Ketulusan Cinta Rini 2

Ketulusan Cinta Rini 2
Diruangan NICU


__ADS_3

Bagaimana keadaan Rini dan anaknya mbak?"Tanya bu Citra yang baru datang dari Pekalongan di pagi harinya, Bu Citra dan Pak Burhan langsung berangkat ke Jakarta begitu dikasih tau Inul tentang keadaan Rini, saat ini mereka yang baru sampai di Jakarta masih berada dirumah anak dan menantunya sedang Rendi sudah dari kemarin berada di rumah sakit menunggu istri dan anaknya yang sedang dirawat.


"Semalam Non Rini sudah sadar dari komanya nya, sedang anak Non Rini dan Den Rendi masih berada diruang NICU."Jawab Inul memberitahu.


"Kok Rini bisa jatuh sih Er?Apa yang sabenarnya terjadi?"Tanya pak Burhan penasaran.


"Maaf Tuan,aku tidak tau apa yang terjadi, karena aku sedang memanggil taksi waktu itu, saat aku kembali tau-tau Non Rini sedang dikerumuni orang, Non Rini sudah tidak sadarkan diri tergeletak di lantai."Jelas Inul.


"Apa Rendi sudah memeriksa apa yang terjadi di Mall itu?"Tanya Pak Burhan lagi.


"Den Rendi belum sempat memeriksa Tuan,Den Rendi dari kemarin dirumah sakit terus."Jawab Inul.


"Er.. tolong barang-barang kami yang ada didalam mobil kamu keluarkan,bawa masuk ya!"Perintah bu Citra.


"Baik nyonya."Kata Inul langsung berlari kecil keluar rumah untuk mengambil barang-barang majikannya yang masih berada didalam mobil.


"Ayok Pa,kita kerumah sakit sekarang."Ucap Bu Citra sudah tidak sabar ingin segera menemui menantu dan cucunya.


"Sebentar dong Ma, baru juga sampai,Papa masih lelah mau ngopi dulu sebentar."Jawab Pak Burhan yang terlihat sangat kelelahan setelah melakukan perjalanan jauh dengan mengendarai mobil sendiri bergantian dengan Bu Citra, sekarang Pak Burhan sudah bisa berjalan seperti semula tidak lumpuh lagi.


"Memangnya Mama tidak mau mandi dulu?"Lanjut Pak Burhan.


"Ya sudah Mama mau mandi dulu lah ya."Ucap Bu Citra berjalan menuju kamar tamu yang sudah dibersihkan sebelumnya oleh Inul.


"Er... tolong kamu buatan kopi buat Tuan ya,aku mau mandi dulu!"Perintah Bu Citra sebelum pergi kedalam kamar untuk membersihkan diri ketika melihat Inul sudah kembali kedalam rumah dengan membawa beberapa tas tenteng berukuran sedang.


"Iya nya."Jawab Inul singkat sambil meletakkan tas-tas itu diatas sofa.


Dirumah sakit.


"Sayang,anak kita laki-laki,dia sangat manis,dan tampan seperti ayahnya,he..he.."Ucap Rendi lirih sambil menggenggam tangan Rini dengan lembut, Rendi berusaha berkomunikasi dengan istrinya yang masih berbaring lemas diatas ranjang pasien, kedua matanya terpejam dengan sebuah selang kecil terpasang di tangannya dan alat bantu pernapasan dihitungnya, suasana di dalam kamar itu sangat sepi.Rini baru satu jam dipindahkan ke kamar inap pasien.

__ADS_1


"Fariel anak kita sudah terlihat lebih sehat yang,hidung dan mulutnya sama seperti mas,kamu cepatlah sehat kembali ya sayang,kata dokter dua hari lagi kalau keadaan Fariel semakin baik,dia bisa di bawa pulang,aku sudah tidak sabar ingin menggendong Fariel."Lanjut Rendi sambil menatap wajah istrinya yang terlihat pucat.


Ceklek....


Pintu kamar dibuka, terlihat sepasang suami-istri paruh baya masuk kedalam kamar.


"Mama, Papa,kapan kalian sampai di Jakarta?"Tanya Rendi terkejut melihat kedatangan kedua orang tuanya.


"Kita baru sampai langsung kesini, bagaimana keadaan Rini nak?"Kata Bu Citra setelah sudah berada disamping Rendi yang sedang duduk sambil menggenggam tangan Rini.


