
"MAS FAREAL SEMANGAT...! Terdengar teriakan seorang perempuan dengan suara cemprengnya menggema di lapangan basket tempat Fareal dan kawan-kawan sedang bertanding antar kampus.
"Dek..."Panggil Fareal saat melihat gadis remaja berbadan mungil berambut panjang dibiarkan terurai dengan indah memakai bando berbentuk pita berwarna hitam sedang berdiri sambil melambaikan tangannya kearah para pemain basket yang sedang berjuang untuk nama baik sekolahnya masing-masing.
gadis remaja itu adalah Chelsea yang masih memakai seragam putih abu-abu.
"MAS FAREAL SEMANGAT... SEMANGAT...!"Teriak Chelsea lagi.
"Chelsea jangan lebay ngapa,malu dilihatin yang lain, cepat duduk."Bisik Misyatun yang ikut menemani Chelsea melihat pertandingan Fareal.
"Chelsea...!"Panggilnya lagi dengan suara lirih sambil menarik tangan Chelsea untuk duduk.
Misyatun merasa tidak enak dengan orang-orang yang ada di lapangan basket karena sikap Chelsea yang terlalu berlebihan.
"Hehehe...iya Mpok Atun."Jawab Chelsea sambil cengengesan.
"Eh...Lo bukannya adiknya Fareal ya?"Tanya seorang gadis remaja berkata mata yang sedang duduk didepan Chelsea,
dia adalah Devira.
"Hah...Mbak... yang datang di acara ulang tahun Mas Fareal kan?"Tanya balik Chelsea kaget.
"Iya."Jawab Devira sambil tersenyum menatap Chelsea.
"Ye... Mas Fareal keren...!"Seru Chelsea sambil melompat kecil kegirangan saat melihat bola yang dimainkan oleh kakaknya berhasil masuk ke dalam keranjang atau ring basket lawan.
Setelah dua jam mereka bertanding bermain basket akhirnya Tim Fareal berhasil memenangkan pertandingan dengan skor tipis dengan lawan yang sama-sama tangguh.
"Kak Fareal keren...."Ucap Chelsea langsung berlari menghampiri kakaknya yang baru selesai bertanding dengan badan basah kuyup dengan keringat.
__ADS_1
Tanpa rasa malu dan risih Chelsea langsung memeluk tubuh Farel sangking senangnya Kakaknya telah berhasil memenangkan pertandingan.
"Aduh Dek,Mas bau keringat lho Dek."Ucap Fareal melepas pelukan Chelsea.
"Makasih ya,lo udah datang kesini buat lihat Mas bertanding, gimana? Keren gak mas tadi mainnya?"Tanya Fareal setelah Chelsea melepas pelukannya.
"Keren...."Jawab Chelsea singkat dengan wajah ceria.
Chelsea mengelap keringat yang ada di-wajah Fareal dengan menggunakan sapu tangannya.
Tanpa mereka sadari ada sepasang mata yang menatap mereka berdua dengan tatapan tidak suka,dia adalah Devira,gadis berkacamata yang diam-diam juga mulai menyukai Fareal.
"Duh...duh...sikap kalian ini kayak sepasang kekasih saja, untung kalian adik Kakak,kalau gak bakal ada banyak cowok ataupun cewek yang patah hati lihat keromantisan kalian."Kata Agus menggoda sahabatnya.
"Eh...mas Agus selamat juga buat Mas Agus dan teman-teman Mas Agus yang lainnya, akhirnya kalian menang."Ucap Chelsea
"Kamu tadi naik apa kesini Dek?"Tanya Fareal.
"Oh...ya sudah kamu nanti pulang bareng Mas, kamu jangan kemana-mana tunggu Mas ganti baju Mas dulu."Perintah Fareal dia langsung bergegas pergi dengan teman-temannya keruang ganti untuk mengganti baju olahraga mereka yang sudah basah kuyup dengan keringat.
"Sepertinya kalian sangat menyayangi ya,aku sampai cemburu melihat kalian kedekatan kalian."Kata seorang perempuan yang tiba-tiba berada disamping Chelsea membuat gadis remaja berusia 18 tahun yang sedang duduk seorang diri merasa terkejut.
"Eh...Mbak Vira."Ucap Chelsea menoleh kesamping yang ternyata sudah ada Devira duduk disampingnya.
"Kami memang saling menyayangi,kami sudah terbiasa seperti ini,aku sangat menyayanginya karena hanya Mas Fareal saudara yang aku punya, Bunda sama Ayah selalu mengajarkan kami untuk saling menyayangi."Lanjut Chelsea menjelaskan.
