
"Mantap cuy....enak banget masakan udang ini."Kata Rini sambil makan udang asem manis yang tadi di pesan Johan.
"Lo suka?"Tanya Johan sambil melihat Rini yang terlihat begitu lahap menyantap makanannya.
"Sangat-sangat suka.....Em....mantap surantap mas."Kata Rini dengan ekspresi wajah seperti anak kecil yang sangat menggemaskan.
Dia terus makan makanan itu padahal didalam mulutnya sudah penuh dengan makanan,namun Rini terlihat cuek menyantap makanan hingga ludes tak tersisa seperti orang sudah satu minggu tidak dikasih makan.
"Ha..ha..lo sangat lucu sekali."Kata Johan tertawa melihat cara makan Rini.
"Egg....."Rini bersendawa dengan suara keras keras sangking kenyangnya.
"He..he... maaf ya mas Johan.
Habis makanannya enak banget."Kata Rini sambil tertawa kecil merasa malu.
"Terimakasih ya mas, sudah mentraktir aku makan makanan yang super lezat.
Jangan kapo ya mas ajak aku makan disini lagi,he..he...gak deng mas,bercanda!"Kata Rini sambil tertawa kecil.
"Oke.. boleh saja kalau mau diajak makan disini lagi,tapi gak gratis ya?Ada bayarannya."Kata Johan sengaja menggoda Rini.
"Waduh... Kenapa mesti ada bayarannya mas?Tapi aku sukanya gratisan,he..he...!"Ucap Rini.
"Halo...ini Jakarta bu...gak ada yang gratis disini,mau ke toilet aja mesti bayar."Kata Johan memberitahu.
"Jakarta ternyata tidak seindah yang aku bayangkan ya...,dulu waktu masih dikampung aku selalu membayangkan Jakarta itu kota yang sangat indah, Jakarta bisa membuat hidup kita jadi bahagia tidak ada lagi kesedihan.Semua orang yang tinggal di sana pasti hidupnya akan bahagia karena di sana terdapat apapun yang kita butuhkan, tidak akan ada penderitaan kalau kita pergi kesana.
Dulu aku suka membayangkan,enak kali ya hidup dijakarta?
Setiap aku lihat tetangga aku yang baru pulang dari sana, mereka terlihat sangat bahagia,baju meraka bagus-bagus, mereka punya banyak uang, perhiasannya banyak,bisa beli motor.Dulu waktu masih kecil aku pingin banget pergi ke Jakarta, hingga akhirnya aku tumbuh dewasa,aku masih penasaran pingin ke Jakarta,tapi ibuku selalu melarang aku untuk pergi.
Hingga akhirnya sekarang aku bisa sampai di tempat ini.Tapi setelah aku sudah berada di tempat ini, ternyata kehidupannya tidak seperti yang sering aku bayangkan.
Ternyata lebih enak tinggal di kampung."Kata Rini berbicara panjang lebar tentang dirinya.
__ADS_1
"Yah.. begitulah Jakarta.Makanya lo hati-hati tinggal di kota ini.Orang dapat melakukan apapun demi uang untuk mempertahankan hidup mereka.
Ada sebagian orang yang bilang kalau Jakarta itu surganya dunia,tapi itu bagi mereka yang punya banyak uang, mereka bisa mendapatkan apapun yang mereka mau dengan uang yang mereka miliki, Sedang untuk orang yang perekonomiannya pas-pasan bahkan ada yang selalu kurang, mereka bilang hidup di Jakarta itu bagaikan berada di neraka.Mereka harus rela menerima hinaan dan cacian dari orang-orang demi untuk mencari sesuap nasi.
Mereka harus melakukan perjuangan yang luar biasa menguras tenaga dan pikiran demi mendapatkan uang."Kata Johan memberi pengertian untuk Rini.
"Yupz memang benar kata mas Johan.
Oh iya... ngomong-ngomong kenapa makanan mas Johan gak dimakan?"Kata Rini sambil melihat piring yang ada didepan Johan masih berisi penuh makanan, sedangkan punya dirinya sudah habis tidak ada makanan yang tersisa di atas piringnya.
"Gue mendadak kenyang lihat lo makan."Kata Johan.
"Ih sayang banget lho mas, kasihan makanannya kalau gak dihabiskan,nanti nangis lho makanannya."Kata Rini menasehati.
