
"Pak.. Bagaimana ini pak, Burhan masuk rumah sakit pak...."Kata nenek kepada suaminya ketika mereka sedang berkumpul di ruang tengah pada saat malam hari setelah selesai makan malam.
"Kita berdoa saja semoga Burhan gak kenapa-kenapa, habisnya gimana lagi, kita gak mungkin pergi kesana sekarang,baru kemarin kita sampai di Jakarta,masa mesti balik ke Pekalongan lagi?
Ibu lagi sakit,bapak gak mau ibu kenapa-kenapa."Kata kakek menggenggam tangan nenek begitu lembut.
"Ada apa bu?"Tanya Agung yang baru pulang dari pabrik.
"Masmu masuk rumah sakit Gung."Kata nenek memberitahu dengan wajah sedih.
"Lho..kok bisa bu, kemarin dia baik-baik saja.
Memangnya sakit apa katanya bu?"Tanya Agung kaget.
"Kata mbakmu, terkena serangan jantung.
"Kapan kejadiannya?"Tanya Agung lagi.
"Sehari setelah kita pulang kesini,masmu masuk rumah sakit."Kata nenek menjelaskan.
"Wah.. berarti mas Burhan terkena serangan jantung karena ditinggal kita,itu tandanya dia tuh gak mau ditinggal sama kita."Kata Agung kembali santai.
"Kamu besok ke Pekalongan ya Gung lihat keadaan masmu."Perintah nenek.
"La..baru pulang sudah disuruh ke Pekalongan lagi.Kapan Agung bisa kencan sama cewek Agung kalau begini, sudah biarkan saja mas Burhan, itung-itung biar dia istirahat dulu gak kerja terus.Kalau gak sakit,mana mau dia istirahat.Hidupnya hanya untuk bekerja dan bekerja.Memang gak capek apa kerja terus.
Untuk apa banyak duwit kalau badannya sakit.
Toh duwit juga gak bakal dibawa mati."Kata Agung terlihat cuek.
__ADS_1
"Bocah gemblung..kalau ngomong jangan asal,masmu lakukan semua itu ya untuk anak dan istrinya lah, makanya cepetan nikah."Kata nenek sambil menjitak kepala Agung.
"Itu belum cukup, selama kita masih diberi tenaga dan pikiran,selama kita masih mampu untuk bekerja kenapa mesti berhenti."Lanjut nenek.
"Aduh bu....bisa ancur kepala Agung di jitak terus sama ibu."Protes Agung sambil mengusap kepalanya yang sakit.
"Ya iya Agung juga tau kali bu,mas Burhan kerja buat anak dan istrinya.Tapi anaknya kan cuma satu,sudah nikah lagi.Uang sudah banyak,rumah buat tinggal sepuluh keluarga juga masih muat.Manusia memang serakah, tidak pernah merasa cukup padahal sudah mendapatkan apapun yang diinginkan tapi selalu merasa kurang."Jawab Agung sambil berjalan meninggalkan ibunya yang masih duduk diruang tengah bersama dengan bapaknya Agung.
"Ibu jadi teringat bagaimana Burhan sewaktu masih kecil.Hidupnya dulu menderita karena keadaan kita dulu yang pas-pasan, kasihan dia ikut menderita, bahkan harus menerima hinaan dari orang karena kita tidak bisa memberikan tempat dan makanan yang layak untuknya."Kata nenek merasa sedih mengingat kejadian dulu sewaktu mereka masih susah belum punya apa-apa, rumah juga masih ngontrak.Burhan kecil sering mendapat perlakuan buruk dari orang, usianya yang masih baru lima tahun,dia sudah banyak mendapatkan perlakuan buruk,
Segala hinaan dan cacian sering ia terima.Mungkin sikap Burhan menjadi seperti sekarang ini karena ia tidak mau nasib anaknya sama seperti nasib dia sewaktu masih kecil dulu.
.....
Tentang Burhan kecil.
"Sabar sayang, sebentar lagi ibu selesai.
Nanti kita beli makanan ya nak."Kata ibunya Burhan sambil menatap Burhan yang sedang menggendong Agung yang masih berusia dua tahun.
