjukkan bagian bawahnya.
"Coba mas lihat..."Rendi langsung menyingkirkan selimut yang menutupi tubuhnya hendak melihat keadaan istrinya.
"Enggak...udah gak apa-apa,gak usah lihat,mas Rendi tiduran lagi aja."Ucap Rini tidak ingin suaminya melihat barang berharganya yang sekarang jadi bengkak gara-gara ulahnya yang terus bermain didalamnya dengan sangat ganas.
Rini langsung turun dari ranjang dan dengan berjalan pelan masuk kedalam kamar mandi dengan tubuh polos tanpa memakai sehelai benang pun,ia keluar dari dalam kamar mandi lagi saat menyadari kalau handuknya sudah kotor,ia berjalan dengan santainya dengan tubuh polos menuju lemari pakaian untuk mengambil handuk bersih yang ada didalam lemari, terlihat dengan jelas tubuh polosnya tanpa ditutupi sehelai benangpun.
Tanpa Rini sadari dari tadi suaminya terus menatapnya sambil tersenyum licik.
Rendi langsung bangun dari tidurannya dan dengan gerakan cepat ia membopong tubuh istrinya untuk dibawa kedalam kamar mandi.
"aw...mas Rendi... ngagetin aja deh ih!"Ucap Rini merasa terkejut tiba-tiba suaminya mengangkat tubuhnya dari belakang.
"Em..." Rendi hanya tersenyum sambil berjalan masuk kedalam kamar mandi.
"Turunin mas,aku bisa kok jalan sendiri."Rengek Rini.
"Sudah..diam,mas mandiin."Ucap Rendi masih membopong tubuh Rini,
Mereka sama-sama tidak memakai baju.
__ADS_1
"Sepertinya ada udang dibalik rempeyek deh!"Kata Rini jadi curiga
"Hem...."Lagi-lagi Rendi hanya tersenyum sambil berjalan.
Setelah berada didalam kamar mandi, diturunkan tubuh Rini dengan hati-hati
Ia mengambil air yang ada didalam bak mandi menggunakan gayung lalu mengguyur tubuh Rini dan dirinya secara bergantian.
Kamar mandi Rini tidak seperti kamar mandi Rendi yang sudah menggunakan keran kamar mandi modern seperti shower,ia biasa mengambil air untuk mandi dengan menggunakan gayung.
Diusapnya dengan lembut tubuh istrinya yang sudah basah.
"Ah...."Rini mengeluarkan suara kecil saat tangan suaminya mengusap lembut tubuhnya dan meremas dua gundukan Yang terasa lembut dan kenyal,suara Rini langsung membangunkan junior suaminya.
"Em..." Rendi kembali melakukan serangan didalam kamar mandi.
Alih-alih memandikan sang istri,ia malah kembali melakukan itu didalam kamar mandi sambil berdiri.
Hampir dua jam mereka berada didalam kamar mandi, hingga akhirnya mereka keluar dengan badan yang sudah kembali segar.
"Bisa jalan tidak yang?"Tanya Rendi melihat istrinya yang malah diam saja didepan pintu kamar mandi.
"Hiks...ini semua gara-gara mas Rendi, sakit tau...!"Ucap Rini.
Rendi langsung membopong tubuh istrinya dan diletakkan dipinggir ranjang.
"Kamu diam saja disini,mas ambilkan baju."Kata Rendi membalikkan badannya dan berjalan ke meja rias Rini untuk mengambil sebuah parcel yang masih diletakkan dibawah meja rias bersama dengan parcel-parcel yang lain,yang isinya bermacam-macam barang untuk Rini sebagai serah-serahan.
"Kamu pakai baju ini saja ya,ini kan kamu sendiri yang pilih."Kata Rendi langsung membuka salah satu parcel yang berisi beberapa baju pilihan Rini sendiri.
"Kamu mau pakai yang mana yang?"Tanya Rendi memperlihatkan tujuh potong daster yang berbeda-beda bentuk dan modelnya kepada Rini,
Ternyata baju yang Rini pilih sebagai serah-serahan adalah daster semua.
