
"Hai Ren.. selamat ya,tenang saja bro...gue cuma mau ngasih selamat buat bini lo ini kok."Ucap Johan ketika melihat Rendi menatap tajam kearahnya.
"Sayang...apa kamu capek? Istirahatlah dulu kalau kamu capek,biar mas yang menemui teman-teman kamu."Kata Rendi dengan suara lembut sambil memeluk tubuh Rini dari samping,ia sengaja melakukan itu hanya untuk menunjukkan ke laki-laki yang saat ini sedang berdiri didepan mereka kalau Rini sudah menjadi makanan miliknya.
"Haduh mas..malu dilihatin orang lho mas."Bisik Rini lirih berusaha melepas tangan suaminya yang malah melingkar di pinggangnya.
"Ya sudah, gue kesana dulu ya,"Kata Johan sambil tersenyum menatap kedua pengantin baru itu.
Johan bergabung bersama teman-temannya Rini yang lainnya, mereka terlihat sangat bahagia berbincang-bincang, terdengar canda tawa dari mereka.
"Mas Jo...kok datang kesininya gak sama cewek mas Jo?"Tanya Riko membuat Johan yang sedang tertawa bersama Adel dan Wahyu jadi langsung diam.
"Gue belum punya cewek Ko, apa lo punya teman cewek yang masih jomblo?Bolehlah dikenalin sama gue yang masih jomblo ini."Jawab Johan.
"Ah masa sih?Gak percayalah seorang mas Jo yang mempunyai banyak uang, tampan dan gagah belum punya cewek."Kata Riko tidak percaya.
"Sabenarnya ada cewek yang gue suka,tapi dia gak suka sama gue, sekarang cewek itu malah nikah sama laki-laki lain."Ucap Johan sambil melihat kearah Rini yang saat ini sedang tertawa bahagia duduk dikursi pengantin bersama suaminya.
"Sabar ya mas Jo,gue doain semoga lo cepet dapat pengganti wanita itu.
Berarti dia bukan jodoh lo."Kata Riko sambil memperhatikan kedua mata Johan yang ternyata sedang menatap Rini yang sedang duduk berdua dengan Rendi di kursi pengantin, Riko langsung mengerti bahwa perempuan yang di sukai Johan adalah Rini.
Saat mereka sedang menikmati hidangan yang disajikan oleh pemilik rumah terdengar suara mobil memasuki halaman rumah kedua orang tua Rini.
Tidak lama terlihat dua pasangan suami-istri yang sudah cukup umur,dan seorang pemuda tampan sedang mendorong kursi roda yang terdapat wanita cantik sedang duduk di kursi roda itu.Mereka adalah Agung, Salsabila juga nenek dan kakeknya Rendi.
__ADS_1
"Ibu...bapak.."Teriak bu Citra langsung menghampiri kedua mertuanya, sementara pak Burhan hanya bisa tersenyum menatap kedua orang tuanya datang bersama adiknya, tatapannya berpindah ke seorang perempuan muda yang sedang duduk di kursi roda sama dengan dirinya.
"Apakah dia calon adik ipar aku?"Gumam pak Burhan dalam hati.
"Oalah ndu'... ternyata menantu kamu itu Rini,jadi kalian sudah merestui hubungan mereka?"Tanya nenek saat bu Citra sudah ada didepannya.
"Iya bu."Jawab bu Citra singkat sambil mencium punggung tangan kedua mertuanya bergantian.
"Ibu kaget lho Cit, saat Rendi telpon katanya mau nikah sama Rini, kirain tuh bocah bohongi neneknya gak taunya beneran toh,dan yang lebih mengejutkan ternyata istrinya cucuku itu adalah adik dari calon mantuku Cit."Kata nenek menjelaskan.
"Hah.. maksud ibu?"Tanya bu Citra bingung menatap Salsabila yang juga sedang tersenyum menatap dirinya.
"Ndu'.. kamu sudah sampai sayang."Kata bu Retno yang tiba-tiba ada ditengah-tengah mereka bersama pak Karta sedangkan pak Burhan masih duduk ditempat semula karena bu Citra lupa membantu suaminya untuk menemui kedua orang tuanya yang baru datang.
