Ketulusan Cinta Rini 2

Ketulusan Cinta Rini 2
Di pesta pernikahan Agung.


__ADS_3

Akhirnya hari yang dinanti-nanti telah tiba, terlihat sepasang pengantin baru kini sedang duduk di singgasana dengan wajah sumringah menatap ke semua tamu undangan.


Banyak tamu undangan yang datang untuk memberikan selamat kepada kedua mempelai.


Suara canda tawa dari para tamu undangan menggema di sebuah gedung pernikahan.


"Selamat ya mbak Bila, hiks......semoga mbak Bila bahagia selamanya bersama om Agung."Kata Rini sambil terisak memeluk kakak kandungnya.


"Iya Rin, makasih ya, hiks..."Jawab Salsabila yang juga terisak.


"Kok malah pada nangis sih?"Ucap Rendi mengusap lembut punggung istrinya yang sedang memeluk kakaknya sambil menangis bahagia.Rini pun melepas pelukannya, ditatapnya wajah kakaknya yang terlihat begitu cantik dan anggun dengan Make-up dan memakai baju pengantin.


"Aku seneng banget akhirnya mbak Bila sudah mendapatkan pendamping hidupnya, laki-laki baik yang sayang dan perhatian."Ucap Rini menghapus air matanya sendiri.


"Om Agung jangan sakiti mbak aku ya om,aku gak akan maafin om Agung kalau sampai mbak kesayangan aku ini sedih gara-gara om."Lanjut Rini melihat kearah Agung.


"Rebes...lo tenang aja adik, gue bakal buat mbak lo ini bahagia."Jawab Agung bersemangat.


"Ciye-ciye...om Agung!"Goda Rendi.


"Apa lo bocil."Seru Agung.


"Heit... jangan salah om,biar bocil tapi bisa bikin bocil."Jawab Rendi sambil mengusap lembut perut istrinya yang masih rata.


"Iya lah....nanti sebentar lagi kita susul mereka yang cayang!"Ucap Agung memeluk istrinya dari samping.


"Ehem...."Rendi dan Rini berdehem melihat sikap pengantin baru yang ada di depannya.


"Duh... romantisnya."Ucap seseorang mengagetkan keempat orang yang sedang berbincang-bincang.


"Selamat ya bos, akhirnya nikah juga pak bos."Kata salah satu orang kepercayaan Agung yang bekerja di-pabriknya menyalami Agung dan Salsabila bergantian.


Terlihat para karyawan pabrik tekstil milik kedua orang tua Agung juga datang untuk memberikan selamat kepada bosnya.


"Kok Adel gak datang ya?"Gumam seorang pemuda tampan didalam gedung pernikahan memperhatikan para tamu undangan,dia adalah Wahyu.

__ADS_1


"Hait..."Wahyu yang hendak berjalan langsung menghentikan langkahnya,ia sangat terkejut saat baru membalikkan badannya hendak berjalan tiba-tiba ada seorang wanita sedang berdiri tepat dibelakangnya.


"Haduh... hampir saja, maaf mbak kaget gue."Ucap Wahyu tanpa melihat ke wajah wanita itu.


"Iya den gak apa-apa, permisi."Ucap wanita itu bergegas pergi meninggalkan Wahyu.


"Em.. tunggu."Teriak Wahyu seperti mengenal suara wanita yang hampir bertabrakan dengannya.Wanita itupun menoleh kearah Wahyu.


Deg...


"Wow..."Gumam Wahyu kagum saat melihat wajah wanita yang hampir bertabrakan dengannya.


"Cantik..."Ucap Wahyu lirih menatap wajah wanita itu yang terlihat begitu cantik, dengan riasan wajah yang gak terlalu menor dan memakai gaun batik sarimbit dipadukan dengan jilbab pasmina yang warnanya sesuai dengan warna gaun yang ia pakai.


"Ada apa den?"Tanyanya penasaran.


"Halo....den."Panggil wanita itu sambil melambaikan tangannya ke wajah Wahyu karena Wahyu terlihat bengong.


"Eh..iya maaf."Jawab Wahyu gelagapan karena ketahuan sedang menatapnya.


"Wajah lo seperti tidak asing."Wahyu terlihat sedang berfikir.


Tadi pagi Rini menyuruh tukang rias yang merias wajah pengantin untuk merias Inul juga karena Rini ingin melihat Inul tampil beda, Inul yang tidak pernah berdandan atau memakai make-up,selalu memakai kaos panjang oblong dan celana kolor kulot yang terlihat gombrong, ternyata Inul memang terlihat sangat cantik setelah wajahnya yang polos dipoles makeup, ditambah lagi ia memakai gaun batik sarimbit yang ketat, walaupun modelnya sederhana tapi terlihat elegan ditubuh Inul, Terlihat bentuk tubuh Inul yang sesungguhnya, dengan buah da**da yang ternyata lumayan berisi,dan bodinya yang ternyata seksi seperti gitar spanyol, membuat seorang Wahyu sampai tidak berkedip melihatnya.


