Ketulusan Cinta Rini 2

Ketulusan Cinta Rini 2
Bab 45.Di pantai


__ADS_3

Siang hari cuaca tampak sedikit mendung.Terlihat seorang wanita cantik dengan memakai jas berwarna putih sedang bersiap-siap untuk pulang dari tempat kerjanya setelah seharian bekerja di rumah sakit di daerah Pluit, Jakarta Utara.Perempuan itu tampak kelelahan dari pagi hingga siang hari harus menangani banyak pasien.


Tok..tok..


Pintu ruangan itu diketuk oleh seseorang dari luar.


"Iya.. silahkan masuk."Kata perempuan cantik itu ramah.Dia kembali duduk sambil memeriksa buku besar yang digunakan untuk mencatat nama-nama pasiennya.


Terlihat seorang perempuan yang sudah terlihat tua masuk kedalam ruangannya.


"Ada keluhan apa?"Tanya perempuan cantik itu tanpa menoleh ke arah perempuan yang baru duduk.


Aku ingin cek darah dok,kepalaku rasanya pusing banget sudah dua hari ini."Kata perempuan tua itu menjelaskan tentang keluhannya.


"Oh.. begitu."Kata perempuan cantik itu sambil menoleh ke arah perempuan yang sudah berada di depannya.


"Nenek?"Tanya perempuan cantik itu merasa terkejut saat melihat wajah perempuan yang ada didepannya.


"Lho.. ternyata dokternya itu dokter Siska toh!"Kata nenek tidak kalah terkejutnya.


"Oalah...piyuh-puyuh...dokter Siska cantik sekali memakai seragam itu."Kata nenek memuji Siska.


"Ah..nenek bisa saja.Mari saya periksa dulu keadaan nenek."Kata Siska sambil menggandeng perempuan tua yang ternyata adalah neneknya Rendi.


Pertama,nenek dicek tekanan darahnya terlebih dahulu oleh dokter Siska, setelah itu nenek merebahkan tubuhnya di atas ranjang pasien untuk diperiksa.


Nenek dan Siska kembali ketempat semula setelah selesai memeriksa keadaan nenek.


"Nenek jangan terlalu banyak pikiran nek, sebaiknya nenek kurangi makanan yang mengakibatkan tekanan darah nenek naik."Kata dokter Siska menjelaskan.


"Bagaimana gak banyak pikiran dok, punya anak sama cucu bikin nenek pusing."Kata nenek mengeluh.


"Memangnya kenapa dengan cucu dan anaknya nenek?"Tanya Siska.


"Punya cucu satu kelakuannya seperti anak kecil, kalau sudah ada maunya gak bisa diomongin, sedangkan anakku si Agung,sudah tua tapi masih belum mau berumah tangga.


Padahal aku kan sudah pingin gendong cucu.


Disuruh nikah aja kok susah banget."Kata nenek menjelaskan.


"He..he.. memangnya Rendi masih tinggal di rumah nenek ya?"Tanya Siska.


"Mau kemana lagi bocah itu tinggal kalau gak dirumah nenek.


Dia sudah diusir dari rumah orang tuanya."Kata nenek.


Wajah Siska tiba-tiba murung mendengar ucapan nenek.

__ADS_1


"Ini semua pasti gara-gara Rendi lebih memilih perempuan itu."Kata Siska dengan wajah sendu.


"Maaf dok..apa benar kamu sedang mengandung anaknya Rendi?"Tanya nenek.


"Sabenarnya....ah maaf nek lain kali saja saya jelaskan karena saya harus cepat pulang soalnya mau ada janji sama teman."Kata Siska mengalihkan pembicaraan.


Ini resep obat yang harus nenek tebus.


Nenek tadi diantar sama siapa nek?"Tanya Siska.


"Tadi diantar sama anak nenek, kebetulan hari ini pabrik tutup jadi Agung bisa mengantarkan nenek periksa."Kata nenek menjelaskan.


"Oh..ya sudah, nanti obatnya jangan lupa diminum ya nek."Kata dokter Siska mengingatkan.


"Terimakasih dok..nenek pulang ya."Kata nenek langsung berdiri dari duduknya dan langsung keluar dari ruangan dokter Siska.


"Em..gue punya ide,gue manfaatkan neneknya Rendi saja untuk mendapatkan Rendi.


Gue harus bisa buat nenek menyukai gue dan membenci Rini."Kata Siska bergumam dalam hati sambil tersenyum licik.


***


Sementara Rendi dan Rini terlihat sedang duduk berdua di pinggir pantai tempat favorit mereka.


"Kamu kenapa yang?"Tanya Rendi kepada Rini yang dari tadi diam saja tidak seperti biasanya.


