
Satu tahun kemudian.
"Ayok cepetan Fa.. nanti kita ketinggalan pesawat gagal deh pulang ke Indonesia."Ucap Agus karena temannya masih saja diam didalam kamar terlihat sedang mencari sesuatu.
"Sebentar...gue taruh dimana ya?"Fareal masih muter-muter mengobrak-abrik isi kamar.
"Lo nyari apa si Fa,dari tadi muter-muter seperti gangsing."
"Lo lihat kotak kecil warna hitam yang semalam gue letakkan diatas meja gak Gus?"Tanya Fareal sambil mengobrak-abrik laci meja, mengeluarkan barang-barang yang ada didalam laci.
"Gue gak lihat, memangnya apa isinya?"Tanya Agus ikut mencari kotak yang dimaksud sahabatnya itu.
"Ada deh...."Jawab Fareal sambil tersenyum simpul.
"Eleh-eleh... pasti hadiah buat si dia!"Goda Agus.
"Nah lo tau!"Ucap Fareal ganti mengobrak-abrik isi lemari pakaian miliknya.
"Lo ceroboh banget sih Fa, kalau tuh barang penting kenapa gak lo simpan yang benar!"Nasehat Agus.
"Gue lupa, semalam gue keburu ngantuk langsung tidur."Jawab Fareal.
"Hah... kalau sudah seperti ini jadi bingung sendiri kan lo!"
"Haduh...dimana ya?"Fareal menghentikan aksinya mengacak-acak isi lemari,lalu ia berganti mengacak-acak ranjangnya yang memang sudah acak-acakan.Di kibas-kibaskan semua kain yang ada diatas kasurnya.
Prak....
Tiba-tiba terdengar barang jatuh saat ia sedang mengibaskan seprai.
"Alhamdulillah...."Ucap Fareal saat melihat kotak kecil warna hitam yang tergeletak dilantai.
"Ketemu Fa?"Tanya Agus menoleh kearah Fareal.
"Akhirnya, muach... muach... muach... thanks you,kamu sudah kembali!'Fareal mengambil kotak kecil itu dan menciumnya berkali-kali.
__ADS_1
"Waduh...wes tah nanti setelah sampai di Indonesia gue mesti bilang sama Om Rendi supaya anak semata wayangnya ini segera dikawinkan saja biar gak tambah parah gemblungnya!"Seru Agus sambil menggelengkan kepalanya melihat tingkah Fareal.
"Hehehe...ayok bro kita berangkat sekarang!"Ucap Fareal sudah kembali bersemangat.
"Eh...enak saja, bereskan dulu kekacauan ini, ayok rapikan buku-buku sama baju lo yang udah lo keluarin dari tempatnya, sembarangan.Takutnya lo nanti mau lama liburnya,lha gue yang datang duluan masa harus beres-beres sendirian."Protes Agus.
"Enggak Gus,mau ngapain gue libur lama-lama."Jawab Fareal.
"Kali aja lo mau kawin dulu."Seru Agus.
"Pinginnya sih, hehehe...!"Fareal terkekeh.
"Udahlah ayok cepetan Gus, biarkan saja lah Gus,bisa berabe kalau sampai ketinggalan pesawat."Fareal bergegas keluar meninggalkan Agus yang sedang mengumpulkan buku-buku yang tadi berantakan akibat ulahnya.
"Eh monyong, malah ninggalin gue."Agus berlari menyusul Fareal yang sudah berada diluar.
Mereka libur selama satu bulan setelah mengikuti ujian semester.
***
"Ah... kangen ayah bunda apa kangen sama si dia...!"Ledek Agus.
"Ya kangen dia juga lah, hehehe...."Jawab Fareal cengengesan.
"Alah bilang aja sabenarnya lo kangen sama si dia."Ledek Agus lagi.
"Iya Gus, gue pingin langsung melamarnya nanti, tapi bagaimana dengan kedua orang tua gue ya Gus."Wajah Fareal jadi murung.
"Semangat bro,lo bilang akan berjuang buat dia!"
"Iya, apapun yang terjadi gue tetep akan nikahi dia!"
"Nah gitu dong."
"Kotak tadi isinya apa Fa?"Tanya Agus saat teringat dengan kotak kecil yang tadi sempat bikin heboh bikin kamar mereka berantakan seperti kapal pecah.