"Senangnya lihat kebersamaan keluarga kalian, gue juga ingin punya keluarga seperti itu, keluarga gue... mereka sibuk dengan urusan mereka masing-masing mana pernah kita bercanda ataupun berpelukan seperti yang kamu lakukan dengan kakak kamu tadi.Dulu aku ingin dipeluk oleh saudaraku tapi saudaraku itu menolak,dia bilang norak seperti anak kecil,"Ucap Devira dengan kedua mata menerawang jauh, Chelsea dapat melihat ada kesedihan di-wajah Devira.
"Terus Bunda Kakak kemana?"Tanya Chelsea.
__ADS_1
"Ibuku... beliau sudah ada di surga, beliau pergi saat melahirkan kami."Jawab Devira.
Devira memiliki kembaran, mereka harus kehilangan Ibu mereka saat mereka baru dilahirkan karena pendarahan hebat, nyawanya tidak bisa ditolong karena kekurangan banyak darah.
Devira dengan kembarannya jarang berbicara ataupun bercanda, begitu juga dengan Ayah mereka, semenjak kepergian istri tercintanya,Ayah Devira yang tadinya perhatian dan periang, berubah menjadi laki-laki pendiam dan dingin,keras dan tegas terhadap kedua anak kembarnya.
"Em... maaf Kak,aku tidak bermaksud...."Ucap Chelsea merasa tidak enak.
"Gak apa-apa Chels."Kata Devira dengan senyum yang dipaksakan.
Sabenarnya Chelsea ingin ngobrol lebih lama dengan gadis berkacamata yang sedang duduk bersamanya, tapi Kakaknya keburu datang menghentikan percakapan mereka.
"Ayok Dek kita pulang sekarang, maaf ya Vir,kita pulang duluan,ini si keong kalau gak cepet dibawa pulang nanti takut Bunda khawatir,gue lagi yang kena marah."Ucap Fareal.
"Hehehe...iya, cepetan bawa pulang sana."Jawab Devira sambil terkekeh.
"Kak Vira, senang ngobrol sama Kakak, kapan-kapan Kakak main kerumah ya!"Seru Chelsea sambil berjalan mengikuti kakaknya, Devira hanya tersenyum menatap kepergian Chelsea dan Fareal.
Sementara ditempat lain, Rini sedang mengunjungi rumah saki jiwa bersama Bunda Karmila untuk melihat keadaan Siska yang harus dirawat di rumah sakit itu karena jiwanya terganggu akibat terlalu banyak minum alkohol dan depresi.
Bunda Karmila dan Rini hanya bisa melihat keadaan Siska dari jauh, dari jauh Rini dapat melihat sosok Siska yang terlihat sangat memprihatinkan, wajahnya terlihat pucat, dengan rambut acak-acakan,ia tampak sedang melamun, duduk seorang diri sambil memeluk guling,kedua matanya menerawang jauh entah kemana.
"Hiks... kasihan Mbak Siska."Ucap Rini sambil terisak tidak sanggup melihat keadaan perempuan yang terlihat sangat memprihatinkan.
Ia memilih untuk keluar dari ruangan yang isinya orang-orang mengalami gangguan jiwa.
Ia untuk duduk dihalaman rumah sakit diikuti Bunda Karmila sambil menunggu jemputan dari suaminya, karena Rini meminta Rendi untuk menjemputnya dirumah sakit tempat Siska saat ini dirawat.
"Seperti itulah keadaannya Nak Rini,dia jadi seperti itu karena perbuatannya sendiri,dan ini semua kesalahanku yang gagal mendidik dia, hiks...aku tidak bisa menjadi Ibu yang baik untuk dia ."Bunda Karmila pun ikut menangis, hatinya terasa sakit melihat keadaan putri satu-satunya jadi seperti itu, menyalahkan dirinya sendiri
__ADS_1
"Ibu jangan menyalahkan diri Ibu, Mbak Siska seperti itu karena perbuatan dia sendiri bukan karena Ibu, semoga Mbak Siska bisa disembuhkan, nanti aku coba bujuk Chelsea agar ia mau menemui Ibunya, siapa tau dengan kehadiran Chelsea disampingnya bisa mengembalikan jiwa Mbak Siska jadi normal kembali."Ucap Rini memeluk tubuh Bunda Karmila yang terlihat lemah.
*****