
Terdengar canda tawa dua gadis cantik didalam sebuah kamar dirumah pak Karta dan bu Retno.
Suara tawa mereka terdengar ramai padahal cuma dua orang.
"Lho.. ada si Cemot."kata bu Retno yang baru pulang dari pasar, merasa terkejut melihat adiknya Sekar diruang tamu ditemani Ana yang kebetulan sedang libur sekolah karena sekarang hari minggu.Adiknya Sekar biasa dipanggil Cemot, padahal namanya Trini.
"Selamat siang bude."Sapa Trini.
"Di dalam ada siapa?"Tanya bu Retno mendengar suara tawa dari dalam kamar Rini.
"Ada mbak Sekar."Jawab Ana singkat.
"Lho..kok Sekar malah kesini,dia kan lagi dipingit tidak boleh kemana-mana."Kata bu Retno kaget.
"Tadi sudah Trini kasih tau bude,tapi mbak Sekar ngeyel katanya cuma sebentar."Jelas Trini.
"Ya sudah biar bude kasih tau mbakmu,Na tolong letakkan ini ke dapur."Kata bu Retno menyerahkan keranjang berisi belanjaan kepada anak bungsunya yang sedang duduk.
"Iya bu."Jawab Ana singkat langsung berdiri dari duduknya dan mengambil keranjang yang berisi sayuran belanjaan dari tangan ibunya.
Sedangkan bu Retno langsung berjalan menuju kamar Rini setelah menyerahkan keranjang ke Ana.
"Lagi pada ngomongin apa sih? Sepertinya seru banget."Kata bu Retno setelah berada didepan pintu kamar Rini.
"Eh..bude.."Sekar langsung turun dari ranjang dan berlari menghampiri bu Retno yang sedang berdiri di depan pintu kamar Rini.
"Calon pengantin kok ada dirumah bude sih?"Kata bu Retno sambil membelai rambut Sekar dengan lembut.
"He..he.."Sekar hanya tertawa kecil memamerkan deretan giginya yang gingsul tapi justru itu yang membuat Sekar terlihat sangat manis jika sedang tertawa.
"Gak boleh lho anak gadis lagi dipingit malah pergi main,ayok buruan pulang kasihan ibumu nanti bingung nyariin kamu.
Ayok bareng sama bude,sekalian bude juga sudah mau berangkat rewang ketempat mu.
Rini..kamu masak buat adik sama bapakmu ya ndu',ibu sudah kesiangan berangkat rewangan."Perintah bu Retno.
"Siap bu."Jawab Rini.
"Nanti selesai masak,lo langsung ketempat gue ya Rin,gue kesepian gak ada temen."Kata Sekar.
__ADS_1
"Oke..rebes.. sudah sana lo balik dulu, sebelum para emak-emak rempong datang rame-rame nyari lo,calon pengantin yang tiba-tiba hilang alias kabur."Jawab Rini sambil menepuk pundak sahabatnya itu.
"Beneran lho Rin,awas lho kalau sampai enggak, sekalian lo bawa baju ganti,lo nanti malam nginep tempat gue."Perintah Sekar.
"Bagaimana bu?Boleh tidak?"Tanya Rini ke ibunya.
"Ya sudah nanti malam kamu nginep tempat Sekar, kasihan dia."Kata bu Retno.
"Hore.."Teriak Sekar kegirangan bersikap seperti anak kecil yang baru dikasih hadiah.
Akhirnya Sekar pulang berboncengan motor dengan bu Retno, sedang Trini adiknya Sekar nanti pulangnya bersama Rini,dia masih dirumah bu Retno,karena harus menunggu Rini masak dulu.
Tin..tin...
Saat Rini sedang masak dibantu Ana dan Trini terdengar suara motor dari depan mereka.
"Na,coba kamu lihat siapa didepan."Perintah Rini ke adiknya.
Ana bergegas lari kedepan untuk melihat siapa yang datang.
Tidak lama Ana masuk kedalam rumah lagi bersama dengan seorang wanita muda berpakaian seperti anak cowok dan juga memakai topi.
"Aaaaa...."Teriak Rini kegirangan saat melihat seorang perempuan cantik yang sedang berjalan menghampirinya.