Burhan yang masih berusia lima tahun duduk sambil memangku adiknya disebelah ibunya yang sedang menyetrika baju.Terlihat seorang anak laki-laki yaitu anak dari majikan ibunya Burhan bekerja yang berumur sekitar sembilan tahun keluar dari dalam sambil membawa sebuah piring berisi kue.Anak laki-laki itu duduk dikursi tidak jauh dari tempat Burhan dan ibunya serta Agung berada.Burhan yang sedang kelaparan menatap piring yang sedang dipegang anak laki-laki itu sambil menggerakkan mulut dan lidahnya saat melihat kue yang terlihat sangat lezat diatas piring.
"Sayang.. jangan lihat kesana,nanti kamu malah tambah lapar nak.Sabar ya sayang, sebentar lagi ibu selesai kok, nanti kita beli makanan."Kata ibunya Burhan saat mendengar anaknya mengecap, menggerakkan mulutnya seperti sedang makan sesuatu sambil melihat anak majikannya yang sedang makan kue.Anak majikannya itu menoleh kearah Burhan yang dari tadi menatapnya.
"Ada apa?Kamu mau?"Tanya anak laki-laki itu sambil melihat ke arah Burhan.
"Burhan langsung menganggukkan kepalanya dengan cepat.
"Oh..ya sudah nih!"Kata anak laki-laki itu sambil mengambil kue yang ada di atas piring lalu mengarahkan ke arah burhan.
__ADS_1
"Ini ambil kalau mau."Kata anak laki-laki itu sambil tersenyum licik.
"Burhan langsung meletakkan adiknya di lantai,ia bergegas lari kearah anak laki-laki dari majikan ibunya dengan wajah ceria karena akhirnya bisa makan kue yang terlihat sangat lezat.Saat Burhan sudah sampai di samping anak majikan ibunya dan hendak mengambil kue yang dipegang anak laki-laki itu, tiba-tiba....
"Ups... sorry... kuenya jatuh deh."Kata anak laki-laki itu sengaja menjatuhkan kue yang akan diberikan oleh Burhan kecil.Burhan kecil yang tadinya terlihat bahagia, berubah menjadi murung sambil melihat kearah kue yang sudah tergeletak di lantai.
"Kenapa bengong?Ya sudah ambil saja kuenya kalau lo mau,Itu makanan yang pantas buat anak seperti kamu,ha..ha...!"Kata anak laki-laki itu sambil tertawa terbahak-bahak mengejek Burhan kecil.Burhan menatap tajam wajah anak laki-laki itu dengan tatapan penuh amarah dan kebencian.
"Apa lo lihat-lihat gue...lo gak suka,marah?Huh.. gem...el aja belagu lo
"Kata anak laki-laki itu sambil mendorong tubuh Burhan kecil.
Anak laki-laki itu berjalan masuk kedalam sambil membawa kembali piring yang berisi kue meninggalkan Burhan.
Ibunya Burhan yang menyadari kalau anaknya diperlukan tidak baik oleh anak majikannya langsung berlari menghampiri Burhan kecil.
"Sayang..kamu yang sabar ya nak, maafkan ibu ya nak! Ayok kita pulang,ibu sudah selesai.
Tunggu sebentar disini sama adikmu ya nak,ibu bawa masuk dulu baju yang sudah selesai disetrika sambil pamit sama nyonya."Kata ibunya Burhan sambil menenteng keranjang yang berisi baju milik majikannya itu.
"Ibu..aku benci anak itu,dia jahat.Besok kalau Burhan sudah besar dan punya uang banyak, Burhan bakal balas anak laki-laki itu."Kata Burhan kecil sambil menatap kedalam rumah dengan tatapan penuh kebencian dan dendam.
"Kamu gak boleh ngomong seperti itu nak,gak baik menyimpan dendam.Dendam hanya akan membuat hidupmu menderita sayang."Kata ibunya Burhan berusaha memberi pengertian untuk Burhan kecil.
"Enggak bu.. pokoknya mulai besok aku mau rajin belajar,aku pingin sekolah yang pintar,
Terus aku mau bekerja seperti bapak.Cari uang yang banyak agar ibu,bapak dan Agung gak di hina orang lagi.Pokoknya gak ada orang yang boleh menghina keluarga Burhan.
Akan ku balas orang-orang sombong seperti mereka."Kata Burhan tegas dengan penuh percaya diri.
__ADS_1