
Setelah menempuh perjalanan hampir tiga puluh menit akhirnya Rini dan Rendi sampai di alun-alun Kajen.
"Ayok kita makan disebelah sana saja."Kata Rini menunjukkan sebuah warung tenda penjual nasi megono dipinggir jalan sekitar alun-alun.
"Oke."Jawab Rendi menjalankan mobilnya dengan pelan,ia menghentikan mobilnya didekat warung tenda penjual nasi megono yang ditunjukkan oleh istrinya.
Mereka bergegas keluar dari mobil dan langsung masuk kedalam warung tenda.
"Mbok.... nasi megono-nya masih ada gak?"Tanya Rini kepada penjual nasi megono.
"Eh..ini Rini toh,lama banget gak Ketempat mbok lho nak Rini, katanya sudah nikah ya?Apa ini suaminya?"Tanya si penjual nasi megono yang ternyata sudah sangat mengenal Rini karena Rini dulu sering beli nasi megono ditempatnya.
"Kamu kok tambah gendut sekarang ndu'?Wah.... syukurlah berarti kamu seneng sekarang,kamu jadi lebih cantik lho."
"Ah simbok bisa saja,iya mbok kenalin ini suaminya Rini."Jawab Rini memperkenalkan Rendi kepada ibu penjual nasi megono.
"Ganteng ya suaminya nak Rini?Mau makan disini apa mau dibungkus nasinya?"Tanya ibu penjual.
"Makan disini saja mbok."Jawab Rini.
Sambil menunggu nasi megono yang sedang disiapkan oleh ibu penjual Rini memperhatikan suasana di taman alun-alun yang terlihat masih banyak pengunjung, kebanyakan dari pengunjung adalah ibu-ibu.
"Mbok,kok tumben rame banget di taman sudah jam segini?"Tanya Rini penasaran.
"Iya nak, tadi ada lomba senam para ibu-ibu se kecamatan,jadi masih ramai."Jawab ibu penjual sambil menyiapkan nasi megono untuk pasangan suami-istri itu.
"Monggo nasinya ndu',mas se!"
"Iya mbok terimakasih."Jawab Rendi dan Rini bersamaan.
"Minumnya teh anget aja ya mbok."Ucap Rini.
"Oke."Jawab si ibu penjual.
Dalam sekejap nasi megono yang ada di piring Rini habis ludes.
"Masih mau nambah gak yang?"Tanya Rendi.
"Enggaklah sudah kenyang."Jawab Rini.
"Tumben, biasanya sebelum tiga piring belum mau berhenti makan."Goda Rendi.
"Hehehe.."Rini hanya tertawa kecil.
__ADS_1
"Kita jalan-jalan dulu sebentar yok mas mumpung ada disini."Ajak Rini setelah membayar makanan mereka.
"Ayooook, pokoknya hari ini mas bakal ikuti apa yang bidadari mas inginkan yang penting jangan suruh mas loncat ke sungai ya!"Ucap Rendi menarik hidung Rini gemas.
"Em... makasih sayang."Rini melingkarkan tangannya di tangan suaminya dan menempelkan kepalanya di dada suaminya itu,lalu mereka berjalan santai mengelilingi taman.
"Kita duduk disana sebentar yok mas!"Ajak Rini menunjukkan tempat duduk di dekat parkiran motor.Mereka beristirahat sebentar ditempat itu.
"Mas Rendi masih ingat gak?"Tanya Rini sambil senyum-senyum sendiri melihat ke taman.
"Ingat apa yang?"
"Disana mas Rendi mencuri ciuman pertamaku."Jelas Rini menunjukkan tempat di depannya.
"Eh.. ternyata kamu masih ingat kejadian itu yang,he..he...iya, Wajah kamu waktu itu sangat lucu kayak benang ruwet, haha..."Rendi tertawa mengingat kejadian kejadian malam itu.
Kenangan Rini dan Rendi satu tahun yang lalu.
(Pemberitahuan:cerita ini diambil dari cerita novel pertama author yang berjudul CINTA RINI" karena tulisan author yang amburadul disana tidak bisa author betulin, jadi tak pindahin kesini **aja,tapi ada yang author rubah sedikit kata-katanya, bukannya emak gak kreatif tapi emak rencananya mau hapus cerita emak yang amburadul itu**😁)
Karena menolak perjodohan dengan perempuan pilihan kedua orangtuanya, Rendi diusir oleh papanya,ia pergi meninggalkan rumah kedua orang tuanya dengan naik sepeda motor Ketempat sahabatnya yang bernama Wahyu,lalu ia pergi ke alun-alun Kajen untuk menenangkan diri.
Sesampai di alun-alun Rendi memarkirkan motornya ditempat parkiran, saat ia membalikkan badannya hendak berjalan tiba-tiba ada seorang perempuan yang menabraknya.
