
"Bunda, ayah, sebelum Fareal berangkat ke Amerika Fareal. ingin mengatakan sesuatu dengan kalian, tapi kalian Janti jangan marah."Ucap Fareal saat mereka sedang berkumpul diruang santai, disana ada oma dan Opanya juga yang kebetulan masih belum balik ke Pekalongan.
"Memangnya kamu mau mengatakan apa Fa?"Tanya Rendi menatap serius kearah anak laki-lakinya.
"Iya nih bocah kebiasaan deh selalu bikin kita penasaran."Sambung Rini.
"Fareal ingin melamar Chelsea."Jawab Fareal dengan tegas.
"APA...!"Jawab keempat orang tua itu secara bersamaan.
"No...no...no...!"Ucap Bu Citra yang dari dulu tidak menyukai Chelsea apalagi setelah mengetahui kalau Chelsea ternyata anak dari kedua orang yang sangat dibencinya.
"Kenapa oma?Aku sangat mencintainya, pokoknya aku ingin menikah dengan dia sebelum kembali ke Amerika,aku ingin mengajaknya tinggal disana untuk menemaniku, karena mulai bulan depan aku sudah mulai bekerja di perusahaan terbesar disana,dari pihak kampus yang merekomendasikan aku untuk bekerja di perusahaan itu."Jelas Fareal bersungguh-sungguh.
"Apa kamu sudah yakin dengan pilihan kamu Fa? Tapi apa Chelsea mau jika kamu ajak kesana,dia kan baru masuk kuliah, tunggulah sampai dia menyelesaikan kuliahnya dulu Fa."Ucap Rendi sedikit keberatan.
"Rendi...kamu kok malah suruh nunggu, tidak boleh,"balas Bu Citra dengan tegas melarang cucunya menikahi anak dari seorang yang sudah membuat adik kandungnya meninggal.
"Maaf ma,aku tidak bisa melarangnya, jika mereka saling mencintai, sebagai orang tua kami hanya bisa mendoakan semoga mereka hidup bahagia."Jawab Rendi.
__ADS_1
"Tidak, pokoknya Fareal tidak boleh menikah dengan perempuan itu, Fareal... memangnya tidak ada perempuan lain apa? Kenapa kamu memilih anak dari pembunuh itu?"Ucap Bu Citra tetap tidak setuju jika cucu satu-satunya itu menikah dengan Chelsea.
"Fareal hanya ingin menikah dengannya oma,gak ada perempuan lain dihati Farel selain dia."Jawab Fareal.
"Sudahlah Oma, biarkan saja dia menikah dengan wanita pilihannya,
"Tidak opa, cucu kita tidak boleh menikah dengan anak dari pembunuh itu, bagaimana nanti dengan anak-anak mereka,huh... pokoknya Oma tidak setuju jika cucu kita harus menikah dengan anak Eko dan Siska.Mereka semua itu orang-orang jahat."Ucap Bu Citra dengan tegas.
"Setiap orang pasti pernah melakukan kesalahan, jangan merasa sok benar dan sok suci seolah kita yang terbaik tidak pernah melakukan kesalahan apapun, jangan menghakimi seseorang hanya karena dia mempunyai kesalahan dimasa lalu,belum tentu kita yang terbaik.Kita juga pernah melakukan kesalahan oma, ingat kita dulu pernah bersikap tidak baik ke menantu kita, bahkan kita dulu pernah merencanakan untuk menyingkirkan menantu kita ini yang kita anggap wanita tidak baik hanya ingin memanfaatkan anak semata wayang kita saja,tapi nyatanya dia adalah menantu yang terbaik."Jelas Pak Burhan mencoba memberi pengertian kepada istrinya.
"Tapi kita berbuat seperti itu kan juga karena wanita ular itu opa, karena kita terbujuk ucapan wanita itu yang terus bicara kalau Rini bukan wanita baik."Protes Bu Citra.
"Rendi setuju dengan Rini ma,kita sebagai orang tua jangan terlalu memaksakan kehendak anak-anak, biarkan dia memilih sesuai dengan pilihan mereka sendiri, yang penting kita sebagai orang tua sudah memberi pengarahan dan nasehat untuk mereka supaya tidak salah dalam mengambil keputusan dan kita sudah melakukan itu, selebihnya biar anak-anak sendiri yang menjalankan mereka sudah dewasa, mengerti dengan apa yang mereka putuskan."Lanjut Rendi.
"Aduh... kalian ini kenapa tidak ada yang membela mama sih, hah...kalau seperti ini mama jadi tidak bisa berbuat apa-apa lagi, Fareal...kamu menang,oma ternyata kalah 3 lawan 1."Ucap Bu Citra akhirnya menyerah.
"Jadi oma?"Tanya Fareal menatap Omanya penuh harap.
"Hah... sabenarnya oma terpaksa,tapi apa boleh buat karena oma sudah tidak mungkin menang,kamu yang menang Fa,baik...oma merestui kamu dan Chelsea menikah."Jawab Bu Citra sambil menundukkan kepalanya.
__ADS_1
"Yes..., thanks you oma."Fareal merasa senang,ia langsung bangkit dari duduknya menghampiri Bu Citra, di-peluknya tubuh Omanya itu dengan erat."Fareal saaayang oma!"Seru Fareal sambil memeluk Omanya.
"Oh...jadi cuma sayang oma saja...!"Seru Rini ketiga orang tua yang lain secara bersamaan.
"Eh... hehehe... Fareal juga sayang kalian semuanya."Ucap Fareal melepas pelukannya dan menoleh kebelakang terlihat kedua orang tua dan opanya sedang menatap dirinya dengan tatapan seperti seekor singa siap menyerbu mangsanya,lalu di-peluknya ketiga orang tua itu secara bergantian.
"Jadi kapan kita kerumah tante Siska yah?Ayok kita kesana yah, buat melamar Chelsea sebelum Fareal berangkat ke Amerika, Fareal ingin mengajak Chelsea untuk menemani aku disana."Ucap Fareal setelah kembali duduk ditempat semula.
"Sabar dong nak, untuk menikah butuh persiapan yang matang,gak asal lamar terus nikah, gampang amat kamu kalau ngomong, butuh proses sayang,iya kalau Chelsea nya mau sama kamu, kalau gak bagaimana coba?"Ucap Rini sambil menggelengkan kepalanya merasa geli dengan sikap anak semata wayangnya yang sepertinya sudah tidak sabar ingin segera menikah dengan perempuan pujaannya.
"Haduh Ren,anak kamu sudah kebelet kawin tuh,ndang ojo suwi-suwi le,mesakne, pasti si otong wes ora sabar kwi, pingin ketemu sama si nyai jenong!"Ucap Pak Burhan dengan menggunakan bahasa Jawa yang tidak dimengerti artinya oleh Fareal yang memang tidak begitu mengerti bahasa Jawa karena Fareal lain halnya dengan kedua orang tua Fareal yang mengerti bahasa Jawa hanya bisa tersenyum mendengar ucapan dari Pak Burhan.
"Opa...!"Seru Bu Citra melotot kearah suaminya.
"Hehehe...iya oma, biarkan saja toh ma, kenyataannya memang benar lho ma,ya gak Fa?"Ucap Pak Burhan terlihat cuek.
"Hihihi...mboh lah opa,tadi opa ngomong apa, Fareal iya-iya bae lah."Jawab Fareal asal karena memang gak tau apa yang diucapkan oleh opanya tadi.
"Hahaha...."Mereka semua pun tertawa bersama-sama, suara tawa mereka terdengar nyaring memenuhi ruangan.
__ADS_1