Ketulusan Cinta Rini 2

Ketulusan Cinta Rini 2
Merestui.


__ADS_3

Hening.....itulah sasana malam hari dirumah pak Karta saat mereka sedang makan,tak ada yang berani berbicara, hanya terdengar suara dentingan piring dan sendok makan yang saling beradu menimbulkan suara seperti alunan musik tak beraturan.


"Alhamdulillah... kenyangnya...!"Kata Ana sambil mengusap perutnya sendiri.


Ia mengelap bibirnya dengan kasar menggunakan tangannya lalu ia mendorong kursinya kebelakang dan bangkit dari duduknya hendak pergi.


"Hait... Kucrit..mau kemana kamu,?Ayok bantuin beresin piring dulu,enak saja kau mau pergi gitu aja."Ucap Rini menghentikan langkah adiknya yang hendak pergi.


"Hehehe... ngantuk kak...!"Jawab Ana sambil cengengesan.


"Ih...ih... kebiasaan deh kamu,baru juga makan sudah mau tidur,awas lho Na,nanti kamu berubah menjadi ular,husss..."Ucap Rini menirukan suara ular menggoda adiknya yang gembul.


"Apa hubungannya mau tidur kok berubah menjadi ular,gak masuk akal."Jawab Ana cuek.


"Wah... ternyata dia belum tau bu."Kata Rini mengadu pada ibunya.


"Maksud kakak kalau habis makan langsung tidur nanti jadi seperti ular,ular kan habis makan mesti tidur, berarti kamu ular dong,"Lanjut Rini.


"Ah.. enggak percaya."Jawab Ana masih terlihat cuek, dengan santainya ia membalikkan badannya dan berjalan meninggalkan kedua orangtuanya dan kakaknya yang masih duduk di kursi meja makan.


Tidak lama pak Karta juga bangkit dari duduknya dan berjalan menuju ruang tengah untuk menonton acara televisi.


"Kemarin teman Rini ada yang di datengin sama ular lho bu, gara-gara habis makan langsung tidur, tiba-tiba kaki sama tangan dia bersisik gitu bu."Rini berbicara dengan ibunya,ia sengaja mengeraskan suaranya berniat untuk menakut-nakuti Ana agar mau membantu membereskan piring-piring dan gelas-gelas kotor.


"Oh ya, terus bagaimana selanjutnya?Apa dia berubah menjadi ular?"Tanya bu Retno pura-pura terkejut agar Ana tidak langsung tidur setelah makan,padahal dalam hati ia pingin tertawa mendengar ucapan Rini yang ngawur.


Mereka saling memberi kode agar Ana mengurungkan niatnya untuk masuk kedalam kamar.


"Hampir bu,tapi untungnya teman Rini langsung bangun,jadi gak sampai berubah menjadi ular."Jawab Rini sambil menahan tawanya.


"Berarti benar,kalau habis makan langsung tidur bakalan berubah menjadi ular ya,ih kok serem banget, waduh... jangan-jangan Ana nanti juga berubah menjadi ular."Kata bu Retno pura-pura takut.


Ana menghentikan langkahnya untuk mendengarkan percakapan kakak dan ibunya.

__ADS_1


"Enggak mau...!"Teriak Ana langsung membalikkan badannya, berlari kencang menuju ruang makan,ia bergegas beresin piring-piring kotor yang ada diatas meja bekas mereka makan.


"Hem.... Rini dan bu Retno tersenyum penuh kemenangan, akhirnya Ana tidak jadi ke kamarnya untuk tidur,ia mau bantuin beresin piring-piring kotor hanya karena dia takut berubah menjadi ular.


Brak...


Terdengar bunyi piring ketika Ana meletakkannya di atas tempat cucian piring.


"Yang ikhlas Na, nanti piring ibu pada pecah tak suruh ganti kamu."Ucap bu Retno karena Ana meletakkan piring kotor diatas tempat cucian piring dengan kasar menimbulkan suara yang terdengar seperti orang sedang marah membanting piring.


"He..he... iya bu maaf."Jawab Ana sambil cengengesan.


Bu Retno berjalan menghampiri suaminya yang sedang duduk di ruang tengah setelah membantu membereskan meja makan, selanjutnya kedua putrinya yang mencuci perabotan bekas mereka makan.


*****


"Ndu'...Sini sebentar nak,bapak mau ngomong."Panggil bu Retno kepada Rini saat Rini selesai mencuci piring-piring dan gelas-gelas kotor.


Deg..


Sedangkan Ana langsung nyelonong begitu saja pergi kekamarnya karena sudah sangat ngantuk ingin segera tidur.


"Ada apa pak?"Tanya Rini sambil duduk.


"Sekarang kamu ceritakan sama bapak apa yang sabenarnya terjadi antara kamu dengan Rendi."Kata bapak langsung pada intinya.