Brug...
"Hay..apa yang lo lakukan? Awas menyingkir,lo malah merusak jaket kesayangan gue!"Kata Rendi sambil menyingkirkan tangan perempuan itu dengan kasar.
"Sepertinya gue kenal suara ini!"Gumam perempuan itu dalam hati,ia mengangkat kepalanya untuk melihat wajah laki-laki yang ia tabrak.
"Elo...."Ucap Rendi kaget setelah melihat wajah perempuan yang menabraknya.
"Ma..mas Rendi?"Sambung Rini gak kalah kagetnya.
"Maaf mas, gue beneran gak sengaja suwer deh."Lanjut perempuan itu sambil menyipitkan matanya dan mengangkat tangan kanannya menunjukkan jari tengah dan telunjuk sedang jari yang lain ditekuk.
Setelah mengucapkan kata-kata itu perempuan yang ternyata adalah Rini langsung nyelonong begitu saja hendak pergi meninggalkan Rendi yang masih diam berdiri.
"Hay tunggu..mau kemana lo?"Tanya Rendi menarik tangan Rini.
"Aduh..mau apa lagi sih?"Tanya Rini kesal.
"Enak banget lo mau pergi gitu aja, kenapa gue selalu sial setiap kali bertemu dengan lo!"Kata Rendi masih menggenggam tangan Rini.
__ADS_1
"Maksud lo apa? Ngapain pegang-pegang tangan gue."Ucap Rini kesal.
"Siapa juga yang mau pegang tangan lo,jijik gue."Jawab Rendi langsung melepas tangan Rini dengan kasar ketika menyadari kalau dirinya masih menggenggam tangan Rini.
"Lha tadi udah pegang, dasar laki-laki aneh."Ucap Rini sambil ketawa kecut dan menggeleng kepalanya.
"Lebih baik gue pergi saja,malas berurusan dengan orang seperti lo."Rini membalikkan badannya, tanpa ia sadari ada sebuah kaleng bekas minuman didepannya dan....
Brug...
Rini terpeleset karena menginjak kaleng itu, tanpa sadar Rini menarik jaket Rendi sebagai pegangan dan akhirnya mereka berdua jatuh bersamaan dengan posisi tubuh Rini berada dibawah tubuh Rendi.
Cup...
Tidak sengaja bibir mereka menyatu, mereka sama-sama membelalakkan matanya karena kaget.
"Aaa....apa yang lo lakukan ke gue!"Teriak Rini mendorong tubuh Rendi dengan kasar.
"Lo sendiri yang narik jaket gue!"Kata Rendi terlihat cuek setelah berada diposisi berdiri sambil merapikan jaketnya kembali seolah tidak terjadi apa-apa.
"Iuwh.. MENJIJIKAN....!"Teriak Rini sambil mengelap bibirnya berulang kali dengan kedua tangannya seperti ada noda membandel yang harus segera dihilangkan.
"Lo harus bertanggung jawab!"Teriaknya lagi.
"Hah...emang gue udah lakuin apa ke lo sampai harus bertanggung jawab?"Tanya Rendi bingung.
"Lo udah lakuin kesalahan besar tau gak?Lo udah ambil ciuman pertama gue, TIDAK...!"Teriak Rini sambil terus mengelap bibirnya sendiri.
"Hus... jangan teriak-teriak,lo pingin orang-orang berbondong-bondong ke-sini dikira lo diapa-apain sama gue."Ucap Rendi menutup mulut Rini agar tidak berteriak.
"Baru dicium sebentar gak bakalan hamil, dasar cewek lebay,udah jangan dilap terus sudah terlanjur nempel,apa jangan-jangan lo mau di cium lagi yang lebih terasa."Goda Rendi melepas tangannya dari mulut Rini.
"Ih amit-amit...awas aja kalau lo berani cium gue lagi lihat aja nanti."Ancam Rini sambil membelalakkan matanya kearah Rendi.
"Hey cewek aneh, jangan sok jual mahal deh!"Ucap Rendi tersenyum sinis.
"Gue punya nama jangan panggil gue cewek aneh,nama gue Rini."Teriak Rini sambil berlari meninggalkan Rendi.
"Hahaha... dasar cewek aneh,tapi lucu.
Em.... ternyata namanya Rini."Gumam Rendi lirih sambil tersenyum menatap kepergian Rini.Rendi kembali berjalan untuk mencari makanan dengan senyum yang terus mengembang di bibirnya, kejadian itu mampu melupakan masalahnya sesaat.
Lain halnya dengan Rini yang terlihat sangat kesal dengan wajah cemberut terus ngedumel menyumpahi laki-laki yang sudah mengambil ciuman pertamanya.
__ADS_1