"Oalah sampai lupa sama papanya Rendi,he..he.."Ucap bu Citra langsung membalikkan badannya dan berjalan menghampiri suaminya yang masih duduk dikursi roda,pak Burhan tampak sedang asyik berbincang-bincang dengan saudara-saudara besannya itu.
Pak Burhan dan bu Citra sengaja tidak mengundang teman-teman atau orang yang mereka kenal karena Rendi yang meminta, semua teman Rendi juga tidak ada yang datang karena Rendi memang sengaja merahasiakan pernikahannya yang kedua dari teman-temannya karena dia baru beberapa hari bercerai dengan istrinya.
Dia akan mengadakan pesta pernikahannya dengan Rini secara besar-besaran tapi nanti setelah satu tahun ia resmi bercerai dengan Siska.
"Bu,pak...."Panggil Salsabila langsung mencium punggung tangan ibu dan bapaknya bergantian,lalu ia berganti melihat kearah bu Citra dan pak Burhan yang sudah kembali berkumpul dengan mereka.
"Sebentar...ini siapanya bu Retno sama pak Karta?"Tanya bu Citra tambah bingung.
"Namaku Salsabila tante,aku kakaknya Rini, maaf aku baru tau kalau ternyata laki-laki yang sering menemui adikku adalah ponakan bang Agung,aku baru tau kemarin malam saat kita sedang ngobrol soal Rendi yang ternyata adalah Rendi nya Rini yang sering datang ke kontrakan aku dulu saat bang Agung menunjukkan foto Rendi.
__ADS_1
Aku sungguh terkejut ternyata adik ipar ku adalah ponakannya bang Agung calon suamiku."Kata Salsabila menjelaskan.
"Lho....jadi Rendi sama nak Agung..!"Ucap bu Retno kaget.
"Iya bu, mereka masih saudara, ternyata bang Agung adik dari bapaknya Rendi suami Rini bu, kemarin Bila baru tau."Jelas Salsabila.
"Oalah..kok bisa kebetulan seperti ini ya pak?"Kata bu Retno sangat terkejut.
"Wah.... kalau tahu gini,kita barengin saja mereka nikah."Kata bu Citra terlihat sangat bahagia.
"Ya sudah..ayok...!Agung siap, cepetan panggil pak penghulu lagi buat nikahin Agung sama Salsa bu?"Kata Agun langsung bersemangat.
"Ish..."Salsabila langsung menoleh kearah Agung dan mencubit lengannya.
"Aw....Kenapa Sa? Sekalian lho Sa."Ucap Agung sambil mengusap lengannya yang sakit akibat cubitan dari Salsabila yang lumayan kuat rasanya seperti disengat tawon atau lebah.
"Ayok bu, cepetan panggilkan pak penghulu suruh datang kesini lagi, suruh nikahkan kita berdua secepatnya biar Agung bisa bebas peluk dia tanpa harus dimarahin sama ibuku ini yang super galak dan cerewet."Kata Agung kepada ibunya Salsabila.
"Ealah bocah gemblung,apa kamu bilang....!"Kata nenek sambil menjewer kuping Agung.
"Haduh...tadi lengan Agung terasa disengat tawon, sekarang ganti kuping Agung terasa ditarik macan."Ucap Agung ganti mengusap kupingnya yang sudah berubah merah.
Siang pun berganti sore, tapi rumah pak Karta dan bu Retno masih terlihat sangat ramai karena teman-teman Rini terus berdatangan secara bergantian.
Rendi menatap wajah Rini yang seperti sudah sangat kelelahan seharian berdiri menyambut teman-temannya yang datang untuk memberi selamat kepadanya.
__ADS_1
"Kalau kamu capek kamu duduk aja sayang.Kata Rendi.
"Iya mas,pegel juga ya, seharian berdiri menggunakan sepatu high heels.he..he.."Kata Rini sambil duduk dan memijat tumit kakinya