"Mau mas antar pulang ke Jawa?"Tanya Rendi sambil menggenggam tangan Rini.


"Gak usahlah,biar aku pulang sendiri saja,kan mas Rendi harus kerja."Kata Rini.


"Enggak..kamu gak boleh pulang ke Jawa sendiri,aku antar kamu kalau kamu mau pulang kampung.


Enak saja, nanti kamu malah berduaan sama cowok lain."Kata Rendi sambil menatap tajam wajah Rini.


"Ya enggaklah.Memangnya aku cewek apaan."Kata Rini sambil cemberut.


"Cewek penakluk hati aku lah."Kata Rendi sambil mencubit pipi kekasihnya itu.


"Ih ..."Ucap Rini sambil melepas tangan Rendi dari pipinya.


"He..he.. aku gemes banget sama kamu."Ucap Rendi sambil memeluk tubuh kekasihnya dari samping.


"Kita nikah saja yok yang,biar kita bisa terus bersama."Kata Rendi sambil memeluk tubuh Rini dari samping.


"Malas lah."Kata Rini mendorong tubuh Rendi agar menjauh darinya.


"Kenapa?"Kata Rendi kaget.

__ADS_1


"Huh....aku gak mau nikah sama orang yang miskin seperti mas Rendi.


Gimana aku bisa belanja kalau suamiku tidak punya uang."Kata Rini sambil berdiri dari duduknya dan berjalan ke depan untuk ambil air pantai,lalu memercikkan air itu ke arah Rendi yang sedang duduk.


"Auw... sayang....!"Teriak Rendi merasa terkejut dengan apa yang dilakukan oleh kekasihnya.


"Ha..ha..."Rini tertawa puas melihat reaksi kekasihnya itu.


Rendi langsung bangun dari duduknya melihat jaketnya yang basah akibat ulah kekasihnya.


"Em..kamu harus aku hukum karena sudah berani membasahi jaket kesayangan aku."Kata Rendi lirih sambil tersenyum licik kearah Rini.


"Week.."Kata Rini sambil menjulurkan lidahnya mengejek kekasihnya,dia berlari menjauh dari Rendi untuk menghindari amukan kekasihnya itu yang sudah terlihat emosi tingkat tinggi.


"Em..kamu harus aku hukum sekarang juga."Teriak Rendi sambil berlari mengejar Rini yang sedang berlari di pinggir pantai.


"Ha..ha...mas Rendi jelek kalau sedang marah,ha..ha.."Kata Rini sambil berlari menghindari amukan kekasihnya.


"Rini...sini..."Teriak Rendi sudah mulai gemas dengan sikap kekasihnya.


Hap..


Setelah melakukan kejar-kejaran cukup lama, akhirnya Rendi bisa menangkap tubuh kekasihnya.


"Hayo..mau lari kemana lagi kamu sekarang!"Kata Rendi sambil memeluk tubuh Rini dari belakang dan menggelitik kekasihnya tanpa minta ampun.


"Ha..ha.. ampun mas..ha..ha .."Ucap Rini sambil tertawa terbahak-bahak karena merasa geli.


"Ini hukuman karena kamu sudah buat baju aku basah,hayo..enak tidak..!"Kata Rendi masih belum menghentikan aksinya menggelitiki kekasihnya sampai terguling-guling diatas pasir seperti anak kecil.


"Ha..ha..ampun mas...ha..ha..."Kata Rini yang sudah jatuh diatas pasir dengan posisi berada di bawah tubuh Rendi.


Rendi menghentikan aksinya saat melihat Rini yang sudah terlihat kacau balau dibawahnya.


Dia tersenyum menatap wajah kekasihnya yang sudah terlihat kotor terkena pasir.


Rini menghentikan ketawanya dan menatap wajah kekasihnya.


"Em.."Rini lansung menutup mulutnya karena sudah tau apa yang akan Rendi lakukan.


Rendi langsung melepas kasar tangan Rini yang menutupi mulutnya dan menahannya diatas pasir.


"Kamu harus dihukum."Kata Rendi sambil tersenyum licik menatap wajah Rini.


"Kan sudah dihukum tadi."Kata Rini mulai waspada, jantungnya berdetak kencang melihat wajah Rendi yang mulai mendekat.


"Tadi baru pemanasan, sekarang baru hukuman yang sabenarnya."Ucap Rendi sambil tersenyum menatap wajah Rini.

__ADS_1


"Sayang.. jadilah milik aku untuk selamanya."Ucap Rendi mendekatkan wajahnya ke wajah Rini dan mencium bibir kekasihnya itu dengan sangat lembut.


__ADS_2