Ketulusan Cinta Rini 2

Ketulusan Cinta Rini 2
Mengajak menikah.


__ADS_3

Kukuruyuk....Uk..uk...uk...uuuuk...


Terdengar suara ayam berkokok menandakan hari sudah pagi.


Rini menggeliat membuka matanya berlahan saat mendengar suara berisik dari ayam-ayam yang bersaut-sautan membangunkan para manusia yang sedang asyik menikmati hangatnya tidur dibawah selimut mereka.


"Aduh..."Ucap Rini saat merasakan tubuhnya terasa berat,ia merasa terkejut ketika menyadari dirinya tengah dipeluk oleh seseorang.


Rini hampir saja berteriak sangking kagetnya, ia langsung menutup mulutnya sendiri ketika tersadar kalau yang memeluk tubuhnya adalah Rendi, pujaan hatinya.


Rini tersenyum menatap wajah Rendi yang begitu lucu seperti anak kecil saat ia sedang tidur.


Rini mengusap lembut wajah Rendi dengan jari-jarinya, ditunjuk satu persatu dengan telunjuk jarinya dari mata,hidung dan mulut Rendi.


"Kamu sungguh tampan sekali mas,tapi sayang..kamu galak."Kata Rini lirih.


Ia segera menarik tangannya dan langsung memejamkan matanya pura-pura masih tidur saat Rendi menggeliat.


"Sudahlah.. jangan pura-pura tidur,aku sudah tau kalau kamu sudah bangun."Ucap Rendi dengan suara serak khas suara bangun tidur.


Tapi Rini masih belum mau membuka matanya pura-pura masih tidur.


Rendi membuka matanya berlahan,ia tersenyum melihat wajah kekasihnya itu dengan tangannya masih setia nangkring di pinggang Rini.


Rendi semakin merapatkan tubuhnya lebih dekat lagi dengan tubuh Rini.


"Aku sudah dengar semua tadi,kamu gak usah pura-pura tidur,iya..aku tau kalau aku memang sangat tampan,kamu mana mau sama aku kalau aku gak setampan ini,kamu pasti malu ya? ketahuan memuji ketampanan aku."Kata Rendi dengan penuh percaya diri.


"Masih belum mau buka matanya nih..oh apa jangan-jangan pingin dicium kali ya?"Kata Rendi menggoda sambil mempererat pelukannya.


"Uh...mas Rendi..."Ucap Rini membuka matanya karena merasa sesak bernafas akibat Rendi memeluknya dengan erat.


Wajah mereka sangat dekat, Rini maupun Rendi bisa merasakan nafas mereka diwajah masing-masing.


"Tadi kamu ngomong apa?Aku galak?"Kata Rendi mempererat pelukannya.


Rini menggigit bibir bawahnya dengan detak jantung yang tidak beraturan.

__ADS_1


"He..he...mas Rendi memang galak, apalagi kalau tau aku sedang bersama cowok lain."Kata Rini sambil nyengir.


"Awas saja kalau kamu sampai dekat sama cowok lain, bahkan sampai ketahuan pernah tinggal satu rumah dengan laki-laki lain, habislah kamu."Ancam Rendi.


Rini menelan ludahnya sendiri, karena merasa takut dan ngeri dengan ancaman Rendi.


"Aduh...bagaimana kalau mas Rendi tau kalau selama ini gue tinggal sama mas Johan?Bisa mati gue."Batin Rini.


"Ayo..kamu lagi mikirin apa?Awas ya kalau kamu ketahuan sedang mikirin cowok lain."Rendi kembali mengancam dengan menatap tajam ke arah Rini.


"Gak lah mas,mana berani aku."Jawab Rini gemetar karena merasa takut dengan tatapan wajah Rendi yang menakutkan.


"He..he.. enggak sayang...mas bercanda kok."Kata Rendi tertawa kecil saat melihat wajah Rini yang terlihat begitu ketakutan.


"Tapi gak apalah yang kalau galaknya diatas ranjang."Bisik Rendi lirih ditelinga Rini membuat bulu kuduk Rini berdiri jadi merinding.


"Ih..mas Rendi nyebelin banget sih."Kata Rini dengan wajah yang sudah berubah merah sambil mencubit pinggang Rendi.