"Maaf pak, Rini sama mas Rendi saling mencintai,dia ingin menikahi Rini dan..."


"Kenapa kalian nekat juga sih?Bapak kan sudah bilang sama kamu Rini, jangan pernah berhubungan dengan Rendi lagi,kenapa kamu nekat,dia sudah punya istri dan kedua orangtuanya juga tidak setuju, hidup rumah tangga kalian tidak akan pernah bahagia jika kalian menikah tanpa restu dari orang tua."Kata pak Karta memotong pembicaraan Rini yang belum selesai menjelaskan.


"Dengarkan dulu penjelasan Rini pak,bapak jangan main potong aja dong,kan Rini belum selesai berbicara."Protes Rini.


"Memangnya kamu mau menjelaskan apa?"Tanya pak Karta dengan suara ketus terlihat tidak senang dengan jawaban Rini.

__ADS_1


"Mas Rendi sama istrinya sudah bercerai pak,dan kedua orang tua mas Rendi juga sudah merestui hubungan kami pak.


Kata tante Citra,ia akan segera kesini untuk melamar Rini setelah bapak sama ibu pulang."Jawab Rini menjelaskan.


"Benarkah?Apa kamu yakin kalau kedua orang tua Rendi memang sudah merestui hubungan kalian?Apa kamu juga yakin kalau Rendi beneran sudah bercerai dengan istrinya, nanti jangan-jangan dia cuma mengelabui kamu saja, ternyata mereka belum bercerai,jangan gampang di bohongi oleh laki-laki Rin, didepan kamu dia bilang merah,gak taunya dibelakang kamu ternyata hitam."Lanjut bu Retno.


"Ih ibu jangan ngomong seperti itu,mas Rendi enggak seperti itu bu, Rini percaya dan yakin sama dia."Jawab Rini membela kekasihnya.


"Baiklah kalau beneran Rendi sudah bercerai dengan istrinya,maka bapak juga akan merestui hubungan kalian.


"Mereka sudah resmi bercerai pak, makanya kedua orang tuanya mas Rendi ingin menemui bapak sama ibu."Jawab Rini.


"Syukurlah kalau begitu."Ya sudah,kamu bilang sama Rendi, suruh dia besok datang kesini,bapak ingin bicara sama dia."Perintah pak Karta.


"Iya pak."Jawab Rini singkat.


Dengan wajah sumringah Rini bergegas masuk kedalam kamarnya untuk menelpon kekasihnya.


Sesampai didalam kamar, Rini mengambil handphonenya yang diletakkan di atas meja rias,ia langsung menghubungi Rendi sudah tidak sabar ingin memberi kabar gembira kepada kekasihnya kalau kedua orang tuanya sudah merestui hubungan mereka.


"Halo, assalamu'alaikum mas."Kata Rini setelah panggilan telponnya diangkat oleh Rendi.


"Wa'alaikum salam,ada apa yang?Kangen ya?"Tanya Rendi setelah menjawab panggilan telpon dari Rini.


"PD banget sih,siapa juga yang kangen, Rini cuma mau kasih tau mas Rendi kalau bapak sama ibu sudah pulang, besok mas Rendi suruh datang kerumah."Jawab Rini.


"Serius yang?Yes... akhirnya penantian panjang ku tidak sia-sia,oke sayangku,besok mas kesana sama papa juga mama ya,mas sudah gak sabar pingin bawa kamu kesini,tiap malam mas selalu membayangkan jika kita sedang tidur berdua seperti waktu itu yang."Ucap Rendi mulai membayangkan hal jorok bersama Rini.


"Mas Rendi...awas ya jangan membayangkan yang enggak-enggak!"Teriak Rini.


"Namanya juga laki-laki normal yang, wajarlah kalau mas menginginkan itu, kejadian didalam mobil waktu itu masih berasa yang, padahal tinggal sedikit lagi mas bisa menjebol gawang kamu kalau Adel gak menelpon."Kata Rendi mulai berbicara ngelantur.


"Mas Rendi nyebelin..ya sudah lah, besok jangan lupa datang kerumah untuk menemui bapak sama ibu."Ucap Rini malas mendengar ucapan Rendi yang bikin merinding membuat Rini jadi teringat saat mereka hampir melakukan perbuatan dosa itu gara-gara Rendi sangat marah melihat dirinya yang sedang joget goyang ngebor di pesta pernikahan kedua sahabatnya waktu itu.

__ADS_1


Rini jadi tersenyum sendiri membayangkan peristiwa didalam mobil dan saat mereka berada didalam kamar disebuah rumah milik ibu tua ketika Rendi menolongnya ketika ia tersesat karena berusaha meloloskan diri dari kejaran anak buah Siska yang menculiknya, tidak bisa dipungkiri kalau dirinya juga menginginkan itu.


****


__ADS_2