
"Halo Rin, bagaimana kabar kamu Nak? Fareal bagaimana kabarnya?"Tanya Bu Citra melalui panggilan telpon.
"Alhamdulillah kami di sini kabarnya baik-baik semua Ma,Mama-Papa bagaimana kabarnya?"Tanya Rini kepada Ibu mertuanya.
"Mama sama Papa juga baik-baik saja sayang,kapan kalian ke Pekalongan?Mana kangen."Ucap Bu Citra.
"Nanti Ma, nunggu Chelsea menyelesaikan ujian semester tinggal dua hari lagi, Fareal juga sedang menyelesaikan skripsinya.
Minggu depan kayaknya Ma, kita pulang ke Pekalongan."Jelas Rini.
"Beneran ya Nak, jangan sampai batal lagi."Ucap Bu Citra sudah sangat merindukan cucu-cucunya terutama Fareal cucu kandungnya.
"Ya sudah kalau begitu,Mama hari ini mau berkunjung ke rumah kedua orang tua kamu Nak,kamu mau suruh Mama beliin apa buat kedua orang tua kamu sayang."Kata Bu Citra.
"Hah... yang bener,Mama sama Papa mau ke Kajen?"Tanya Rini kaget.
"Iya sayang,kami mau jenguk bapak kamu Nak, katanya Pak Karta sedang sakit, makanya nanti siang kita mau kesana untuk melihat keadaan Pak Karta."Jelas Bu Citra.
"Apa Ma?Bapak sakit?Kok Rini gak dikasih tau ya sama Ana, padahal kemarin kita telponan sama Ana, tapi Ana tidak menceritakan apa-apa."Ucap Rini kaget.
"Mungkin mereka tidak mau kamu kepikiran dengan bapak kamu Nak,kamu gak usah berfikir macam-macam ya, do'akan saja semoga keadaan bapak kamu baik-baik aja sayang."Ucap Bu Citra.
"Iya Ma, terimakasih Ma."Ucap Rini tulus sambil berjalan masuk kedalam rumah.
Rini meletakkan telpon rumah ditempatnya lagi setelah panggilan telpon dimatikan oleh Ibu mertuanya.
Kring....
Telpon kembali berdering saat Rini membalikkan badannya hendak ke kamarnya.
"Halo...."Ucap Rini mengangkat panggilan telpon dari seseorang.
"Halo jeng,kamu dimana?Aku mau Ketempat kamu sekarang,kamu masih dirumah kan? Kita berangkat bareng nanti ya,aku jemput."Terdengar suara seorang perempuan diseberang telpon.
"Iya,aku masih dirumah,oke datang saja aku mau siap -siap dulu ya Ibu Lala."Jawab Rini.
__ADS_1
Ternyata yang menelponnya adalah teman Rini yang sama-sama hendak pergi arisan.
Rini meletakkan kembali telpon rumah ketempat-nya semula setelah panggilan telpon dimatikan.
Mbak,mbak...!"Panggil Rini ke asisten rumah tangganya.
"Dalem Bu!"Jawab asisten rumah tangga Rini sambil berlari menghampiri Rini yang sedang berada diruang tengah.
"Nanti ada Ibu Lala mau datang, suruh dia masuk dulu ya Mbak, suruh tunggu sebentar,aku mau siap-siap dulu."Perintah Rini.
"Inggih Bu."Jawab si Mbak.
Di tempat lain.
"Eh... maaf Mbak,aku tidak sengaja."Kata Fareal saat sudah sampai di kampus bersama temannya Agus, Fareal tidak sengaja menabrak seorang wanita yang juga sedang berjalan terburu-buru hingga semua buku yang wanita itu bawa jatuh tercecer di lantai.
"I... iya...gak apa-apa."Jawab si wanita dengan penampilan sederhana, rambut panjangnya dibiarkan terurai dengan indah, wanita itu juga memakai kacamata menambah kecantikannya sambil berjongkok mengumpulkan buku-bukunya yang jatuh berantakan dilantai tanpa melihat kearah Fareal dan temannya yang masih berada disana.
Fareal ikut berjongkok membantu mengumpulkan buku-buku yang tercecer di lantai.
"Terimakasih Mas, sudah biarkan saja mas, aku bisa sendiri kok."Ucap wanita itu merasa risih dibantu laki-laki yang menabraknya tadi, hingga tinggal satu buku yang tersisa.