"Aw... sakit..."Kata Rendi manja,ia semakin mempererat pelukannya, dirinya dapat merasakan betapa hangatnya dua benda kenyal menempel di dadanya, jantungnya terus berontak seakan ingin loncat dari tempatnya.


Rendi mendorong tubuh Rini hingga kembali jatuh diatas kasur dengan posisi tubuh Rini berada dibawahnya.


Tanpa pikir panjang Rendi langsung melahap bibir Rini dengan sangat lembut.


Sedetik Rini sampai lupa diri tidak bisa mengontrol dirinya,ia terbuai dengan sentuhan bibir Rendi yang begitu hangat dan lembut bermain di bibirnya, Rendi memperdalam ciumannya saat merasakan balasan dari pujaan hatinya itu.


"Em....mas...."Ucap Rini lirih mencoba menghentikan aksi Rendi yang mulai tidak terkendali, Rini mencoba menyadarkan Rendi ketika tangan Rendi mulai merayap ke daerah terlarang miliknya.


Ia menggeliat merasa geli juga terasa nik**mat dengan sentuhan tangan Rendi yang terus merayap,meraba dan mengusap dengan lembut ke-seluruh tubuhnya.


Rini bersuara lirih saat tangan kekasihnya itu meremas dua gundukan miliknya.


"Hah..hah...mas..."Kata Rini lagi dengan nafas terputus-putus tidak beraturan mencoba menghentikan aksi Rendi yang sudah dikuasai oleh naf**su,tapi tidak dihiraukan oleh Rendi.


Tangannya malah semakin nakal meratap kebagian bawah.


Nafas mereka terdengar begitu cepat seperti sedang berlari.

__ADS_1


Rini berusaha menarik tangan Rendi agar tidak menyentuh bagian bawah miliknya tapi usahanya gagal.


Rini terpaksa menggigit bibir Rendi agar Rendi menghentikan aksinya.


"Aw..."Teriak Rendi langsung menghentikan aksinya ketika merasakan sakit dibibir bawahnya akibat gigitan yang begitu kuat dari Rini.


"Hah..hah .."Rini mengatur nafasnya saat wajah kekasihnya itu menjauh dari wajahnya.


"Kok digigit sih yang?"Tanya Rendi sambil memegangi bibirnya yang terasa sakit.


"Awas.. "Rini mendorong kasar tubuh Rendi agar menyingkir dari tubuhnya.


Ia duduk sambil melipat kedua tangannya di dada.


"Mas Rendi nyebelin banget sih, katanya gak mau melakukan lebih dari itu tapi apa, hampir saja mas Rendi..."Kata sambil cemberut tidak mau menatap wajah pemuda tampan yang ada di sampingnya.


Rendi bangun dari rebahannya,ia menggeser duduknya mendekat ke arah Rini.


"Maaf,tadi aku kebawa suasana banget yang.


Habis udara pagi hari ini begitu dingin jadi pingin deh,he..he.. Jangan marah ya, maaf mas tadi khilaf.


Makanya ayok kita kerumah orang tuamu sekarang,kita mending cepetan nikah saja biar kita gak melakukan dosa,mau kan kamu menikah denganku?"Kata Rendi sambil memeluk Rini dari belakang, kedua tangannya melingkar di pinggang Rini.


"Tapi..."Kata Rini dengan wajah sendu.


"Tapi kenapa?Kamu tidak percaya dengan mas? Pasti kamu takut karena kedua orang tua mas gak setuju,kamu takut mereka marah ya kan?"Tanya Rendi melepas pelukannya, dibaliknya tubuh Rini agar menghadap ke arahnya.


"Tapi mas Rendi sudah punya istri.


Apa gak apa-apa jika kita harus menikah? Bagaimana nanti kalau kedua orang tua mas Rendi marah dan memaksa Rini untuk tinggalkan mas Rendi lagi."Kata Rini dengan wajah sedih.


"Kan kamu yang bilang,gak perduli mesti mas sudah punya istri,kamu juga bilang kalau kamu bersedia menikah dengan mas walaupun harus jadi yang kedua."Kata Rendi mengingatkan.


"Ya..ya... sekarang pergilah sana,aku mau mandi dulu,tuh dengarkan suara adzan subuh."Kata Rini mendorong tubuh Rendi dengan kasar.


Dengan gerakan cepat ia segera turun dari ranjang menjauh dari kekasihnya agar kekasihnya itu tidak memeluknya lagi.

__ADS_1


__ADS_2