
"Papa sama mbak ma."Jawab Siska.
"Lho...kenapa papa kamu tinggal sama mbak?"Tanya bu Citra marah.
"Siska ingin menemui mas Rendi ma,gak apa-apa lah ma sama mbak sebentar."Kata Siska dengan santainya.
Bu Citra hanya diam saja dengan menahan amarahnya, karena menantunya yang dimintai tolong, dipercaya suruh menjaga suaminya malah dia meninggalkan suaminya dengan asisten rumah tangga saja.
Sedangkan bu Citra tidak pernah sedetikpun membiarkan asisten rumah tangganya ikut mengurus suaminya, karena pak Burhan tidak suka jika harus di urus oleh asisten rumah tangga mereka,tapi ini menantu kesayangannya malah membiarkan suaminya bersama dengan asisten rumah tangganya.
Bu Citra langsung pergi meninggalkan Siska karena kesal dengan sikap menantunya itu.
"Ma..mama mau kemana? Katanya mau makan?"Tanya Siska.
"Pulang..!"Jawab bu Citra.
"Oh iya, sebaiknya kamu ikut pulang sama mama,jangan ganggu Rendi, biarkan dia tenang didalam."Lanjut bu Citra.
"Yasudah deh."Ucap Siska menurut.
Siska akhirnya ikut pulang ke rumah bersama dengan ibu mertuanya tanpa mengetahui kalau didalam kamar Rendi dirawat saat ini ada Rini.
Bu Citra sengaja menyuruh Siska pulang agar tidak menggangu anaknya yang kelihatannya sangat bahagia bersama Rini.
Sementara didalam rumah pak Burhan terlihat sedang berusaha berdiri untuk mengambil minum yang ada diatas meja, karena para asisten rumah tangganya sedang sibuk membersihkan rumahnya yang super besar,dan ada yang sedang memasak untuk makan para majikannya nanti siang.
.
Prang....
Terdengar pecahan kaca mengagetkan para asisten rumah tangganya yang sedang sibuk bekerja.
"Tuan....."Teriak salah satu asisten rumah tangga pak Burhan melihat pecahan kaca dibawah kaki majikannya itu.
mbak Itu langsung berlari sambil membawa sapu dan serok sampah untuk membersihkan pecahan kaca yang ada dibawah kaki majikannya.
__ADS_1
"Maaf tuan,apa tuan ingin minum? Sebentar ya tuan."Kata mbak memakai jilbab.
"Ca.. tolong ambilkan minum untuk tuan Ca!"Kata Inul, sedangkan dia sendiri mengumpulkan pecahan gelas yang berserakan di lantai dengan menggunakan sapu.
Dan mbak yang satunya lagi sedang memasak di dapur.
Tiiin...
Terdengar suara klakson mobil dari luar rumah.
"Itu pasti nyonya sudah pulang."Kata Caca sambil menyerahkan segelas air putih kepada Inul.
Dengan hati-hati Inul membantu tuannya untuk minum.
Sementara Caca langsung berlari kedepan untuk membukakan pintu rumah.
Tidak lama terlihat seorang perempuan berusia hampir empat puluh tahun tapi masih terlihat segar dan cantik seperti baru berusia tiga puluh tahun berjalan masuk kedalam rumah dan berjalan menghampiri pak Burhan yang sedang duduk di kursi roda.
Siapa perempuan itu?Dia adalah bu Citra, istrinya pak Burhan, walaupun sudah berumur tapi bu Citra masih terlihat cantik karena bu Citra pandai merawat diri.
"Maaf ya pa,tadi mama suruh Siska menjaga papa malah dia nyusul ke rumah sakit."Kata bu Citra mendorong kursi roda suaminya untuk dibawa kekamar.
Bu Citra tidak tahu kalau selama ini ketika dirinya pergi ke konveksi, pak Burhan juga dijaga dan diurusi oleh para asisten rumah tangga mereka.
"Terimakasih ya mbak, sudah menjaga tuan."Kata bu Citra kepada para asisten rumah tangganya.
"Iya nyonya."Jawab mereka.
Kasian mereka ya Ca,kapan ujian keluarga ini berakhir ya Ca?Aku sungguh tidak tega melihat keluarga ini menderita."Kata Inul ketika kedua majikannya sudah naik ke lantai dua.