"Erna...!Mbak Erna ?Yang bekerja ditempat om Burhan? Benarkah ini Erna?"Wahyu terus bertanya tidak percaya.


"Iya den,masa aden lupa sama aku,apa aku terlihat aneh?Ini non Rini yang minta den, tadinya aku gak mau pakai gaun ini tapi non Rini terus memaksa akhirnya aku nurut aja deh takut non Rini nya nangis,he...."Jawab Inul menatap Wahyu sambil tertawa kecil menambah kecantikannya.


Deg...


Lagi-lagi jantung Wahyu berdegup kencang saat melihat tawa Inul.


"Oh Tuhan... manis sekali dia, kenapa aku baru tau kalau Erna ternyata semanis ini."Gumam Wahyu terus menatap wajah Inul mengagumi.


"Den..kok malah bengong lagi sih?Ya sudah aku tinggal dulu ya den,aku dapat tugas menyambut tamu didepan."Ucap Inul membalikkan badannya hendak pergi tapi langsung dicegah oleh Wahyu.

__ADS_1


"Tunggu Er, gue juga ada tugas menyambut tamu,ayok bareng."Ucap Wahyu menarik tangan Inul.


Deg...


Jantung Inul terasa mau berhenti saat tangannya digenggam pemuda tampan.


"Eh..maaf den,aduh...aku jadi malu."Kata Inul langsung menarik tangannya dari tangan Wahyu.


"Oh.. iya maaf Er,ayok bareng!"Ajak Wahyu berjalan disamping Erna atau biasa dipanggil Inul oleh teman-temannya.


"Duh...aku gak boleh suka sama den Wahyu,ya Allah tolonglah aku jangan biarkan aku jatuh cinta dengan den Wahyu."Doa Inul dalam hati sambil berjalan disamping Wahyu.


Banyak pasang mata yang melihat mereka berdua, mereka mengira Inul dan Wahyu adalah sepasang kekasih karena mereka terlihat serasi.Wahyu memiliki wajah tampan dan Inul memiliki wajah cantik.


"Wow... Yu,lo ternyata sudah ada disini?"Tanya seorang pemuda yang baru datang,dia adalah Johan mewakili kedua orang tuanya yang juga mendapat undangan dari kedua orang tua Agung,ia datang bersama Nadia, mantan pacar Agung.


"Iya bro, gue udah dari kemarin ngurus acara ini agar berjalan dengan sempurna."Jawab Wahyu menyambut kedatangan Johan dan perempuan cantik.


"Lo beneran jadian sama dia,lo yakin."Bisik Wahyu ditelinga Johan.


"Yupz..."Jawab Johan mantap.


"Okelah kalo begitu, semoga kalian langgeng, selamat bro."Ucap Wahyu menepuk pundak Johan.


Berawal dari sebuah kecelakaan yang tidak disengaja membuat Johan terluka dan harus beristirahat beberapa minggu tidak diperbolehkan bekerja oleh kedua orangtuanya, dengan penuh kesabaran Nadia selalu menemani dan merawat Johan,


Karena seringnya mereka bersama menimbulkan rasa cinta diantara keduanya tidak perduli walaupun usia Nadia lebih tua dari Johan, kedua orang tua Johan yang mengetahui itu sungguh merasa bahagia akhirnya anak semata wayang mereka sudah ada yang mendampingi dan merawatnya, yang lebih membahagiakan kedua orang tua Johan adalah bahwa ternyata Nadia adalah anak dari sahabat mereka yang merupakan seorang pengusaha sukses di Indonesia, usahanya sudah berkembang sampai ke negeri tetangga, melihat kedekatan Johan dan Nadia, mereka langsung menjodohkan kedua pemuda yang sepertinya sudah saling cinta.


"Yu... cantik yu."Ucap Johan melirik kearah Inul.


Inul hanya tersenyum malu, teringat kembali kejadian saat berada di Pekalongan ketika ia dipeluk oleh Johan karena hampir jatuh, tapi ia sadar kalau dirinya tidak mungkin bisa bersama laki-laki yang sangat berbeda setatusnya.


"Mas Johan...mata dijaga."Ucap Nadia ketus sambil mencubit lengan Johan.


"Iya mimi...buat aku wanita yang paling cantik di dunia cuma mimi seorang."Jawab Johan menoleh kearah Nadia,ia menggenggam tangannya dan menciumnya didepan Wahyu dan Inul.

__ADS_1


Inul langsung menundukkan kepalanya karena merasa malu sendiri melihat dua pasang kekasih yang malah romantis- romantisan didepannya.


"Ih..mimi-pipi."Goda Wahyu sambil tersenyum menatap sahabatnya itu.


__ADS_2