"Memangnya makanan bisa nangis?"Tanya Johan terlihat bingung.
"Ya bisa lah, makanya dihabiskan makanan mas Johan,kasihan dia jadi gak bisa kumpul sama temennya diperut."Kata Rini berbicara seperti sedang menasehati anak kecil.
"Hahaha..lo bisa aja."Kata Johan kembali tertawa mendengar ucapan Rini.
"Ya sudah buat Rini saja makanannya ya mas,kalau mas Johan gak mau makan."Kata Rini.
"Hah..memang perut lo masih muat?Tapi itu kan bekas gue makan."Kata Johan tidak enak.
"Gak apa-apa lah, lagian mas Johan tadi nyendok makanannya cuma di pinggirnya saja,
Daripada dibuang,sayang mas."Kata Rini sambil mengambil piring yang berisi nasi sama ikan gurame yang masih utuh dan udang asem manis yang baru dimakan sedikit oleh Johan.
Rini langsung menyantap makanan milik Johan dengan lahapnya tanpa merasa malu ataupun jijik
"Ternyata lo perempuan yang sangat unik."Kata Johan sambil tersenyum menatap Rini yang sedang makan.
"Ah ... kenyangnya...!"Kata Rini mengusap perutnya sendiri sambil tersenyum puas.
" Yakin sudah beneran kenyang?Gak apa kok kalau mau makan lagi."Kata Johan menatap wajah Rini yang terlihat sangat menggemaskan.
__ADS_1
"He..he.. enggaklah mas,jadi malu."Kata Rini sambil tertawa kecil memamerkan deretan giginya yang putih.
"Ya sudah sekarang kita pulang ya?"Kata Johan masih tersenyum menatap wajah Rini.
"Oke..em...tapi...aku...!"Kata Rini terlihat sedang kebingungan.
"Kenapa?"Lo masih pingin makan lagi?"Tanya Johan.
"Enggak..."Jawab Rini membulatkan matanya sambil mengibaskan tangan.
"Aku cuma nau bilang,aku gak mau pulang ke kontrakan mbak Salsabila.Dia pasti bakal nanya yang macam-macam nanti,aku bingung mesti bilang apa sama mbak Salsabila."Kata Rini menjelaskan.
"La terus lo mau tinggal dimana?Kalau begitu lo ikut ke apartemen gue saja mau gak?"Ajak Johan.
"Gak mau lah, nanti apa kata orang,masa perempuan tinggal satu tempat sama laki-laki yang bukan suaminya."Kata Rini menolak.
"Terus lo mau tinggal dimana?"Kata Johan jadi bingung.
"Kira-kira ada kontrakan murah gak ya di daerah sini,aku pingin ngontrak ajalah sambil nyari kerja nanti."Kata Rini.
"Lo mau nyari kerja?"Ya sudah,lo kerja di perusahaan orang tua gue saja,besok lo gue ajak ke perusahaan milik orang tua gue mau gak?Malam ini lo tidurlah di apartemen gue dulu kalau lo gak mau di antar ke kontrakan.
Nyari kontrakan malam-malam begini gak mungkin lah,nyari kontrakan tuh susah, lagian sekarang sudah malam,gak bisa langsung nemu, memangnya nyari kontrakan seperti nyari minuman,bisa beli dimana saja langsung dapet."Ucap Johan.
"Tapi.."Kata Rini terlihat ragu.
"Tenang saja.. gue gak bakal ngapa-ngapain kamu,di apartemenku ada dua kamar."Kata Johan menjelaskan.
"Atau lo mau tidur di kolong jembatan malam ini gabung sama anak jalanan? Bagaimana kalau berandalan tadi gangguin lo lagi,ih....gak bisa dibayangkan bagaimana lo nanti kalau sampai ketemu sama berandalan itu lagi."Kata Johan menakut-nakuti Rini.
"No.... Oke deh aku ikut mas Johan saja."Kata Rini merasa takut membayangkan dirinya jika tidur di tempat seperti yang Johan bilang tadi.
"Makanya..."Kata Johan sambil tersenyum puas.
Akhirnya mereka berdua pergi meninggalkan restoran setelah Johan membayar makanan mereka terlebih dahulu.
__ADS_1
Mereka pergi menuju apartemen Johan dengan berboncengan motor milik Johan.