__ADS_1
"Oh iya, gue belum kasih lihat ya!"Fareal membuka tas ransel yang diletakkan disampingnya lalu ia merogoh tas ransel berukuran sedang dan diambilnya sebuah kotak kecil berwarna hitam.
Klek....
Fareal membuka kotak itu, terlihat sebuah kalung berwarna silver+liontin berbentuk hati dan jika diamati dari dekat terdapat tulisan Fareal love Chelsea yang tulisannya terlihat sangat kecil diatas liontin itu sehingga tidak dapat dibaca jika tidak diamati dari dekat.
"Bagaimana bro, keren gak?"Tanya Fareal memperlihatkan sebuah kalung cantik dengan liontin berbentuk hati berwarna silver.
"Wow...lo dapat darimana ini Fa?Widiiiih...ada tulisannya lagi, sebentar... apa ini tulisannya,fa..real...lo...ve....che...l...sea."Agus dengan teliti membacanya tulisan yang begitu kecil diatas liontin dengan mengejanya satu-satu karena tidak terlalu jelas tulisannya jika tidak benar-benar diamati dari dekat.
"Ciye-ciye... dasar lo kadal!"Seru Agus kembali menggoda Fareal.
"Keren kan?Ini gue pesannya sudah dari bulan kemarin lho Gus,baru jadi kemarin sore,itu karena gue telpon terus nanyain pesanan gue ini, tadinya mau gue batalin aja karena lama, gue mau beli kado lain buat pujaan hati gue,eh gak taunya gue ditelpon katanya pesanan gue sedang dalam proses pengukiran disuruh sabar menunggu."Gerutu Fareal yang sempat kesal kepada penjualnya yang lambat.
"Tapi gak mengecewakan kan hasilnya?"Tanya Agus sambil tersenyum menggoda sahabatnya itu.
"Ya...."Jawab Fareal sambil tersenyum memasukkan kalung itu kembali kedalam kotak lalu ia masukkan lagi kotak itu kedalam tas ranselnya.
Di tempat lain.
"Pak,bu, Chelsea ke kampus dulu ya,"pamit Chelsea kepada kedua orang tua kandungnya.
Siska dan Pak Eko akhirnya menikah dan mereka tinggal dirumah Pak Eko yang super mewah dan besar,bunda Karmila juga ikut bersama mereka karena Siska tidak mungkin meninggalkan Bunda Karmila yang sudah tua tinggal seorang diri.Chelsea berangkat ke kampus dengan naik mobil sendiri.Pak Eko membelikan sebuah mobil sebagai hadiah ulang tahun Chelsea yang ke-21 tahun dua tahun yang lalu.
"Chelsea...!"Panggil Siska saat Chelsea sudah berada didepan mobilnya.
"Ada apa bu?"Tanya Chelsea menoleh kebelakang, terlihat ibunya sedang berjalan menghampirinya.
"Nanti tolong kamu berikan ini ke Atun ya nak, ini obat yang kemarin ibunya Atun pesan, aturan minumnya sudah ibu tulis disitu,bilang sama Atun agar ibunya jangan terlalu capek dan stres,agar sel kanker yang ada di *********** tidak cepat berkembang, insya Allah penyakit ibunya Atun bisa disembuhkan asal ia mau menjaga pola makan juga rutin minum obat tapi yang paling penting dia yakin dan percaya kalau penyakitnya bisa disembuhkan."Kata Siska sambil menyerahkan kantong plastik kecil berwarna putih kepada putrinya.
"Iya bu nanti Chelsea sampaikan ke Atun."Ucap Chelsea mengambil kantong plastik itu dari tangan Siska. Setelah itu ia kembali masuk kedalam mobil dan bergegas pergi karena sudah sangat terlambat sedangkan Siska masuk lagi kedalam rumah untuk bersiap-siap pergi kerumah sakit tempat dirinya bekerja.
Dirumah Rendi.
Brak....
__ADS_1
"Tidak bisa,mama gak setuju jika Fareal nanti harus menikah dengan Chelsea.Mama gak bakalan mengizinkan cucu mama menikahi anak dari pembunuh itu!"Ucap Bu Citra dengan suara keras sambil menggebrak meja saat Rendi dan istrinya sedang membicarakan anak mereka yang terlihat sangat mencintai Chelsea,anak perempuan yang mereka temukan ternyata dicintai oleh anak kandung mereka Rendi dan istrinya berniat menikahkan mereka berdua jika memang mereka saling mencintai.