
"Chels, menurutmu bagaimana dengan Paman Aciel Nak?"Tanya Rini ketika malam harinya saat mereka sedang berkumpul diruang tengah sambil menonton acara televisi.
"Maksud Bunda?"Tanya Chelsea bingung begitu juga dengan Rendi dan Fareal yang juga ada disana.
"Maksud Bunda Pamanmu Aciel itu pemuda yang bagaimana,baikkah, menyenangkan atau bagaimana?"Lanjut Rini.
"Ooo... menurut Chelsea Mas Aciel...eh, maksudnya Paman itu orangnya menyenangkan,baik,dia lucu, hehehe... "Jawab Chelsea sambil tertawa kecil jika teringat kejadian tadi siang saat bersama Fareal, Chelsea sampai tertawa terpingkal-pingkal dengan candaan Fareal yang sangat lucu menurut Chelsea.
Dari kecil Chelsea terbiasa memanggil Aciel dengan panggilan Mas jadi agak gugup saat kedua orang tuanya suruh dia memanggil Aciel dengan panggilan Paman.
"Benarkah?"Tanya Rini menatap Chelsea dengan tatapan yang sulit diartikan.
"Bunda kenapa tiba-tiba ngomongin tentang Aciel, apa jangan-jangan Bunda bermaksud...."Ucap Rendi yang sedang duduk disamping Rini tapi langsung dipotong oleh Rini sebelum Rendi selesai bicara.
"Udahlah..., Ayah ayok kita tidur saja, Bunda sudah ngantuk."Rini mengalihkan pembicaraan.
"Oke... sebelum tidur pijitin Ayah dulu ya Bun."Ucap Rendi sambil tersenyum mesum memeluk tubuh istrinya dari samping.
"Ayah...."Ucap Rini mencubit pinggang Rendi.
"Kalian juga cepetan tidur, besok sekolah."Lanjut Rini menoleh kearah kedua anaknya yang masih duduk sambil menonton acara televisi.
"Iya Bunda."Jawab Chelsea pindah duduknya ke sofa panjang yang tadi dipakai untuk duduk kedua orang tuanya setelah kedua orangtuanya berdiri hendak beristirahat, lalu Chelsea rebahan di sofa panjang itu sedang Fareal terlihat hanya diam saja,ia fokus pada film kartun kesukaannya.
Kedua suami-istri itu terpaksa ikut menonton film kartun karena kedua anak mereka walaupun sudah dewasa tapi masih suka menonton film kartun.
"Fa... tidurnya jangan malam-malam, cepetan tidur,biar besok gak kesiangan bangunnya."Teriak Rini sambil berjalan ke kamarnya bersama sang suami ke anak laki-lakinya yang terlihat serius nonton film kartun kesukaannya.
"Iya Bun, nunggu Naruto bubar."Jawab Fareal yang sangat menyukai film Naruto.
Rini dan suaminya pun pergi meninggalkan kedua anaknya yang masih asyik nonton film kartun.
"Gimana tadi kencannya Mas?"Tanya Chelsea saat kedua orang tuanya sudah masuk kedalam kamar mereka.
__ADS_1
"Biasa aja."Jawab Fareal singkat, kedua matanya fokus ke layar televisi.
"Cerita dong Mas, kalian tadi kemana aja, terus ngapain aja, bagaimana sih rasanya kencan?Pasti menyenangkan ."Ucap Chelsea ingin tahu.
"Anak kecil jangan kepo."Jawab Fareal malas.
"Ih... pelit amat sih gak mau cerita."Ucap Chelsea bangun dari rebahannya sambil cemberut.
"Huam...aku juga mau tidur lah, ngantuk."Ucap Chelsea bangun dari duduknya.
"Mau kemana Dek? Nanti dong tidurnya temenin Mas dulu sini."Kata Fareal.
"Malas lah udah ngantuk,besok mesti berangkat pagi."Jawab Chelsea.
"Tadi kamu ketemuan sama Paman Aciel?"Tanya Fareal menghentikan langkah Chelsea.
"Hem...."Jawab Chelsea hanya dengan senyuman.
"Kalian ngobrol apa saja sama dia?"Tanya Fareal dengan nada bicara yang terdengar ketus.
"Sini dulu napa, masih sore udah mau tidur aja."Fareal menarik tangan Chelsea yang hendak berjalan meninggalkan dirinya hingga tubuh Chelsea jatuh dipangkuan Fareal, Chelsea merasa terkejut ditatapnya wajah kakaknya yang sangat dekat.
Lagi-lagi timbul perasaan aneh pada keduanya saat kedua mata mereka saling bertemu, entah setan apa yang merasuki Fareal, tiba-tiba dirinya mencium bibir mungil milik Chelsea dengan lembut.
