
Ceklek....
Pintu kamar dibuka dari dalam.
"Kamu kenapa Nak?Apa kamu sakit?"Tanya Rini khawatir saat melihat wajah anak perempuannya terlihat pucat.
"Aku baik-baik saja kok Bun,cuma sedikit kelelahan saja dari kemarin begadang belajar buat ujian semester."Jelas anak perempuan Rini.
"Kalau kamu gak enak badan hari ini kamu istirahat saja dirumah, nanti niar bunda datang ke sekolah untuk minta izin sama gurumu."Ucap Rini sambil membelai rambut anak perempuannya dengan lembut.
"Gak usah Bun,aku baik-baik saja kok."Jawab anak perempuan Rini.
Ya sudahlah kalau begitu,ayok kita sarapan dulu, Bunda sudah masakin makanan kesukaan kamu."Ajak Rini menggandeng tangan anak perempuannya.
"Selamat pagi Ayah."Sapa Rini saat melihat suaminya ternyata sudah duduk ki kursi meja makan.
"Pantas saja ayah dari tadi gak lihat Bunda, ternyata Bunda sedang bersama dengan putri Ayah yang cantik ini ya."Ucap Rendi mengacak rambut anak perempuannya yang sudah duduk disampingnya.
"Ah...ayah... nanti rambut Chelsea kusut Yah...!"Protes anak perempuan mereka yang ternyata bernama Chelsea.
"He...he... maaf sayang."Ucap Rendi tertawa kecil melihat sikap anak perempuannya yang sangat manja.
"Bunda... nanti siang Chelsea mau main tempat teman Chelsea boleh ya Bun,mau mengerjakan tugas sekolah."Kata Chelsea sambil makan nasi goreng telor ceplok buatan bundanya.
"Teman kamu cewek opo cowok sayang?"Tanya Rini.
"Cewek kok Bun."Jawab Chelsea memberitahu.
__ADS_1
"Oh... ya sudah kalau teman kamu cewek Bunda mengizinkan tapi kalau tugas sekolahnya sudah selesai telpon Bunda apa masmu,nanti biar kamu di jemput masmu."Perintah Rini.
"Nanti Chelsea naik taksi ajalah Bun."Ucap Chelsea manja.
"Enggak... pokoknya nanti kamu dijemput Fareal aja jangan naik taksi, Bunda takut kamu kenapa-kenapa kalau naik taksi sendirian, kayak di TV-TV tuh, banyak anak gadis yang diperko**sa dan dirampok saat sedang naik taksi, Bunda gak mau itu terjadi sama putri Bunda."Kata Rini melarang anak perempuannya naik taksi.
"Ih... Bunda terlalu banyak nonton berita kriminal sih jadi suka mikir yang aneh-aneh, Bunda tenang saja,gak bakal terjadi apa-apa sama Chelsea, percayalah, lagian mana mau mas Fareal jemput aku."Ucap Chelsea sambil cemberut.
"Enggak... pokoknya kamu nanti dijemput Mas kamu,awas saja kalau masmu gak mau jemput nanti biar bunda yang marahin dia."Rini tetap tidak mengizinkan anak perempuannya naik taksi.
"Iyalah... nurut."Ucap Chelsea pasrah tidak mau berdebat lagi dengan bundanya karena ujung-ujungnya perdebatan itu selalu dimenangkan sang Bunda.
"Sebaiknya memang seperti itu sayang, percuma melawan bundamu,gak bakal menang kita."Bisik Rendi lirih kepada anak perempuannya.
"Iya yah, sebaiknya kita mengalah saja daripada nanti gak dapet jatah uang jajan sama Bunda."Balas Chelsea yang juga berbisik.
"Hayo... kalian sedang membicarakan apa? Awas ya kalau kalian berani membicarakan Bunda,bunda potong uang jajan kalian!"Seru Rini menatap tajam kearah anak dan suaminya.
"Makanya..jangan coba-coba ngomongin Bunda dibelakang Bunda kalau gak mau mendapatkan hukuman dari Bunda,sudah... cepetan kalian berangkat sudah siang nanti terlambat."Perintah Rini dengan mode galak.
"Oke Bunda,kalau begitu Ayah pamit ya Bun.