"Kok kamu bisa seperti ini nak? Kasihan kamu sayang."Lanjutnya dengan suara lirih sambil membelai rambut Rini dengan lembut.


"Papa mau lihat cucu Papa dulu ya,dia masih di ruang NICU kan Ren?"Ucap Pak Burhan ingin melihat cucunya.


"Cucu papa laki-laki atau perempuan Ren?"Tanya Pak Burhan lagi.


"Laki-laki pa, namanya Fariel putra Wibowo."Jawab Rendi memberitahu.


"Mama juga, tungguin Pa, Papa nih main tinggal-tinggal aja."Sambung Bu Citra mengejar suaminya yang sudah berjalan terlebih dahulu.


Rendi hanya diam saja sambil menggelengkan kepalanya melihat tingkah kedua orang tuanya.


Didalam ruang NICU kedua suami-istri itu terus menatap bayi mungil yang sedang tertidur pulas didalam ranjang bayi yang tertutup dengan plastik keras, dengan beberapa alat bantu pernapasan dan alat bantu untuk mengetahui detak jantung bayi terpasang ditubuh bayi mungil yang sedang tertidur dengan pulasnya didalam ranjang kecil dengan plastik bening yang menutupinya agar keadaan bayi mungil itu selalu hangat, tidak mendengar suara berisik yang akan berakibat buruk dengan perkembangannya serta terhindar dari bakteri, ruangan itu terus dijaga dan dipantau oleh para perawat dan dokter spesialis anak.


"Cucu kita Pa.."Ucap Bu Citra dengan kedua mata berkaca-kaca menatap bayi mungil berjenis kelamin laki-laki sedang tertidur pulas.


"Kasihan kamu nak, harus lahir dengan cara seperti ini."Lanjut Bu Citra dengan kedua mata sudah mengeluarkan cairan bening tidak sanggup melihat keadaan cucunya.


"Sayang...ini Oma sama Opa datang Nak."Sambung Pak Burhan berbicara dengan suara lirih.


"Dia sangat tampan ya Pa, seperti Rendi waktu masih bayi,sama persis."Bisik Bu Citra lirih karena mereka tidak boleh berisik didalam ruang NICU.

__ADS_1


"Ya iyalah Ma,dia kan anaknya Rendi ya jelas mirip Rendi lah ma."Jawab Pak Burhan dengan berbisik juga.


"Mama sudah tidak sabar pingin gendong dia Pa."Ucap Bu Citra merasa gemas pingin menggendong cucunya.


Terlihat bayi mungil itu menggeliat sambil membuka mulutnya seperti sedang menguap tambah menggemaskan.


"Lucunya Pa cucu kita."Bu Citra semakin gemas melihat cucunya.


"Sudah yok Ma, kita kembali lihat keadaan menantu kita."Ajak Pak Burhan.


"Baiklah...kami permisi Dok,terimakasih ya Dok."Ucap Pak Burhan dan Bu Citra kepada seorang Dokter yang ada di ruangan NICU untuk memeriksa keadaan bayi.


Saat mereka kembali kedalam kamar inap menantunya saat ini sedang dirawat ternyata disana sudah ada Wahyu yang baru datang bersama seorang pemuda tampan, pemuda tampan itu adalah Johan, teman Rini.


"Oalah... ternyata ada Wahyu."Kata Bu Citra kaget.


"Tante,kapan tante sampai di Jakarta?"Wahyu juga terlihat sangat terkejut melihat kedua orang tua Rendi.


"Kita baru sampai tadi jam enam pagi Yu."Jawab Bu Citra.


"Bagaimana keadaan tante sama om?"Tanya Wahyu sambil mencium punggung tangan kedua orang tua Rendi di ikuti oleh temannya yaitu Johan.


"Ini siapa Yu?"Tanya Pak Burhan melihat kearah Johan.


"Ini teman Wahyu Om, kenalkan namanya Johan."Kata Wahyu memperkenalkan temannya.


Rendi menatap pemuda yang bernama Johan dengan tatapan tidak suka, sampai saat ini Rendi masih cemburu jika Johan dekat-dekat dengan istrinya.Terlihat ada ketegangan di wajah Rendi, apalagi saat teringat olehnya jika dulu Rini pernah tinggal satu apartemen dengan laki-laki yang bernama Johan.


"Bagaimana keadaan Rini Ren?"Tanya Bu Citra.


"Masih belum bangun Ma,masih dalam pengaruh obat."Jawab Rendi.

__ADS_1


__ADS_2