Ini kedua kalinya bibir mereka bertemu, sesaat mereka hanyut dengan perasaan yang mereka sendiri tidak tau, perasaan yang datang secara tiba-tiba.
"Ah...."Apa yang Mas Fareal lakukan?"Tanya Chelsea mendorong tubuh kakaknya,lalu ia cepat-cepat bangkit dari pangkuan Kakaknya dan langsung berlari masuk kedalam kamarnya sendiri.
Brak....
Terdengar suara pintu dibanting dengan kasar oleh Chelsea sehingga menimbulkan suara keras.
"Apa yang tadi gue lakukan? Hah...."Fareal mengacak rambutnya sendiri,ia menyesali perbuatannya yang tidak tau kenapa bisa melakukan itu pada adiknya sendiri.
__ADS_1
Ia juga tidak tau kenapa dadanya begitu sakit saat mendengar adiknya membicarakan bahkan memuji laki-laki lain.
Fareal yang sudah tidak berniat lagi nonton film kesukaannya langsung mematikan televisi dan bergegas lari menuju kamarnya sendiri.
"Kenapa gue jadi seperti ini? Kenapa rasanya begitu sakit saat mendengar Chelsea memuji Paman Aciel, sabenarnya apa yang terjadi dengan gue?Aduh...ada apa dengan gue Tuhan...!"Gumam Fareal ketika sudah ada didalam kamarnya.
"Bagaimana dengan Chelsea? Dia pasti marah sama gue,apa yang harus gue lakukan? Gue gak bisa lihat dia sedih apalagi sampai marah."Ucap Fareal sambil mondar-mandir didalam kamar mencari cara untuk membuat adik kesayangannya tidak membencinya.
Sementara didalam kamar, Chelsea yang tidak mengerti dengan perasaannya sendiri terlihat begitu syok,ia duduk dipinggir ranjang sambil menutupi wajahnya.
"Hah...apa yang tadi Mas Fareal lakukan? Kenapa dia mencium bibirku?"Tanya Chelsea pada dirinya sendiri, Chelsea memijit bibirnya sendiri dengan jari-jarinya,lalu ia memejamkan matanya kembali membayangkan apa yang sudah ia lakukan bersama kakaknya, sentuhan lembut bibir Fareal masih terasa dibibirnya membuat jantung Chelsea seakan mau loncat dari tempatnya, ada perasaan bahagia pada dirinya tapi juga bingung.
"Tidak...ini perasaan yang salah,aku tidak boleh suka dengan kakakku sendiri,apa kata Bunda, Ayah, Oma, Opa serta Mbah Uti dan Mbah Kakung nanti kalau tau aku menyukai kakakku sendiri,tapi...kenapa tadi Mas Fareal mencium aku?Apa Mas Fareal diam-diam juga memiliki perasaan yang sama denganku, atau Mas Fareal hanya mempermainkan aku saja,tapi kenapa?"Tanya Chelsea pada dirinya sendiri penasaran.
Lalu ia merebahkan tubuhnya diatas kasur dengan posisi tengkurap, menyembunyikan wajahnya yang sudah berubah merah diatas bantal.
Keesokan paginya.
suasana pagi dirumah Rendi terlihat berbeda, biasanya setiap pagi ada suara kedua pemuda yang berisik berteriak memanggil Bundanya namun pagi ini terlihat begitu sepi, hanya ada keheningan dimeja makan.
"Tumben kalian berdua kalem pagi ini? Biasanya selalu ribut seperti anak kecil berebut makanan,kok pagi ini sikap kalian jadi kalem begini,ada apa ini dengan anak-anak Bunda?"Tanya Rini sambil memperhatikan kedua anaknya yang sedang duduk berhadapan dengan dirinya sambil menikmati makanannya.
Fareal melirik kearah Chelsea namun Chelsea terlihat cuek,ia dari tadi menundukkan kepalanya tidak berani menatap wajah siapapun entah apa yang sedang ia rasakan saat ini hanya dia sendiri yang tau.
"Chelsea berangkat duluan ya Bun."Ucap Chelsea langsung berdiri menghampiri kedua orang tuanya dan mencium punggung tangan kedua orang tuanya bergantian.
"Eh... nanti dulu dong Nak, Ayah belum selesai sarapan."Protes Rendi yang makanannya masih penuh.
"Chelsea berangkat naik ojek ajalah."Jawab Chelsea yang sabenarnya sudah tidak tahan pingin cepat-cepat menghindar dari kakaknya sendiri yang sudah membuat hatinya kacau balau.
"Enggak,kamu gak boleh naik ojek."Kata Rini melarang anak perempuannya naik ojek.
"Fareal... antar adikmu kesekolah sana!"
__ADS_1
"Tidak Bun,aku gak mau diantar Mas Fareal."Chelsea langsung menolak.