Si wanita langsung menarik tangannya karena merasa kaget,ia langsung berdiri sambil menundukkan kepalanya tidak berani menatap dua laki-laki yang ada didepannya.
"Maaf mbak,ini bukunya."Kata Fareal ikut berdiri dan menyerahkan buku itu ke pemiliknya.
"Terimakasih Mas."Ucap wanita itu langsung mengambil bukunya dari tangan Fareal tanpa melihat wajahnya,ia langsung pergi setelah berlari meninggalkan dua pemuda yang masih berdiri ditempat semula, tanpa ia sadari selembar kertas jatuh dari dalam bukunya.
"Mbak ...!Mbak...!"Panggil Fareal sambil berlari mengambilkan kertas milik wanita tadi yang terjatuh terbawa angin.Si wanita langsung menoleh kebelakang,ia melihat seorang pemuda sedang mengumpulkan kertas-kertas miliknya yang ternyata jatuh berantakan dilantai.
"Waduh...kok bisa jatuh."Gumam wanita itu lirih langsung berlari menghampiri Fareal.
"Haduh, terimakasih lagi lho mas,aku benar-benar ceroboh."Ucap wanita itu setelah berada didepan Fareal.
Fareal melihat kertas-kertas milik wanita itu yang ternyata isinya gambar bermacam-macam model gaun.
__ADS_1
"Wah... apa Mbak seorang desainer?"Tanya Farel sambil menyerahkan kertas-kertas itu ke pemiliknya.
"Ah...itu cuma coret-coretan aku saja kok mas,he..he...."Jawab wanita itu sambil tertawa kecil menerima kertas-kertasnya kembali.
"Itu bagus-bagus semua lho Mbak."Puji Fareal melihat wajah wanita yang ada didepannya.
"Wow...."Ucap Fareal kagum saat baru melihat wajah wanita yang ada didepannya ternyata begitu cantik.
"Ada apa mas?"Tanya wanita itu bingung.
"Gak apa-apa,apa aku boleh kenalan?Nama aku Fareal,nama mbaknya siapa?"Ucap Fareal memperkenalkan diri sambil mengulurkan tangannya.
"Eh,em... namaku Devira, panggil aku Vira."Jawab wanita tampak gugup sambil mengulurkan tangannya menyambut uluran tangan Fareal.
"Senang berkenalan denganmu."Ucap Fareal dengan kedua mata terus menatap wajah Devira.
"Eh... maaf mas,aku harus pergi sekarang, sekali lagi aku ucapkan terimakasih mas."Ucap Devira sambil membungkukkan badannya dan bergegas pergi meninggalkan Fareal yang masih berdiri mematung menatap dirinya.
"Woy... sudah, jangan dilihatin terus.
Ayok kita ke kelas sekarang,sebentar lagi masuk."Ucap seseorang dari belakang menepuk pundaknya.
"Cewek itu cantik banget tau gak sih Gus."Ucap Fareal masih melihat kearah Devira yang sudah menjauh.
"Udah... nanti gampang kita cari dia lagi,tuh cewek kan kuliah disini juga,dia tuh ambil jurusan kesenian."Jelas Agus.
"Kok lo bisa tau sih Gus?"Tanya Farel kaget.
"Siapa sih yang gak kenal sama tuh cewek,dia kan anaknya Pak Johnson,guru ekonomi."Kata Agus memberitahu.
"Masa sih Gus, waduh bakalan susah deh deketin tuh cewek,siapa yang berani sama Pak Johnson,bisa di gibeng gue,hee...."Ucap Fareal jadi ngerti sendiri membayangkan wajah guru ekonomi itu yang terkenal galak.
"Apa itu gibeng Fa?"Tanya Agus tidak mengerti artinya.
"He...he... sudahlah jangan dipikirkan."Jawab Fareal terkekeh,ia langsung nyelonong meninggalkan temannya yang kelihatannya masih bingung memikirkan arti dari ucapannya tadi.
__ADS_1
"Hai... dasar Fareal kampret,malah tinggalin gue."Seru Agus berlari mengejar Fareal yang sudah berjalan duluan.
"Ayok cepetan keong, nanti kita bisa dihukum Pak Willy kalau kita terlambat."Teriak Farel.