"Bawa sini daster yang berwarna navy itu mas."Jawab Rini sambil menunjukkan daster bermotif batik warna navy.
Rendi lalu berjalan menghampiri istrinya yang sedang duduk di pinggir ranjang dengan membawakan daster beserta dalaman wanita untuk istrinya.
Ia memakaikan satu persatu ditubuh istrinya.
Selesai memakaikan baju untuk istrinya, Rendi menyisir rambut Rini.
__ADS_1
"Sudah selesai, sekarang gantian mas mau pakai baju dulu ya."Kata Rendi setelah istrinya sudah terlihat rapih.
Diambilnya koper kecil di pinggir ranjang yang berisi baju Rendi yang ia bawa dari rumahnya.
Diambilnya kaos pendek dan celana kolor pendek lalu ia segera memakainya dihadapan istrinya yang masih duduk dipinggir ranjang.
Hanya memerlukan waktu sebentar Rendi pun sudah terlihat rapih.
"Sayang...mas keluar dulu ambil makanan buat kita ya,kamu diamlah disinilah gak usah keluar kalau masih sakit."Perintah Rendi.
"Iya, cepetan ya mas,aku lapar."Kata Rini yang memang sudah sangat kelaparan,tadi siang hanya makan sedikit sampai malam belum makan lagi.
Rendi bergegas keluar kamar untuk mengambil makanan.
"Nak Rendi,mana Rini nak?"Tanya pak Karta yang sedang duduk di ruang tamu saat melihat menantunya keluar dari dalam kamar hanya seorang diri.
"Rini Rendi suruh didalam kamar saja pak, katanya badannya sakit semua."Jawab Rendi menoleh kearah bapak mertuanya yang sedang berada di ruang tengah bersama dengan ibu mertua juga kedua orang tua Rendi sendiri yang malam ini terpaksa menginap dirumah kedua mertuanya karena sudah sangat larut malam.
"Apa? Menantu mama pasti kesakitan gara-gara ulah kamu deh."Kata bu Citra yang juga ada diruang tamu.
"Mama sok tau."Ucap Rendi cuek sambil berjalan keruang makan.
"Ada makanan apa bu?Rini kelaparan pingin makan."Kata Rendi bertanya kepada ibu mertuanya.
"Oalah....ibu sampai lupa kalau kalian belum makan.
"Itu didapur masih ada ayam goreng sama sayur capcay."Jawab bu Retno bergegas berjalan kedapur untuk mengambilkan makanan untuk putri dan menantunya.
"Mama harus lihat menantu mama, kasihan dia pasti gak bisa jalan gara-gara kamu gak mau berhenti bikin cucu buat mama."Kata bu Citra langsung bangun dari duduknya dan berjalan cepat menuju kamar Rini untuk melihat keadaan menantunya.
"Ih..mama apa-apaan sih...!"Teriak Rendi kesal.
Semua orang yang sedang berada di ruang tengah hanya tertawa melihat perdebatan ibu dan anak itu.
Ceklek...
Pintu kamar Rini langsung dibuka begitu saja oleh bu Citra tanpa mengetuknya terlebih dahulu.
Rini yang sedang berbaring diatas kasur sampai kaget melihat ibu mertuanya tiba-tiba masuk kedalam kamar dia.
"Mama...!"Panggil Rini sudah tidak memanggil dengan tante lagi.
__ADS_1
"Sudah.... jangan bangun."Kata bu Citra melarang menantunya bangun saat Rini langsung bangun dari rebahannya karena kaget melihat ibu mertuanya yang tiba-tiba masuk kedalam kamar tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.
"Bagaimana keadaan kamu sayang? Rendi pasti sudah melakukannya dengan kasar ya sampai kamu tidak bisa berjalan,berapa kali dia melakukan itu sama kamu sayang....pasti sakit banget ya,mama mesti marahin dia, dasar anak kurang ajar sudah buat menantu mama sampai seperti ini."Kata bu Citra sambil meremas tangannya merasa gemas dengan sikap anak semata wayangnya,Rini langsung menundukkan kepalanya karena merasa sangat malu mendengar ucapan ibu mertuanya yang ternyata sangat ingin tau.