
Tin...tiiiin....
Fareal membunyikan klakson motornya berulang kali tapi tidak ada satu orangpun yang keluar untuk membukakan pintu gerbang.
"Haduh...ini si Mbak pada kemana sih!"Gerutu Fareal kesal.
"Apa mau kita bantu dobrak aja pagar rumah bokap lo Fa?Ayok kita siap."Kata Agus.
"Hus sembarangan, nanti gue bisa dipecat jadi anak bokap sama nyokap gue bisa gawat."Ucap Fareal menjitak kepala Agus yang ada disampingnya.
Tidak lama terlihat seorang perempuan muda keluar dari dalam rumah, perempuan itu berlari menuju gerbang.
"Kok lama banget sih Mbak? Ucap Fareal kesal.
"Maaf mas,lagi...em...."Si Mbak nampak bingung mau jawab apa sambil membukakan pintu gerbang untuk Fareal dan ketiga temannya, tapi sepertinya Agus dan kedua teman Fareal yang lain tau apa alasannya asisten rumah tangga kedua orang tua Fareal terlambat membuka pintu, mereka menebak kalau didalam pasti sedang sibuk mempersiapkan kejutan untuk Fareal.
"Udah lah bro... jangan ngomel-ngomel mulu napa, yang penting kan udah dibukain pintunya sama si Mbak"Kata Agus berusaha menenangkan sahabatnya yang terlihat tampak emosi.
"Terimakasih Mbak."Ucap ketiga teman Fareal bersamaan ke Mbak, asisten rumah tangga kedua orang tua Fareal yang terlihat masih sangat muda.
Si Mbak hanya bisa tersenyum malu sambil menundukkan kepalanya.
"Mbak lo manis banget sih Fa, boleh gak gue deketin."Bisik Agus sambil melirik asisten rumah tangga yang sedang menutup kembali pintu pagar saat mereka sedang berjalan untuk masuk kedalam.
"Awas aja kalau lo berani macam-macam sama Mbak gue,tak culek mata lo."Ucap Fareal ketus.
"Pelit amat sih Fa, jangan-jangan lo juga naksir sama pembokat lo itu ya?"Tanya Agus langsung mendapat pukulan di lengannya dari Fareal.
"Sembarangan."Ucap Fareal mendorong pelan sahabatnya itu.
Ceklek....
pintu dibuka oleh Fareal.
"Tumben sepi banget nih rumah.
Mbak...! Bunda, Chelsea sama Ayah pada kemana?Kok lampunya gak dinyalain Mbak?Gelap lho Mbak!"Kata Fareal sambil berjalan masuk diikuti ketiga temannya dari belakang.
"Hemat energi Fa,"kata Jidan,salah satu teman Fareal yang paling kalem.
__ADS_1
Klek....
Tiba-tiba lampu menyala dengan terang mengagetkan keempat pemuda yang baru masuk kedalam rumah.
"Selamat ulang tahun ...!"Seru kedua orang tua Fareal dan adik Fareal bersamaan saat Fareal baru membuka pintu rumah.
"Hah...ulang tahun?"Fareal merasa terkejut tidak menyangka kedua orang tua dan adiknya ternyata tidak melupakan hari kelahirannya padahal ia sendiri lupa kalau hari ini hari kelahirannya.
Fareal merasa terharu sambil memperhatikan isi rumah yang ternyata sudah dihiasi dengan balon dan pita yang terpasang diatas langit-langit rumah,terdapat tulisan ucapan selamat ulang tahun untuk dirinya yang sekarang sudah genap berusia dua puluh tahun.
"Selamat ulang tahun sayang,kok pulangnya sampai malam gini sih sayang?"Tanya Rini sambil mencium kedua pipi anak laki-lakinya.
"Tuh tanya aja sama mereka."Jawab Fareal menunjuk kearah tiga temannya yang sedang cengar-cengir dibelakangnya.
"Maaf Tante,tadi kita habis terkena hukuman dari dosen jadi terlambat deh pulangnya."Jelas Agus jadi tidak enak
"Di hukum? Fareal juga?"Tanya Rendi terkejut.
"Enggak kok Om, Fareal anak Om Rendi kali ini tidak terkena hukuman,cuma kami bertiga yang terkena hukuman,he..he.."Jelas Candra,teman Fareal yang satunya lagi sambil cengengesan.
"Makanan jadi anak jangan bandel napa,ayok kita langsung kesana aja, Bunda udah siapin makanan untuk kalian semua, pasti pada lapar kan?"Tanya Rini.
