Ketulusan Cinta Rini 2

Ketulusan Cinta Rini 2
Akhirnya aku menemukan kamu.


__ADS_3

Seminggu setelah kepergian nenek, Pak Burhan dan Bu Citra menginap beberapa hari dirumah Rendi sebelum mereka kembali ke Pekalongan.


"Rin... kenapa kamu masih memasang foto itu disana? Lebih baik kamu turunkan saja foto itu,kamu ganti dengan foto kalian bertiga saja."Ucap Bu Citra menatap sebuah foto keluarga berukuran besar didinding ruang tengah.Foto Rini dan Rendi dengan kedua anak mereka yaitu Fareal dan Chelsea.


"Kenapa mesti diganti ma? Itu bagus kok ma."Rendi yang menjawab.


"Maaf ma, sampai kapanpun dia tetap putri kami, siapapun orang tuanya,mau sejahat apapun orang tua kandungnya tapi dia tetap anak kami,dia sama sekali tidak bersalah,dia tidak boleh disalahkan ataupun dibenci karena dia memang gak tau apa-apa."Ucap Rini terus membela putri kesayangannya.


"Sudah lah ma, benar kata Rini, siapapun kedua orang tua kandung Chelsea,anak itu sama sekali gak bersalah karena dia tidak tau apa-apa, jangan salahkan dia yang terlahir dari seseorang yang pernah berbuat jahat dengan keluarga kita."Ucap Pak Burhan menasehati istrinya.


Sementara ditempat lain.


"Sayang..."Panggil Siska dari dalam mobil sambil duduk di kursi kemudi, melambaikan tangannya kepada Chelsea yang baru keluar dari gedung sekolah bersama teman-temannya, Chelsea pun juga melambaikan tangannya dan tersenyum kearah Siska, saat Siska hendak membuka pintu ingin keluar dari dalam mobil dari belakang Chelsea terlihat seorang laki-laki yang tidak asing baginya.


"Hah...i...itu,"Siska jadi gugup saat melihat seorang laki-laki paruh baya sedang berjalan kearahnya,ia memalingkan wajahnya agar tidak terlihat oleh laki-laki itu.


"Bu...."Suara Chelsea mengagetkan Siska yang sedang menghindar dari laki-laki yang ia kenal.


"Eh... ayok cepetan naik sayang."Perintah Siska gelagapan.


"Ibu kenapa bu?"Tanya Chelsea penasaran.


"Gak apa-apa,ayok cepetan naik."Perintah Siska lagi takut keberadaannya diketahui oleh laki-laki yang tadi dilihatnya.


"Siska...."Terdengar seseorang memanggilnya saat Chelsea sedang membuka pintu hendak masuk kedalam mobil Siska.

__ADS_1


"Chelsea menoleh kearah sumber suara, terlihat seorang laki-laki paruh baya sedang berjalan setengah berlari menghampiri mobil ibunya.


"CHELSEA... CEPAT MASUKLAH NAK!"Bentak Siska.


"Iya bu."Chelsea segera masuk kedalam mobil.


"Siska tunggu...."Ucap laki-laki itu memegang pintu mobil berusaha menghentikan Siska yang hendak menjalankan mobilnya.


"Akhirnya aku menemukan kamu,apa kamu masih ingat denganku? Kenapa kamu tiba-tiba menghilang."Lanjut laki-laki itu.


"Maaf... gue harus pergi sekarang,"jawab Siska ketus,ia menjalankan mobilnya hendak menghindar tapi langsung dihentikan oleh laki-laki itu dengan cara berdiri didepan mobil


Tiiiin....


"Lo mau mati...!"Teriak Siska sambil membunyikan klakson mobil.


"Dia siapa bu? Kenapa ibu gak mau bicara dengannya?"Tanya Chelsea penasaran menatap wajah ibunya penuh selidik.


"Iiish...."Siska tidak menjawab pertanyaan Chelsea,ia nampak kesal membuka pintu mobil dan menutupnya dengan kasar.


Brak...


Terdengar suara pintu mobil dibanting dengan kasar oleh Siska membuat Chelsea yang sedang duduk sampai loncat sangking kagetnya.


"Ada apa dengan ibu Siska?"Gumam Chelsea lirih sambil menatap punggung Siska yang sedang berjalan menghampiri laki-laki paruh baya yang sedang berdiri didepan mobil.

__ADS_1


"Kamu mau apa sih?"Tanya Siska ketus menatap wajah laki-laki paruh baya itu dengan tatapan tidak suka.