"Adel..!"Teriak Rini lagi,ia mematikan kompornya dan berlari menghampiri sahabat baiknya itu, Rini langsung memeluk sahabatnya dengan erat.
"Lo kapan pulangnya? Tau-tau udah nongol aja lo!"
"He..he..gue baru sampai tadi habis subuh gaes, lepasin dong...ih...geli gue Rin,tuh lihat dua bocil lihatin kita seperti itu, nanti dikira kita lesbian lagi."Kata Adel.
"He..he... sorry..abis gue kangen banget sama lo Del, Sekar juga tadi habis dari sini Del."Kata Rini memberitahu sambil melepas pelukannya.
"Besok kan dia nikahnya?"Tanya Adel.
"Yo'i...!"Jawab Rini singkat.
"Katanya lo sedang ujian semester?"Lanjut Rini.
"Sudah selesai dong kemarin, sorenya gue langsung meluncur pulang kampung begitu ujian gue selesai."Jawab Adel.
__ADS_1
"Ya sudah,gue lanjutin masak dulu ya Del,nanti kita sama-sama tempat Sekar,dia pasti senang banget deh lihat lo sudah pulang."Kata Rini sambil menyalakan kompor yang tadi dimatikan, kembali melanjutkan menumis bumbu yang belum matang dengan sempurna.
"Calon nyonya Rendi sekarang sudah pintar masak ya..?"Goda Adel sambil tersenyum menatap Rini yang sedang menumis bumbu.
"Ah..lo..!"Ucap Rini jadi sambil tersenyum malu.
"Apa yang mesti gue bantu."Kata Adel berdiri di samping Rini.
"Sudah..lo duduk saja, sebentar lagi sudah selesai kan sudah ada dua bocil tuh!"Kata Rini sambil menunjuk ke arah Ana dan Trini.
"Lho..ini tadi si Cemot toh,kok lo diam saja Mot?"Tanya Adel merasa terkejut saat melihat Trini yang sedang membantu mencuci sayuran untuk dimasak.
"Iya mbak Adel,he...he.."Jawab Trini sambil tertawa kecil.
Setelah satu jam Adel menunggu diruang tengah sambil menonton acara televisi,akhirnya Rini selesai memasak.Ia menghampiri Adel yang sedang duduk di ruang tengah setelah membersihkan diri dan sudah mengganti pakaiannya.
"Lo sudah makan belum?Makan gih,tuh ana sama Trini juga lagi makan."Kata Rini sambil duduk disamping Adel.
"Gue tadi sudah makan nasi goreng dirumah.
Oh iya.. sebentar."Kata Adel sambil merogoh tas punggungnya yang berukuran kecil.
"Nih handphone lo!"Kata Adel sambil menyerahkan handphone milik Rini.
"Oh.. handphone gue.."Kata Rini langsung mengambil handphone kesayangannya dan langsung mencium handphone miliknya kegirangan akhirnya handphone miliknya sudah kembali padanya setelah dua minggu lamanya tidak berjumpa dengan handphonenya karena tertinggal di tempat Johan.
"Ada salam dari Wahyu dan Johan, sepertinya mereka sangat kecewa karena lo lebih memilih kembali sama Rendi."Kata Adel memberitahu.
"Mereka bilang apa aja ke elo Del?"Tanya Rini penasaran.
"Mereka cuma bilang lo jaga kesehatan,kalau ada apa-apa lo disuruh telpon mereka secepatnya.
Lo beruntung banget sih ada dua cowok ganteng yang mengkhawatirkan keadaan lo disana,gue jadi ngiri deh."Kata Adel.
"Ah..lo bisa aja,tapi makasih banget ya Del untuk semuanya."Jawab Rini dengan kedua mata berkaca-kaca karena merasa terharu.
"Biasa aja kali."Ucap Adel sambil meninju pelan lengan atas Rini.
"Ayok kita ketempat Sekar sekarang,gue nanti malam nginep tempat dia,lo juga ya,biar seru.
__ADS_1
Kita kerjain Sekar sebelum dia jadi istrinya Riko,he..he.."Kata Rini dengan sebuah rencana untuk mengerjai Sekar.