"Tapi sebelum makan, Fareal tiup lilin dulu,ayok sayang jangan lupa berdoa terlebih dahulu."Perintah Rini mengajak Fareal menuju kesebuah meja yang terdapat kue tertulis ucapan selamat ulang tahun yang berukuran besar dengan banyak lilin kecil diatasnya, terdapat satu lilin besar dengan angka 20 ditengah-tengahnya.
"Fareal memejamkan matanya beberapa menit untuk berdoa lalu membuka kedua matanya kembali, ditiupnya lilin-lilin yang jumlahnya lumayan banyak hingga padam semua.
"Selamat ulangtahun sayang."Rini kembali mencium pipi anak laki-lakinya dengan lembut.
"Terimakasih Bunda."Ucap Fareal,lalu dipotongnya kue ulangtahun itu menggunakan pisau kue.
"Kue pertama Fareal berikan untuk Bunda Fareal yang paling baik sedunia, Fareal pingin Bundaku ini sehat selalu biar bisa masakin makanan yang lezat-lezat untuk kita semua"Ucap Fareal sambil menyuapkan kue ulangtahun ke mulut Rini.
"Terimakasih sayang."Balas Rini sambil mengusap lembut wajah Fareal.
"Kue yang kedua untuk Ayah Fareal yang paling ganteng, semoga Ayah juga selalu diberikan kesehatan agar bisa cari duwit untuk kita semua,bisa gawat kalau sampai Ayah sakit, nanti gak ada yang nyariin kita uang buat jajan,he..."Ucap Fareal sambil ketawa kecil menghampiri Rendi.
"Dasar,anak nakal."Kata Rendi mengacak rambut anak laki-lakinya gemas.
"Bercanda Yah, semoga Ayah sehat terus ya Yah."Fareal malah berdoa untuk kedua orang tuanya sambil menyuapkan kue ke-mulut Rendi.
__ADS_1
"Terus yang ketiga buat bidadari keluarga ini pastinya...! Lanjut Fareal menghampiri adiknya yang dari tadi terus tersenyum merasa bahagia melihat kebahagiaan keluarganya.
"Semoga adik gue yang paling cantik ini juga sehat selalu."Ucap Fareal menyuapkan kue ke mulut adik perempuannya.
"Mas Fareal... selamat ulang tahun, hiks... semoga mas Fareal juga sehat selalu."Balas Chelsea langsung memeluk kakaknya dengan erat sambil terisak merasa bahagia.
"Tunggu...gue dari tadi bingung, sabenarnya ini yang ulang tahun siapa ya?Kok dari tadi yang mendoakan malah yang sedang ulang tahun bukannya seharusnya yang sedang ulang tahun yang didoakan."Ucap Agus sambil menggaruk kepalanya sendiri merasa bingung dengan keluarga temannya.
"Sudahlah gak usah dipikirkan Gus...itu urusan keluarga mereka, Kita cukup menyaksikan saja."Kata Candra.
"He...he... gue sampai lupa ada kalian disini."ucap Fareal menoleh ke teman-temannya.
"Kalian potong sendiri-sendiri lah kuenya."Perintah Fareal.
"Asyik... terimakasih bro."Ucap Jidan terlihat bersemangat langsung disenggol oleh Agus.
"Tahap... jangan malu-maluin napa!"Bisik Agus lirih.
"Gak apa-apa,ayok jangan malu-malu,anggap aja dirumah sendiri."Ucap Rini yang melihat sikap Agus ke Jidan.
"He...he...iya Tante terimakasih."Ucap teman-teman Fareal.
Kalian mau langsung makan apa mau mandi dulu?"Tanya Rini.
"Fareal mandi dulu ya Bun,gerah banget."Jawa Fareal yang sudah tidak tahan dengan bau keringatnya sendiri.
"Ya sudah cepetan sana nanti kita makan bareng-bareng, sekalian nunggu teman-teman yang lain pada datang."Perintah Rini.
"Teman-teman? Maksud Bunda?"Tanya Fareal jadi bingung.
"Bunda mengundang teman-teman kamu untuk datang kesini merayakan hari ulang tahun kamu sayang."Jelas Rini.
"Serius Bun?"Kapan Bunda ngundangnya?Kok Fareal gak tau?"Tanya Fareal terkejut.
"Dua hari yang lalu, Bunda minta mereka untuk diam pura-pura gak tau,he..he.."Jelas Rini.
"Jadi... kalian...."Ucap Fareal menoleh kearah tiga temannya yang malah kompak memalingkan wajahnya pura-pura tidak mendengar apapun.
"Gak usah pura-pura lagi deh, berarti tadi kalian sudah tau kalau hari ini ulang tahun gue, jangan-jangan yang...."
__ADS_1
"Iya-iya kita ngaku,udah jangan dibahas,he...he...."Ucap ketiga teman Fareal menghentikan ucapan temannya itu.