"Kamu berasa gak sih?Kalau semua musibah yang datang di keluarga ini saat non Siska masuk di keluarga ini."Kata Caca.
"Iya Ca,kamu benar.Aku juga merasa begitu."Bisik Inul.
"Hai...kerja..jangan ngerumpi terus."Kata mbak yang satunya lagi dengan suara keras mengagetkan kedua perempuan yang sedang asyik bergosip.
__ADS_1
"Wes jan...mbak Juju nih mengganggu kesenangan orang saja."Kata Inul sambil memegang dadanya sendiri karena kaget dengan suara mbak Juju yang tiba-tiba ada dibelakangnya.
"Kesenangan apa, ngomongin orang itu dosa mbak-mbak, ngumpulin itu pahala jangan ngumpulin dosa."Kata mbak Juju menasehati kedua partner kerjanya sebagai asisten rumah tangga.
"Iya bu yai."Jawab kedua perempuan itu bersamaan,mereka langsung kabur dari hadapan mbak Juju.
Dirumah sakit terlihat dua sepasang kekasih terlihat sangat bahagia akhirnya mereka bisa bertemu.
Rini terus menciumi punggung tangan Rendi dengan kedua mata terus mengeluarkan cairan bening.
"Sudah yang, jangan nangis terus."Bisik Rendi dengan suara lemahnya.
"
Seharian Rini berada di rumah sakit untuk menemani Rendi, menyuapinya, membantunya kekamar mandi,dan lain-lain.
Sedangkan Siska setelah dari rumah sakit malah pulang ke rumah kedua orang tuanya.
"Kamu kok kesini sih nak?"Tanya Bunda Karmila.
"Siska capek ma, harus menemani papanya Rendi yang menyusahkan,mau apa-apa mesti di ambilin,mesti dibantuin,mama malah pergi sendiri, urusan papa diserahkan sama Siska, Siska jadi merasa sudah kayak pembantu saja deh ma!"Keluh Siska.
"Kamu yang sabar,itu salah satu usaha agar kedua mertuamu sayang sama kamu yang perhatian dan perduli sama mereka,dengan demikian mereka besar kemungkinan akan memberikan sebagian hartanya untuk kamu karena kamu kan menantu satu-satunya di keluarga mereka."Kata bunda Karmila.
"Tapi bun, Siska capek, sudahlah Siska gak perduli pokoknya Siska sudah gak sanggup ngadepin keluarga Rendi yang semakin lama semakin menyusahkan.
"Kenapa sih bun,kita gak lenyapkan saja mereka, setelah mereka gak ada,kita dapat mengambil semua yang mereka punya."Kata Siska dengan santainya sambil rebahan di atas sofa.
"Gak semudah itu sayang, mereka masih punya keluarga di Jakarta, pasti Keluarga mereka di Jakarta tidak tinggal diam begitu saja, nanti malah kita gak mendapatkan apa-apa kalau Rendi dan kedua orang tuanya tiada apalagi kamu belum memberikan keturunan untuk mereka."Kata bunda Karmila menjelaskan.
"Yang sekarang harus kamu lakukan adalah membuat kedua mertuamu sayang dulu sama kamu nak,kamu bujuk mereka agar mau menyerahkan usaha mereka yang ada didekat terminal Pekalongan ke kamu dulu selama Rendi masih koma."Bujuk bunda Karmila.
"Terus terang Siska takut bun, bagaimana nanti kalau Rendi sadar,dia akan memberitahukan ke papa sama mama tentang kejahatan kita bun, sabenarnya Siska selama Rendi koma ingin menemuinya untuk buat dia koma selamanya tapi si tua bangka Rudi,salah satu orang kepercayaan papa selalu menghalangi Siska menjenguk Rendi sendiri.
Si tua bangka Rudi itu selalu mengikuti Siska jika Siska ingin melihat keadaan Rendi,dan tadi saat mau menemui Rendi,ganti mama yang menghalangi Siska, Sepertinya mereka sengaja bun, jangan-jangan mereka juga sudah tau dengan apa yang sudah Siska lakukan bun!"Kata Siska curiga.
__ADS_1