Ayok Chel, kita harus pergi sekarang takut bundamu keluarga tanduk bisa berabe nanti, lebih baik kita kabur saja sekarang."Ucap Rendi sambil berdiri menghampiri istrinya yang masih duduk, dengan lembut Rendi mencium pipi istrinya.
Pamit Bun."Lanjut Rendi mengulurkan tangannya.
"Hati-hati Yah, nanti siang bunda gak bisa membawakan makan siang buat Ayah ya, soalnya Bunda mau pergi arisan, nanti ayah beli aja di-kantin makan siangnya ya Yah."Ucap Rini langsung berdiri,ia mencium punggung tangan suaminya.
__ADS_1
"Okelah kalau begitu."Jawab Rendi kembali mencium kening istrinya dengan lembut.
"Minggir dong Yah, gantian Chelsea."Kata anak perempuan mereka menyingkirkan tubuh ayahnya yang terus menempel pada sang Bunda.
"Eh... mengganggu saja kau bocil."Kata Rendi memberikan tempat untuk anak perempuannya untuk berpamitan pada bundanya.
"Bunda, Chelsea pamit kesekolah dulu ya Bun, Bunda hati-hati dirumah, do'akan Chelsea biar nilai ujian Chelsea dapat seratus semua,he.."Kata Chelsea mencium punggung tangan bundanya.
"Iya sayang,kamu belajar yang benar, Bunda selalu mendoakan anak-anak Bunda supaya jadi orang pinter semua."Ucap Rini mencium pipi anak perempuannya dengan lembut.
"Oh iya yah... Bunda hampir lupa, nanti malam kita diundang makan malam sama Adel dan suaminya dirumah mereka, nanti Ayah pulangnya jangan terlalu sore ya Yah!"Ucap Rini saat mereka sudah berada diluar rumah sebelum suaminya pergi dengan mengendarai mobil.
"Iya Bunda sayang, nanti Ayah usahakan untuk pulang cepat hari ini."Jawab Rendi langsung menjalankan mesin mobilnya.
"Da bunda...!"Seru Chelsea ketika ia sudah berada didalam mobil sang ayah, Chelsea yang sudah kelas 3 SMA, pergi ke sekolah diantar oleh Ayahnya karena jarak sekolahannya dengan rumah lumayan jauh, sabenarnya Chelsea ingin pergi kesekolah sendiri dengan naik motor tapi selalu dilarang oleh Rini karena Rini takut terjadi sesuatu dengan Chelsea,anak perempuan yang ditemukan 17 tahun yang lalu didepan rumahnya sendiri, sampai sekarang mereka tidak tau siapa kedua orang tua Chelsea yang sabenarnya karena tidak ada petunjuk apapun saat mereka menemukan bayi 17 tahun yang, sepertinya orang tua bayi itu sengaja meletakkan bayinya didepan rumah Rendi supaya Rendi dan istrinya merawat dan membesarkannya.
"Da sayang...."Rini melambaikan tangannya kearah anak dan suaminya yang sekarang sudah berada didalam mobil.
"Ayah...jangan ngebut-ngebut bawa mobilnya, nanti siang jangan lupa makan."Teriak Rini mengingatkan suaminya yang suka menyepelekan waktu makan jika ia tidak mengingatkannya.
"Siap Bunda."Jawab Rendi melambaikan tangannya kearah istrinya yang masih berdiri melihat kepergian mereka.
"Ya Allah... tidak terasa,bayi mungil yang engkau kirimkan kepada kami 17 tahun yang lalu sekarang sudah tumbuh jadi gadis yang cantik, lindungilah anak-anak hamba ya Tuhanku, jauhkan mereka dari segala kejahatan baik itu kejahatan yang datang dari manusia atau dari makhluk lain yang tidak bisa kita lihat."Doa Rini dalam hati sambil menatap mobil milik suaminya yang sudah menjauh.
"Nyonya...ada telpon dari nyonya besar."Panggil asisten rumah tangganya menyadarkan lamunan Rini.
"Oh...iya, makasih ya mbak."Jawab Rini membalikkan badannya menatap asisten rumah tangganya yang sedang berdiri di depan pintu sambil membawa telpon rumah yang berbentuk seperti handphone berukuran besar.
__ADS_1
Rini mengambil telpon rumah yang sedang digenggam oleh asisten rumah tangganya.
"Halo Ma...."Ucap Rini setelah telpon rumah itu ditangannya.