"Kamu masih saja seperti dulu, selalu ketus dengan aku."Ucap laki-laki paruh baya itu.


"Udah lah...lo mau ngomong apa cepetan, gue lagi buru-buru,"jawab Siska sambil melipat kedua tangannya.


"Aku selama ini berusaha mencarimu tapi tidak berhasil aku temukan, bagaimana dengan anak kita, apakah dia anak kita?"Tanya laki-laki itu melihat kedalam mobil lewat kaca depan, samar-samar ia melihat wajah Chelsea yang sedang duduk disamping kursi kemudi.


"Eh,bu...bukan, jangan ngaco deh lo,anak kita udah gak ada, gue udah menggugurkannya saat dia masih berusia satu bulan."Jawab Siska gugup.


"Bohong,kamu gak bisa bohongi aku,dia pasti anakku."Ucap laki-laki paruh baya itu berjalan ingin menemui Chelsea tapi langsung dihalangi oleh Siska.


"Sudah gue bilang dia bukan anak lo, menyingkirlah dari sini."Siska menarik tangan laki-laki itu dengan kasar."Pergilah dan jangan berani-berani temui gue lagi,dan satu lagi....Lo jangan pernah deketin anak itu, karena gue gak bakalan tinggal diam kalau lo berani dekati atau mengganggunya."Ancam Siska dengan wajah penuh emosi.


"Kenapa sih kamu selalu bersikap seperti ini sama aku, padahal aku bermaksud baik,aku ingin bertanggung jawab tapi kamu malah pergi meninggalkan aku."Ucap laki-laki paruh baya itu , wajahnya terlihat sendu seperti sedang menyesali sesuatu.


"Mana mungkin gue menikah sama orang yang pernah masuk penjara, gue gak mau anak gue nanti jadi bahan olok-olokan teman-temannya karena memiliki bapak mantan narapidana seperti lo."Kata Siska mendorong tubuh laki-laki itu dengan kasar.


"Siska...tapi aku sudah berubah, bisakah kita kembali bersama seperti dulu?Selama ini aku terus memikirkan kamu, bahkan sampai sekarang aku lebih memilih tetap sendiri gak mau hidup berumah tangga karena aku masih mengharapkan kamu bakal kembali denganku, kita mulai dari awal lagi."Jelas laki-laki itu.


"gak bisa,aku gak sudi hidup bersama laki-laki mantan narapidana."Jawab Siska dengan angkuhnya.


"Tapi kenapa waktu itu kamu tinggal bersamaku,kita bahkan tidur bersama padahal kamu sudah tau kalau aku mantan narapidana. Kita sering melakukannya meskipun kita bukan suami istri,aku kira karena kamu juga mencintaiku sama seperti aku yang begitu mencintai kamu."Ucap laki-laki itu memegang tangan Siska dengan kuat.


"I...itu..."Siska nampak gugup sambil memalingkan wajahnya tidak mau menatap wajah laki-laki yang ada didepannya.

__ADS_1


"Oke aku akui kalau aku dulu pernah berbuat salah, semua yang aku lakukan diluar kendaliku, waktu itu karena aku sedang mabuk,aku benar-benar menyesal, kedua orang tuaku memaksa aku untuk bertanggung jawab dengan perempuan yang sudah aku ambil kehormatannya dengan paksa, tapi saat aku sudah mulai setuju untuk bertanggung jawab ternyata dia sudah meninggal karena bunuh diri,dan aku pun harus mempertanggung jawabkan perbuatan-ku, aku masuk penjara selama satu tahun,tapi setelah itu aku dibebaskan karena kedua orang tuaku memberikan jaminan yang cukup banyak kepada polisi karena mereka tidak ingin anak semata wayang mereka masuk penjara sehingga aku berhasil bebas, mereka menyatakan aku tidak bersalah karena tidak ada bukti."Jelas laki-laki itu.


"Aku memang bajingan, selalu berbuat sesuka hati.Tapi aku benar-benar sudah berubah saat pertama kali aku melihatmu,aku sudah tidak lagi menyentuh minum-minuman keras itu, itu semua aku lakukan demi kamu,tapi kamu tiba-tiba menghilang begitu saja padahal saat itu aku tahu kalau kamu sedang mengandung anakku,iya kan?Kamu waktu itu memang sedang hamil anak dariku kan Sis?"Tanya laki-laki itu ingin memastikan jika dugaannya benar.


__ADS_2